Showing posts with label transparansi. Show all posts
Showing posts with label transparansi. Show all posts

Saturday, October 8, 2011

Keuntungan Transparansi dalam Bisnis

Views :150 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 07 Oktober 2011 09:55
transparansi1011Transparansi adalah penting dalam bisnis, tidak hanya pada saat krisis, namun selama berlangsungnya bisnis Anda. Dengan membangun pola komunikasi terbuka, Anda dapat meningkatkan ikatan dengan pelanggan Anda dan karyawan dengan menciptakan hubungan profesional abadi. Transparansi akan membantu terciptanya hubungan interpersonaldan membangun perusahaan yang kuat.

Dengan transparansi, perusahaan Anda akan memperoleh banyak keuntungan. Berikut ini beberapa keuntungan jika Anda menerapkan transparansi dalam bisnis Anda.

Membangun kepercayaan

Ketika perusahaan Anda terbuka, hal tersebut akan dapat membantu membangun kepercayaan dengan klien dan karyawan. Dengan membiarkan pelanggan Anda untuk melihat apa yang terjadi di balik layar, apakah itu dengan struktur harga atau hal-hal yang terjadi antara pemesanan dan pengiriman, Andamembiarkan mereka tahu bahwa Anda tidak menyembunyikan apa-apa. Sebuah pola transparansi dari waktu ke waktu dapat membuat hubungan bisnis tahan lama.

Meningkatkan pelayanan konsumen

Transparansi dapat meningkatkan proses pelayanan pelanggan Anda, membuat klien merasa dihargai dan dipercaya. Dengan memberikan pelanggan informasi yang Anda miliki, baik atau buruk, Anda dapat menjaga kepercayaan mereka. Dengan penerbitan informasi tentang realitas situasi perusahaan Anda, Anda juga dapat mengurangi jumlah panggilan, menghemat waktu layanan konsumen.

Mengontrol reputasi

Di zaman di mana informasi yang buruk menyebar dengan cepat, transparansi dapat membantu Anda mengontrol reputasi tentang perusahaan Anda. Bukannya berspekulasi tentang apa yang terjadi di balik layar, pelanggan akan mendapat informasi langsung dari Anda. Meskipun Anda tidak bisa mengontrol semua pemberitaan media tentang perusahaan Anda, membangun reputasi transparansi dapat memperkuat basis pelanggan Anda.

Hubungan karyawan

Transparansi dalam bisnis juga dapat membantu membangun kepercayaan karyawan Anda. Mereka menjadi terbuka mengenai proses internal perusahaan Anda. Selain itu dapat mengajarkan karyawan apa yang diharapkan dan membantu menghindari kebencian. Membiarkan karyawan melihat apa yang terjadi pada dapat membantu mereka merasa dihargai dan merasa menjadi bagian dari keluarga perusahaan Anda.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/11751-keuntungan-transparansi-dalam-bisnis.html

Sunday, August 21, 2011

Mengembangkan Transparansi dalam Perusahaan

Hits : 1118 PDF Cetak E-mail
Sabtu, 20 Agustus 2011 09:09
Untuk dapat berfungsi sebagai sebuah kelompok sosial, kami sering menghindari komunikasi langsung yang bisa menimbulkan konflik. Terdapat kecenderungan untuk mencapai konsensus sosial: mengabaikan atau mengacuhkan fakta-fakta sulit dan muncul dengan versi kenyataan yang tidak terlalu menantang untuk anggota kelompok.

keterbukaan0811Perusahaan tidak bisa membiarkan saja kecenderungan manusiawi ini menyamarkan kebutuhan akan tindakan radikal terhadap masalah-masalah yang penting. Para kolega harus didorong untuk bersikap terus terang, jujur dan ‘apa adanya’.

Pemimpin perusahaan yang mengembangkan ide keterbukaan dalam hubungan bisnis lebih dari siapapun juga ialah Jack Welch, pimpinan dan CEO General Electric dari tahun 1981 hingga 2001. Keterbukaan, tandas Welch, berkenaan dengan pertanyaan yang sukar. Daripada membicarakan tentang sulitnya lingkungan usaha dan mengucapkan selamat satu sama lainnya karena telah berhasil melewati saat-saat sulit dengan baik.

“Kini bayangkan sebuah lingkungan yang di mana Anda bertanggung jawab atas keterbukaannya. Anda akan menanyakan pertanyaan-pertanyan seperti: Adakah produk atau layanan baru dalam perusahaan Anda yang belum pernah terpikirkan oleh kami? Bisakah kita memulai bisnis secara lebih cepat dengan melakukan akuisisi? Bisnis ini menggunakan begitu banyak sumber daya. Mengapa kita tidak meninggalkannya saja?”

Welch yakin bahwa keterbukaan membawa lebih banyak orang terlibat dalam dialog yang akan menciptakan sebuah lingkungan yang kaya akan ide. Ini juga akan mempercepat jalannya berbagai hal:” Saat ide-ide disodorkan ke tiap orang, mereka bisa berdebat tentangnya secara cepat, mengembangkannya dan meningkatkannya serta bertindak atas ide tersebut.”

Meskipun banyak perusahaan menerima cara penyodoran gagasan ini dalam pelaksanaan bisnis, beberapa budaya nasional (dan banyak orang dalam budaya apapun) bersifat menahan pendekatan tersebut dan pemimpin harus mengingat hal ini.

Jun Tang, Presiden Microsoft China, menekankan kenyataan bahwa manajer bisa menyakiti hati dengan berbicara terlalu terus terang dan menimbulkan ketersinggungan. “Seseorang bisa menyakiti perasaan orang lain selamanya. Budaya Amerika sangat terus terang. Namun orang (China) lebih peka. Kepekaan ialah bagian dari budaya mereka yang berusia 5000 tahun."

Masalahnya tidak hanya tentang para manajer yang menyakiti hati anggota timnya. Para karyawan yang menunjukkan adanya masalah kepada seorang manajer bisa dianggap sebagai suatu usaha untuk menyiratkan sebuah kritik terhadap manajer. Ia berusaha menunjukkan pada manajer yang bersangkutan bahwa ia dalam tahapan tertentu bertanggung jawab atas masalah itu.

Perusahaan-perusahaan tidak bisa berfungsi dengan baik dengan mengandalkan tata cara sosial yang berlaku di kehidupan masa kini. Masalah harus diselesaikan dengan penuh keterbukaan dan kejujuran. Diskusi yang jujur dan terbuka tentang masalah bisnis harus membahas tentang inti permasalahan, menampilkan pilihan-pilihan yang tidak mengada-ada tetapi realistis dan mempercepat tanggapan perusahaan terhadap masalah.

Keterbukaan juga membuka debat yang bermanfaat dengan membuka dialog nyata tentang masalah yang muncul. Di dalam beberapa budaya dan bagi sebagian orang di semua budaya, terdapat resistensi terhadap prilaku yang terbuka ini, yang mengimplikasikan kritik dan pelimpahan kesalahan. Ajakan kepada kolega untuk berperilaku dengan “keterbukaan” yang nyata harus diberikan secara seksama diiringi dengan keyakinan bahwa pembicaraan yang terus terang tidak akan diberikan hukuman atau disalahartikan. Perbedaan budaya juga harus turut diperhitungkan. (*/Akhlis)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/10357-mengembangkan-transparansi-dalam-perusahaan.html