Showing posts with label usaha rintisan. Show all posts
Showing posts with label usaha rintisan. Show all posts

Tuesday, May 15, 2012

13 Fakta tentang Usaha Rintisan Teknologi Tinggi


Views :1263 Times PDF Cetak E-mail
Menurut John L. Nesheim, ada sejumlah realita yang berhubungan dengan dunia usaha rintisan teknologi tinggi (hi-tech startups). Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Peluang untuk berkembang menjadi sebuah perusahaan yang sukses dan go public  ialah 6 di antara satu juta.
2. Hanya kurang dari 20% usaha rintisan yang telah dikucuri dana bisa melakukan aksi go public.
3. Para CEO yang juga sering merangkap pendiri usaha rintisan hanya menggenggam andil kurang dari 4 persen dalam perusahaan yang mereka dirikan setelah penawaran awal ke publik (IPO). Periode ledakan atau boom seperti saat tahun-tahun pertama kemunculan Internet sering mendorong nilai ini menjadi 10% dan bahkan lebih tinggi lagi.
4. Para pendiri sekaligus CEO bisa mengharapkan saham mereka menjadi senilai 6,5 juta dollar AS jika perusahaan berhasil go public. Periode ledakan seperti awal kemunculan Internet menghasilkan banyak miliuner.
5. Pemodal ventura atau venture capitalist yang ternama mengharapkan untuk mendapatkan sekitar 7 juta juta dollar AS (di samping upah tunai) selama 5 tahun untuk setiap kucuran 50 juta dollar modal yang mereka berikan dalam pengelolaan perusahaan.
6. Business plan biasanya tidak sesuai harapan dan tidak diterima dengan baik oleh pemodal ventura.
7. “Kemudahan yang kurang adil” dan keuntungan kompetitif yang berkesinambungan” tidak bisa ditemukan dalam sebagian besar business plan tetapi dianggap penting oleh para investor jika usaha rintisan itu harus memiliki peluang berhasil yang bisa diterima. Business plan yang tidak menyertakan kemudahan tersebut sangat jarang bisa menerima pendanaan ventura dari pemodal ventura yang sukses dan berpengalaman.
8. Rata-rata seorang pemodal ventura mendanai hanya 6 dari setiap 1.000 business plan yang ia terima.
9. Investor ventura memiliki 70% saham usaha rintisan saat usaha itu melangkah go public: 70% perusahaan perangkat keras, 60% perusahaan piranti lunak, dan 50% perusahaan Internet.
10. Biaya pribadi mendirikan usaha rintisan sangatlah tinggi, mempengaruhi keluarga dan teman serta individu di sekeliling entrepreneur yang bersangkutan. Rasa takut dan lelah yang amat sangat lazim dijumpai. Namun, banyak CEO mampu menyeimbangkan semua pengorbanan tersebut dengan mendapatkan kepuasan pribadi dan profesional serta imbalan keuangan potensial yang bisa jadi lebih menggiurkan jika dibandingkan dengan bekerja untuk satu perusahaan besar.
11. Kebangkrutan terjadi sekitar 60% pada usaha-usaha rintisan berteknologi tinggi yang mendapatkan permodalan ventura.
12. Pelaksanaan merger atau likuidasi terjadi 30% dari usaha rintisan.
13. Saham wakil pimpinan bernilai setara dengan 2,5 juta dollar  atau sepertiga nilai CEO saat IPO. Periode ledakan bisa menambah kekayaan hingga 10 kali lipat.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/9726-13-fakta-tentang-usaha-rintisan-teknologi-tinggi-.html

Wednesday, February 8, 2012

Pemilik Usaha Rintisan Pun Bisa Bersenang-senang

Views :271 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 07 Februari 2012 17:28
startup_professionalsMembangun sebuah usaha rintisan bukan untuk para pemalas. Anda harus rela bekerja banting tulang dengan ‘upah’ yang rendah dan bahkan tak pasti. Risikonya begitu tinggi dan Anda harus memikul tanggung jawab yang besar. Walaupun demikian, banyak entrepreneur yang merasa menjadi orang paling bahagia di dunia ini.

Di sisi lain, kita tahu banyak orang yang kurang gembira yang selalu menghabiskan waktu untuk berpesta pora, tanpa komitmen mengikat apapun dalam hidupnya, dan memikul tanggung jawab seperlunya. Mungkin ini bukanlah satu jenis kehidupan yang membuat orang terinspirasi.

Menurut Brian Tracy, dalam bukunya “The Power of Self-Discipline” , kebahagiaan bahkan bukanlah suatu tujuan yang bisa kita capai dan raih di akhir sebuah perjalanan. Kebahagiaan lebih merupakan sebuah hasil sampingan yang datang saat Anda terlibat dalam setiap aktivitas yang Anda cintai dengan dikelilingi orang-orang yang menyukai dan menghormati Anda. Ia mendefinisikan 5 komponen utama kebahagiaan yang setiap entrepreneur dan setiap orang yang memiliki potensi harus mengevaluasi menurut situasi mereka masing-masing:
  1. Hubungan yang bahagia. Sebanyak 85% dari kebahagiaan (atau ketidakbahagiaan) Anda berasal dari hubungan Anda dengan orang lain. Bagi entrepreneur tetapi itu juga masih akan melibatkan pasangan, anak-anak dan teman-teman.
  2. Pekerjaan yang bermakna. Anda harus melakukan hal-hal yang Anda sukai dan memberikan Anda sebuah kepuasan dan kontribusi positif untuk masyarakat luas. Penelitian menunjukkan bahwa ada 3 faktor bisnis yang paling memotivasi , yakni pekerjaan yang menantang, peluang untuk tumbuh, dan rekan kerja yang menyenangkan.
  3. Kemandirian keuangan. Orang paling bahagia ialah orang yang sudah mencapai titik di mana mereka tak lagi cemas dengan uang. Bukan berarti mereka hanya punya sedikit uang tetapi mereka memiliki cukup uang sehingga mereka tak takut harus terlunta-lunta di jalanan atau menggantungkan hidupnya pada orang lain.
  4. Kesehatan dan energi. Saat Anda menikmati badan yang sehat dan energi yang tak ada habisnya dalam diri Anda, Anda bisa terus merasakan kebahagiaan. Bagi banyak orang, kesehatan hanyalah sebuah kebutuhan yang diperlukan saat ia hilang. Mereka cenderung menganggapnya penting saat sudah kehilangan kesehatan.
  5. Aktualisasi diri. Inilah unsur terbesar, pemikiran bahwa Anda bisa menjadi siapapun yang Anda mau jika tekad ada dalam diri Anda. Sebelum hal ini terjadi, Anda harus pertama kali merasa bahwa semua kebutuhan sudah terpenuhi dan Anda sudah memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/15008-pemilik-usaha-rintisan-pun-bisa-bersenang-senang.html