Monday, February 14, 2011

Hambatan yang Menutup Peluang Bisnis Anda

PDF Cetak E-mail
Minggu, 13 Februari 2011 09:21
hambatan_bizPerekonomian saat ini sedang dalam kondisi sulit. Memulai usaha baru bisa jadi berisiko lumayan tinggi. Karena itu, Anda membutuhkan rencana bisnis dan rencana keuangan yang matang agar produk yang Anda jual memiliki nilai yang tinggi. Untuk meminimalisasi risiko, Anda perlu mengenali hal-hal yang bisa berdampak buruk. Hal-hal apa yang perlu diwaspadai dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Hambatan rasa takut

Hal utama yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis adalah rasa takut gagal, takut sukses, takut kritikan, takut tidak dihargai, dan takut orang lain tidak suka produk Anda. Pahamilah, bahwa rasa takut tersebut bisa menghalangi Anda. Rasa takut jangan dihindari. Hambatan itu harus didekati dan diakrabi, agar Anda dapat mengatasinya.

2. Hambatan hubungan

Bangunlah hubungan baik dengan relasi bisnis dan pelanggan. Hubungan ini adalah langkah penting dalam memulai bisnis. Jika tidak ada pertemuan, maka tidak ada peluang penjualan. Luangkan waktu untuk membangun hubungan, sebelum mulai menjual dan sesudahnya.

3. Merespon dengan lambat

Semakin cepat Anda merespon, Anda akan semakin terlatih untuk jadi responsif. Jangan menunda membalas e-mail atau pesan suara. Jangan menunda menyerahkan proposal atau perjanjian penjualan. Hal ini akan menciptakan kesan bahwa Anda tidak peduli dengan bisnis Anda. Ada yang bilang bahwa merespon dengan cepat membuat Anda kelihatan putus asa dan memaksakan diri dalam berbisnis. Ini salah besar. Respon cepat justru membuat Anda nampak aktif dan menjanjikan.

4. Memaksa

Tidak seorangpun yang suka pada pemaksa. Jadi, saat calon pembeli Anda mengatakan “tidak”, jangan memaksa. Cari dan dapatkan calon pembeli lain segera. Cara ini lebih baik dan lebih menguntungkan bagi hubungan jangka panjang Anda dengan mereka.

5. Berhenti menjual saat ditolak

Ditolak memang tidak enak, tapi menyerah juga bukan cara yang tepat. Penolakan adalah hal wajar, yang merupakan bentuk respon awal seseorang atas sesuatu yang belum dikenalnya. Jika Anda sales door to door, Anda bisa jadi ditolak masuk oleh satpam yang bertugas di depan. Ia menolak bukan karena tak mau, melainkan karena memang tugasnyalah menolak kunjungan tamu tak diundang. Cobalah untuk lebih asertif.

6. Ingin semuanya kelihatan sempurna

Tidak ada hal yang sempurna dalam bisnis, termasuk juga proposal dan surat respon. Tampillah apa adanya. Bisnis yang baik adalah bisnis yang jujur. Kejujuran lebih utama dibandingkan dengan kesempurnaan yang palsu. Jangan tipu pelanggan dan klien Anda.

7. Bersikap subyektif

Jangan menjual dengan menyisipkan pendapat pribadi. Orang-orang cenderung tidak peduli dengan pendapat Anda saat Anda sedang menjual. Simpan pandangan politik, sosial, dan norma Anda untuk diri sendiri saja.

8. Kurang fokus

Jika Anda tidak fokus dengan karyawan, klien, dan prospek Anda, Anda jadi kelihatan lemah. Ketidakfokusan organisasi akan membuat para staf jadi bingung akan prioritas yang harus mereka kerjakan. Dan ini akan memunculkan kekacauan kerja sistem.

9. Tidak berterima kasih

Kesuksesan dalam bisnis tidak bisa tercapai tanpa usaha. Selama menjalankan bisnis, banyak pihak akan memberi masukan atau membantu Anda mengatasi masalah. Jangan lupa pada mereka jika Anda sukses. Berikanlah balasan yang setimpal disertai ucapan terima kasih.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/6555-hambatan-yang-menutup-peluang-bisnis-anda.html

Wednesday, February 2, 2011

Raup Rupiah dari Lukis Kaos

Views :1151 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 Februari 2011 10:23
Aktivitas melukis sudah ia geluti sejak anak-anak. Hobi ini ia lakukan baik dengan media kertas gambar ataupun kanvas. Setelah menghasilkan ratusan karya lukisan, baik yang laku terjual maupun yang jadi koleksi pribadi, Ovy Noviaridian ternyata masih `gatal`. `Rasa gatal` itu kini membuatnya masuk pada bidang bisnis baru.

lukis_kaos“Saya orangnya `suka gatal` melihat sesuatu yang polos, seperti kaos, baju atau pelengkap busana lain. Oleh karena itu, saya coba-coba menggambar pada pakaian polos, sehingga memiliki corak,” kata Ovy yang memulai melukis pada media kaos dan kain sekitar tahun 2003.

Awalnya, coba-coba menggambar di kaos dan baju miliknya. Kemudian teman-temannya yang tahu tertarik, dan minta juga dilukiskan kaos, baju atau bahkan jilbabnya. Lama-kelamaan, Ovy pun dikenal pula sebagai pelukis kaos.

“Karena yang minta dilukiskan banyak, saya bilang `mesti bayar dong`. Ternyata, tidak ada yang keberatan,” kata Ovy.

Kini, setiap pekan Ovy bisa menerima order/pesanan lukis koas, baju dan jenis-jenis lain pakaian sampai puluhan lembar (piece). Omzetnya bisa mencapai Rp 3 juta per bulan. Bukan nilai yang besar memang, namun kreasi yang ditelurkan Ovy jelas baru, dan inovatif. Karena itu, sebuah butik di Surabaya kini secara rutin memakai jasa Ovy untuk melukis pakaian yang dijualnya. Menurut Ovy, melukis dengan media kain atau kaos sangat berbeda dengan melukis di atas kanvas atau kertas.

Ketika masih memulai dulu, ia tak langsung menggoreskan cat lukis ke lembaran-lembaran kain baru yang belum dijahit, namun ke baju atau kaos bekasnya yang sudah menumpuk dan tak terpakai lagi. “Bahkan, sesungguhnya saya awalnya tak berpikir untuk melukis baju-baju bekas itu dengan gambar-gambar. Saya hanya berpikir bagaimana caranya menampilkan pakaian ini seperti baru dengan, misalnya, menyelipkan aksesori yang lebih menarik seperti ditambahi pernik-pernik bros, pita atau lainnya,” tuturnya.

Namun karena hobinya melukis, instingnya tiba-tiba seperti bergerak sendiri untuk melukis pakaian bekas itu daripada menambahinya dengan pernak-pernik aksesori. Lebih jauh, ia malah berpikir untuk melukis baju atau kaos baru, bukan yang bekas lagi.

“Eh… tatkala saya coba memberi gambar dengan motif bunga, ternyata hasilnya lumayan bagus, dan ada kesan unik. Menurut saya, selain punya nilai tambah pada baju yang dilukis, juga ada nilai seninya,” ujar Ovy.

Setelah dirasa bisa ‘ditampilkan’, Ovy pun berani menyulap baju atau kaos, bahkan celana jins yang dipakainya untuk dilukis. Ia juga membeli kaos dan baju polos lusinan untuk dilukis sebagai koleksi. Bahannya pun kian beragam, mulai katun hingga sifon yang diakuinya relatif sulit untuk digoresi cat karena mudah tembus.

Baginya, ada tantangan tersendiri bisa melukis di atas kain, karena lukisan yang ia buat tak boleh salah. “Kalau di kertas, begitu salah bisa langsung dibuang. Di kain tak bisa begitu, karena harga kain juga tidak murah,” ungkapnya.

Untuk melukis kain, wanita yang sering menggelar pameran lukis di beberapa kota ini lebih suka memilih obyek bunga. Mawar, melati, bunga sepatu, matahari dan anggrek adalah bunga-bunga yang sering menjadi obyek lukisannya, selain kupu-kupu, bahkan kadang wajah seseorang.

Sedangkan cat yang digunakan, ia mengaku biasa menggunakan acrylic atau cat poster.
Pesanan mulai mengalir dari beberapa temannya setelah melihat hasil karyanya yang tampak beda. Mereka mulai menyerahkan baju, kaos, busana muslim hingga jilbab atau kerudung untuk dilukis Ovy. Obyek gambar yang dilukis bisa datang dari pemesan sendiri, namun tak jarang diserahkan sepenuhnya ke Ovy.

“Banyak di antaranya yang meminta lukisan pada puluhan busana muslim untuk seragam pengajian. Yang rutin, saya menerima pesanan dari salah satu butik di Surabaya,” sebut ibu satu anak yang mengaku karyanya sudah dikenal hingga Jakarta, Kalimantan dan Sulawesi ini.

Uniknya, meski ia biasa menangani puluhan lembar (piece) kain lukis setiap pekan, namun Ovy selalu menanganinya sendiri tanpa bantuan seorang pekerja pun. Soal harga, Ovy mengaku tak mematok mahal. Harga hanya ditarik sebagai pengganti cat. Ia mencontohkan, untuk lukisan jilbab kaos hanya dikenakan Rp 5.000, sedankang baju dibedakan untuk lukis depan sekitar Rp 50.000, depan dan belakang bisa dikenai Rp 75.000.

“Itu kalau bahan baju atau jilbabnya dari pemesan. Tapi kalau lukis kaos yang bahan kaosnya juga dari saya, harganya di kisaran Rp 40.000-45.000 per lembar,” sebut Ovy.

Meski hanya sekadar mengapresiasikan hobi ke media yang berbeda, namun Ovy masih memiliki obsesi bisa menggelar pameran tunggal atas produknya itu, selain juga memiliki butik tersendiri dengan karya-karyanya yang eksklusif. (*/Surya)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/manufaktur/6380-raup-rupiah-dari-lukis-kaos.html

Etika Bisnis yang Baik

Hits : 5123 PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Februari 2011 10:05
Etika bisnis merupakan aspek penting dalam membangun hubungan bisnis dengan pihak lain. Sukses atau gagalnya suatu bisnis sangat ditentukan oleh etika bisnis seseorang. Etika bisnis yang baik juga dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan mengembangkan sikap saling percaya antarsesama pebisnis.

etika_biz1Ada dua hal yang harus Anda perhatikan dalam berbisnis. Yang pertama adalah memerhatikan kepentingan dan menjaga perasaan orang lain. Yang kedua adalah mencegah terjadinya salah paham dengan orang lain, karena masing-masing budaya atau negara mempunyai etika bisnis yang berbeda. Meki begitu, terdapat beberapa etika yang berlaku umum.

Perilaku dan sikap Anda bisa mencerminkan tentang diri Anda. Perilaku juga mencerminkan watak Anda sehingga ada beberapa hal yang harus dihindari. Perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak disiplin, dan tidak bisa dipercaya, dapat membuat bisnis tidak berkembang. Etika bisnis yang tepat dapat membangkitkan sifat-sifat yang positif.

Tunjukkan sifat positif Anda. Misalnya, Anda perlu tahu kapan harus menunjukkan perhatian dan belas kasih tanpa menjadi emosional. Tanamkanlah rasa percaya pada diri sendiri tanpa harus bersifat sombong. Dengan mempelajari etika bisnis, Anda akan menunjukkan bahwa diri Anda memiliki pikiran yang terbuka, sehingga akan membuat Anda dihargai oleh orang lain.

Semua etika bisnis yang baik harus didasari dengan kepekaan dan tenggang rasa. Sebaiknya Anda pelajari etika umum (termasuk juga dari negara-negara lain), mulai dari cara merespon, menyapa, dan sebagainya. Hal ini akan mampu membangun hubungan bisnis yang kuat.

Anda juga harus berbicara secara hati-hati. Saat bicara pada rekan bisnis sebaiknya pikirkan kata-kata yang tepat, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti misalnya membuat orang tersinggung. Etika bisnis mendorong kehati-hatian dalam berkomunikasi dan memilih bentuk-bentuk ekspresi yang bisa diterima.

Cobalah untuk berpakaian secara tepat, berdiri dan duduk di tempat sesuai dengan posisi Anda pada waktu yang tepat. Jaga postur tubuh yang baik, sehingga akan menciptakan kesan yang baik dan menghindari kesalahpahaman. (*/perempuan.com)


http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/6350-etika-bisnis-yang-baik.html

Etika Bisnis yang Baik

Hits : 5116 PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Februari 2011 10:05
Etika bisnis merupakan aspek penting dalam membangun hubungan bisnis dengan pihak lain. Sukses atau gagalnya suatu bisnis sangat ditentukan oleh etika bisnis seseorang. Etika bisnis yang baik juga dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan mengembangkan sikap saling percaya antarsesama pebisnis.

etika_biz1Ada dua hal yang harus Anda perhatikan dalam berbisnis. Yang pertama adalah memerhatikan kepentingan dan menjaga perasaan orang lain. Yang kedua adalah mencegah terjadinya salah paham dengan orang lain, karena masing-masing budaya atau negara mempunyai etika bisnis yang berbeda. Meki begitu, terdapat beberapa etika yang berlaku umum.

Perilaku dan sikap Anda bisa mencerminkan tentang diri Anda. Perilaku juga mencerminkan watak Anda sehingga ada beberapa hal yang harus dihindari. Perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak disiplin, dan tidak bisa dipercaya, dapat membuat bisnis tidak berkembang. Etika bisnis yang tepat dapat membangkitkan sifat-sifat yang positif.

Tunjukkan sifat positif Anda. Misalnya, Anda perlu tahu kapan harus menunjukkan perhatian dan belas kasih tanpa menjadi emosional. Tanamkanlah rasa percaya pada diri sendiri tanpa harus bersifat sombong. Dengan mempelajari etika bisnis, Anda akan menunjukkan bahwa diri Anda memiliki pikiran yang terbuka, sehingga akan membuat Anda dihargai oleh orang lain.

Semua etika bisnis yang baik harus didasari dengan kepekaan dan tenggang rasa. Sebaiknya Anda pelajari etika umum (termasuk juga dari negara-negara lain), mulai dari cara merespon, menyapa, dan sebagainya. Hal ini akan mampu membangun hubungan bisnis yang kuat.

Anda juga harus berbicara secara hati-hati. Saat bicara pada rekan bisnis sebaiknya pikirkan kata-kata yang tepat, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti misalnya membuat orang tersinggung. Etika bisnis mendorong kehati-hatian dalam berkomunikasi dan memilih bentuk-bentuk ekspresi yang bisa diterima.

Cobalah untuk berpakaian secara tepat, berdiri dan duduk di tempat sesuai dengan posisi Anda pada waktu yang tepat. Jaga postur tubuh yang baik, sehingga akan menciptakan kesan yang baik dan menghindari kesalahpahaman. (*/perempuan.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/6350-etika-bisnis-yang-baik.html

Monday, January 31, 2011

Ciptakan Olahan dari Ubi Jalar

Ciptakan Olahan dari Ubi Jalar PDF Cetak E-mail
Minggu, 30 Januari 2011 08:24
Saat ini produk olahan ubi jalar yang dikenal oleh masyarakat, umumnya ditampilkan dalam bentuk semacam cemilan atau jajajan. Belum banyak pelaku usaha yang melirik, untuk mengolahnya menjadi sirup ataupun minuman ringan. Adalah Herlina Gustati, pengusaha makanan dan minuman yang nekat keluar dari zona kenyamanan dari seorang karyawan perusahaan pangan nasional beralih membuka usaha olahan ubi jalar.

sweetosDi bawah CV Pangindo Ditama, setahun terakhir ia merintis produk olahan ubi jalar dengan merek Sweetos. Hingga kini enam produk olahan tersebut telah menghiasi outlet-outlet ritel modern hingga restoran terkemuka di Jawa Tengah. Keenam produk olehan ini diantaranya sirup, minuman ringan, kue moci, french fries (ubi goreng), selai dan tepung. Semua produk ini berasal dari ubi jalar kuning dan ungu.

Ibu satu anak ini mengubah jalannya dari seorang karyawan bergaji jutaan rupiah menjadi produsen aneka makanan dan minuman dari ubi jalar. Modal yang digunakan Rp 100 juta untuk merintis usaha berasal dari tabungan 20 tahun bekerja di salah satu perusahaan pangan terbesar di Tanah Air.

Herlina tidak menyangka kenekatannya untuk berwirausaha dipicu oleh ketakutannya pada produk pangan sintetis. Karena tahu betul, bahaya produk pangan sintetis ini suami Harispohan itu terpicu untuk menghasilkan produk pangan yang sehat sekaligus bisa diterima baik oleh konsumen. Tapi mengapa melirik ubi jalar? Wanita yang hobi makan ini mengaku menggemari sejumlah makanan tradisional. Terutama ubi jalar. Menurutnya, ubi jalar yang bernama latin Ipomoea batatas L ini kaya akan senyawa antioksidan.

Ia pun tidak segan mengeluarkan tenaga dan uang yang tidak sedikit jumlahnya untuk melakukan riset. Karena itu, tak heran jika alumnus S1 Tekhologi Hasil Pangan Universitas Gajah Mada (UGM) ini mampu menguak sederet kandungan gizi ubi jalar. ’’Produk yang saya hasilkan adalah alami, butuh riset mendalam. Adapun komposisi yang tertera pada kemasan produk adalah hasil riset sendiri,’’ ujar wanita berjilbab itu.

Menurutnya, dengan mengembangkan produk berbahan baku alami turut menyelamatkan banyak orang dari bahaya radikal bebas.

Komponen radikal bebas tidak hanya dijumpai di udara saja, tapi juga bisa dari makanan yang tidak sehat dan berbahan pengawet. Karena itu, dalam setiap varian produknya, ia senantiasa memilih bahan pengawet alami. Seperti gula, garam, lengkuas, kunyit, lengkuas dan jahe.

Kini produk olahan ubi jalar tersebut telah menarik perhatian konsumen luas. Dalam sebulan, ubi jalar yang dibutuhkan bisa mencapai satu ton. Selain melalui pameran, ia pun tidak lagi kesulitan memasarkan produk tersebut. ’’Sudah banyak konsumen yang datang langsung ke rumah, mereka pun bisa langsung melihat proses produksinya,’’ ujar Herlina yang menyatukan tempat produksi dengan rumah tinggal di Jl Nangka Raya No 24, Semarang, Jawa Tengaah. (*/SM) Sumber: http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/6301-ciptakan-olahan-dari-ubi-jalar.html
  

Thursday, January 27, 2011

Aji Darmawan, Ogah Pensiun Memilih Berbisnis

Aji Darmawan, Ogah Pensiun Memilih Berbisnis PDF Cetak E-mail
Rabu, 26 Januari 2011 13:45
Berusia 60 tahun tak lantas membuat Aji Darmawan pemilik Saung Sunda memilih untuk pensiun. Meski usianya senja, Aji justru giat-giatnya berbisnis kuliner. Aneka masakan Sunda yang menjadi masakan favoritnya menjadi inspirasi untuk merintis usaha di Jalan Depok, Semarang, Jawa Tengah, sekitar empat tahun lalu.

rm_sunda”Berbisnis itu menyehatkan. Kalau saya pensiun tidak ada aktivitas sama sekali bisa-bisa malah sakit,” ungkapnya.

Pria yang memiliki dua cucu ini, awalnya menyukai masakan Sunda. Bersama menantunya yang asli Jawa Barat, Aji mencoba membuka usaha restoran makanan khas Sunda. Menu khas Sunda seperti ayam goreng gepuk, ikan bakar, iga bakar, nasi oncom, ayam goreng lombok ijo, tutug oncom, dan karedok menjadi masakan andalannya.

Menurut Aji, masakan Sunda adalah salah satu masakan menyehatkan, dan sesuai dengan cita rasa masyarakat Indonesia. “Membuka resto merupakan impian saya sejak dulu. Tadinya saya cukup bingung resto macam apa yang mesti saya buat. Dengan patokan agar semua orang suka, maka pilihan jatuh pada resto khas Sunda ini,” ujarnya.

Dalam mengelola restoran tersebut, pria kelahiran Semarang 23 September 1950 ini dibantu oleh menantunya. Aji sendiri turun langsung untuk mengontrol manajemen restoran. Menurut pria yang hobi olahraga ini, aneka masakan yang disajikan di restonya hampir semuanya spesial, baik dari menu masakan ikan, jerohan, lalapan sampai sambalnya. Demikian juga minuman yang ditawarkan dengan harga tidak memberatkan kantong kita.

Pria yang juga pebisnis di bidang tekstil ini mengaku, semua usahanya dia jalankan dengan penuh ketekunan. Aji lebih mengutamakan kualitas dan pelayanan dari masakan Saung Sunda miliknya itu. Ia tak memerlukan teori muluk-muluk dalam menjalankan bisnis. ”Terpenting masakan enak, pembeli menjadi senang, dan puas. Itu saja,” katanya.

Menjalankan bisnis kuliner bukan pertama kali dilakukan Aji. Bersamaan dengan bisnis Saung Sunda ini, Aji juga menekuni usaha di bidang perdagangan. Hampir semua usaha dia jalankan seperti tekstil, bahan bangunan, dan masih banyak lagi.

Berbuah hasil, usaha milik Aji kini semakin berkembang. Restoran Saung Sunda miliknya kini memiliki dua cabang di Semarang, yakni di Jalan Depok, dan Gelora Foodcourt Ruko Mataram Plaza.

”Prospek restoran Sunda di Semarang cukup bagus. Tak sedikit mereka yang menyukai masakan ini. Ke depannya, saya akan membuka cabang lagi di Semarang. Mengenai lokasi masih akan kami cari yang letaknya cukup strategis,” terangnya. (*/SM)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/kuliner/6244-aji-darmawan-ogah-pensiun-memilih-berbisnis.html

Saturday, January 15, 2011

3 Kunci Temukan Gairah Entrepreneurship Sejati

PDF Cetak E-mail
Kamis, 13 Januari 2011 15:16
key_entPerjalanan menjadi entrepreneur tidak hanya mengenai sebuah pencapaian ekonomi atau sosial, tetapi lebih luas dari itu. Entrepreneurship bagi sebagian orang lebih cenderung pada panggilan jiwa. Panggilan jiwa tersebut menjadi dasar yang sangat kokoh untuk menjalani dunia bisnis yang persaingannya sangat ketat. Panggilan ini sering disebut sebagai true passion atau gairah sejati seseorang. Ibarat sebuah pohon, entrepreneur yang memiliki gairah sejati memiliki akar yang menghunjam dalam ke tanah, membuatnya tahan terhadap hembusan angin kencang. Dan bagaikan sebuah mobil, gairah menjadi sebuah kemudi yang menentukan arah kita untuk mencapai tujuan.

Sebagai seorang entrepreneur, untuk mencapai kesuksesan pertama kita harus mengenali gairah sejati kita masing-masing. Namun, salah satu hal terpenting untuk sebagian besar orang ialah kembali membahas pertanyaan dasar seperti:

* Mengapa saya di sini?
* Apakah alasan saya untuk hidup dan berada di sini?
* Apa sumbangsih penting yang akan saya berikan?

Saat seseorang buta tentang apa yang harus dilakukan dalam kehidupan, hal terbaik yang ia bisa lakukan ialah tidak melakukan apapun. Selama saat-saat yang sulit seperti ini, seorang justru tidak seharusnya membuat keputusan yang akan memberikan dampak besar pada kehidupannya. Carilah pengetahuan tentang diri Anda terlebih dahulu.

Tekanan-tekanan kehidupan cenderung menyebabkan orang menjalani kehidupan tanpa semangat, yang akhirnya menggiring kepada kepecundangan. Kehidupan yang biasa-biasa saja sudah terasa lebih dari cukup, seperti seorang anak sekolah yang sudah puas dengan nilai-nilainya yang sedang/ rata-rata dan masuk sekolah hanya agar lulus secepatnya. Atau tim basket yang puas dengan prestasi mereka sepanjang mereka tidak terdegradasi. Hal-hal seperti inilah yang menjadi musuh yang harus ditaklukkan sebelum mensabotase kehidupan kita.

Berikut ini ialah 3 poin kunci yang dikemukakan oleh Genevia Gee Fulbright mengenai bagaimana kita menemukan gairah sejati tersebut sementara pada saat yang sama juga bersikap  jujur pada diri sendiri dan setia pada tujuan kita:

* Diam dan tatap cermin Agar dapat menemukan gairah sejati kita, kita harus bercermin dan memperhatikan diri tak hanya secara fisik tetapi lebih mendalam. Batin kita. Saat kita benar-benar memperhatikan diri kita, kemampuan dan bakat kita, kita akan lebih mudah untuk mendapatkan pandangan yang lebih sesuai tentang gairah dalam hidup. Adakah sesuatu yang akan kita lakukan jika kita memiliki waktu luang? Hal apa yang sering kita lakukan tanpa banyak berpikir? Apakah itu menulis? Jika iya, maka kemungkinan besar kita adalah penulis. Apakah itu bisnis? Maka kemungkinan besar kita adalah pebisnis. Jadi mulailah hari dengan bercermin dan bertanya pada diri sendiri apakah dan siapakah diri saya ini.

* Nikmati yang sudah dimiliki Hal apakah tentang sifat manusia yang menyebabkan kita selalu mengabaikan hal-hal yang sudah kita miliki? Pebisnis cenderung bisa melihat siapa saja yang berbakat dalam potensi berpromosi tetapi sangat jarang menemukan bakat di depannya sendiri. Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau dari rumput kita. Kenali kelebihan dalam diri dan sekitar kita dan gunakan sebaik-baiknya daripada terus menerus memandang dan memburu tanpa henti hal yang tidak kita miliki. Masyarakat kita harus diakui telah membentuk dan mengkondisikan kita sebagai pengikut, bukan pemimpin. Itulah mengapa banyak kita temui orang-orang yang sebenarnya hebat dan mampu tetapi belum mampu menunjukkan prestasi mereka secara maksimal. Maka dari itu, terimalah diri kita apa adanya, gunakan kelebihan kita dengan optimal.

* Kejarlah gairah Salah satu unsur yang hilang di kehidupan modern ialah gairah hidup. Banyak orang hanya menghabiskan waktu bercanda, menjalani kehidupan tanpa tekad dan gairah dalam benak mereka. Inilah waktunya bagi orang untuk mulai bangkit dan menunjukkan keunikan mereka sendiri dan berhenti berkata ‘tidak’ pada tantangan yang diberikan.

Sebagai entrepreneur, kita harus mengejar gairah sejati kita karena hanya itulah jalan menuju keberhasilan dan kepuasan hakiki. Jadi,siapkah Anda mengejar gairah  sejati Anda?

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/5995-3-kunci-temukan-gairah-entrepreneurship-sejati.html