Tuesday, October 12, 2010

Jangan Biarkan Bisnis Mengubah Anda Menjadi Zombie

Views :2494 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 12 Oktober 2010 13:06
Bisnis Anda seakan-akan hendak mengubah Anda menjadi sebuah zombie atau mayat hidup, dan yang paling buruk ialah Anda tidak menyadari bahaya ini.

zombie_bizSebagian besar orang karyawan dipekerjakan karena mereka memiliki vitalitas dalam pribadi mereka yang menjadi cermin kepribadian yang hidup, berpikiran kreatif, memiliki gaya komunikasi tersendiri, hadir, sadar, memiliki rasa ingin tahu serta selera humor yang tiada duanya. Namun, kemudian perubahan kebiasaan dan budaya terjadi perlahan-lahan seiring dengan terjadinya masuknya seorang individu ke lingkungan sebuah perusahaan. Jelas sudah bahwa semua karyawan yang bertahan di sana hanya berfokus pada hasil secara umum dan efisiensi. Mereka bekerja dalam waktu yang panjang. Bahkan harus mengorbankan waktu istirahat mereka di rumah. Mereka membalas email saat orang lain terlelap. Mereka menjawab panggilan telepon saat harus berolahraga di pagi hari. Mereka lembur tanpa kenal lelah dan menghabiskan waktu untuk bekerja di akhir minggu.

Saat bekerja, mereka biasanya hanya merespon daripada secara aktif bergerak mendahului situasi yang ada. Dengan kata lain, hanya akan ada tindakan jika ada masalah. Jika tidak ada masalah di depan mata, maka tidak perlu melakukan apapun. Tingkat kreativitas mereka merosot drastis, dan mereka hanya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengevaluasi apa saja yang telah dicapai atau dilakukan. Mereka lebih sedikit tersenyum apalagi tertawa saat bekerja. Semakin lama mereka terlihat lebih seperti orang lain di kantor, ciri khas mereka sebagai individu memudar. Mereka tak segan dan mulai meniru segala ucapan pimpinan tetapi dengan antusiasme yang jauh lebih lemah. Dan yang paling memprihatinkan, cara untuk menaiki jenjang karir yang lebih tinggi bukanlah dengan bekerja lebih baik daripada atasan. Kilatan semangat di mata mereka telah meredup bahkan benar-benar padam. Akhirnya mereka seolah berubah menjadi sekumpulan mayat hidup.

Budaya korporat zombie seperti ini biasanya muncul karena ketakutan akan ditegur oleh atasan atau dipecat sewaktu-waktu tanpa peringatan, yang pada gilirannya menebar teror dan ketakutan di seluruh karyawan dan memaksa mereka mengorbankan lebih banyak waktu dan tenaga yang mereka miliki, berusaha menjadi lebih setia, dan mengorbankan prestasi agar posisi mereka menjadi lebih aman di saat krisis melanda.

Mengapa kita harus membahas masalah ini sekarang? Karena budaya korporat zombie seperti ini bisa membuat kita kurang produktif di saat resesi dan penurunan jumlah karyawan saat ketakutan akan kehilangan pekerjaan mencapai puncak tertinggi.

Jadi apakah yang harus kita lakukan untuk menghindari atau meminimalkan risiko terjadinya budaya semacam ini di dalam perusahaan atau organisasi yang kita kelola? Meski Anda bukan seorang karyawan tetapi seorang entrepreneur yang memiliki atau memimpin perusahaan pun, hal seperti ini bisa mempengaruhi kinerja bisnis secara keseluruhan. Simak empat langkah yang menurut Dave Logan (seorang akademisi pengajar kepemimpinan dan manajemen di USC) bisa Anda ambil untuk menanggulangi akibat buruk dari budaya korporat negatif semacam ini.

Langkah pertama ialah sadarlah mengenai apa yang sedang terjadi. Banyak perusahaan mengirimkan pesan-pesan terselubung, terutama kepada para manajer mereka, bahwa keseragaman dan pengorbanan keunikan pribadi seseorang merupakan sesuatu yang baik. Padahal bukan!

Langkah kedua yaitu ketahui apa saja konsekuensinya. Vitalitas pribadi merupakan salah satu faktor  yang disebut sebagai sebuah “hal yang tidak bisa didelegasikan”, kualitas tak kasat mata itu membutuhkan rasa hormat dan perhatian dan mendorong orang lain untuk mendengarkan apa yang sedang Anda ucapkan.

“Hal yang tak bisa didelegasikan” ini bertalian erat dengan kepemimpinan dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Dalam konteks sejarah kenegaraan Amerika misalnya, “hal yang tak bisa didelegasikan” itu bisa dilihat dalam kepemimpinan mantan presiden John Kennedy, Ronald Reagan, serta Bill Clinton. Budaya korporat zombie ini berbahaya karena bisa menyebabkan Anda kehilangan “hal yang tak bisa didelegasikan”, yang akhirnya nanti akan menyebabkan kepemimpinan Anda menjadi timpang.

Langkah ketiga yaitu katakan “tidak!” pada budaya korporat zombie. Pemimpin yang paling efektif idealnya mampu menembus lapisan-lapisan manajemen tanpa pernah kehilangan vitalitas pribadinya tetapi tentu saja itu adalah sebuah usaha yang sadar dan sulit. Lakukan apa yang mereka lakukan: tetapkan batasan dan latihlah mereka yang berada di sekitar Anda mengenai prioritas Anda. Jika Anda tidak menjawab panggilan ponsel Anda pada kali kedua, mungkin dikarenakan Anda memiliki sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan. Tindakan-tindakan ini sebenarnya meningkatkan tingkatan vitalitas pribadi Anda dan “hal yang tak bisa didelegasikan”.

Langkah keempat ialah ciptakan sebuah budaya yang hidup dan inovatif. berkomunikasilah dengan karyawan dan staf lainnya yang memiliki satu visi dengan Anda untuk menolak budaya zombie seperti ini. Dan kemudian bangunlah sebuah kelompok dengan mereka.

Pernahkah Anda melihat sebuah budaya zombie atau malah menjadi bagian dari budaya itu? Jika iya, cobalah menerapkan empat langkah di atas untuk membuat kehidupan di kantor Anda lebih berwarna dan hidup.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/4233-jangan-biarkan-bisnis-mengubah-anda-menjadi-zombie.html

Monday, September 27, 2010

Pendidikan yang Dibutuhkan Seorang Entrepreneur

Views :3109 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 27 September 2010 08:47
Bekerja sebagai seorang entrepreneur tidak hanya berhubungan dengan mendapatkan ide atau mendapatkan pendanaan untuk melaksanakannya. Menjalankan bisnis sendiri membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan. Pertanyaannya ialah ketrampilan apakah yang kita perlukan agar menjadi seorang entrepreneur andal? Pengetahuan seperti apakah yang harus kita pelajari supaya kita bisa menjalankan usaha dengan baik dan benar? Banyak orang menduga bahwa gelar akademik akan memberikan jaminan pasti untuk keberhasilan seseorang menjalankan bisnis namun bagaimana dengan sederetan entrepreneur veteran seperti Bill Gates, Michael Dell, dan sebagainya yang diketahui hanya mengantongi ijazah sekolah menengah atau hanya menjalani sebagian masa pendidikan tinggi mereka tanpa menyelesaikannya hingga tuntas alias drop out.

pendidikanTidak ada jawaban atau pola pasti mengenai pendidikan seperti apakah yang harus ditempuh oleh seseorang agar bisa mengelola bisnis dengan piawai. Tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat beberapa aspek yang tidak bisa diajarkan oleh seorang dosen terbaik sekalipun agar kita bisa menjadi entrepreneur unggul di kehidupan nyata. Namun begitu, terdapat beberapa hal yang sebenarnya bisa kita pelajari seperti kreativitas, ketrampilan dan pengetahuan.

Dalam sebuah kampus/ sekolah bisnis yang menawarkan gelar entrepreneur, biasanya diajarkan banyak mata kuliah yang bertalian dengan disiplin ilmu ekonomi seperti akuntansi manajemen dan keuangan baku, statistika, strategi, manajemen, pemasaran, keuangan, teknologi, serta hukum bisnis yang semuanya akan diperlukan begitu seseorang hendak membuka sebuah usaha kelak.  Dan agar lebih ideal, ditambahkan mata kuliah khas entrepreneursip yaitu mata kuliah praktik yang lebih bersifat penerapan teori dalam memulai sebuah usaha. Misalnya mahasiswa diajari mengenai bagaimana menyusun sebuah business plan yang baik dan benar, bagaimana mengelola sebuah usaha kecil/ menengah, menjalankan perundingan/ negosiasi, usaha dengan lingkup global atau bersifat padat teknologi. Insititusi pendidikan lainnya seperti sekolah menengah, sekolah kejuruan, pendidikan,atau kegiatan seminar atau lokakarya dengan tujuan spesifik lebih memberikan titik tekan mengenai aspek praktis dari menjalankan sebuah bisnis. Namun, meskipun Anda tidak menguasai beberapa aspek dengan baik, Anda masih dapat bekerjasama dengan beberapa mitra yang menguasai bidang-bidang yang menguasai bidang-bidang tersebut.

Berikut ini merupakan daftar dalam www.smallbusinessnotes.com. Daftar di bawah ini memuat jenis-jenis pengetahuan dan ketrampilan tertentu yang seyogyanya seseorang miliki untuk dapat menjalankan usaha dengan lancar:

Proses perintisan:
Struktur hukum
Pencatatan data administrasi
Asuransi
Pemiilihan peralatan, pasokan, sumber daya manusia
Pemilihan nama
Sumber daya keuangan

Perencanaan bisnis:
Pencatatan dasar
Pendanaan dasar
Manajemen keuangan bisnis
Manajemen produksi dan operasional
Manajemen bisnis dasar

Pemasaran:
Penjualan
Humas
Periklanan

Meskipun terlihat seperti sebuah daftar yang panjang, setiap aspek yang tersebut di atas menjadi komponen vital dalam proses menjalankan usaha. Administrasi Bisnis Kecil menyediakan kelas-kelas dan materi yang membahas semua aspek ketrampilan di atas. Yang menarik ialah sebagian dari aspek-aspek tersebut justru tidak diberikan dalam perkuliahan. Sebagian besar mata kuliah yang dipelajari dalam bangku perkuliahan kurang memberikan kontribusi dalam peningkatan kemampuan mengelola bisnis. Sebagian hanya berguna sebagai kajian teoretis atau hanya trik bisnis yang kurang bermanfaat.
Setelah Anda memperoleh apa yang dibutuhkan, Anda seharusnya mampu untuk menjalankan roda bisnis dan mencapai sukses. Namun, Anda tidak seharusnya belajar di sana. Ada begitu banyak bidang pengetahuan yang berguna, yang dapat digunakan saat dibutuhkan atau memberikan sudut pandang baru bagi Anda dalam menghadapi tantangan yang ada.
Inilah beberapa aspek yang harus Anda berikan perhatian lebih intens saat peluang muncul.

Strategi
Strategi merupakan salah satu dari bagian paling menyenangkan dalam pengelolaan sebuah bisnis meskipun beberapa buku dan kursus mengenai topik ini justru sangat membosankan. Strategi berkutat seputar alternatif. Ada berbagai macam cara untuk menjalankan usaha dan mencapai tujuan. Strategi merupakan rencana yang telah Anda pilih dan rancang untuk mewujudkan tujuan. Anda bisa saja memiliki sebuah ide yang menakjubkan dan akan disukai banyak orang tetapi jika Anda memiliki sedikit saja pengetahuan mengenai strategi alternatif, Anda akan menemukan cara untuk bisa bekerja lebih produktif dan efisien.

Akuntansi/ Perpajakan
Aspek ini harus diakui memainkan peran yang signifikan dalam pengelolaan usaha. Mempelajari seluk beluk akunting dan perpajakan tidak akan sia-sia karena memiliki efek langsung terhadap keberlangsungan bisnis.  Jadikan pengetahuan dan ketrampilan akunting dan perpajakan sebagai salah satu pijakan dalam berbisnis.

Modal Usaha
Banyak entrepreneur terutama pemula yang minim pengetahuan mengenai apa itu modal usaha,  padahal itu berguna bagi Anda jika suatu saat nanti dalam perjalanan berbisnis Anda membutuhkan modal yang banyak. Aspek ini penting dipelajari sebelum Anda berusaha mendapatkan modal.
Penawaran Umum Awal
Banyak usaha dimulai tanpa niat untuk menjadi perusahaan yang akan dijualbelikan secara umum. Sementara perusahaan lain justru didirikan dari awal dengan tujuan untuk diperjualbelikan secara umum. Apapun harapan semula Anda, perubahan selalu terjadi pada lingkungan sekitar kita. Pelajari kemungkinan untuk dapat dijual kepada umum agar bisa mempertimbangkan masak-masak kemungkinan yang lebih baik dan paling memenuhi keinginan Anda.

Jaringan
Dengan membangun hubungan dengan rekanan baik melalui cara bertemu langsung atau secara online, Anda akan mendapatkan nilai lebih untuk bisnis apapun. Jaringan ini bisa berupa kelompok dukungan dengan anggota yang saling menguatkan satu sama lain. Pelajarilah kemampuan untuk membangun jaringan yang solid dan kompak sehingga kelak jika Anda membutuhkan bantuan, teman-teman Anda akan ada untuk memberikan bantuan. Ini adalah salah satu unsur terpenting dalam entrepreneurship karena ia pada dasarnya entrepreneurship adalah pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama, bukan individu.

Personalia dan Kompensasi
Banyak dari kita yang memulai tanpa bantuan seorang pegawai pun atau bahkan jika kita memiliki pegawai, kita telah memiliki definisi tersendiri tentang lingkungan kerja yang baik atau yang pantas untuk kita. Itu bagus untuk usaha kecil. Kini dalam persaingan bagi pegawai yang berkualitas baik sudah sangat ketat. Sisihkan waktu untuk menambah ilmu Anda mengenai personalia yang baik dan masalah kompensasi memungkinkan Anda untuk menawarkan paket yang paling menarik  kepada pegawai sembari melindungi diri Anda sendiri.
Negosiasi
Bersuyukurlah bahwa ternyata kemampuan bernegosiasi yang baik dapat dipelajari. Menguasai keahlian negosiasi yang baik akan membuat Anda  mampu menghadapi berbagai macam orang yang Anda temui saat berbisnis, baik itu pegawai, pelanggan atau pemasok. Sebuah perundingan akan berjalan baik jika di akhir perundingan itu tercapai kesepakatan yang memuaskan kepentingan pihak-pihak yang terlibat. Dalam bernegosiasi, kemampuan untuk mendengar dan berpikir tajam berguna bahkan bagi orang-orang yang tidak sedang menjalankan usaha.
Pemecahan Konflik
Ketrampilan lainnya yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan kita ialah kemampuan memecahkan masalah. bahkan jika Anda tidak mempelajari ketrampilan ini, cobalah belajar tentang bagaimana layanan yang ada di sekitar Anda menyelesaikan pertikaian. Banyak perkumpulan yang memiliki pusat mediasi yang ditujukan untuk membantu menemukan jalan keluar dari konflik yang terjadi. Cara ini merupakan pemecahan yang lebih baik jika ditinjau dari segi biaya karena menyelesaikan perkara di pengadilan lebih menguras dana. Dan yang terburuk jika perseteruan memuncak menjadi amarah yang kurang sehat., yang menimbulkan masalah baru yang lebih pelik.
Pengembangan Produk
Setelah merilis sebuah produk yang terhitung sukses di pasaran, mungkin Anda ingin membuat serangkaian produk lainnya yang terinspirasi dari produk yag sukses tersebut. tetapi bagaimana Anda harus memastikan bahwa itu merupakan sebuah keputusan bisnis yang tepat dan menguntungkan? Itulah mengapa kita harus selalu mengandalkan pengetahuan mengenai pengembangan produk. Dengan pengetahuan ini, Anda akan mengetahu dengan akurat apakah sebuah produk layak untuk menjadi inspirasi bagi kemunculan produk lainnya. Idealnya, pengembangan produk ialah suatu usaha bersama antara pemasaran dan produksi.
Penyusunan suatu Budaya atau Tim
Penyusunan tim  telah mengalami pergeseran makna di benak banyak orang karena praktik yang kebanyakan kurang mencerminkan penyusunan sebuah tim yang sebagaimana mestinya. Namun begitu, jika dilakukan dengan baik akan menambah nilai positif kepada produktivitas usaha secara keseluruhan. Terdapat berbagai macam teknik yang bisa digunakan dalam banyak jenis usaha yang berhasil.
Pembangunan Visi Perusahaan
Menentukan apalagi mengejar visi membutuhkan waktu yang panjang dan konsistensi yang tak terputus. Jangan habiskan waktu untuk hanya mencari visi yang terlalu rumit. jadikan sederhana namun menyampaikan makna yang kuat kepada orang lain mengenai apa sesungguhnya bisnis kita lakukan.
Pembinaan
Pembinaan dilakukan dengan tujuan agar seseorang bisa melakukan tugasnya dengan seefisien mungkin. Pembinaan bisa dilakukan dari dua sisi, internal maupun ensternal. Secara internal, pembinaan dapat dilakukan agar orang melakukan pekerjaannya dengan lebih baik. Secara eksternal, pembinaan bisa dilaksanakan dengan membantu tim manajemen dengan lebih efektif. Pembinaan serupa dengan pembimbingan oleh mentor. Namun, pembinaan lebih efektif karena di dalamnya seseorang harus mempraktikkan ketrampilannya dengan aktif untuk kemudian  diuji dan dikembangkan lebih lanjut. Satu nasihat ialah pilihlah pembina atau coach yang teruji kualitasnya.
Perubahan
Perubahan merupakan faktor besar lainnya dalam bisnis masa kini dan mempengaruhi setiap aspek pengelolaan bisnis. Pelajarilah sebanyak mungkin mengenai bagaimana mengantisipasi perubahan. Ketahui pula bagaimana kita dapat menghadapinya dan mengubahnya menjadi peluang bisnis.
Kreativitas
Bukan rahasia lagi bahwa kreativitas menempati posisi penting dalam dunia bisnis. Dengan kreativitas yang melimpah, seorang entrepreneur bisa  menangani masalah, atau mengembangkan produk/jasa yang dimiliki sehingga lebih menarik bagi konsumen.
Pengelolaan Pertumbuhan
Hal ini ialah sebuah tantangan yang kita semua harapkan saat baru saja memulai tetapi bisa saja menjadi tonggak perkembangan selanjutnya jika memang bisa diwujudkan. Menyiapkan diri sendiri untuk apa yang Anda harus lakukan untuk mengelola pertumbuhan Anda sehingga usaha Anda berjalan ke arah yang direncanakan adalah sesuatu yang penting dan menentukan bisa tidaknya usaha Anda menembus persaingan di masa datang.
Teknologi
Bagi mereka yang menyukai bermain dengan sesuatu yang baru, teknologi ialah suatu objek yang menyenangkan. Bagi entrepreneur, teknologi dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk mencapai produktivitas dan efisiensi kerja yang lebih tinggi. Pelajari teknologi terkini untuk bisa meringankan pekerjaan sehari-hari Anda. Dayagunakan apa yang sudah disediakan oleh teknologi.
Manajemen Krisis
Manajemen krisis sering menjadi perbincangan di saat perekonomian sedang mengalami kelesuan. Lain dari pendapat umum,  manajemen krisis semestinya tetap menjadi salah satu fokus pengelolaan usaha, baik di saat perekonomian memburuk, membaik, atau stagnan.

Sebuah pendekatan yang bagus ialah dengan menemukan kelompok pendukung yang bisa Anda jadikan sandaran saat masalah mendera usaha Anda. Kelompok ini idealnya dapat memberikan ruang bagi Anda untuk berbagi dan menimba pengalaman atau mempererat hubungan bisnis. Di sini, Anda seharusnya bisa menjadi seorang siswa yang tidak kenal lelah untuk terus belajar. Terus menerus belajar merupakan sebuah kebutuhan untuk dapat mengantisipasi dunis bisnis yang juga tak henti-hentinya bergerak dinamis. 

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/edukasi/3965-pendidikan-yang-dibutuhkan-seorang-entrepreneur.html

Thursday, July 22, 2010

Yuk, Buka Butik

Yuk, Buka Butik PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Juli 2010 15:25
butikPeluang bisnis membuka butik memiliki kesamaan dengan membuka sebuah toko pakaian. Namun, perlu diperhatikan bahwa biasanya sebuah butik berisi pakaian-pakaian dengan model yang lain dari toko-toko pakaian biasa. Model yang ada lebih bersifat eksklusif dan modis. Sebuah butik ditata sedemikian rupa sehingga menampilkan kesan elegan yang tidak biasanya dimiliki toko-toko pakaian yang terbuka untuk umum. Dengan kesan eksklusif ini, harga yang dipatok juga lebih tinggi dari harga pakaian pada umumnya. Membuka sebuah butik normalnya membutuhkan dana segar yang lebih banyak karena mutu pakaian yang dijual juga biasanya lebih baik dari toko-toko pakaian lainnya.

Meski tidak mutlak, satu ciri yang melekat dengan butik ialah segmen konsumen perempuan, contohnya perempuan lajang atau ibu-ibu dari kalangan menengah ke atas yang tidak ragu untuk membayar lebih demi selera dan kenyamanan. Butik bisa menyasar berbagai macam segmen pelanggan, misalnya pria, anak-anak, orang-orang dengan ukuran badan ‘khusus’, atau selera berbusana yang lain dari konsumen kebanyakan.

Langkah-langkah persiapan:

1. Dapatkan dana segar sebagai modal, terutama untuk membeli stok kain dan peralatan menjahit.
2. Tentukan segmen konsumen butik Anda. Dengan memiliki sasaran yang terfokus, Anda dapat mengembangkan butik Anda agar lebih mudah diingat konsumen. Misalnya, dengan memilih kalangan perempuan dewasa muda mapan usia 20-an hingga 30-an, usaha butik Anda akan lebih mudah dikenal dan akan lebih mudah dibedakan dari pesaing. Dengan begitu, akan ada pelanggan setia yang diharapkan selalu mengunjungi butik Anda.
3. Siapkan tempat usaha yang tepat dan strategis. Bisa menyewa sebuah tempat, atau jika tempat tinggal Anda sudah cukup strategis dan masih cukup luas, bukalah butik di rumah.
4. Perkaya dan mutakhirkan pengetahuan Anda tentang busana secara terus menerus. Ini mutlak diperlukan untuk bertahan dalam persaingan yang ketat. Kreativitas yang tinggi akan membuat butik Anda lebih menonjol dari yang lain. Akan lebih baik jika Anda memiliki latar belakang pekerjaan atau pendidikan yang berhubungan dengan dunai tata busana.

Langkah-langkah realisasi:

1. Merekrut seorang penjahit dan perancang baju yang profesional dan berpengalaman. Mungkin pada tahap awal Anda merasa masih bisa menjalani dua peran ini sembari menjadi pemilik dan pengelola butik. Tetapi saat usaha sudah mulai berkembang dan Anda ingin berekspansi serta serius menekuni usaha butik, ini adalah jalan terbaik yang bisa ditempuh untuk melejitkan butik Anda.
2. Pakaian tentu sangat bertalian erat dengan aksesoris pakaian. Aksesoris, meskipun hanya pelengkap, juga termasuk barang-barang yang digemari oleh kosumen.
3. Ketahui relasi yang bisa memberikan Anda material/ kain yang lebih murah dari harga pasar tanpa mengorbankan mutu. Dengan menekan harga beli material, Anda bisa mendapatkan untung lebih banyak dan bisa lebih kompetitif.

Langkah-langkah pemasaran:

1. Lakukan promosi dari mulut ke mulut ke teman-teman, keluarga, tetangga, dan sebagainya.
2. Ikuti pameran apapun, terutama yang berhubungan dengan busana.
3. Lakukan promosi melalui situs jejaring sosial. Buat sebuah akun khusus untuk butik Anda dan unggahlah foto-foto pakaian dan aksesoris yang Anda jual. Sertakan bagaimana cara memesan, harga per barang dan biaya pengiriman serta cara membayar. Umumnya pemesanan bisa dilakukan via telepon atau pesan singkat dan pembayaran dilakukan dengan transfer uang ke rekening tertentu. Dengan begitu, Anda memperluas peluang usaha. Batasan geografis bukan merupakan kendala lagi.
4. Menyebarkan pamflet atau brosur kepada segmen yang menjadi sasaran butik Anda.
5. Berikan harga khusus untuk menyambut momen-momen tertentu misalnya hari ibu, atau hari anak, yang sesuai dengan segmen butik Anda.

Tantangan:

1. Kompetisi dalam dunia usaha pakaian jadi sekarang ini cukup ketat. Anda harus bekerja keras untuk bisa bertahan. Untuk mengatasinya, ciptakan sebuah nilai tambah dalam usaha butik Anda. Nilai tambah tersebut akan membuat butik Anda mudah dikenali konsumen karena berbeda dari pesaing lainnya. Dan itu membuat peluang untuk berkembang menjadi semakin tinggi.
2. Segmentasi yang ada kemungkinan besar membuat jumlah pelanggan lebih sedikit dibandingkan toko-toko pakaian yang menjual segala macam jenis pakaian. Mengejar keuntungan dengan berdasarkan volume penjualan memang kurang dapat diterapkan dengan baik di sini.  Ini dapat disiasati dengan membuat produk yang benar-benar bermutu lebih baik dari toko-toko pakaian sehingga Anda dapat dengan mudah menetapkan harga yang tinggi. Konsumen tentunya dengan tidak ingin merasa tertipu setelah mengenakan pakaian yang Anda jual. (*/Akhlis/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/3203-yuk-buka-butik.html

Thursday, June 24, 2010

Melirik Peluang Usaha Toko Kelontong


Views :12271 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 24 Juni 2010 09:09
toko_kelontongUsaha toko kelontong memang bukan jenis usaha baru. Namun, perlu dicermati bahwa usaha ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan minimarket yang sekarang banyak bertebaran. Sebab, toko kelontong bisa didirikan hampir di mana saja, bahkan di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh jaringan minimarket. Selain itu, usaha toko kelontong bisa dijalankan tanpa harus meninggalkan kewajiban lainnya sebagai ibu rumah tangga. Itulah mengapa banyak perempuan, terutama ibu rumah tangga berminat menjalankan usaha toko kelontong.

Langkah-langkah persiapan:1. Sediakan jumlah modal yang sesuai dengan skala usaha toko kelontong Anda. Dengan modal ini, belilah beberapa jenis barang dagangan yang sekiranya sering dibutuhkan orang.
2. Ketahuilah selera dan karakteristik masyarakat sekitar toko kelontong Anda. Dengan demikian, Anda lebih mengetahui apa saja yang mereka butuhkan dan minati. Misalnya, jika Anda berjualan di lingkungan kos mahasiswa, sesuaikan barang-barang dagangan Anda dengan selera mereka.
3. Tentukan lokasi toko kelontong Anda. Jika Anda menginginkan lokasi yang bersatu dengan bangunan rumah, maka Anda harus membangun ruang khusus atau memodifikasi ruang yang telah ada di bagian depan rumah Anda.
4. Melakukan survei tentang di mana Anda dapat memperoleh pasokan barang dagangan dengan harga yang lebih murah tanpa mengorbankan kualitas.
5. Membeli plaing tidak sebuah etalase kaca atau rak untuk memajang barang-barang dagangan Anda.

Langkah-langkah realisasi:1. Juallah barang-barang yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari, misalnya beras, deterjen, sabun mandi, dan sebagainya.
2. Buatlah toko kelontong Anda berbeda dari toko kelontong lainnya. Jika kebanyakan toko kelontong di sekitar Anda terlihat kotor atau kusam dan memajang barang dengan susunan yang membosankan bagi konsumen, buatlah toko kelontong Anda lebih bersih, menarik dan tertata sehingga pengunjung toko kelontong Anda merasa tertarik.
3. Bersikap ramah dan hangat terhadap pembeli. Akan lebih baik jika Anda melayani pembeli dengan senyum, sedikit basa-basi dan obrolan kecil yang membuat akrab dengan sang pelanggan.
4. Taksirlah seberapa banyak stok barang dagangan yang harus Anda beli dalam jangka waktu tertentu. Untuk barang-barang yang sangat diminati pembeli, belilah agak banyak daripada yang lebih sedikit diminati.Anda juga harus berhati-hati terutama dengan produk-produk yang memiliki masa kadaluarsa. Jangan sampai karena merasa banyak yang akan membeli, Anda terburu nafsu untuk memborong barang -barang yang masa kadaluarsanya hampir dekat. Hal ini untuk menghindari kerugian yang tidak perlu.
5. Pada tahap awal usaha, kelola keuangan toko kelontong dengan cermat. Gunakan keuntungan untuk berinvestasi memperbesar usaha daripada menghambur-hamburkannya untuk hal-hal konsumtif.

Langkah-langkah marketing:1. Buatlah sebuah papan dengan nama toko Anda, untuk mempermudah orang yang lewat atau calon pembeli mengenali toko kelontong Anda.
2. Gunakan metode klasik word of mouth. Untuk yang satu ini Anda dapat melakukannya dengan bantuan tetangga, atau anggota keluarga.

Tantangan:1. Jumlah keuntungan yang didapat per harinya  berfluktuasi karena bergantung pada banyak faktor. Kadang toko Anda tidak dikunjungi satu pembeli pun, kadang sangat ramai.
2. Mudahnya menjalankan usaha dan banyaknya toko kelontong membuat persaingan menjadi ketat.
3. Lokasi yang Anda pilih (biasanya rumah) tidak berada pada jalur yang dilewati banyak orang, sehingga hanya sedikit orang yang mengetahui keberadaan toko.
4. Anda harus bergelut dengan hal yang sama setiap hari, yaitu tinggal di rumah dan melayani pengunjung. Rasa bosan pastilah muncul.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/122-peluang-bisnis-perempuan/2870-melirik-peluang-usaha-toko-kelontong.html

Friday, June 18, 2010

Meracik Laba dari Salad Buah


Views :4312 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 18 Juni 2010 13:36
dinda_saladMasyarakat saat ini berusaha mengkonsumsi makanan sehat harus menjadi kebiasaaan agar kesehatan badan terjaga. Hal itu dilakukan dengan memilih makanan alami dan dalam kondisi segar, tanpa bahan pengawet. Salah satu makanan sehat yang aman dikonsumsi adalah salad, baik salad sayuran atau buah-buahan.

Salah satu waralaba yang melirik peluang itu adalah Dinda Salad. Sejak 2003 silam beroperasi, kini Dinda Salad menjual saladnya dalam tiga kemasan, yaitu gelas ukuran 85 gr seharga Rp 10.000, kotak besar seberat 500 gr dengan harga Rp 50 ribu dan 1.800 gram dengan harga Rp 150.000.

Kepada mitranya, Dinda Salad menawarkan tiga paket Rp 7 juta, paket 10 juta, dan paket Rp 15 juta. Tiga paket itu memiliki etalase sama. Bedanya, jika memilih paket pertama , mitra hanya akan mendapatkan fasilitas dasar seperti replica produk buat pajangan dan produk salad kemasan senilai Rp 1 juta.

Pada paket kedua, mitra akan mendapatkan tambahan brosur, kartu nama, spanduk, kemasan, dan salad jadi dalam kemasan senilai Rp 1,5 juta. Paket ketiga mendapatkan semua fasilitas dengan tambahan kotak pendingin dan produk kemasan jadi seharga Rp 2,2 juta.

Diluar biaya itu, Dinda Salad tidak mengenakan royalty fee. Hanya saja, Dinda Salad mewajibkan mitra membeli bahan baku dan bumbu. Bahan baku itu sengaja dipasok  dalam bentuk olahan untuk menjaga kerahasiaan resep dan juga kualitas rasa yang seragam.

Dinda Salad
Puri Kartika V Blok H2 No. 8 Ciledug, Tangerang
Tel. (021) 68782560

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/122-peluang-bisnis-perempuan/2814-meracik-laba-dari-salad-buah.html

Monday, June 7, 2010

Sukses dengan Perhatikan Pasar Lokal

Views :872 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 07 Juni 2010 09:56
Spa dengan konsep massage semakin menjamur. Tak terkecuali di Bali. Hanya saja, spa masih identik dengan pelayanan mewah dan mahal di Pulau Para Dewa ini. Maklum, turis asing lebih mendapat tempat istimewa di destinasi wisata mancanegara macam Bali.

cozy-spaCozy dengan konsep city spa di Kuta Bali, lahir di balik kondisi ini. Dua sahabat perempuan, Debbie M Suganda dan Ina Rotul SY melihat kondisi ini dengan kerisauan. Melihat bahwa orang lokal, terutama kalangan pekerja di Bali, sulit menemukan pelayanan spa yang murah dan enak.

"Murah dan enak, konsep ini yang kita ciptakan di Cozy spa. Kebanyakan spa saat itu harganya mahal dengan segmen turis asing," papar Debbie kepada Kompas Female.

Cozy yang mengukuhkan pelayanan pada foot reflexology, berdiri pada 26 November 2002. Seperti dikatakan Debbie, awal berdirinya Cozy adalah menjawab kebutuhan segmen lokal. Mendapatkan pelayanan massage berkualitas dan tentu saja, harga yang murah.

Debbie dan Ina mengaku penggemar pijat, dan terbiasa dipijat sejak kecil. Karenanya, kedua ibu muda ini paham betul titik pijatan yang benar dan enak. Kedua perempuan pebisnis ini memang tak main-main soal pelayanan. Bagi keduanya, teknik pijatan yang benar menjadi ilmu wajib bagi semua staf yang dipanggilnya terapis. Pengalaman keduanya sebagai konsultan spa juga membekali keinginan kuat memberikan pelayanan murah dan enak untuk segmen lokal.

"Teknik pijatan harus benar, cara pengambilan titik pijatan, tekanan yang tepat dan sesuai kebutuhan tubuh, hingga teknik pernafasan terapis perlu diperhatikan detil. Kesiapan terapis penting untuk memberikan pijatan dengan hati dan mengeluarkan energi positif," jelas Debbie.

Detil teknik pijatan inilah yang menjadi pembeda Cozy dengan spa lainnya. Bahkan, untuk menjamin, terapis bekerja dengan teknik tepat, calon terapis dikatakan lulus masa training jika mampu memberikan pijatan yang memuaskan Debbie dan Ina. Tolok ukur ini akan menentukan, apakah calon terapis melakukan pijatan dengan benar sesuai standar kualitas Cozy.

Imej murah, enak, simpel, dan bersih melekat pada Cozy spa. Bahkan begitu memasuki gedung ruko yang menjadi ciri khas city spa, aroma aromaterapi raspberry  khas Cozy (Bali dan Jakarta- RED) menyambut Cozy lovers, sebutan untuk para pelanggan.

"Pemilihan raspberry memberi kesan pop, chic, kasual," kata Debbie, menambahkan kesan lembut dan segar, tanpa banyak ukiran atau detil desain lainnya menjadi ciri khas desain interior Cozy.  

Debbie menuturkan, bisnis spa miliknya diawali dengan modal awal sekitar Rp 400 juta. Sebuah gedung di Sunset Road, Kuta kemudian disewa.Hingga kini, Cozy masih betah di kawasan keramaian ini. Hanya saja, gedung tersebut menjadi hak milik, pada tahun ke-empat berjalannya bisnis. Saat Kompas Female mendatangi Cozy Bali minggu lalu, Cozy Bali tengah membangun gedung ekstension tak jauh dari gedung utama.

Bisnis spa dengan dedikasi khusus untuk segmen lokal berjalan mulus. Debbie mengakui keberhasilannya tak lepas dari loyalitas dan kinerja dari total 79 karyawannya.

Cozy memperhatikan betul kualitas dan kesejahteraan karyawan. Keuntungan lebih dari Cozy, didedikasikan juga untuk karyawan, dengan memberikan asuransi dan dana pensiun sesuai lama bekerja dan loyalitasnya. Konsep manajemen bisnis yang diterapkan memang unik. Debbie dan Ina masih menerima gaji, dan tidak menggaji manajer agar bisa fokus mengontrol kualitas pelayanan.

"Pemilik harus datang setiap hari, bergantian, kontrol bisnis langsung tanpa perlu manajer," jelas Debbie yang percaya diri bahwa cara inilah yang membuat Cozy sukses menggaet pasar lokal dan turis asing.

Menyasar lokal, terkenal di mancanegara
Perputaran bisnis Cozy cukup cepat, dengan rata-rata pengunjung per harinya 180 orang. Tamu asing seperti turis Jepang, Korea dan negara lainnya hingga Eropa, banyak yang menjadi pelanggan setianya.

"Banyak dari tamu yang tadinya tidak suka pijat, trauma karena sakit, begitu mencoba di Cozy, mereka jadi pecandu," ujar Debbie, mengaku foot reflexology menjadi andalan Cozy menggaet tamu.

Debbie berani menjamin, Cozy memberikan teknik pijatan yang tidak sakit. Jaminannya, tamu tidak perlu membayar, atau ganti terapis atau ganti perawatan jika memang tidak enak. Namun, yang terjadi adalah, tamu menemukan kenikmatan berbeda dari teknik pijatan Cozy. Kepuasan tamu inilah yang menjadi promo gratis hingga ke luar negeri.

"Banyak tawaran dari luar negeri datang, untuk membuka reflexology di negaranya. Namun semua buntu saat membicarakan tenaga kerja," kata Debbie, yang mengaku tak ingin memberikan training ke pekerja asing, dan terlalu kompleks masalahnya ketika membawa pekerja lokal ke luar negeri.

Jadi, sebaiknya tamu asing berkunjung saja ke Cozy Bali atau Jakarta jika ingin merasakan sensasinya. Semua tamu perlu disiplin dengan waktu. Reservasi lebih baik, dan jangan risih ketika Cozy menghubungi 15 menit sebelum waktu pijat (untuk Cozy Bali) atau 30 menit (Cozy Jakarta). Cara ini bagian dari pelayanan, memastikan tamu datang, agar tamu lain yang antri tak kecewa.

Tamu juga tak bisa memilih terapis, karena toh semua memiliki kualitas setara. Lagipula, satu terapis hanya dibatasi untuk empat tamu perharinya. Sekali lagi, kualitas nomor satu dengan menjaga stamina terapis.

Tak sembarangan membuka cabang

Dengan konsep tertata rapi, Cozy tak sembarangan membuka cabang dengan sistem franchise. Debbie menegaskan, pebisnis spa city ala Cozy perlu memiliki passion di bidang massage. Konsistensi dan fokus pada bisnis menjadi kunci utama lainnya.

"Cozy Jakarta ditangani oleh Yoris dan Debby yang saya yakin memiliki konsistensi bisnis. Pemiliknya bukan hanya punya uang namun juga harus memiliki spirit yang sama," jelas Debbie.

Jenis perawatan
Jangan membayangkan spa dengan mandi bunga. Namun, jika Anda mencari kebugaran dan relaksasi dari pijatan, Cozy menawarkannya. Suasana hening dan nyaman menjadi karakter lainnya. Anda perlu menjaga sikap, dengan meninggalkan semua kesibukan, termasuk komunikasi dengan ponsel. Agar tak bosan, Anda akan disuguhkan pilihan musik sesuai selera. Musik jazz atau keroncong, semua ada.

Dari beragam pilihan perawatan, kebanyakan perempuan yang datang di Cozy Bali, mencari perawatan lulur, facial, manicure-padicure, body massage dan scalp sensation. Sedangkan para lelakinya pecinta foot reflexology.
Namun, perawatan apa yang Anda inginkan kembali kepada kebutuhan saat Anda datang. Jika melihat brosurnya mungkin agak bingung karena banyak sekali pilihan. Perawatan untuk perokok berat juga ada dengan menghirup oksigen murni selama 20 menit, berbarengan dengan shiatsu head massage plus foot massage misalnya.

"Sebaiknya setiap kali datang ke Cozy, berani mencoba setiap perawatan, agar bisa merasakan sendiri perbedaannya. Perawatan menyesuaikan kebutuhan tubuh saat tamu datang," kata Debbie, menyebutkan perawatan Cozy Bali dibanderol mulai Rp 50.000 untuk Cozy Breath Free Oxygen hingga Rp 180.000 untuk facial. Kedua perawatan ini hanya ada di Bali.

Perawatan paling tenar, foot reflexology selama 1,5 jam dihargai Rp 90.000 saja. Anda juga bisa memilih perawatan berdasarkan lama waktunya. Dibandingkan dengan cabangnya di Jakarta, Cozy Bali lebih murah Rp 10.000 saja. Soal kualitas, Debbie menjamin, cabang Cozy di manapun memberikan pelayanan yang sama.

"Mungkin suasana saja yang membuat terkesan berbeda. Suasana Bali berbeda dengan Jakarta, misalnya," canda Debbie,

Namun ada persamaan dari kedua kota ini, Cozy lovers Bali dan Jakarta dapat mengenali tubuhnya, yang meminta segera datang ke Cozy untuk alasan kebugaran dan kesegaran. Menjadi cantik dan tampan adalah nilai plus dari relaksasi di Cozy.

Cozy Bali:

Jl. Sunset Road A/3 Kuta
Tlp: 0361-7472762 / 7472763
hotline: 08123908582
email: cozytimes26@yahoo.com
Cozy Jakarta:
Jl. Gandaria I/69.C Jakarta Selatan
Tlp: 021-7252853/ 72799984

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/2718-sukses-dengan-perhatikan-pasar-lokal.html

Tuesday, December 8, 2009

Ciptakan Jiwa Entrepreneur, Sekarang!


Oleh : Nurul Firdausi - Dosen STIE Pertiba Pangkalpinang Alumni TOT Entrepreneurship DIKTI dan UCEC Batch-16
Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti Training of Trainers Pendidikan Entrepreneurship bagi dosen perguruan tinggi se-Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) berkerjasama dengan Univesitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) Surabaya tersebut, mengharapkan adanya peran lebih perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusannya. Bukan saja dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tapi diharapkan akan menjadi entrepreneur baru, yang mampu menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja.
 
Disini dosen diharapkan mampu menjadi problem solving atas masalah lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Perlunya metode pengajaran baru, bukan sekedar memperkenalkan entrepreneur kepada mahasiswa yang didiknya, tetapi menggugah sisi entrepreneur agar mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi akan memiliki kreatifitas, inovasi, dan semangat pantang menyerah.
 
 
DR (HC) Ir. Ciputra dalam bukunya Ciputra Quantum Leap memaparkan setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia menghasilkan lebih dari 300.000 lulusan, namun daya serap lapangan kerja untuk mereka terlalu sedikit, sehingga pada bulan Februari 2007 terdapat lebih dari 740.000 lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Hal ini sangat mencemaskan karena angka ini cenderung naik pesat dari waktu ke waktu.
 
Dalam waktu enam bulan, dari Agustus 2006 hingga Februari 2007, penganggur terdidik naik sebesar 66.578 orang (9,88 persen), artinya dalam setahun bisa mencapai 20 persen. Lebih menyedihkan lagi bila kita mengikutkan kelompok penganggur terdidik yang setengah menganggur. Pada bulan Februari 2007 sudah terdapat 1,4 juta, atau naik sekitar 26 persen dibandingkan Februari 2006. dan pada akhir tahun 2009 diperkirakan akan ada 1.100.000 orang penganggur terdidik di Indonesia. Akankah masalah berat ini terus tumbuh?.
 

Akar Permasalahan

Semakin membengkaknya lulusan perguruan tinggi yang menganggur semakin menunjukkan bahwa ketersediaan lapangan kerja yang sangat terbatas. Namun hal tersebut bukanlah hal utama yang menjadi penyebab tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi.
 
Ada beberapa akar permasalahan lain yang menjadi penyebab lulusan perguruan tinggi menganggur.
Pertama,Lapangan Kerja yang terbatas.
 
Menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan, bahkan setiap Pemilu, Pilpres, dan Pilkada, lapangan pekerjaan menjadi prioritas utama dari para calon yang bersaing. Namun tidak satu pun sampai dengan saat ini mampu memberikan solusi, bahkan semakin memperparah keadaan. Karena setiap mendekati pemilu, pilpres dan pilkada investor takut, menjadi korban kegiatan politik tersebut.
 
Kedua, Mindset yang masih menganggap bahwa setelah lulus mencari kerja. Setiap lulusan perguruan tinggi memiliki ekspektasi berkerja di tempat yang bagus, lalu mendapatkan gaji yang besar. Mulailah mereka mengirim surat lamaran ke banyak tempat, dengan harapan langsung berkerja.
 
Tapi realitas yang dihadapi tidak demikian. Karena itu mindset setiap lulusan, orangtua, dan masyarakat mulai saat ini perlu dirubah, bahwa lulusan perguruan tinggi ke depan yang berhasil adalah mereka yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, bukan mencari kerja.
 
Ketiga, Kompetisi yang sangat tinggi, ikut menyebabkan semakin sempitnya lulusan perguruan tinggi untuk dapat bersaing. Setiap tahun ratusan ribu lulusan dihasilkan dari perguruan tinggi dengan latar belakang jurusan ilmu yang berbeda. Persaingan ini sudah barang tentu akan mengakibatkan porsi lapangan kerja yang tersedia dengan lulusan yang ada tidak seimbang.
 
Hal ini tidak saja terjadi di beberapa daerah tertentu saja, dalam dua atau tiga tahun kedepan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini akan terjadi ledakan lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Sedangkan sektor formal yang tersedia tidak akan dapat memenuhi hasrat kebutuhan lulusan yang lulus beberapa tahun ke depannnya.
 
Keempat, Kurikulum yang belum banyak memperkenalkan sisi entrepreneur. Karena entrepreneur sendiri masih dianggap bukan tujuan utama dari dunia pendidikan kita. Kesiapan memasuki dunia kerja lebih di kedepankan. Akibatnya tidak ada link and match antara dunia pendidikan dan dunia entrepreneur yang paling banyak kesempatannya.
 
Kelima, Tenaga Pengajar dalam hal ini dosen atau guru, masih memberikan pola pengajaran problem based learning yang belum menyentuh sisi entrepreneur.
 
Sudah saatnya para dosen dan guru untuk mengarahkan kreatifitas dan mendedikasikan kepada mahasiswa bahwa entrepreneur yang terdidik akan memberikan manfaat yang sangat besar. Bukan sekedar mengajar, tapi sudah merambah menciptakan kesempatan kerja baru bagi lulusannya ke depan.
 
Peran dosen dan guru adalah sebagai inspirator, motivator, dan fasilitator untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kotribusi besar bagi dirinya sendiri dan orang lain. Oleh karena itu dalam setiap diri dosen dan guru harus dibekali metodologi pembelajaran project based system, untuk membina entrepreneur bagi mahasiswa.
 
Keenam, Skill yang berbeda dengan kebutuhan dunia kerja. Sekarang ini lapangan kerja yang tersedia menginginkan setiap pekerja-nya memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tapi, tidak banyak seseorang lulusan memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan.
 
Nah, hal ini akan menjadi tantangan yang sangat besar, karena pada akhirnya semuanya membutuhkan kreativitas, dan inovasi, dan ini sangat berguna dalam menciptakan entrepreneur muda dengan gagasan baru yang unik bagi kemapanan Bangsa Indonesia.
 

Arah dan Peran Pendidikan

Perlu pergeseran paradigma, demikian yang perlu kita lakukan. Pola pikir bahwa setelah lulus mencari kerja sangat penting untuk diubah. Pola pengajaran kepada mahasiswa pun secara revolusioner harus diubah, kurikulum dan perangkat pengajaran yang sudah tidak relevan sudah saatnya dirombak. Karena dengan demikian perguruan tinggi akan mampu mendidik entrepreneur baru.
 
Menciptakan kreatifitas, inovasi, dan menggugah kesadaran entrepreneur sangat penting dilakukan oleh para dosen/tenaga pendidik. Karena peran dosen adalah inspirator, fasilitator dan motivator bagi mahasiswanya. Peran ini sangat mulia untuk mengatasi permasalahan lapangan kerja yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia.
 
Sekarang atau tidak sama sekali, mari kita mendidik entrepreneur-entrepreneur baru yang terdidik, memiliki pandangan yang kreatif dan inovatif, semangat pantang menyerah.
 
Dalam hal ini dosen dan guru sudah saat merubah orientasi lulusan bukan lagi mereka diarahkan mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru. Dengan semangat Anak Muda Lain Mencari Kerja, Kami Anak Muda Yang Menciptakan Lapangan Kerja, kita ciptakan lulusan yang berjiwa entrepreneurship.
 
Sumber : Bangka Pos

Sumber:
http://ciputra.org/node/1055/ciptakan-jiwa-entrepreneur-sekarang.htm