Thursday, March 1, 2012

Berpikir Keluar dari Kotak

Views :296 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Maret 2012 09:19
keluar_kotak0112Persaingan saat ini sangat ketat dan sangat cepat berubah. Peluang bisnis datang dan juga hilang sangat cepat. Ide bisnis bila tidak segera direalisasikan akan jadi tidak berguna dalam waktu kurang dari 6 bulan. Apalagi yang berhubungan dengan dunia online. Ide yang dianggap baru, fresh dan kreatif akan cepat menjadi basi.

Dalam menciptakan ide bisnis kita dituntut untuk selalu berpikir kreatif dan keluar dari kotak. Hindari membangun bisnis dengan berkaca dari kesuksesan orang lain kecuali Anda punya inovasi lebih yang bisa menarik pelanggan dan unik.

Saat Anda terjun ke bisnis yang populer, Anda akan menghadapi persaingan yang keras. Daripada kita berkompetisi di ruang pasar yang penuh dengan pesaing, lebih baik kita ciptakan sendiri ruang lain tanpa pesaing.

Jadi apa yang harus kita lakukan untuk selalu berpikir keluar dari kotak? Mungkin beberapa tips dibawah ini bisa membantu Anda:

Riset

Pelajari mekanisme bisnis Anda secara detail mulai dari hulu sampai hilir. Cari informasi sebanyak mungkin dari manapun, dengarkan cerita teman Anda yang sudah sukses karena Anda bisa mempelajari bagaimana meraih kesuksesan dari orang yang Anda percaya yaitu teman Anda sendiri.

Berpikir dari berbagai sudut pandang

Cobalah mencari ide bisnis baru dari berbagai perspektif yang berbeda dari hasil riset Anda diatas. Buat hipotesa ide bisnis dan ujilah dengan beberapa skenario bisnis. Bila dimungkinkan lakukanlah tes pasar dalam jumlah yang kecil untuk mengetahui bagaimana respon pasar mengenai produk Anda.

Terbuka untuk menerima suatu hal yang baru

Buang segala pikiran yang menjadi hambatan dan coba hubungkan beberapa ide yang tidak saling berhubungan dan ciptakan inovasi baru.

Berani gagal

Selalu siap untuk mengambil jalan yang sama sekali berbeda dengan orang lain dan selalu siap dengan konsekuensi/resiko yang dihadapi. Yakinlah dengan jalan yang Anda ambil. Jadikan kesuksesan orang lain sebagai motivasi diri sendiri dan ikuti proses bagaimana dia bisa menjadi sukses tapi akan lebih baik bila kita tidak ikuti ide bisnisnya. Cari ide lain yang sama sekali beda dengan orang lain. (*/ukmsukses.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/14844-berpikir-keluar-dari-kotak.html

Mengetahui Pelanggan yang Menguntungkan

Views :162 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Maret 2012 09:52
Kemampuan mengenali pelanggan dengan baik bisa mendatangkan profit hingga 80 persen. Kebanyakan profit yang Anda dapatkan dari bisnis yang dijalani berasal dari kontribusi pelanggan. Namun, jangan salah karena tak semua pelanggan Anda mendatangkan profit besar. Hanya 20 persen dari daftar pelanggan Anda yang bisa membawa keuntungan. Sisanya, 80 persen pelanggan, lebih banyak membuang waktu Anda dengan percuma tanpa mendatangkan penghasilan apalagi profit.

pelangan_ket1Coach Tom MC Iflle mengatakan dalam bukunya Profit Is King, Rahasia Meledakkan Profit Tanpa Iklan!, ada dua kategori pelanggan, yakni kategori yang selalu "benar" dan kategori yang selalu "salah".  Lebih jelasnya, pelanggan yang jumlahnya hanya sedikit tapi selalu benar ini adalah pelanggan yang memberikan Anda keuntungan. Mereka adalah pelanggan yang tak menyibukkan hari Anda tanpa hasil. Sebaliknya, pelanggan yang selalu membuat Anda sibuk, selalu Anda layani bak raja, nyatanya tak memberikan Anda keuntungan besar untuk bisnis Anda.

Lantas bagaimana memilah pelanggan yang membawa keuntungan dan mana yang tidak? Tom mencontohkan, sekarang tulislah daftar pelanggan Anda. Lalu, tuliskan di samping nama pelanggan Anda (atau nama perusahaan yang menjadi pelanggan), kontribusi profit yang bisa diperkirakan datang darinya. Sebagai pebisnis, Anda tentu sudah mengenali daftar pelanggan ini dan memprediksi peluang bisnis yang terbuka dengannya dan mendatangkan profit untuk bisnis Anda.

Lanjutkan dengan menghitung kontribusi profit pelanggan tersebut hingga menyentuh angka 80 persen dari total profit Anda. Dengan catatan, Anda sudah memiliki target dari total profit Anda.

Kemudian hitung jumlah pelanggan Anda. Lihat berapa persen dari seluruh pelanggan yang Anda layani tersebut yang mampu memberikan kontribusi terbanyak.

Dari catatan ini, Anda bisa melihat arah kecenderungan Anda dalam melayani pelanggan. Apakah Anda selama ini fokus dan konsentrasi melayani pelanggan yang salah atau yang benar? Inilah cara sederhana untuk memahami, sejauh mana Anda telah memanfaatkan waktu dengan benar untuk melayani pelanggan yang benar, yakni pelanggan yang memberikan Anda profit tinggi.

Bisa jadi, bisnis yang Anda jalani saat ini tak juga menuai profit memuaskan karena Anda telah terfokus melayani pelanggan yang salah. Yaitu pelanggan yang menikmati pelayanan Anda bak raja, tetapi lebih banyak menyibukkan daripada memberikan Anda peruntungan. Ayo, kenali lagi pelanggan bisnis Anda agar lebih banyak lagi keuntungan yang bisa diraup. (*/Kompas.com)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/14847-mengetahui-pelanggan-yang-menguntungkan.html

Jangan Melupakan Etika Berbisnis

Views :206 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Maret 2012 13:12
etika0212Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menurun bahkan cenderung semakin meningkat. Tindakan mark up, ingkar janji, kolusi dan suap, tidak mengindahkan kepentingan masyarakat, serta tidak mempedulikan lingkungan hidup merupakan contoh pengabaian pengusaha terhadap etika bisnis.

Mungkin ada yang bertanya, apakah bisnis memang perlu memperhatikan etika? Bukankah bisnis dan etika merupakan dua hal yang berbeda? Sering pula ada anggapan bahwa etika bisnis itu hanya terdapat dalam teori, pada kenyataannya, jika mau untung, sering kali kita melupakan etika. Benarkah demikian?

Sebelumnya kita harus mengetahui pengertian etika. Banyak definisi yang berkaitan dengan etika. Etika berbeda dengan hukum atau regulasi. Jika melanggar hukum, sanksinya jelas berupa pidana atau perdata. Sedangkan melanggar etika, sanksinya tidak jelas, hanya sanksi moral semata atau sanksi dari Yang Maha Kuasa. Maka, melanggar etika belum tentu berarti melanggar hukum. Akibatnya, sering etika tidak begitu diperhatikan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengatakan etika adalah, "Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)". Menurut Wikipedia etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Tetapi, menurut John Calvin, etika tertinggi adalah dari pencipta manusia.

Hukum yang Tuhan berikan justru memberikan kebebasan bagi manusia untuk benar-benar menjadi manusia seutuhnya yang sesuai dengan keinginan Pencipta. Seharusnya, sanksi moral yang umumnya tidak jelas merupakan sanksi yang paling berat bagi umat beriman.

Kita seringkali terjebak dengan apa yang terlihat dan menempatkannya sebagai sesuatu yang lebih bernilai daripada hal-hal yang tidak kelihatan. Kita tidak menyadari bahwa sangat banyak hal yang tidak kelihatan, tapi justru memiliki porsi yang luar biasa besar dan penting.

Sebagai contoh, seorang pedagang kamera menjual kamera dengan mutu rendah atau cacat. Penjual berhasil menyembunyikan cacat itu, sehingga tidak diketahui oleh pembeli. Penjual mengingatkan pembeli bahwa barang yang telah dijual tidak bisa ditukar atau dikembalikan. Setelah beberapa waktu, pembeli komplain dan meminta untuk menggantinya. Penjual berdalih, bahwa waktu terjadi transaksi barangnya baik-baik saja. Salahkah si penjual.

Secara hukum bisa jadi benar. Tetapi, dari sisi etika bisnis, jelas-jelas salah. Dari semula sebenarnya penjual mengetahui barang tersebut ada cacatnya, tetapi tidak memberitahu si pembeli. Dalam jangka pendek, bisnis yang tidak memperhatikan etika mungkin mendatangkan keuntungan. Tetapi, dalam jangka panjang, akan terbentuk opini masyarakat mengenai toko tersebut, yaitu menjual barang rusak atau cacat. Lambat laun pembeli cenderung menurun. Jadi, sanksi etika itu hanya berbentuk sanksi moral dan baru terlihat dalam jangka panjang.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa etika itu penting. Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat, karena bukan hukum. Tetapi, dalam praktik bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi pedoman bagi aktivitas bisnis yang dijalankan.

Pengabaian etika bisnis tidak hanya berdampak kerugian bagi masyarakat, tetapi juga bagi tatanan ekonomi nasional. Disadari atau tidak, para pengusaha yang tidak memperhatikan etika bisnis akan menghancurkan nama mereka. Peribahasa mengatakan, "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang". Ketika seseorang meninggal, ia akan meninggalkan namanya. Problemnya adalah apa yang dilakukan semasa ia hidup.

Banyak orang yang mengejar "fast money and easy money" dengan segenap tenaga, bahkan tidak memikirkan orang lain. Apakah orang akan mengenang namanya karena banyaknya uang yang dimiliki? Mungkin namanya akan rusak karena banyak orang dirugikan semasa ia hidup. Kita harus bekerja baik baik, peduli terhadap orang lain atau pun juga alam sekitar, agar reputasi kita dikenang dengan baik nantinya

Bisnis pada waktu dulu hanya berdasarkan kepercayaan antarindividu. Tidak berbelit-belit dan rumit seperti sekarang. Kita bisa melihat kesederhanaan di dalamnya, Sederhana itu tetap yang terbaik. Namun, seiring "kemajuan" zaman, standar moral etika pun mengalami kemunduran luar biasa. Etika kerap dengan gampang dilanggar karena ego individu yang tak terkendalikan, dalam hal ini adalah pelaku bisnis yang serakah. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/14860-jangan-melupakan-etika-berbisnis.html

Nikmatnya menggaruk komisi dari berjualan properti

TAWARAN KEMITRAAN BROKER PROPERTI

Nikmatnya menggaruk komisi dari berjualan properti


Nikmatnya menggaruk komisi dari berjualan properti

Menggeliatnya pasar properti di Indonesia beberapa tahun terakhir tidak saja hanya dinikmati para pengembang, tapi juga para broker atau agen properti. Jangan heran kalau bisnis broker properti saat ini semakin diminati banyak orang.

Sebab, di tengah booming-nya penjualan properti, jasa para broker ini sangat dibutuhkan. Banyak calon pembeli atau penjual properti merasa lebih mudah dan terjamin menggunakan jasa para broker. Hal ini tidak terlepas dari jaringan yang dimiliki para broker dalam memasarkan produk-produk properti.

Salah satu perusahaan broker properti terbesar di dunia asal negeri Uwak Sam yang hadir di Indonesia adalah Coldwell Banker Indonesia.

Broker properti ini mengambil master franchise dari Colwell Banker International pada tahun 2000 silam. Dibandingkan dengan broker properti lain di Indonesia, Coldwell Banker masih tergolong pemain baru. Produk-produk yang dijual Coldwell berupa rumah, ruko, tanah, dan apartemen.

Setahun setelah resmi membuka cabang pertama di Indonesia, Coldwell menawarkan waralaba pada tahun 2001. Hingga saat ini, Coldwell sudah memiliki tujuh mitra yang tersebar di beberapa tempat di Indonesia, seperti di Jakarta Selatan, Tangerang, Surabaya, Bali dan Semarang.

Dian Syanita Utami Dewi, Manager Franchise Coldwell Banker Indonesia bilang, Coldwell hanya menawarkan satu paket waralaba senilai Rp 150 juta. Perinciannya, sebesar Rp 105 juta untuk biaya franchise fee selama lima tahun.

Sementara itu, Rp 45 juta sisanya dipakai buat pengadaan paket peralatan yang mendukung sistem operasional kantor. Selain itu, ada juga pelatihan menjadi broker

Menurut Dian, para mitra akan mendapatkan pelatihan dan dukungan dari Coldwell asal Amerika. Coldwell Indonesia juga akan menyediakan sistem, pedoman kebijakan dan bantuan pengoperasian kantor selama lima tahun masa franchise.

Coldwell menargetkan, estimasi omzet mitra sebesar Rp 5 miliar per bulan. "Ini dengan asumsi mitra dapat menjual dua hingga tiga unit rumah per bulan," ujar Dian.

Dari omzet tersebut, mitra akan mendapatkan komisi sebesar 2% hingga 3% dari harga penjualan, tergantung kesepakatan dengan klien. Dengan margin sebesar itu, mitra bisa balik modal dalam waktu enam bulan.

Dalam kerja sama ini, Coldwell memungut royalti fee sebesar 8% dari mitra. Selain itu, ada juga pungutan 2% untuk mendanai iklan nasional. Kelebihan yang ditawarkan adalah brand Coldwell yang sudah mendunia dan sudah berdiri lebih dari 100 tahun di Amerika Serikat.


Syarat ketat

Bagi yang berminat menjadi mitra, Coldwell menerapkan persyaratan ketat, seperti mengharuskan calon mitra membuat rencana bisnis tentang usaha yang akan dijalankan. Mitra juga harus memiliki jiwa persistence serta mau terjun langsung ke lapangan dan bukan diserahkan kepada orang lain.

"Soalnya kunci keberhasilan suatu kantor agen properti sangat bergantung pada si mitra dan para marketing-nya," pungkas Dian.

Coldwell sendiri tidak menargetkan penambahan mitra tahun ini. Perusahaan lebih memfokuskan diri pada upaya meningkatkan penjualan secara maksimal dari para mitra yang sudah ada.

Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Supit menilai, bisnis broker properti harus memiliki sejumlah inovasi. Apalagi, bisnis ini kompetisinya juga semakin ketat. Ini ditandai dengan banyak broker lokal yang tidak bernaung di satu agensi tertentu.

Karena ketatnya persaingan, ia menyarankan, waralaba broker ini sebaiknya hanya menetapkan satu mitra di satu daerah. Dengan begitu, mereka bisa meraup pangsa pasar yang lebih besar serta tak bersaing antarbroker.

"Tapi semuanya tergantung respons masyarakat juga. Kalau respons masyarakat baik, ya, bisnis ini relatif bagus," katanya.

Namun khususnya di Jakarta, lebih dari satu mitra tidak masalah. "Di Jakarta pasarnya besar. Tapi kalau di daerah lain, saya rasa harus dibatasi supaya antar mitra tidak saling memakan," tandasnya.


Coldwell Banker Indonesia
Headquarter Kawasan Bisnis Granadha 12th B Floor
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 50 Jakarta 12930
Telp: 021 25539388

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/nikmatnya-menggaruk-komisi-dari-berjualan-properti

3 Jurus Menggenjot Online Marketing di Facebook


Rachmatunisa - detikinet
Kamis, 01/03/2012 14:00 WIB


(Ist)
San Francisco, AS - Facebook pekan ini merilis tool baru bagi para pengiklan. Diharapkan, sederet tool tersebut bisa membantu para pengiklan memaksimalkan kegiatan beriklan dan berbisnis mereka di jejaring sosial populer ini.

Pembaruan ini, seperti dilansir AFP, Kamis (1/3/2012), juga dilakukan Facebook sebagai langkah persiapan go public terbesar yang pernah dilakukan perusahaan internet akhir tahun ini.

Dalam kesempatan ini, Facebook juga mengungkapkan potensi iklan melalui perangkat mobile. Saat ini pengguna Facebook memiliki lebih dari 850 juta pengguna dan semakin banyak di antara mereka yang mengaksesnya melalui perangkat mobile seperti ponsel.

Ada tiga fitur beriklan yang disiapkan Facebook yakni Facebook Pages, Reach Generator dan Premium on Facebook. Facebook menyebut ketiganya dirancang untuk digunakan bersama untuk mendorong hasil bisnis.

Facebook Pages. Memungkinkan pengiklan atau sebuah brand menggunakan fitur timeline yang baru saja diperkenalkan untuk para pengguna indivdual untuk dimanfaatkan sebagai upaya marketing.

Reach Generator. Dengan ini, Facebook mengklaim pengiklan dan pemilik brand bisa terhubung lebih dekat dengan fans dan menjangkau lebih banyak konsumen potensial di berbagai wilayah.

"Reach Generator menjamin Anda menjangkau 75 persen fans setiap bulan. Fans akan melihat pesan Anda sebagai sponsored story di sebelah kanan homepage atau di news feed pada desktop maupun mobile," umbar Facebook.

Premium on Facebook. Hampir sama dengan Reach Generator, fitur ini juga memungkinkan pengiklan terhubung lebih dekat dengan konsumen dan mempengaruhi mereka dengan muncul pada tempat di Facebook yang diklaim paling memberikan dampak yakni sebelah kanan homepage atau di news feed pada desktop maupun mobile -- bagian yang paling sering dilihat pengguna.

Sumber:
http://inet.detik.com/read/2012/03/01/133623/1855460/398/3-jurus-menggenjot-online-marketing-di-facebook

Untung menggelegar dari konser musik

PELUANG BISNIS PROMOTOR MUSIK

Untung menggelegar dari konser musik

Untung menggelegar dari konser musik

Kesempatan menjadi promotor konser musik di tanah air tampaknya kian terbuka lebar. Animo masyarakat yang semakin besar untuk menonton konser menjadi salah satu pemicu peluang usaha ini. Bila mujur, keuntungan berlipat menanti.

Animo masyarakat Indonesia untuk menyaksikan konser musik kian besar, baik itu yang menampilkan artis lokal maupun internasional. Fanatisme itu membuat bisnis promotor pertunjukan sangat menjanjikan.

Potensi menjanjikan itu mendorong banyak pengusaha baru di bisnis pertunjukan. Ambil contoh PT Rajawali Indonesia. Semula, perusahaan itu bergerak di bisnis periklanan. Sejak tahun 2009, Rajawali yang berkantor di Yogyakarta itu beralih menjadi promotor musik.

Alasannya, geliat pertunjukan konser musik di tanah air semakin hidup. Menonton konser musik sudah menjadi bagian gaya hidup. Buktinya, walaupun mahal, tiket tetap laku. “Paling tidak dua tahun terakhir acara konser musik artis mancanegara kian banyak, animo penonton juga membesar,” ujar Anas Syahrul Alimi, Chief Executive Officer PT Rajawali Indonesia.

Secara bisnis, keuntungan menjadi promotor konser musik cukup besar. Menurut Anas, keuntungan bersih yang bisa diraih minimal 10%. Namun, jika konser berhasil, keuntungan bisa 100%, bahkan 200%.

Tapi, Anas mengingatkan, menjadi promotor konser tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang harus disiapkan, seperti jaringan, pengalaman, dan kemampuan finansial. Jaringan yang dimaksud adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi inti tim kerja, serta jaringan untuk menggaet sponsor. “Kami harus memiliki tim berpengalaman di bidang event organizer,” kata Anas yang akan menggelar konser kolaborasi Kahitna dan Rick Price, Maret nanti.

Selain itu, perusahaan promotor sebaiknya juga memiliki pengalaman di bidang pertunjukan, periklanan, atau penyelenggaraan pertunjukan. Dengan bekal pengalaman itu, promotor paling tidak memiliki jaringan sponsor. Sebab, tidak mudah mendapatkan sponsor.

Perlu usaha keras untuk meyakinkan bahwa produk sponsor sangat sesuai dengan segmen penonton. Sehingga, dengan menjadi sponsor, nilai produk ikut terdongkrak.

Yang tak kalah penting, promotor konser juga harus mampu memberikan kepercayaan pada artis yang didatangkan. Kepercayaan itu bisa ditunjukkan dengan status perusahaan yang jelas dan deretan pengalaman dalam penyelenggaraan konser. “Kami mesti meyakinkan manajemen artis melalui curriculum vitae (CV) pengalaman konser,” katanya.

Perusahaan promotor pemula biasanya harus berusaha kuat meyakinkan manajemen artis soal konsep pertunjukan dan sponsor yang bakal memberikan dukungan. Sebagai pemain baru, Anda juga harus bisa membuat konser yang bisa menarik banyak penonton dan mampu menyediakan biaya untuk membayar mereka. “Artis mancanegara biasanya tak hanya melihat dari sisi finansial, tetapi juga melihat kemampuan menjual tiket,’’ imbuh Anas.

Fadli Wardhana, Head of Promotor 3 Ocean Live, perusahaan promotor yang lain, mengatakan, sebelum menyelenggarakan konser, sangat penting melihat kondisi pasar atau tren musik yang ada. Selanjutnya baru mendatangkan artis. ”Ketika grup band atau artis yang didatangkan mempunyai nilai pasar, tentu akan lebih memudahkan promosi dan penjualan tiket,” katanya. 3 Ocean Live baru berdiri tahun 2011 dan telah mendatangkan Jason Mraz, November silam.


• Kesiapan modal

Nah, jika Anda ingin membangun perusahaan promotor konser, sebenarnya modal untuk beberapa keperluan. Yang utama adalah sewa tempat, izin usaha, karyawan, renovasi, dan perlengkapan kantor. Modal yang tak cukup besar adalah biaya untuk mengundang artis.

Untuk menghadirkan artis lokal, setidaknya Anda harus mempersiapkan dana sekitar Rp 500 juta. Perinciannya, 40% di antaranya untuk membayar artis dan sisanya biaya produksi. Biaya produksi itu meliputi sewa tempat (15%), panggung (5%), tata lampu (5%), sound system (10%), promosi (20%), dan akomodasi artis (5%). Dana tersebut bukan termasuk dana dari sponsor.

Mendatangkan artis mancanegara jelas membutuhkan biaya lebih besar, sekitar Rp 5 miliar hingga Rp 7,5 miliar. Dana-dana tersebut harus disiapkan di awal, sebelum promotor mengajukan kerja sama dengan sponsor. Bila berhasil menggaet sponsor, Anda mungkin akan menghemat dana promosi. Bila 60% tiket terjual, secara teoretis, Anda sudah balik modal. “Harga tiket rata-rata dibanderol Rp 150.000 hingga Rp 900.000,” kata Anas.

Selain dari penjualan tiket, promotor mendapatkan untung dari sponsor. Biasanya, nilai sponsorship utama senilai 80% investasi awal penyelenggaraan konser. Sedangkan sponsor tipe dua dan tiga masing-masing 50% dan 25% dari investasi awal.

Walaupun menguntungkan, bukan berarti bisnis ini tanpa risiko. Sebagai promotor, Anda juga harus bersiap tidak mendapat sponsor dan tiket tidak laku terjual semua.



• Strategi tiket laris

Nah, bila mematok harga tiket cukup tinggi, Anda harus menggencarkan strategi promosi. “Artis memang magnet utama, tapi tanpa strategi promosi yang kuat, hal itu sama sekali sia-sia,” kata Anas. Promosi bisa lewat media outdoor, seperti baliho dan spanduk. Bisa juga menggandeng media partner seperti radio. Media partner harus disesuaikan dengan segmentasi dan konsep konser supaya lebih mengena.

Pemilihan media online seperti Facebook dan Twitter untuk promosi juga efektif dan menghemat biaya. Apalagi jika bisa berpromosi di media jejaring sang artis, sehingga dibaca oleh jutaan pengikut.

Media lain yang digunakan adalah surat kabar. Rajawali, misalnya, bekerja sama dengan beberapa media lokal dengan bertukar logo dan waktu pemuatan rilis paling tidak hingga lima kali terbit. Kerja sama dengan operator seluler dengan memanfaatkan layanan SMS Blazz juga cukup manjur. Anda juga bisa masuk ke komunitas dan menyebarkan flyer di kafe-kafe. “Hal ini lebih efektif, karena pesannya langsung ke penerima,” katanya.

Anda tertarik?

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/untung-menggelegar-dari-konser-musik

Kekuatan Kedermawanan dalam Berbisnis


Views :448 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 Maret 2012 17:02
CE-logoPerasaan tak berdaya membuat orang merasa frustrasi dan cemas. Dan dalam dunia bisnis, mudah bagi kita untuk merasa bahwa orang lain selalu memiliki kendali dan pengaruh lebih besar daripada kita: pelanggan bisa beralih ke perusahaan lain kapanpun mereka mau, karyawan kita bisa meninggalkan pekerjaan jika mereka menghendaki, kolega bisa fokus pada agenda mereka sendiri-sendiri.

Daripada lelah menghabiskan tenaga untuk melawan semua ketidakberdayaan itu atau memaksakan diri seupaya terlihat memiliki kekuasaan, cobalah untuk beralih kepada kedermawanan. Mendorong orang lain untuk selalu kalah dari kita adalah sebuah upaya yang justru membuat mereka makin kuat. Namun meminta dengan hormat untuk apa yang Anda inginkan sering mendorong orang lain untuk berbuat dan memperlakukan Anda sama baiknya.

Lain kali jika Anda membutuhkan sesuatu, beritahukanlah permintaan itu daripada hanya sekadar memberikan instruksi atau perintah yang kurang ramah atau bersandar pada hubungan yang terbangun atas dasar kepercayaan daripada hierarki. Anda akan lebih mungkin untuk mendapatkan apa yang Anda butuhkan dan  merasa lebih baik dengan melaksanakannya.

*) Diadaptasi dari "The Best Way to Handle a Power Struggle" oleh Peter Bregman

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/14872-kekuatan-kedermawanan-dalam-berbisnis.html