Wednesday, May 2, 2012

3 Cara Menghadapi Kolega yang Kurang Anda Sukai

Views :323 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 Mei 2012 11:06
office-k0512Bekerja dengan orang yang sukar bisa jadi sebuah pengalaman yang kurang nyaman dan melelahkan secara fisik, emosional dan psikologis. Jika lain kali seorang kolega membuat Anda marah atau kurang nyaman, cobalah untuk melakukan hal berikut ini:
  1. Kelola dan kendalikan reaksi Anda: Jika seseorang membuat Anda jengkel, jangan fokus pada perilakunya. Fokuslah pada bagaimana Anda beraksi, yang biasanya satu-satunya hal yang bisa Anda kendalikan.
  2. Simpan untuk diri sendiri: Emosi merupakan sesuatu yang abstrak namun mudah sekali menular. Sehingga jika Anda suka mengeluhkan perilaku atau sikap seorang kolega atau rekan kerja, semua itu akan sedikit banyak berdampak pada Anda secara negatif. Jika Anda harus mengeluarkan keluhan, lakukanlah di luar kantor.
  3. Bekerja sama: Mungkin tidak intuitif atau naluriah. tetapi dengan menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan rekan kerja atau kolega yang Anda kurang sukai, Anda bisa jadi memiliki empati untuknya. Anda mungkin menemukan alasan mengapa ia berperilaku demikian: stres di rumah, tekanan dari atasannya, dan sebagainya. (Amy Gallo/*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/16510-3-cara-menghadapi-kolega-yang-kurang-anda-sukai.html

Tuesday, May 1, 2012

5 Alasan untuk Tidak Merekrut "Orang Dalam"


Felicitas Harmandini | Dini | Senin, 30 April 2012 | 18:38 WIB

Pastikan Anda tahu orang seperti apa yang Anda cari, lalu menempatkannya di tempat dimana ia bisa berkembang dan memaksimalkan kemampuannya.

KOMPAS.com - Ketika ada posisi atau jabatan di perusahaan yang perlu diisi, rasanya memang paling masuk akal jika Anda mempromosikan salah satu karyawan yang Anda anggap mampu mengisi posisi tersebut. Namun, Anda perlu mempertimbangkan satu kemungkinan: selalu merekrut karyawan internal bisa mendorong lingkungan kerja yang stagnan, yang tidak berkembang dan menjadi dewasa. Sebaliknya, Paul Spiegelman, pendiri dan CEO The Beryl Companies, memaparkan mengapa Anda tidak harus merekrut "orang dalam", dan keuntungan bila Anda merekrut "orang baru" dari luar perusahaan.

1. Ide-ide baru
Merekrut orang yang sudah lama bergabung dengan perusahaan tentu memberi beberapa keuntungan: ia tipe loyal dan sudah mengenal perusahaan dengan baik. Ia sudah mengenal sistem di perusahaan, dan sudah mengenal tim Anda dengan baik. Namun perlu Anda ingat, kemungkinan ia pun sudah terjebak dalam pola kerja yang sama selama bertahun-tahun. Hal ini membuat dirinya maupun tim Anda membatasi diri dari inovasi-inovasi baru. Sedangkan jika Anda merekrut wajah baru, Anda akan berpeluang mendapatkan ide-ide baru, menyegarkan atau mendobrak sistem kerja yang buruk di perusahaan, dan mendorong perusahaan untuk berkembang.

2. Karyawan hebat belum tentu jadi manager hebat
Di antara tim Anda mungkin ada beberapa orang yang tergolong "juara" dalam menangani pekerjaannya. Namun tidak semua orang bersedia masuk ke dalam sistem untuk mengelola orang lain dan menjadi pembuat keputusan. Sementara itu, pimpinan menganggap tugasnya telah selesai karena telah memilih karyawan yang tepat dan menjadikannya manager. Ia lupa untuk memberikan manager baru ini sarana atau sumber daya untuk sukses, misalnya pelatihan. Kemudian ketika divisinya menghadapi masalah, sebagai pemimpin Anda lantas langsung menimpakan kesalahan padanya. Boleh dibilang, inilah salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan pemimpin. Ketika Anda merekrut orang baru, Anda tahu bahwa orang ini memang menghendaki posisi tersebut dan menguasai pekerjaannya.

3. Orang yang tepat untuk jabatan baru
Ketika perusahaan Anda berkembang, pasti akan terjadi perubahan. Akan muncul peran-peran baru, namun Anda belum tentu memiliki orang-orang yang tepat untuk mengisi posisi-posisi tersebut. Ketika Anda memaksakan "orang dalam" untuk mengambil jabatan baru, bisa jadi mereka sebenarnya tidak memiliki skill yang diperlukan untuk menjalankan peran tersebut. Sekali lagi, mereka tak bisa sepenuhnya disalahkan. Yang harus Anda lakukan adalah memastikan bahwa Anda tahu orang seperti apa yang Anda cari, lalu menempatkannya di tempat dimana ia bisa berkembang dan memaksimalkan kemampuannya. Dan orang seperti ini, bisa jadi harus Anda temukan di luar perusahaan.
4. Lebih baik untuk tim yang lama
Anak buah Anda mungkin akan merasa terancam dengan kehadiran orang baru.  Mungkin mereka akan merasa telah kehilangan kesempatan untuk naik jabatan, dan merasa insecure dengan kondisi tersebut. Anak buah Anda mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah mendapatkan mentor baru, atau seseorang yang akan membantu mengubah perusahaan menjadi lebih baik, sehingga tugas Anda adalah mengkomunikasikan nilai-nilai dari tim yang baru ini secara konsisten. Bukan tak mungkin, orang baru ini juga akan menciptakan peluang lebih banyak bagi setiap orang untuk maju.

5. Meningkatkan kompetensi karyawan
Salah satu keuntungan dengan membuka lowongan untuk "orang luar" adalah untuk mendorong kompetensi di kalangan karyawan yang lama. Anda bisa menunjukkan komitmen terhadap perkembangan karyawan dengan membangun program pelatihan atau pendidikan lain. Iklankan lowongan untuk posisi baru itu secara internal lebih dulu, dan sampaikan pada anak buah Anda mengapa mereka tidak akan mendapatkan posisi tersebut jika ada calon lain yang terseleksi. Kemudian buat rencana untuk membantu anak buah mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya, atau ciptakan jalur baru untuk perkembangan mereka. Agar perusahaan maju, tim Anda harus berani bersaing dengan dunia luar, bukan? Nah, tugas Anda lah untuk menemukan orang-orang terbaik untuk mengusahakan kemajuan perusahaan.


Sumber: Inc.com

Sumber:
http://female.kompas.com/read/2012/04/30/18382851/5.Alasan.untuk.Tidak.Merekrut.Orang.Dalam

Tentukan Saham 'Murah' dengan Metode PER

Selasa, 01/05/2012 10:43 WIB
 
eTrading Securities - detikFinance


Jakarta - Apakah metode Price to Earning Ratio (PER) dapat dipakai untuk menemukan saham ‘murah’?

Jawaban: PER atau Price to Earning Ratio adalah perbandingan antara harga dengan laba per saham, dalam bahasa sederhana PER seperti waktu balik modal, misalkan PER 5X artinya harga saham saat ini 5X hasil/laba per saham atau balik modalnya kurang lebih 5 tahun.

Semakin kecil semakin baik, tapi harus dilihat kinerja/prospek perusahaan itu ke depan karena seringkali pasar ‘menghukum’ harga saham perusahaan karena prospek perusahaan meredup sehingga PER saat ini jadi kecil/murah, seperti yang terjadi pada kasus RIM (produsen blackberry).

Jadi investor harus memperhatikan bukan hanya kinerja historis (telah terjadi) namun juga prospek perusahaan tersebut kedepan, karena PER yang tinggi bukan berarti mahal bila kinerja historis dan prospek pertumbuhannya bagus.

(etr/ang)
Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/05/01/104336/1905699/65/tentukan-saham-murah-dengan-metode-per

Trik Menjaga Cita Rasa dalam Bisnis Kuliner

Views :283 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Mei 2012 10:50
CE-logoPernahkah Anda merasa frustrasi sebagai seorang pemilik bisnis kuliner? Anda sudah mengajari banyak juru masak semua resep dan trik rahasia yang Anda miliki tetapi masih saja, meski sudah melakukan eksperimen nan panjang dan melelahkan, tetap saja cita rasanya kurang pas dan tidak bisa menyamai cita rasa masakan yang Anda bakukan?

Keluhan yang bernada sama juga dilontarkan kepada Andi Juniarso yang Sabtu siang lalu (28/4) tampil dalam seminar “Win Over Giants”. Menanggapi hal tersebut, Andi yang bekerja sebagai konsultan bisnis ini menyatakan sejumlah langkah yang bisa dipraktikkan agar cita rasa masakan andalan Anda bisa konsisten meski diolah dari tangan sejumlah koki atau juru masak yang berbeda.

Untuk itu, Anda perlu mencatat segala detil yang remeh temeh tetapi mempengaruhi cita rasa hasil masakan nanti. Dan perhatikan sejumlah aspek berikut ini.

Perhatikan cara penyimpanan
Andi mengatakan,”Bagaimana cara kita menyimpan bahan masakan itu juga perlu diperhatikan. Misalnya saja sebuah masakan yang memerlukan susu bisa berubah rasanya jika susu yang seharusnya langsung dicampur bahan lain dibiarkan terbuka dan bersentuhan dengan udara bebas terlalu lama”. Untuk itu, perlu dicatat dengan detil bagaimana kita menyimpan bahan makanan, lama penyimpanan sejak dibuka bungkusnya atau sejak dipetik, dan sebagainya.

Perhatikan alat pengolahan
Alat pengolahan atau memasak bisa sangat menentukan cita rasa hasil masakan juga. Andi menyarankan bahwa kita juga perlu jeli menelaah material yang digunakan selama proses pengolahan makanan. Material yang berbeda berpotensi pada cita rasa masakan yang berbeda pula. Misalnya, Andi mencontohkan, saat memasak kita perlu mencatat apakah sendok yang digunakan mengambil bahan makanan ialah dari bahan stainless steel, keramik, kayu, atau plastik. “Karena semua itu bisa jadi menyebabkan perubahan rasa,” ujarnya.


Perhatikan cara memasak
Cara memasak, sudah seperti kita ketahui, sangat berpengaruh dalam menentukan cita rasa. Bahan makanan yang sama persis jika dipanggang selama 10 menit dan dipanggang selama 11 menit mungkin akan berbeda rasanya. Cara memotong bahan makanan juga menentukan. Fillet yang tebalnya 5 mm mungkin membutuhkan pengolahan dan lama memasak yag berbeda dari fillet yang tebalnya 6 mm. Presisi dan akurasi diperlukan.

Perhatikan karakteristik bahan makanan
Jenis bahan makanan bisa sama persis tetapi terdapat begitu banyak faktor yang menentukan kualitas bahan makanan, yang akhirnya akan berpengaruh pada cita rasa akhir. Satu varietas tomat, katakanlah, akan lebih cocok dan lezat digunakan untuk roti isi (sandwich) dalam kondisi segar sementara jenis yang lain lebih sedap jika diolah sebagai saos tomat, dan sebagainya. Sebagai pengusaha kuliner, Anda perlu memperhatikan hingga tingal detil tersebut.

Intinya memang dalam upaya menjaga konsistensi cita rasa diperlukan ketelitian agar sebisa mungkin mendekati cita rasa yang dijadikan standar. (*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/16473-trik-menjaga-cita-rasa-dalam-bisnis-kuliner.html

Kunci Mendongkrak Penjualan Toko Anda


Views :335 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Mei 2012 13:38
tagsale0412Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mendongkrak pemasaran dan penjualan. Anda dapat melakukan hal kecil yang membawa konsumen nyaman untuk berbelanja di toko Anda, misalnya dengan membebaskan biaya parkir pada toko Anda, tetapi keamanan tetap dirasakan bagi konsumen kendaraannya parkir di toko Anda. Hal tersebut bisa menjadi fasilitas yang pertama yang akan dinikmati konsumen yang berbelanja di toko Anda.

Penjualan juga dapat Anda tingkatkan dengan meningkatkan pemasaran. Pemasaran tidak berakibat langsung kepada penjualan tetapi pemasaran berpengaruh langsung terhadap customer awareness (kesadaran konsumen) dan customer image (persepsi konsumen).

Jika tingkat kesadaran konsumen di sekitar toko Anda sudah baik terhadap nama atau brand toko yang sudah Anda tentukan dan banyak orang yang mengetahui lokasi toko tersebut, itu akan sangat membantu penjualan.

Tahapan berikutnya adalah peningkatan persepsi konsumen pada toko Anda misalnya persepsi “murah dan mudah.” Hal itu dapat ditanamkan kepada konsumen dan calon konsumen toko Anda. Jadi jika mau belanja ”mudah dan murah” toko Anda lah jawabannya.

Dalam teori "The 5 Arrows Marketing Strategy Arrbey," pengembangan konsep strategi pemasaran di implementasikan menjadi lima tahapan sebagai berikut:

1. Competition understanding

Memahami kompetisi yang sedang terjadi pada pasar peritel secara mikro, terkait lokasi, harga, kualitas, fasilitas, dan lain-lain.

2. Crafting marketing plan

Membuat strategi pemasaran yang tepat untuk toko, misalnya dapat memanfaatkan lahan parkir sebagai tempat nongkrong atau santai anak muda dan keluarga.

3. Commencing marketing plan

Perencanaaan di atas harus direalisasikan dalam tindakan jadi. Lakukanlah perubahan mulai dari yang kecil dan lakukanlah mulai dari sekarang.

4. Enhancing marketing performance

Percepatan harus dilakukan untuk memanfaatkan peluang dan momentum yang telah didapat. Pada situasi pengembangan peluang yang ada, harus dimanfaatkan secara maksimal. Maka bukan tidak mungkin kalau target satu tahun dapat dicapai dalam waktu tiga bulan.

5. Reviewing

Setelah sebuah proses strategi marketing diterapkan kita harus tetap review dan melihat sejauh mana keefektifan strategi marketing yang kita terapkan. (*/Okezone/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/16476-kunci-mendongkrat-penjualan-toko-anda.html

Bisnis Mainan Kayu Tradisional Ini Beromzet Puluhan Juta

Selasa, 01/05/2012 13:35 WIB
Bisnis Mainan Kayu Tradisional Ini Beromzet Puluhan Juta 
Feby Dwi Sutianto - detikFinance




Jakarta - Munculnya berbagai macam produk permainan anak-anak moderen seperti video game, robot, mainan remote control dan sebagainya membuat para pengusaha mainan anak-anak tradisonal kalah bersaing sehingga bahkan banyak yang gulung tikar atau menutup usahanya.

Era moderenisasi yang menggusur usaha mainan anak tradisional. Apakah benar semua usaha mainan anak-anak tradisional tergusur oleh pesatnya peredaran permainan moderen?

Kenyataannya itu tidak terjadi dengan usaha mobil-mobilan tradisonal yang digeluti oleh Ibu Julia. Wanita paruh baya ini, malah berjaya ditengah gempuran permainan anak-anak moderen. Dari usahnya itu, dia bisa menghasilkan omzet mencapai Rp 30 juta per bulan, ia malah mengaku kewalahan memenuhi pesanan dari permintaan mobil-mobilan berbahan baku kayu ini.

Ketika ditemui detikFinance di tokonya di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Julia menyebut usaha yang dimulai pada tahun 1970-an. Usahnya pertama kali dimulai oleh suaminya. Ia pun mulai terjun membantu suaminya, tepatnya pada tahun 1986 ketika dia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK)

Ide awal dari usahanya tersebut, berawal dari mainan kayu yang dibuatkan untuk anaknya tetapi kemudian dicoba untuk ditawarkan dan dijual tetapi tanpa disangka-sangka malah memperoleh respon yang positif oleh banyak orang.

"Ini awalnya untuk anak-anak saya, dulu kan pakai plastik dan kok kurang ya. Terus kita coba pakai kayu. Terus coba dijual dan malah laku terjual secara lancar," sebutnya.

Mainan berbahan kayu yang dijual oleh Julia, berupa mobil-mobilan dengan berbagai macam tipe mobil dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 30.000 sampai Rp 300.000 per buah.

"Mainan paling kecil itu bajaj, bus metromini, trans jakarta, kereta api, truk, mercy," ungkapnya.

Selain itu, ibu Julia juga menerima pesanan mainan mobil-mobilan. Mobilan pesanan itu biasanya untuk keperluan koleksi dan harganya tergantung pada tingkat kerumitan dan juga bahan yang digunakan.

"Harganya bisa sampai Rp 2 juta, tapi ada yang 1 juta, ada yang Rp 500 ribu. Itu tergantung sama bahannya," tambahnya

Menurutnya pelanggan datang dari berbagai kalangan masyarakat, tetapi kebanyakan adalah para orang tua yang ingin membelikan mainan untuk anak atau cucunya. Bahkan ada juga warga negara asing yang juga menjadi pelanggannya.

"Kalau keuntungannya sebulan itu banyak, kalau sehari saja dapet 1 juta. Sebulan dapet 30 juta, kalau keuntungannya lumayan lah, lebih dari setengahnya sebulan (lebih dari Rp 15 juta)," sebutnya.

Ia menuturkan usaha yang digeluti ini bukan tanpa kendala, Julia menyebut harga bahan baku sebagai masalah terbesar dari usahanya tersebut.

"Terutama masalah kenaikan harga cat, paku. Itu pasti dan kesulitannya disitu. Makanya omzetnya, misalkan harga mau naik kita jadi bingung mau kasih harganya. Nanti kalau harga bakal naik, omzet sekarang juga harus dinaikkan juga kalau nggak begitu kita nggak bisa beli lagi (bahan)," tutupnya

Apakah anda tertarik juga dengan model bisnis seperti ini? Jika anda tertarik dan ingin mengetahui tentang bisnis mainan anak ini atau ingin memesan, anda bisa datang ke toko 'Kasih Sayang Anak' di Jalan Raya Pasar Minggu, tepatnya Sebelah Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.


(feb/hen) Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/05/01/133536/1905953/480/bisnis-mainan-kayu-tradisional-ini-beromzet-puluhan-juta

Cara Mudah Hitung Titik Impas


Views :245 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Mei 2012 13:35
bep0412Jika Anda bisa dengan akurat meramalkan biaya dan penjualan Anda, melaksanakan analisis Break Even Point bukanlah hal yang terlampau rumit. Sebuah perusahaan telah mencapai BEP atau titik impas saat total penjualannya atau pemasukan setara dengan pengeluaran keseluruhannya. Pada titik impas, tidak ada laba yang dihasilkan atau kerugian yang diderita. Kalkulasi ini penting bagi semua pebisnis karena titip impas batasan terendah laba saat menentukan margin.

Menentukan biaya
Terdapat sejumlah tipe biaya untuk dipertimbangkan saat melaksanakan analisis BEP. Sekadar mengingatkan pada kita beberapa istilah yang perlu diketahui dalam analisis BEP.
  • Biaya tetap: Ini termasuk biaya yang sama terlepas dari berapa banyak jumlah barang yang Anda berhasil jual. Seluruh biaya mendirikan usaha, seperti biaya sewa, asuransi dan komputer, dipanggap sebagai biaya tetap karena Anda harus menetapkannya sebelum Anda menjualbarang pertama Anda.
  • Biaya variabel: Biaya ini meliputi biaya yang timbul terus menerus yang Anda serap dengan setiap unit yang Anda jual. Misalnya jika Anda menjalankan toko kartu ucapan yang mengharuskan Anda membeli kartu ucapan dari perusahaan tertentu dengan harga Rp 10.000 per lembar, maka jumlah uang tersebut mewakili biaya variabel. Saat perusahaan dan penjualan meningkat, Anda bisa mulai menyesuaikan tenaga kerja dan aspek lainnya sebagai biaya variabel jika memang masuk akal dalam industri yang Anda garap.

Menetapkan harga
Hal ini penting bagi analisis BEP, Anda tak bisa menghitung pemasukan yang bisa didatangkan jika Anda tak mengetahui harga per produk. Harga per unit mengacu pada jumlah yang Anda rencanakan untuk dibebankan pada pelanggan untuk membeli satu unit produk.
  • Psikologi penetapan harga: Penetapan harga dapat melibatkan proses pembuatan keputusan yang cukup rumit pada sisi konsumen dan ada banyak penelitian mengenai pemasaran dan psikologi mengenai bagaimana konsumen memandang harga.
  • Metode penetapan harga: Terdapat sejumlah aliran berbeda dalam cara menetapkan harga saat melaksanakan analisi BEP. Ini bisa berupa campuran antara faktor kualitatif dan kuantitatif. Jika Anda menciptakan produk unik dan baru, Anda harus mampu menetapkan harga premium tetapi jika Anda memasuki industri kompetitif, Anda harus tetap menjaga agar harga selaras dengan tingkatan yang terjadi atau mungkin bahkan menawarkan potongan harga untuk mendapatkan pelanggan agar mau beralih pada perusahaan Anda.
  • Satu strategi yang lazim digunakan ialah “penentuan harga berdasarkan biaya”, yang membutuhkan pemikiran mendalam mengenai berapa banyak yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit barang dan menetapkan harga hingga ke tingkatan tersebut dan margin laba yang sudah ditetapkan sebelumnya. Pendekatan ini dihindari sebagian pebisnis karena memberikan celah bagi para pesaing yang bisa memproduksi dengan harga lebih rendah dari Anda bisa dengan mudah mengalahkan Anda dalam segi harga. Metode lainnya yakni “pembiayaan berdasarkan harga’ yang mendorong pemilik bisnis untuk ‘memulai dengan harga yang pembeli hendaki untuk bayarkan (saat mereka memiliki alternatif kompetitif) dan menyesuaikan biaya sedemikian rupa sehingga memenuhi syarat harga. Dengan demikian jika Anda menghadapi pesaing baru, Anda bisa menekan harga dan masih tetap meneguk untung.
Formulanya:Jjangan khawatir karena perhitungannya sangat simpel. Untuk melakukan analisis BEP, tentukan biaya tetap, bagilah dengan harga yang Anda miliki, kurangi dengan biaya variabel. Sebagai satu persamaan, ini bisa dituangkan sebagai berikut:

Break Even Poin (titik impas) = biaya tetap (harga jual per unit - biaya variabel)

Kalkulasi ini akan memungkinkan Anda untuk mengetahui berapa banyak unit produk yang Anda harus jual agar bisa mencapai titik impas (BEP). Setelah Anda mencapai titik itu, Anda bisa menutup semua biaya yang berhubungan dengan proses produksi produk Anda (baik yang tetap dan variabel).

Di atas titik BEP, setiap unit tambahan yang terjual mempertinggi laba berdasarkan jumlah margin laba per unit, yang ditentukan sebagai jumlah yang disumbangkan setiap unit untuk menutup biaya tetap dan menambah laba. Sebagai suatu persamaan, hal ini bisa didefinisikan sebagai:

Margin kontribusi unit = harga jual - biaya variabel
Mencatat informasi ini dalam sebuah lembar kerja akan memudahkan Anda untuk membuat penyesuaian saat biaya berubah nantinya, dan Anda juga harus mengatur berbagai opsi harga dan menghitung titik impas yang dicapai. Anda bisa menggunakan sebuah program seperti Goal Seek dari Excel jika Anda ingin memberikan Anda sendiri sebuah tujuan laba yang ditentukan, katakanlah 1 juta dollar, dan kemudian kembali bekerja untuk melihat berapa banyak unit yang Anda harus jual utnuk mencapai angka tersebut.

Kalkulator
Terdapat beberapa kalkulator online yang bisa digunakan untuk membantu Anda melakukan analisis titik impas:
  • Case Western Reserve University menawarkan kalkulator analisis BEP yang memasukkan ulasan istilah mikroekonomi yang relevan.
  • Kalkulator keuangan memungkinkan Anda untuk membuat grafik dan laba akan tampak di grafik.
  • Inc.com menawarkan kalkulator analisis BEP yang mengharuskan pengguna untuk memasukkan penjualan tahuann seracar rinci dan biaya sampingan tahunan keseluruhan dan biaya penjualan dan memungkinkan pengguna melakukan delineasi periode perhitungan terperinci dalam hitungan minggu.

Batasan
Sangat penting untuk memahami makna di balik hasil analisis ini bagi Anda. Jika misalnya kalkulasi memberitahukan bahwa Ana akan mencapai titik impas saat Anda menjual unit ke 500 Anda, putuskan apakah hal itu mungkin tercapai. Jika Anda tidak yakin Anda bisa menjual unit ke 500 Anda dalam periode waktu yag masuk akal (yang ditentukan oleh situasi keuangan Anda, kesabaran dan ekspektasi pribadi), maka ini bisa jadi bukan bisnis yang tepat untuk Anda masuki. Jika Anda yakin bisa meraih target tersebut, tetapi dengan waktu yang lumayan lama, cobalah untuk merendahkan harga Anda dan menghitung dan menganalisis titik impas.

Sebagai penggantinya, amatilah biaya tetap dan variabel dan temukan bagian yang bisa dihemat.  Akhirnya, pahami bahwa analisis BEP ini bukan untuk meramalkan permintaan sehingga jika Anda berada di pasar dengan produk yang salah atau harga yang kurang pas, akan terasa sukar untuk mencapai titik impas. (*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/16479-cara-mudah-hitung-titik-impas.html