| Views :323 Times |
|
|
|
| Rabu, 02 Mei 2012 11:06 |
|
Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/16510-3-cara-menghadapi-kolega-yang-kurang-anda-sukai.html
| Views :323 Times |
|
|
|
| Rabu, 02 Mei 2012 11:06 |
|
| Views :283 Times |
|
|
|
| Selasa, 01 Mei 2012 10:50 |
|
Keluhan yang bernada sama juga dilontarkan kepada Andi Juniarso yang Sabtu siang lalu (28/4) tampil dalam seminar “Win Over Giants”. Menanggapi hal tersebut, Andi yang bekerja sebagai konsultan bisnis ini menyatakan sejumlah langkah yang bisa dipraktikkan agar cita rasa masakan andalan Anda bisa konsisten meski diolah dari tangan sejumlah koki atau juru masak yang berbeda. Untuk itu, Anda perlu mencatat segala detil yang remeh temeh tetapi mempengaruhi cita rasa hasil masakan nanti. Dan perhatikan sejumlah aspek berikut ini. Perhatikan cara penyimpanan Andi mengatakan,”Bagaimana cara kita menyimpan bahan masakan itu juga perlu diperhatikan. Misalnya saja sebuah masakan yang memerlukan susu bisa berubah rasanya jika susu yang seharusnya langsung dicampur bahan lain dibiarkan terbuka dan bersentuhan dengan udara bebas terlalu lama”. Untuk itu, perlu dicatat dengan detil bagaimana kita menyimpan bahan makanan, lama penyimpanan sejak dibuka bungkusnya atau sejak dipetik, dan sebagainya. Perhatikan alat pengolahan Alat pengolahan atau memasak bisa sangat menentukan cita rasa hasil masakan juga. Andi menyarankan bahwa kita juga perlu jeli menelaah material yang digunakan selama proses pengolahan makanan. Material yang berbeda berpotensi pada cita rasa masakan yang berbeda pula. Misalnya, Andi mencontohkan, saat memasak kita perlu mencatat apakah sendok yang digunakan mengambil bahan makanan ialah dari bahan stainless steel, keramik, kayu, atau plastik. “Karena semua itu bisa jadi menyebabkan perubahan rasa,” ujarnya. Perhatikan cara memasak Cara memasak, sudah seperti kita ketahui, sangat berpengaruh dalam menentukan cita rasa. Bahan makanan yang sama persis jika dipanggang selama 10 menit dan dipanggang selama 11 menit mungkin akan berbeda rasanya. Cara memotong bahan makanan juga menentukan. Fillet yang tebalnya 5 mm mungkin membutuhkan pengolahan dan lama memasak yag berbeda dari fillet yang tebalnya 6 mm. Presisi dan akurasi diperlukan. Perhatikan karakteristik bahan makanan Jenis bahan makanan bisa sama persis tetapi terdapat begitu banyak faktor yang menentukan kualitas bahan makanan, yang akhirnya akan berpengaruh pada cita rasa akhir. Satu varietas tomat, katakanlah, akan lebih cocok dan lezat digunakan untuk roti isi (sandwich) dalam kondisi segar sementara jenis yang lain lebih sedap jika diolah sebagai saos tomat, dan sebagainya. Sebagai pengusaha kuliner, Anda perlu memperhatikan hingga tingal detil tersebut. Intinya memang dalam upaya menjaga konsistensi cita rasa diperlukan ketelitian agar sebisa mungkin mendekati cita rasa yang dijadikan standar. (*AP) |
| Views :335 Times |
|
|
|
| Selasa, 01 Mei 2012 13:38 |
|
Penjualan juga dapat Anda tingkatkan dengan meningkatkan pemasaran. Pemasaran tidak berakibat langsung kepada penjualan tetapi pemasaran berpengaruh langsung terhadap customer awareness (kesadaran konsumen) dan customer image (persepsi konsumen). Jika tingkat kesadaran konsumen di sekitar toko Anda sudah baik terhadap nama atau brand toko yang sudah Anda tentukan dan banyak orang yang mengetahui lokasi toko tersebut, itu akan sangat membantu penjualan. Tahapan berikutnya adalah peningkatan persepsi konsumen pada toko Anda misalnya persepsi “murah dan mudah.” Hal itu dapat ditanamkan kepada konsumen dan calon konsumen toko Anda. Jadi jika mau belanja ”mudah dan murah” toko Anda lah jawabannya. Dalam teori "The 5 Arrows Marketing Strategy Arrbey," pengembangan konsep strategi pemasaran di implementasikan menjadi lima tahapan sebagai berikut: 1. Competition understanding Memahami kompetisi yang sedang terjadi pada pasar peritel secara mikro, terkait lokasi, harga, kualitas, fasilitas, dan lain-lain. 2. Crafting marketing plan Membuat strategi pemasaran yang tepat untuk toko, misalnya dapat memanfaatkan lahan parkir sebagai tempat nongkrong atau santai anak muda dan keluarga. 3. Commencing marketing plan Perencanaaan di atas harus direalisasikan dalam tindakan jadi. Lakukanlah perubahan mulai dari yang kecil dan lakukanlah mulai dari sekarang. 4. Enhancing marketing performance Percepatan harus dilakukan untuk memanfaatkan peluang dan momentum yang telah didapat. Pada situasi pengembangan peluang yang ada, harus dimanfaatkan secara maksimal. Maka bukan tidak mungkin kalau target satu tahun dapat dicapai dalam waktu tiga bulan. 5. Reviewing Setelah sebuah proses strategi marketing diterapkan kita harus tetap review dan melihat sejauh mana keefektifan strategi marketing yang kita terapkan. (*/Okezone/AS) |
| Views :245 Times |
|
|
|
| Selasa, 01 Mei 2012 13:35 |
|
Menentukan biaya Terdapat sejumlah tipe biaya untuk dipertimbangkan saat melaksanakan analisis BEP. Sekadar mengingatkan pada kita beberapa istilah yang perlu diketahui dalam analisis BEP.
Menetapkan harga Hal ini penting bagi analisis BEP, Anda tak bisa menghitung pemasukan yang bisa didatangkan jika Anda tak mengetahui harga per produk. Harga per unit mengacu pada jumlah yang Anda rencanakan untuk dibebankan pada pelanggan untuk membeli satu unit produk.
Formulanya:Jjangan khawatir karena
perhitungannya sangat simpel. Untuk melakukan analisis BEP, tentukan
biaya tetap, bagilah dengan harga yang Anda miliki, kurangi dengan biaya
variabel. Sebagai satu persamaan, ini bisa dituangkan sebagai berikut:
Break Even Poin (titik impas) = biaya tetap (harga jual per unit - biaya variabel) Kalkulasi ini akan memungkinkan Anda untuk mengetahui berapa banyak unit produk yang Anda harus jual agar bisa mencapai titik impas (BEP). Setelah Anda mencapai titik itu, Anda bisa menutup semua biaya yang berhubungan dengan proses produksi produk Anda (baik yang tetap dan variabel). Di atas titik BEP, setiap unit tambahan yang terjual mempertinggi laba berdasarkan jumlah margin laba per unit, yang ditentukan sebagai jumlah yang disumbangkan setiap unit untuk menutup biaya tetap dan menambah laba. Sebagai suatu persamaan, hal ini bisa didefinisikan sebagai:
Margin kontribusi unit = harga jual - biaya variabel
Mencatat informasi ini dalam sebuah lembar kerja akan memudahkan Anda untuk membuat penyesuaian saat biaya berubah nantinya, dan Anda juga harus mengatur berbagai opsi harga dan menghitung titik impas yang dicapai. Anda bisa menggunakan sebuah program seperti Goal Seek dari Excel jika Anda ingin memberikan Anda sendiri sebuah tujuan laba yang ditentukan, katakanlah 1 juta dollar, dan kemudian kembali bekerja untuk melihat berapa banyak unit yang Anda harus jual utnuk mencapai angka tersebut. Kalkulator Terdapat beberapa kalkulator online yang bisa digunakan untuk membantu Anda melakukan analisis titik impas:
Batasan Sangat penting untuk memahami makna di balik hasil analisis ini bagi Anda. Jika misalnya kalkulasi memberitahukan bahwa Ana akan mencapai titik impas saat Anda menjual unit ke 500 Anda, putuskan apakah hal itu mungkin tercapai. Jika Anda tidak yakin Anda bisa menjual unit ke 500 Anda dalam periode waktu yag masuk akal (yang ditentukan oleh situasi keuangan Anda, kesabaran dan ekspektasi pribadi), maka ini bisa jadi bukan bisnis yang tepat untuk Anda masuki. Jika Anda yakin bisa meraih target tersebut, tetapi dengan waktu yang lumayan lama, cobalah untuk merendahkan harga Anda dan menghitung dan menganalisis titik impas. Sebagai penggantinya, amatilah biaya tetap dan variabel dan temukan bagian yang bisa dihemat. Akhirnya, pahami bahwa analisis BEP ini bukan untuk meramalkan permintaan sehingga jika Anda berada di pasar dengan produk yang salah atau harga yang kurang pas, akan terasa sukar untuk mencapai titik impas. (*AP) |