Showing posts with label suksesi. Show all posts
Showing posts with label suksesi. Show all posts

Tuesday, November 27, 2012

Kiat Sukses Lanjutkan Usaha Keluarga


Penulis : Christina Andhika Setyanti | Jumat, 23 November 2012 | 17:32 WIB

Melanjutkan usaha keluarga juga ada caranya agar bisa lebih sukses dan awet.
KOMPAS.com - Setelah susah-payah membangun usaha bertahun-tahun dan akhirnya sukses, biasanya orangtua berharap anak-anaknya bisa menjadi penerus usaha. Sayangnya, tidak semua anak mau melakukannya karena punya hasrat  tinggi untuk mengejar karier impiannya masing-masing. Selain itu, banyak suara sumbang yang mengatakan bahwa meneruskan usaha keluarga tidak ada tantangannya dan tinggal terima enaknya.
"Setiap pilihan pekerjaan pasti ada risiko dan tantangannya masing-masing. Ketika melanjutkan usaha keluarga, Anda tetap harus punya ide baru untuk membangun perusahaan, sama seperti saat harus membangun usaha dari awal," ungkap praktisi bisnis Rhenald Kasali, beberapa waktu lalu di Jakarta. Ketika memutuskan untuk mengalihkan usaha, ada dua hal yang harus diperhatikan agar tetap sukses.
1. Pemberi warisan
Ketika memutuskan untuk menyerahkan usaha pada anak, pastikan anak memang benar-benar ingin melanjutkan usaha Anda. Sebaiknya jangan pernah memaksa anak untuk melanjutkan usaha ketika mereka tidak menginginkannya karena bisa berakibat buruk pada perkembangan usaha.
"Orang tua harus bisa membedakan antara kecakapan nilai dengan bakat. Sekalipun secara teori nilai mereka bagus dan dianggap mampu menjalankan perekonomian perusahaan, namun ketika minat dan bakat mereka bukan dalam hal itu maka keduanya tidak saling melengkapi, dan percuma," jelasnya.
Syarat kedua, pastikan Anda sudah benar-benar yakin bahwa anak mampu untuk meneruskan usaha Anda. Jangan bersikap setengah-setengah karena ini akan membuat anak tertekan dalam menjalankan usaha. "Seringkali orangtua masih belum percaya sepenuhnya pada anak sehingga mereka masih dominan dan cenderung mendikte anaknya. Sebaiknya beri kepercayaan pada mereka," saran Rhenald.
Sebaliknya, orangtua harus bersikap sebagai seorang mentor yang andal, yang mampu meng-coaching anak dengan memberikan berbagai pertanyaan yang membangun, dan bukan mendikte agar melakukan hal-hal sesuai perintahnya. Proses coaching ini akan membantu generasi penerus Anda untuk bisa berpikir lebih baik, sehingga mengasah kemampuan dan kreativitasnya untuk mengambil keputusan.
2. PewarisMenjadi seorang pewaris usaha bukan berarti Anda bisa ongkang-ongkang kaki dan menikmati hasil usaha orangtua seenaknya. Pengusaha muda Billy Boen mengungkapkan, sebagai penerus usaha seharusnya Anda memiliki berbagai pemikiran baru yang mendukung perkembangan usaha yang lebih baik.
"Sama seperti saat merintis usaha dari awal, seorang pewaris usaha juga harus peka dengan keadaan sekitarnya. Anda harus jeli melihat peluang yang ada, dan berperan memberi nilai tambah pada produk atau jasa perusahaan Anda," katanya.
Senada dengan Billy, Rhenald juga setuju bahwa setiap generasi penerus usaha pasti akan memberi sebuah gaya perubahan dalam perusahaan sesuai dengan zamannya. "Jika di jaman orangtua Anda dulu teknologi informasi belum dikenal, maka sebagai penerus Anda bisa membuat perubahan dengan menambah produk yang dijual secara online dan lainnya. Gerakan kecil ini merupakan sebuah kemajuan usaha," kata Rhenald.
Selain itu, punya sikap yang jujur, percaya diri, dan terbuka juga harus Anda miliki. Keterbukaan pada orang tua yang mewariskan usaha pada Anda akan membantu menyelesaikan masalah yang mungkin saja sulit diselesaikan sendiri.
Editor :
Dini
 
http://female.kompas.com/read/2012/11/23/17325020/Kiat.Sukses.Lanjutkan.Usaha.Keluarga

Friday, July 29, 2011

Merencanakan Suksesi dalam Bisnis


Hits : 1342 PDF Cetak E-mail
Kamis, 28 Juli 2011 06:45
Keputusan mengangkat penerus Anda wajarnya akan dilakukan oleh orang lain. Posisi ini bisa diberikan pada seseorang yang berasal dari dalam atau luar perusahaan. Sebuah keinginan yang kurang sehat bagi seorang pemimpin untuk mencoba memastikan bahwa kebijakan mereka akan diteruskan oleh seorang pemimpin yang berpikiran serupa dengannya karena perubahan itu perlu dan tidak terhindarkan.

suksesi_bisnisHal terbaik yang bisa dilakukan pemimpin ialah memasukkan sebanyak mungkin orang-orang berbakat ke dalam perusahaan. Orang-orang berbakat itu dipastikan memiliki kemampuan untuk memimpin sebuah organisasi suatu saat kelak.

John Birt, Direktur Jenderal BBC periode 1992-2000, mencoba dengan keras untuk memastikan bahwa strategi perusahaannya akan berlanjut setelah masa jabatannya selesai dan bahwa penggantinya kelak adalah seseorang dari dalam lingkaran BBC yang akan melanjutkan implementasi kebijakan manajemennya. Ia mempersiapkan rencana 20 tahun untuk BBC dan bersikeras melakukan serah terima selama 5 bulan. Penggantinya yang dipilih oleh Pimpinan dan Dewan Gubernur BBC ialah Greg Dyke, seorang kandidat dari luar BBC yang memiliki gaya kepemimpinan yang sama sekali berbeda.

Menurut pengalaman Dyke, satu-satunya hal yang dapat dipastikan saat berhubungan dengan rencana jangka panjang ialah bahwa mereka akan terbukti salah karena ada terlalu banyak variabel untuk membuatnya benar. Kegagalan rencana strategis tidak dilimpahkan pada seseorag. Hanya saja masalahnya ialah dunia berubah begitu cepat atau dengan arah yang berbeda dari yang telah diprediksi oleh para pakar strategi. John Birt menghendaki penerusnya adalah seseorang yang tidak akan menghentikan apa yang telah ia lakukan selama itu dan akan melaksanakan bagian pertama dari rencana 20 tahunnya. Birt menghendaki seseorang dari dalam BBC yang akan membawa semangat ala Birt. Ia tentu tidak mendambakan seseorang seperti Dyke untuk masuk ke dalam BBC, yang mungkin saja belum pernah satu kali pun membaca rencananya.

Rebekah Wade, Eksekutif Utama Rupert Murdoch News International Ltd. dari Inggris sebelumnya bekerja sebagai seorang editor di perusahaan media koran "Sun". "Saya selalu mempekerjakan orang yang sangat menginginkan pekerjaan saya. Tak hanya karena semata-mata pekerjaan itu menyenangkan tetapi juga dengan sebuah keyakinan teguh untuk bisa lebih baik dari saya. Memang saya tidak akan merasa tenang tetapi dengan menunjuk orang-orang yang sangat pandai yang menantang Anda setiap waktu, karier Anda akan cemerlang."

Para pemimpin hanya dapat mengadopsi strategi dan kebijakan yang tampak benar bagi mereka selama menjabat sebagai pemimpin. Merupakan sebuah kesalahan untuk berharap bahwa kebijakan-kebijakan Anda akan terus berlanjut setelah Anda tidak lagi di sana. Adalah sebuah kesalahan juga untuk berharap bahwa penerus Anda haruslah seseorang yang mirip dengan Anda. Tidak peduli seberapa berhasilnya Anda, setiap pemimpin memiliki sebuah gaya kepemimpinan yang khas dan perusahaan mendapat manfaat dari perubahan. Para pemimpin harus merekrut para koleganya dari kaliber tertinggi sehingga perusahaan memiliki pilihan kandidat internal yang bagus untuk dipilih kelak. Orang-orang dengan kaliber setinggi ini akan menjadi kolega yang menantang pula. Namun mereka akan membantu Anda untuk mengarahkan perusahaan menuju keberhasilan yang lebih besar.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/10056-merencanakan-suksesi-dalam-usaha.html