Tuesday, August 16, 2011

Nia ingin jadi pengusaha, ia pun sukses di usaha suvenir


Peluang Usaha

 
Senin, 15 Agustus 2011 | 12:28  oleh Ragil Nugroho
INSPIRASI NIA FEBRIANA
Nia ingin jadi pengusaha, ia pun sukses di usaha suvenir (1)
Nia Febriana memang bercita-cita menjadi pengusaha dibandingkan dengan menjadi pegawai perusahaan. Dengan membangun usaha sendiri, dia yakin potensi yang dimilikinya bisa maksimal. Dengan menekuni usaha di bidang pembuatan suvenir dan seserahan pernikahan, ia bisa meraup omzet hingga Rp 140 juta per bulan.

Usia Nia Febriana memang masih tergolong muda. Ia lahir pada 22 Februari 1983 di Kudus, Jawa Tengah. Namun, di usia yang masih muda, Nia sukses menekuni bisnis pembuatan suvenir pernikahan dan tas ramah lingkungan di bawah naungan CV Griya Souvenia di Jakarta.

Nia sudah merintis usahanya itu sejak 2005 lalu. Kini pangsa pasar Nia sudah lumayan luas. Bisnis suvenir Griya Souvenia sudah merambah berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, dan Bandung.

Bahkan Griya Souvenia juga telah memiliki satu cabang di Palembang, Sumatra Selatan. Dengan menjual produk suvenir dan jasa rangkai dan hias pernak-pernik pernikahan, Nia mampu memperoleh omzet lebih dari Rp 140 juta per bulan.

Usaha milik Nia memang fokus pada pembuatan suvenir pernikahan, seperti untuk seserahan dan mahar. Menurut Nia, bisnis yang terkait pernikahan memiliki prospek bagus. "Apalagi saya memang lahir dari orang tua yang memiliki latar belakang rias pengantin," katanya.

Agar bisa bersaing dengan produk sejenis, Nia berusaha menciptakan produk yang unik dan eksklusif. "Kami membidik konsumen yang sangat peduli terhadap momen spesialnya," ujarnya.

Dengan memberikan suvenir yang cantik dan unik, Nia berharap, para tetamu pernikahan menjadi terkesan. Agar variatif, setiap bulannya Souvenia menampilkan berbagai macam produk wedding souvenir baru. Bahan baku yang dipakai mulai dari kain hingga kayu. Dari bahan kain, Nia membuat tas, tempat pensil, toilet case, tempat tisu, dan lain-lain.

Adapun dari bahan kayu, Nia membuat berbagai macam miniatur, seperti miniatur becak, skuter, mobil VW, dan mobil kuno. Juga bentuk lain, seperti tempat pensil, tempat foto, serta kartu nama. Agar pelanggan puas, Souvenia juga memberikan layanan gratis packing plastik, pita, dan kartu ucapan terima kasih. "Bagi saya, kepuasan pelanggan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar," tegasnya.

Tak hanya menyediakan suvenir pernikahan, Nia juga melayani jasa rias seserahan dan mahar. Memadukan ketrampilan merangkai dan jiwa seni, membuat Nia mampu menyulap mahar uang menjadi terlihat cantik dan mewah dengan tambahan hiasan bunga dan boks mika.

Selain itu, Nia juga menyediakan jasa merangkai dan menghias seserahan pakaian dengan biaya Rp 45.000. Dari berbagai jasa dan produk seserahan yang ditawarkan, Nia mengaku mendapatkan klien minimal 10 orang dalam sebulan. Tiap klien memesan minimal 5-15 kotak seserahan selain produk yang lain.

Untuk mengembangkan usaha, mulai 2008 lalu, Nia juga membuat tas ramah lingkungan berharga Rp 2.000 hingga Rp 50.000 per tas. Seperti juga bisnis pernikahan, saat ini kecenderungan akan produk ramah lingkungan juga semakin meningkat. "Modal utama seorang pengusaha adalah kemampuan membaca kecenderungan pasar," katanya

Nia memang sedari awal bercita-cita untuk menjadi pengusaha. Lulusan Sekolah Tinggi Teknik (STT) Telkom ini mengaku menjadikan profesi pengusaha sebagai pilihan pribadi. Karena itu, sejak lulus kuliah tahun 2005, ia langsung merintis usaha pembuatan suvenir.

Nia sendiri ogah menjadi karyawan dan lebih memilih membangun usaha sendiri karena berkeinginan membuka lapangan kerja. Selain itu, dengan menjadi pengusaha, Nia mengaku bisa memaksimalkan potensi kreativitas yang belum tentu bisa maksimal saat bekerja di sebuah perusahaan. "Saya bebas berkreasi dan menciptakan produk-produk baru," ujarnya.

Keinginan Nia membuka lapangan kerja pun terwujud. Saat ini dia telah mempekerjakan 13 pegawai di Jakarta dan 7 pegawai di Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, dia juga mempekerjakan 13 pegawai lepas di Kudus untuk membuat suvenir.

Tanggung jawab sebagai seorang pemimpin usaha turut memacu Nia untuk melakukan yang terbaik. Dengan membangun usaha lebih besar lagi, menurut Nia, akan memberikan manfaat besar bagi orang lain. Sebab, orang-orang yang menjadi pegawainya juga akan mengalami peningkatan kesejahteraan.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1313386080/75436/Nia-ingin-jadi-pengusaha-ia-pun-sukses-di-usaha-suvenir-1

No comments:

Post a Comment