Wednesday, November 16, 2011

Langkah-langkah Menjadi Mompreneur

Views :852 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 16 November 2011 14:34
MompreneurAnda adalah ibu rumah tapi ingin menambah penghasilan. Atau, Anda adalah seorang ibu sekaligus pekerja kantoran yang ingin memiliki waktu luang lebih dengan keluarga tapi tetap ingin mempunyai penghasilan sendiri. Bagaimana caranya? Mudah. Jadilah mompreneur.

Menjadi ibu rumah tangga sekaligus pelaku bisnis sebenarnya tak sulit. Yang perlu ditekankan adalah sama seperti pebisnis lainnya, menjadi mompreneur yang sukses juga tak bisa dalam sekejab. Butuh proses dan pembelajaran. Dan semakin cepat Anda terjun ke jagat entrepreneurship, semakin cepat pula Anda belajar dan berkesempatan mencapai puncak kesuksesan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjadi mompreneur.

Melakukan berbagai macam persiapan
Persiapan juga wajib dilakukan meski bisnis Anda berskala rumah tangga. Persiapan itu sendiri mencakup :
  1. Mental; menjadi mompreneur juga membutuhkan mental baja yang kuat. Rintangan dan masalah akan silih berganti berdatangan. Sebagai entrepreneur sekaligus ibu rumah tangga, Anda harus mempersiapkan mental tangguh. Jangan sampai kesulitan dalam berbisnis kelak berpengaruh pada kehidupan keluarga yang berefek pada keretakan dalam berumah tangga.
  2. Skill; keahlian merupakan salah satu modal entrepreneur. Sayangnya, masih banyak entrepreneur yang belum menyadari bahwa talenta yang dimilikinya itu bisa mendatangkan rejeki. Karena itu, gali bakat serta kemampuan yang Anda miliki dan jadikan itu passion dalam berbisnis.
  3. Modal; dalam hal ini modal yang dimaksud adalah uang. Selayaknya ibu rumah tangga, Anda pasti memiliki tanggung jawab mengelola keuangan rumah tangga. Nah, agar tak terjadi kesalahan yang kelak bisa Anda sesali, pisahkan uang untuk kebutuhan rumah tangga dengan uang untuk berbisnis. Modal untuk berbisnis ini bisa diperoleh dari tabungan pribadi atau lembaga keuangan. Jika ingin menggunakan tabungan keluarga sebaiknya minta ijin suami terlebih dahulu dan tanamkan bahwa Anda meminjamnya sehingga Anda semakin termotivasi hasilkan uang untuk mengembalikannya lagi.
  4. Tempat; walau dioperasikan dari dan di rumah tapi mompreneur juga memerlukan ruang privasi untuk bekerja. Dengan begitu, ia bisa lebih mudah memilah antara kewajiban mengurus rumah tangga dan tanggung jawab mengelola bisnis.
  5. Waktu; pandai mengatur waktu adalah faktor paling krusial ketika Anda memutuskan menjadi mompreneur. Waktu untuk mengelola bisnis, waktu untuk keluarga, waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, waktu untuk membangun networking dan sebagainya. Agar tak saling tumpang tindih dan adil, buatlah jadwal untuk memilah waktu tersebut.
  6. Relasi; salah satu kunci sukses berbisnis adalah berhasil atau tidaknya entrepreneur membangun dan menjalin relasi. Sebagai mompreneur, Andapun dituntut demikian.

Meminta dukungan keluarga
Dukungan dari keluarga bisa menjadi ‘vitamin’ penambah semangat dalam berbisnis. Meski Anda mengelola bisnis sendiri tanpa campur tangan suami atau kerabat dekat, tapi tak ada salahnya meminta saran atau pendapat dari mereka. Toh, mereka adalah orang-orang terdekat yang mengenal Anda lebih dalam dan lebih baik dari orang lain.

Menyiasati strategi untuk mengurus keluarga serta bisnis
Sudah tanggung jawab seorang ibu untuk mengasuh anak dan mengurus rumah tangga. Jika bisnis Anda masih dalam tahap merintis, mungkin Anda bisa membagi waktu antara keluarga dan bisnis tapi bila sudah semakin berkembang ada baiknya Anda mulai mencari asisten untuk membantu serta memperingan tugas-tugas yang harus Anda selesaikan. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/12807-langkah-langkah-menjadi-mompreneur.html

No comments:

Post a Comment