Tuesday, September 6, 2011

My Grip, Pulpen untuk Anak yang Didesain Anak

My Grip, Pulpen untuk Anak yang Didesain Anak PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 September 2011 16:31
mygrip-640x246
Satu tren baru kembali muncul. Kini konsumen tidak hanya selalu menjadi sasaran atau objek dari produsen. Mereka juga sekarang mulai dilibatkan dalam proses pembuatan produk/ jasa. Bahkan jika konsumen itu adalah kelompok anak-anak!

Baru-baru ini sebuah perusahaan dari Belanda bernama Bruynzeel menerapkan konsep pelibatan konsumen dalam proses produksinya. Perusahaan ini diketahui mulai merekrut semacam 'dewan pertimbangan' yang beranggotakan anak-anak. Anak-anak tersebut dimintai ide-idenya terutama mengenai desain produk yang sesuai dengan permintaan mereka sebagai konsumen.

Sebagaimana dilansir dari Springwise.com, Selasa (6/9), sebuah produk berupa pulpen dengan merek 'My Grip' dilempar ke pasar setelah sekelompok anak-anak dimintai bantuan dalam proses desain pulpen yang bisa disesuaikan dan dipanjangkan sesuai selera penggunanya.

Bruynzeel-Sakura dari negeri kincir angin ini merupakan sebuah perusahaan penyuplai produk pewarna, alat gambar dan tulis yang telah berjalan selama beberapa dekade tetapi baru bulan April 2011 yang lalu mereka meluncurkan pulpen sekolah My Grip ini. Pulpen ini dibuat oleh perusahaan desain WAACS.

Selama proses presentasi ide desain hingga penentuan desain akhir, WAACS melibatkan 81 anak-anak. Mereka ini diminta untuk menggambar,  memotong atau melukis bagaimana rupa pulpen idaman di benak mereka. Anak-anak kreatif ini memberikan berbagai masukan unik, dari fitur unik berupa bunga tersembunyi dalam pulpen untuk diberikan pada gurunya yang sedang kesal hingga personalisasi dan interaksi sosial.

Hasilnya adalah pulpen My Grip, yang bisa disesuaikan bentuknya mengikuti bentuk dan ukuran tangan si pengguna. Tak hanya itu, komponen fiturnya juga bisa dipilih dan dibongkar pasang sesuai selera. Menarik bukan?

Ingin mendapatkannya untuk anak Anda? Sayangnya, hingga saat ini My Grip baru bisa didapatkan di toko-toko tertentu di Belanda dan Belgia. Banderolnya juga cukup mahal untuk sebuah alat tulis, yaitu 8,95 euro. (*/Akhlis)
Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/perusahaan-a-merek/internasional/merek/10896-my-grip-pulpen-untuk-anak-yang-didesain-anak.html

TAWARAN KEMITRAAN KULINER BURGER

Peluang Usaha

 
Senin, 05 September 2011 | 16:05  oleh Dea Chadiza Syafina, Handoyo
TAWARAN KEMITRAAN KULINER BURGER
Wah, bisnis burger mulai klenger

Burger sudah tidak menjadi makanan mahal lagi. Roti isi daging, sayuran, mayones, serta saus ini bisa ditemukan dengan mudah di kota-kota besar dengan harga yang sangat terjangkau. Tak hanya di restoran asing, burger juga banyak dijual dalam gerai-gerai kecil di pinggir jalan.

Walaupun burger sudah populer, namun tak seluruh tawaran kemitraan burger mengalami perkembangan yang bagus. Ada sebagian pengusaha burger dengan kemitraan yang terus berkembang, namun ada pengusaha yang stagnan.


• Sweet Burger

Mulai menawarkan kemitraan pada awal 2009 di Jakarta, dari 15 mitra yang dulu pernah bergabung dengan Sweet Burger sebagian besar gulung tikar. Saat ini hanya tersisa lima sampai enam saja yang masih aktif. "Ini karena semakin banyaknya saingan," kata Panca Firdaus, pemilik Sweet Burger.

Selain persaingan ketat, pemilihan lokasi yang kurang strategis membuat mitra Sweet Burger tak lagi beroperasi. "Kalau masalah rasa, kita tidak kalah," klaim Panca. Apalagi, menurutnya, tambahan bumbu racikan mayones sendiri membuat rasa burger buatannya lebih lezat.

Tak hanya itu, dia juga membuat sendiri roti burgernya dan menggunakan olahan daging impor. Ini dimaksudkan supaya tekstur roti dan daging yang dibuat lebih kenyal dan enak. Harga yang ditawarkannya juga terjangkau, Rp 7.000 hingga Rp 11.000 per porsi. Dengan harga tersebut, mitra bisa memperoleh margin berkisar 50%-55%.

Dengan margin yang besar, investasi yang disetorkan oleh mitra juga cukup terjangkau. Sweet Burger hanya mengutip biaya kemitraan sebesar
Rp 15 juta untuk kemitraan selama tiga tahun. Dengan dana itu, mitra akan mendapatkan sebuah booth lengkap dengan peralatan masak dan penjualan. Mitra juga mendapat bahan baku produksi awal senilai Rp 200.000.

Panca juga meminta mitra seterusnya membeli bahan baku, seperti roti, beef, sosis dan mentega dari pusat. "Selain bahan baku itu, mitra bebas beli di mana saja," katanya.

Harga bahan baku bervariasi. Contohnya untuk roti, harganya sekitar Rp 1.100 per potong. Adapun beef, mulai dari Rp 1.300 sampai Rp 2.800 per iris tergantung jenisnya. Adapun setiap 400 gram mayones, dihargai Rp 15.000.

Jika mitra ingin memperpanjang kerja sama setelah tiga tahun berakhir, maka hanya berkewajiban membayar kembali biaya kemitraan setengahnya. Dengan target penjualan 25-30 porsi burger dalam sehari, maka omzet diperkirakan sebesar Rp 250.000 hingga Rp 300.000 sehari.

Setelah dikurangi pengeluaran maka keuntungan bersih mitra dalam sebulan akan mencapai Rp 2,5 juta. Dengan demikian balik modal akan tercapai dalam waktu 6 hingga 7 bulan.

Walaupun sejumlah mitranya tak mampu bertahan, Panca tak putus asa. Dia bahkan ingin mengembangkan usaha dengan mengeluarkan paket mini cafe dengan nilai investasi Rp 65 juta. "Kami sedang proses mematangkan konsep. Tahun depan semoga sudah siap," jelas Panca.


• Quickie Eat & Tasted

Nasib kurang menguntungkan juga dialami oleh Quickie Eat & Tasted. Menawarkan kemitraan sejak 2009, Quickie menawarkan menu burger dan hotdog. Walaupun makanan yang dijual lebih bervariasi, namun jumlah mitra Quickie tak bertambah sejak 2010 sampai sekarang.

"Belum ada penambahan gerai baru. Masih sama seperti dulu," kata Guz Ardi, pemilik Quickie Eat & Tasted.

Hingga kini Quickie baru memiliki dua gerai, satu gerai miniresto milik sendiri dan satu gerai booth milik mitra. Belum bertambahnya jumlah mitra, menurut Ardi, karena dia masih konsentrasi di jenis usaha lain.

Bahkan, pengelolaan dan manajerial gerai miniresto Quickie Eat & Tasted di Bintaro, Jakarta telah diserahkan kepada kerabatnya. Ia saat ini mengaku disibukkan dengan bisnis ekspor ikan patin.

Walau begitu, pihaknya masih membuka peluang untuk calon investor yang ingin bermitra. Apalagi, menurut Ardi, bisnis burger masih menjanjikan.

Untuk menjadi mitra Quickie Eat & Tasted paket booth, investasi yang harus dikeluarkan Rp 10 juta untuk kerja sama selama dua tahun. Mitra akan mendapatkan booth, peralatan lengkap, bahan baku awal, serta pelatihan. Paket investasi miniresto yang ditawarkannya juga masih sama, senilai Rp 55 juta.


• Big Burger

Berbeda dengan dua kedai burger asal Jakarta yang lesu. Nasib gerai burger asal Yogyakarta ini jauh lebih baik. Big Burger dalam setahun ini berkembang menjadi 170 mitra dari sebelumnya 112 mitra.

Daru, Marketing Big Burger, mengatakan bahwa penambahan 58 mitra tersebar di Jakarta, Bandung, Samarinda, Lampung, Malang, dan Yogyakarta. Tak hanya itu, dalam waktu dekat, Big Burger juga akan menambah lima gerai baru di Lampung. "Di Yogyakarta bertambah 10 gerai, karena burger di sana telah padat dan berdekatan satu sama lain," katanya. Jika penambahan mitra di Yogyakarta tidak dibatasi, menurutnya, mungkin ada 200 outlet di kota tersebut.

Big Burger sendiri mulai menawarkan kemitraan sejak September 2009. Jika dulunya paket investasi yang ditawarkan sebesar Rp 15 juta, Rp 35 juta, dan Rp 60 juta, kini telah berubah. Kenaikan harga menyesuaikan dengan perubahan booth, meja dan kursi dari kayu menjadi stainless steel.

Untuk paket pertama berupa booth standar dengan ukuran 2 m x 2,5 m di luar Yogyakarta dan Pulau Jawa ditawarkan senilai Rp 18 juta sampai Rp 20 juta. Paket ini cocok untuk usaha yang berlokasi di depan minimarket atau di dalam mal.

Paket kedua atau gerai mini dengan investasi Rp 40 juta khusus di Yogyakarta. Sedangkan untuk calon mitra di luar Jawa harganya naik menjadi Rp 45 juta. Mitra yang memiliki paket kedua mendapatkan booth standar, konter kecil, serta dua set meja dan kursi, neon box dan paket pelatihan.

Adapun paket ketiga, berupa paket master senilai Rp 65 juta. Mitra akan mendapatkan perlengkapan komplet memasak dan penyajian yang terpisah. Juga dilengkapi empat set meja dan kursi, payung kafe, neon box, serta pelatihan karyawan.

Selain biaya investasi awal, Big Burger membebankan biaya keanggotaan di luar Yogyakarta sebesar Rp 100.000 per bulan. Dengan harga per porsi Rp 7.000 sampai dengan Rp 11.000 di Yogyakarta, harga akan berubah tergantung lokasi mitra.

Semakin jauh lokasi mitra dari Big Burger pusat yaitu Yogyakarta, maka harga kemungkinan akan mengalami kenaikan. Sebab, ongkos kirim bahan baku dibebankan kepada mitra. Beban ongkos kirim membuat manajemen Big Burger membuka kesempatan bagi mitranya untuk menaikkan harga jual.

Daru menjanjikan, omzet yang cukup memikat bagi para mitra. Untuk paket booth rata-rata akan mendapat omzet Rp 500.000 sampai Rp 600.00 per hari. "Untuk mini gerai dan master bisa dua kali lipat," kata Daru.

Dengan omzet sebesar itu maka paket mini gerai dan master bisa balik modal dalam waktu lima bulan. Sebab, paket ini memiliki tempat yang lebih besar, sehingga membuat pelanggan memiliki waktu santai yang banyak. "Gerai ini dapat dijadikan tempat untuk berkumpul kaum muda-mudi," katanya.

Selain itu, mitra waralaba mini gerai dan gerai master dapat menjual aneka minuman sebagai pelengkap. Penjualan minuman dapat membantu mendongkrak laba. Adapun untuk booth standar, balik modal yang dijanjikan lebih lama antara enam sampai tujuh bulan setelah beroperasi.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/76630/Wah-bisnis-burger-mulai-klenger

PELUANG BISNIS TOKEN LISTRIK

 
Senin, 05 September 2011 | 16:21  oleh Avanty Nurdiana
PELUANG BISNIS TOKEN LISTRIK
Meski recehan, usaha token listrik cukup menjanjikan

Jumlah pelanggan listrik prabayar yang terus bertambah membuka peluang usaha penjualan token listrik. Komisi per transaksi memang kecil. Tapi, lantaran pasar dan permintaannya cukup besar, hasil yang didapat setiap bulan cukup besar.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), saat ini, tengah gencar menggelar program pemindahan layanan jaringan listrik dari pascabayar menjadi prabayar. Jumlah pelanggan listrik prabayar sudah mencapai 1,7 juta pelanggan dari total 41 juta pelanggan PLN sampai akhir tahun lalu. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat.

Bambang Dwiyanto, Bagian Pemasaran dan Komunikasi PT PLN menjelaskan, jumlah pelanggan prabayar paling banyak berada di Jawa Barat. Di daerah itu, PLN memang sedang menggalakkan program migrasi pelanggan ke sistem prabayar. Dia juga memastikan, penyebaran migrasi pelanggan listrik prabayar akan menjangkau ke seluruh Indonesia.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan token atau kode isi ulang listrik bagi pelanggan prabayar, PLN sudah bekerja sama dengan beberapa bank dan kantor pos. Di level berikutnya, bank atau kantor pos bisa bekerja sama dengan agen atau mitra.

PLN sudah menunjuk beberapa bank. Di antaranya Bank Bukopin, Bank Mandiri, Bank Perkreditan Rakyat Karya Jati Sadaya (BPR KS), Bank BNI, dan Bank CIMB Niaga. Lazimnya, bank menjual token melalui jaringan ATM mereka. Namun, bank-bank itu juga ditunjuk menjadi agen yang bisa bekerjasama dengan downline atau agen server token.

Nah, masyarakat bisa memanfaatkan peluang ini dengan bermitra dengan bank-bank tersebut. Apalagi, tidak semua pelanggan listrik prabayar belanja token lewat ATM. Mohamad Miroji adalah contoh pengusaha yang telah memanfaatkan peluang ini. Salah satu pemilik www.agenlistrikprabayar.com ini mengaku meraup keuntungan yang lumayan dari bisnis ini. Dalam sebulan, rata-rata ia meraup laba Rp 600.000 dari hasil menjual token listrik.

Pendapatan tersebut antara lain berasal dari komisi penjualan. Sekadar informasi, komisi yang didapat agen server token adalah sebesar Rp 100 per transaksi. “Dari awal Juli sampai 14 Juli, saya sudah membukukan 583 transaksi,” kata Miroji. Nah, selama periode 15 Juli sampai akhir Juli, ada tambahan 783 transaksi.

Selain mendapatkan komisi penjualan token listrik prabayar, Miroji juga mendapatkan keuntungan dari pendaftaran keanggotaan (member) jaringan agen token. “Saya mendapatkan komisi Rp 50.000 per member yang mendaftar,” ujar dia.

Setiap bulan, rata-rata member agen yang mendaftar lewat Miroji sekitar enam orang sampai delapan orang. Artinya, dalam sebulan, dia bisa mengantongi komisi sebesar Rp 300.000 - Rp 400.000 dari hasil pendaftaran member saja.

Hal yang sama juga dialami oleh Asep Bin Yasin, pemilik Tunas Komunika di Bandung. Selama sebulan, ia bisa meraup keuntungan Rp 300.000 -
Rp 400.000 dari bisnis penjualan token listrik. Karena dia tidak menggaet member dalam penjualan token, pendapatannya hanya berasal dari hasil penjualan token.

Asep mengaku, total nilai transaksi yang ia bukukan selama sebulan mencapai Rp 15 juta. “Di bulan Agustus, sampai pertengahan, total transaksi kami sudah mencapai sekitar Rp 6 juta,” papar dia.

Sebagai agen besar, komisi yang didapat Miroji dari tiap transaksi hanya Rp 100. Tapi, sebagai agen penjual langsung, Asep justru mendapatkan komisi lebih gede, yaitu Rp 1.000 per transaksi.

Menurut Asep, pembeli token listrik berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. “Ada dari Bali dan Jakarta,” kata dia. Pelanggan Miroji juga berasal dari berbagai wilayah. Dia menyebut, ada yang dari Karawang, Riau, Kalimantan, Makassar, Semarang, Sidoarjo, bahkan Papua. “Baru saja saya mendapat member dari Martapura, Papua. Soalnya, di sana tidak ada ATM,” cerita Miroji.


Proses kerja sama

Untuk memulai bisnis penjualan token listrik ini, Anda punya dua pilihan. Yakni menjadi agen ritel yang menjual langsung ke konsumen dan menjadi agen server yang membawahi beberapa agen ritel. Berbeda dengan agen ritel yang mendapat keuntungan dari penjualan eceran, keuntungan agen server berasal dari perekrutan agen dan komisi dari penyaluran token ke agen ritel.

Asep yang menjadi agen ritel berbelanja token listrik ke PT Arindo Pratama sebagai agen server di Bandung. “Saya memulai bisnis ini sejak 14 bulan silam,” paparnya. Awalnya, dia hanya menyetorkan deposit untuk transaksi jual beli token listrik sebesar Rp 3 juta. Selanjutnya, Arindo memberikan pin untuk akses bertransaksi.

Selain menyiapkan deposit, modal lain yang harus disiapkan Asep adalah perangkat komputer yang punya akses internet. Maklum, semua transaksi penjualan token dilakukan menggunakan jaringan internet.

Menurut Asep, deposit tersebut bisa digunakan untuk beberapa transaksi, tak cuma token listrik. Misalnya, untuk transaksi voucer isi ulang TelkomVision, Speedy, pembayaran rekening PDAM, dan yang lain.

Lain halnya dengan Miroji yang menjadi agen server. Ia bekerja sama dengan bank sebagai agen besar penjual token. “Kerja sama intinya dengan bank,” ujar dia. Agen server tidak dibebani target. Tapi, mereka harus menjaga jumlah deposit biar tetap bisa bertransaksi.

Yang harus disiapkan Miroji adalah server untuk melayani jual beli token listrik. “Saya membeli seharga Rp 1 juta, berupa server virtual,” ujar pengusaha yang memulai bisnis token sejak 2010 ini. Tak lupa, ia juga menyiapkan komputer dan jaringan internet. Selain itu, kebutuhan lainnya adalah biaya sewa hosting senilai Rp 200.000 per tahun.

Yayang Sudaryana, pemilik agen server Mufaz 88 Plus, juga mengaku menjalin kerja sama dengan bank. “Setelah menyetor deposit ke bank, saya langsung tersambung dengan server,” ujar dia. Ia tidak membeli server sendiri, tapi bekerja sama dengan teman yang sudah mempunyai server. “Lebih irit dan balik modalnya bisa cepat,” katanya. Soalnya, kalau ingin punya sendiri, total modalnya bisa sampai Rp 5 juta.

Menurut Miroji biaya operasional agen server per bulan tidak terlalu banyak. “Paling hanya biaya untuk membayar listrik, internet, dan pulsa,” kata dia. Ia menghitung, total pengeluaran rata-rata per bulan hanya sekitar Rp 200.000.

Biaya yang ditanggung Asep sebagai agen ritel juga tak besar. Pengeluaran rutinnya hanya berupa ongkos koneksi internet per bulan. “Saya membayar koneksi internet per bulan sekitar Rp 110.000,” katanya.

Bisnis ini, menurut Miroji, juga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Saat ini, dia menjalankan semua transaksi sendiri. Asep juga tidak mempekerjakan pegawai untuk menjalankan bisnis ini.

Bisnis ini tidak jauh bedanya dengan bisnis penjualan pulsa elektronik. Meski begitu, jika Anda ingin menjual langsung ke pengguna atau menjadi agen ritel, Anda perlu mempunyai lapak untuk berjualan token listrik. Kalau pun tidak punya lapak khusus di rumah, paling tidak konsumen harus tahu bahwa Anda melayani penjualan token listrik. Model ini cocok untuk di kompleks perumahan.

Jika ingin jangkauan penjualan lebih luas, sebaiknya Anda berjualan lewat internet atau menjadi agen server. “Banyak pelanggan yang saya layani pesanannya melalui Yahoo Messenger (YM),” papar Asep yang juga punya pelanggan online.

Balik modal bisnis ini sangat cepat. Asep mengaku, di bulan pertama menjadi agen ritel, modal awalnya sudah kembali. Miroji juga mengaku, beberapa bulan setelah memulai bisnis, modal awal sebagai agen server token ini sudah kembali. Semuanya tertutup dari komisi member yang mendaftar.

Saat ini, yang bergabung sebagai agen ritel Miroji sudah mencapai 145 anggota. Jumlah tersebut bakal terus bertambah. “Setiap bulan, saya bisa mendapatkan sekitar delapan anggota,” kata dia.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/76634/Meski-recehan-usaha-token-listrik-cukup-menjanjikan

Paul Budnitz, Sukses dengan Mainan Berdesain Unik

PDF Cetak E-mail
Senin, 05 September 2011 11:05
Paul Budnitz adalah founder Kidrobot, perusahaan yang memproduksi mainan limited-edition. Dibanding dengan mainan lainnya, produk Budnitz memiliki karakter dan desain yang unik. Selain mainan, Kidrobot juga bergerak di bidang desain grafis, ilustrasi, desain industri, graffiti dan musik. Lima tahun mengelola bisnis yang sarat akan kreatifitas ini, Budnitz sukses membuka sejumlah toko dan galeri seni Kidrobot di New York, Los Angeles serta San Francisco.

kidrobotIde mendirikan Kidrobot timbul saat Budnitz bekerja di studio film animasi. Pekerjaan itu rupanya membuat Budnitz ketagihan mengoleksi mainan yang berasal dari Jepang dan Hong Kong. Terdorong oleh rasa candunya tersebut, Budnitz lalu hijrah ke China untuk membuka jaringan dengan pabrik-pabrik pembuat mainan. Tujuannya hanya satu, Budnitz berniat memproduksi mainan rancangannya sendiri.

Desain Kidrobot terlihat unik. Ini dipengaruhi oleh selera fashion Budnitz yang berkiblat pada rancangan kelas dunia seperti Louis Vuitton, Marc Jacobs, Comme des Garcons dan Hysteric Glamor. Gaya gothik, death rocker dan tren-tren yang berkembang di era tahun 1980-an juga turut memengaruhi desain Kidrobot secara keseluruhan. Tak heran bila rancangan produk Kidrobot menyimpan seni keindahan yang tampak berbeda dibanding dengan produk sejenis lainnya.

Budnitz memakai sistem limited-edition sebagai business model-nya. “Jika hanya memproduksi 200 buah mainan atau produk lain seperti baju misalnya, maka saya hanya butuh 200 konsumen untuk membeli produk tersebut,” jelas Budnitz kepada situs Graphics.com. Cara ini memang terlihat berbeda dengan model bisnis manufaktur lain tapi cukup ampuh untuk menghasilkan profit yang lebih tinggi. “Coba lihat Gucci. Bila rumah mode itu mengeluarkan tas limited edition, harga yang dipasang akan jauh lebih tinggi dibanding dengan tas bermodel standard,” lanjut Budnitz.

Kelemahan sistem limited edition seperti diakui oleh Budnitz adalah seberapa pun besarnya permintaan akan produk tersebut namun produsen tak bisa memproduksinya kembali dalam jumlah yang lebih besar. Itu adalah salah satu konsekuensi yang harus dibayar bila memasarkan produk limited edition. Produsen harus konsekuen dengan model bisnis yang telah diambilnya. “Hal itu takkan menjadi masalah karena kami memiliki ide dan kreatifitas tinggi untuk mencipta produk yang lebih unik lagi,” tutur Budnitz. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/internasional/bisnis/10836-paul-budnitz-sukses-dengan-mainan-berdesain-unik.html

7 Kiat Sukses Solopreneur


Views :1795 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 September 2011 10:37
Umumnya, pada awal-awal usaha atau pada masa perintisan, bisnis rumahan berskala kecil dikelola oleh pelaku tunggal atau bisa disebut dengan solopreneur. Karena hanya di-maintain oleh satu orang, banyak yang sangsi akan keberhasilan bisnis tersebut di masa mendatang.
solopreneurAnggapan itu tentu saja salah. Meski hanya dikelola oleh satu orang tanpa bantuan karyawan serta berlokasi di rumah tanpa ada gedung atau ruko sewaan, bisnis itu tetap potensial meraup untung besar bila si pelaku memanfaatkan daya kreatifitasnya secara maksimal.
Berikut adalah tujuh kiat meningkatkan omzet bisnis rumahan yang dikelola oleh solopreneur seperti yang dilansir dari situs Entrepreneur.com.

Memanfaatkan teknologi
Dengan bantuan newsletter dan beberapa sosial media yang kini sedang booming serta blog, solopreneur bisa menggaet konsumen sebanyak yang diinginkan. Kehadiran video conference juga dapat membantu meningkatkan kredibilitas bisnis rumahan.

Outsource
Saat ini, begitu banyak outsourcing yang muncul dengan menawarkan jasa berbiaya murah. Anda bisa mendelegasikan sebagian kecil tugas atau pekerjaan kepada mereka. Seperti penyusunan pembukuan misalnya. Anda cukup meminta bantuan akuntan yang bisa dipercaya untuk melakukan penyusunan pembukuan tersebut.

Jeli akan peluang
Kejelian dalam melihat peluang sangat mutlat bagi solopreneur. Karena hanya sendiri dalam mengelola bisnisnya, solopreneur dituntut untuk bisa multitasking, mulai dari menciptakan strategi pemasaran, merancang business plan, me-manage konsumen hingga melihat segala macam peluang yang bisa dijajaki demi meningkatkan omzet.

Memperlakukan bisnis selayaknya bisnis
Jangan memperlakukan bisnis yang sedang Anda tangani sebagai usaha sampingan semata. Tapi, kelolalah secara profesional. Susunlah segala macam dokumen yang berkaitan dengan bisnis Anda itu secara sistematika. Cara-cara itu bisa membuat bisnis Anda tampak profesional di mata konsumen sehingga menambah kepercayaan serta loyalitas konsumen.

Lakukan investasi
Benar adanya bahwa melakukan bisnis rumahan secara tunggal bisa menekan pengeluaran semaksimal mungkin. Meski demikian, investasi tetap dibutuhkan untuk modal ekspansi usaha.

Jangan melupakan tujuan Berbisnis
Apa sebenarnya tujuan Anda berbisnis? Apakah hanya sekadar menambah penghasilan keluarga atau ingin menciptakan kerajaan bisnis yang bisa dinikmati anak serta cucu kelak? Ada baiknya, solopreneur juga mengetahui dengan baik, visi serta misinya dalam berbisnis. Buatlah business plan untuk membuat Anda tetap fokus menjalani bisnis dan seiring perkembangan bisnis tersebut, buatlah business plan yang lebih update.

Jalin relasi dengan klien
Walau lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dalam mengelola roda bisnis, tapi perlu diingat bahwa menjalin relasi dengan klien atau konsumen bagi solopreneur juga sangat penting. Membangun networking adalah salah satu hal wajib yang harus dilakukan oleh semua entrepreneur. Networking bisa memperluas wawasan, bisnis serta kolega yang dibutuhkan solopreneur dalam mengembangkan bisnisnya. (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/10872-tujuh-kiat-bagi-solopreneur-untuk-kembangkan-bisnis.html

Peluang Bisnis Telur Asin

Peluang Bisnis Telur Asin Views :1471 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 September 2011 13:14
Seperti kita ketahui, telur merupakan salah satu lauk sarat gizi yang mengandung protein tinggi. Menurut hasil penelitian, sebutir telur mempunyai kegunaan protein 100% dibandingkan daging ayam yang sebesar 80% serta susu yang hanya 75%.

telur-asinSelain protein hewani, telur juga mengandung komposisi asam amino yang sangat lengkap dan berimbang. Nutrisi yang terkandung di dalam telur ini tergolong mudah dicerna serta dimanfaatkan oleh tubuh manusia. Lalu bagaimana dengan telur asin sebagai produk olahan telur itik? Apakah telur asin mempunyai kandungan nutrisi yang juga tinggi?

Telur itik atau telur bebek dianggap sebagai telur dengan kandungan gizi yang lebih tinggi dibanding telur unggas lainnya. Kandungan kalsium pada telur itik akan meningkat 2,5 kali setelah melalui proses pengasinan. Mengacu pada tingginya nilai gizi serta cita rasa yang terasa sedap di lidah membuat pamor telur asin terus mengalami peningkatan. Bagi yang ingin memeroleh pendapatan lebih, bisnis telur asin bisa menjadi jawaban yang tepat.

Bisnis pengolahan telur itik menjadi telur asin mudah diterapkan. Siapa pun bisa berkecimpung di dalamnya. Selain modal relatif rendah, proses produksi mudah, bisnis ini juga bisa dikelola sebagai industri mikro skala rumah tangga yang mampu menyedot tenaga kerja produktif.

Memproduksi dan menjual telur asin bukanlah bisnis baru. Pelaku usaha yang terjun dalam bisnis ini tak terhitung jumlahnya. Kompetisi atau persaingan pun semakin ketat. Agar terbebas dari persaingan, pelaku usaha perlu menerapkan diferensiasi produk dengan melakukan inovasi.

Inovasi
Bukti bahwa industri pengolahan telur itik menjadi telur asin bisa dilakukan oleh siapa pun terlihat jelas dari upaya lima orang mahasiswa jurusan pendidikan matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Meski masih berstatuskan pelajar namun tekad entrepreneurship yang begitu tinggi mendorong mereka untuk berbisnis agar bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk merebut perhatian pasar, kelima anak bangsa kreatif ini menyisipkan inovasi dalam mengolah telur asin.

Inovasi yang mereka lakukan adalah memproduksi telur asin bakar dengan 4 macam aroma yakni bawang, cabai, jahe dan sup. Dari penuturan situs resmi UNY, aneka jenis aroma pada telur asin bakar itu ditujukan untuk menghilangkan aroma amis yang kerap masih tercium, sementara proses pembakaran dilakukan untuk menghasilkan telur asin yang bisa tahan lama. Bagaimana? Tertarik mencoba bisnis yang satu ini? (*/ely)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/10879-peluang-bisnis-telur-asin.html

Monday, September 5, 2011

Membuat Rencana Bisnis yang Sukses

Hits : 3165 PDF Cetak E-mail
Minggu, 04 September 2011 06:31
bizplan0911Menulis rencana bisnis bukan sekadar peserta lomba yang dapat menunjukkan sebuah ide produk yang dapat dipercaya. Di bawah ini, manager Palo Alto Software, Alan Gleeson, membeberkan beberapa tips bagaimana membuat sebuah rencana bisnis yang sukses.

1. Ketahuilah siapa klien Anda
Poin awal untuk berbagai rencana bisnis harus disusun berdasarkan prespektif klien Anda. Apa yang menjadi tujuan dari rencana bisnis? Apakah ini untuk melindungi pendanaan, atau untuk menyampaikan rencana masa depan bagi perusahanaan? Penulis harus menyesuaikan rencana bagi ketentuan-ketentuan spesifik dari klien. Para penanam modal akan mencari penjelasan-penjelasan mengenai pengajuan investasi dan kerangka waktu dalam mendapatkan uang mereka kembali.

2. Kerjakan tugas Anda
Tanpa penelitian pasar, tidak akan ada yang dapat menjalankan rencana bisnis Anda secara serius. Anda harus memastikan bahwa rencana bisnis mencangkup acuan pada besarnya pasar, ini meramalkan perkembangan dan bagaimana cara memperoleh akses ke pasar. Sebagai contoh, sebuah rencana untuk café internet akan mempertimbangkan populasi sekitar, jangkauan internet, ramalan tentang apakah ini akan menanjak atau menurun, termasuk tinjauan dari lingkungan yang bersaing.

3. Periksalah dengan teliti masalah Anda
Suatu bagian yang utuh dalam mengerti banyak lingkungan bisnis adalah suatu persaingan. Jadi, Anda perlu berpikir mengenai bagaimana para pemegang jabatan bersaing dan apakah ada yang disebut pengendali harga. Lalu Anda harus memasukkan dengan detail dari bagaiamana anda dapat bersaing secara efektif dengan pemain-pemain yang ada.

4. Perhatian rincian

Buatlah rencana yang sederhana, tetapi memasukkan detail-detail yang cukup untuk memastikan pembaca telah mendapatkan informasi untuk membuat keputusan yang dapat diinformasikan. Menerangkan bahwa rencana dari penulis biasanya mempunyai sebuah aturan yang berarti untuk menjalankan bisnis, rencana yang ada harus mencerminkan arti yang professional, tidak ada kesalahan dalam mengeja, anggapan-anggapan yang realistik, proyeksi yang dapat dipercaya dan isi yang akurat. Penulis harus menetapkan format dari rencana bisnis. Jika diperlukan presentasi rencana bisnis, Anda harus membuat back-up presentasi di PowerPoint.

5. Kenapa harus berinvestasi?Jika anda mencari investor di bisnis Anda, hal ini penting untuk menjabarkan secara jelas kesempatan dalam menanamkan modal. Mengapa  para penanam modal lebih memilih untuk menanamkan uangnya ke dalam bisnis Anda dibandingkan dengan menyimpan uang di sebuah akun bank, saham, atau menginvestasikan di bisnis yang lain? Apakah Unique Selling Proposition (USP) di dalam bisnis? Mengapa orang lain membelanjakan uangnya untuk membeli dari Anda?

6. Mencangkup seluruh kawasan
Lakukan penelitan berdasarkan rencana bisnis haruslah tepat. Awal mula yang baik adalah jaringan bisnis dan rencana bisnis. Bagian yang harus dicakup melingkupi: hasil/layanan, pasar, persaingan, tim manajemen, pemasaran, operasi dan keuangan. Anda juga akan membutuhkan bagan warna yang sederhana dan tabel data untuk pengilustrasian beberapa kawasan.

7. Lakukan penghitungan
Angka-angka akan menjadi pokok persoalan yang harus diteliti dengan cermat. Harga-harga harus didokumentasi secara lengkap dan ramalan-ramalan penjualan harus konservatif dan realistis. Ketika harga-harga lebih pasti dan dapat diprediksi, sebuah faktor yang genting di dalam bisnis atau kegagalan dalam berbisnis akan menjadi tingkat utama dari penjualan. Jika Anda tidak nyaman dengan pelajaran matematika, pilih seseorang untuk membantu dalam mempersiapkan satu arus kas yang sederhana dan grafik titik balik modal. Ini akan membantu pembaca mengerti berapa banyak penjualan yang wajib Anda buat untuk menutupi harga Anda, dan juga berapa banyak pembiayan yang wajib ditingkatkan, dan berapa banyak pemasukan yang harus ditingkatkan secara sukses.

8. Ringkasan

Komponen yang paling penting yang menjadi titik berat dalam suatu rencana adalah ringkasan pelaksanaan. Ini adalah ringkasan dari seluruh rencana dan ini biasanya ditempatkan di awal. Hal ini juga sangat bermanfaat bagi para penanam modal. Bagi penanam modal jika mereka suka, mereka akan terus membacanya, jika mereka tidak suka, akan mereka tinggalkan. Hal ini harus diselesaikan di akhir proses perencanaan bisnis dan harus memiliki ‘faktor wow’ yang memikat mereka untuk membaca lebih jauh lagi.  Dengan ini, penulis juga harus mempersiapkan suatu ‘puncak lift’ sekilas gambaran ikhtisar selama lima menit dari keuntungan dari produk-produk yang baru.

9. Pendapat kedua

Sekali Anda telah menyelesaikan rencana Anda, Anda harus mengulangnya secara terpisah. Pilih seseorang yang dapat ditugaskan di suatu tempat yang dapat menawarkan aspek-aspek dalam berbisnis. Jaringan bisnis setempat atau agen anda harus membantu ini. Tinjauan ini harus tepat sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada bahwa hal ini bisa ditempatkan ke dalam konsep yang harus ditinjau kembali.

10. Rumus akhir

Pada akhirnya, sebuah rencana harus selalu dilihat sebagai sebuah dokumen hidup dan berisi tanggal-tanggal yang spesifik, tenggat waktu, dan pertanggungjawaban. Ini harus secara terus-menerus diperiksa dan diperbaharui, seperti yang digunakan di dalam diskusi ‘rencana lawan hal yang sebenarnya’. Bisnis menitikberatkan pada bagaimana orang lain beraksi dan terhitung di dalamnya. Suatu rencana bisnis yang berhasil akan membantu untuk memastikan bahwa bisnis ini secara utuh tertuju kepada keharusan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan.


http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/10812-membuat-rencana-bisnis-yang-sukses.html