Showing posts with label siomay. Show all posts
Showing posts with label siomay. Show all posts

Friday, October 19, 2012

Peluang sedap bisnis Siomay Mang Uci

TAWARAN KEMITRAAN

Peluang sedap bisnis Siomay Mang Uci

Siapa tak kenal siomay? Makanan yang disajikan dengan siraman bumbu kacang ini di lidah orang Indonesia. Salah satu pemain bisnis ini adalah Pandu Budi Permana yang mengusung brand Siomay Mang Uci di Surabaya, Jawa Timur.
Berdiri tahun 2007, usaha ini mulai menawarkan kemitraan awal tahun 2012. Siomay Mang Uci kini memiliki delapan gerai. "Tiga diantaranya milik mitra," kata Pandu.
Selain siomay, ia juga menyediakan batagor. Harga jual siomay dan batagornya mulai Rp 6.000 - Rp 8.000 per porsi. "Bumbu kami beda dengan siomay Bandung. Ada rempah tambahan," tutur Pandu.
Untuk menjadi mitra, ada tiga paket investasi. Pertama, paket Rp 2,9 juta. Mitra mendapat perlengkapan berjualan, spanduk, dan modul pelatihan, belum termasuk booth. Paket ini disediakan khusus bagi mitra yang telah memiliki tempat usaha.
Kedua, paket Rp 6,9 juta.  Paket ini sudah termasuk booth. Terakhir, paket Rp 15,8 juta. Ini merupakan paket master franchise per wilayah kota. Mitra akan mendapat seluruh paket yang dimiliki paket Rp 6,9 juta ditambah kulkas dan hak eksklusif untuk mengelola wilayah kota. "Nanti mitra membeli bahan baku dari master franchise," tutur Pandu.
Mitra bisa balik modal sebelum satu tahun. Dengan asumsi, mitra bisa menjual 20 - 30 porsi per hari. Dari situ, omzet bulanan mitra sekitar Rp 3,5 juta dengan laba 50% . Kerjasama ini tidak memungut royalty fee. Namun, mitra wajib membeli bahan baku dan bumbu dari pusat.

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/peluang-sedap-bisnis-siomay-mang-uci

Monday, October 15, 2012

Bisnis siomay masih tetap hangat

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: SIOMAY

Bisnis siomay masih tetap hangat

Bisnis siomay masih tetap hangat
Siomay sudah menjadi kudapan yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Saat disajikan, siomay biasanya berteman tahu kukus, sayur kol gulung, telur rebus, kentang rebus, juga pare. Tak ketinggalan pula bumbu penyedap  saus kacang plus tetesan jeruk.
Makanan yang satu ini sudah merakyat sehingga penjualnya pun gampang dijumpai, mulai yang menjajakan keliling, hingga yang mangkal di gerai tertentu. Tak pelak, usaha siomay ini pun semakin bertebaran termasuk mereka yang kemitraan.
Meski makin padat pemain, bisnis ini sepertinya masih ada celah untuk tumbuh. Hal itu terungkap dari usaha kemitraan siomay yang pernah diulas KONTAN sebelumnya, yakni Siomay Menteng, Siomay Pink, dan Siomay Bandung (Kang Otong).
Umumnya bisnis mereka berkembang. Ukurannya terlihat dari jumlah mitra yang bertambah banyak.Nah, mari kita simak perkembangan usaha mereka.

Siomay Menteng 
Pada September 2010 lalu, KONTAN sudah mengulas tawaran kemitraan Siomay Menteng. Kala itu, Siomay yang dirintis Ferryano Prawirakusuma sejak tahun 2001 ini masih memiliki 57 gerai.
Setelah dua tahun berlalu, jumlah gerai Siomay Menteng tumbuh cukup signifikan. Saat ini jumlah mitra mereka mencapai 120 mitra. "Lima gerai diantaranya milik sendiri," ujar Oyon Suriana, pengelola Siomay Menteng. Mitra tersebut tersebar di sejumlah berbagai yakni Jabodetabek, Palembang, Solo dan Surabaya.
Siomay Menteng menawarkan keunggulan berupa rasa ikan tenggiri asli dan tanpa bahan pengawet. Saat ini harga jual Siomay Menteng di kisaran harga Rp 4.000 hingga Rp 7.000 per buah. Harga ini lebih tinggi dibandingkan dua tahun lalu yang dibanderol Rp 2.000 - Rp 2.500 per siomay.
Menurut Oyong, jumlah mitra Siomay Menteng ini bertambah karena mereka menjaga kualitas rasa produk mereka. Selain itu, tentu saja promosi yang gencar. Berbagai media digunakan oleh Oyong untuk terus mengembangkan bisnis Siomay Menteng. "Kami aktif berpromosi melalui Facebook juga," ujar Oyon.
Kini, tawaran paket investasi Siomay Menteng sudah berubah. Dulu, mereka menawarkan tiga paket kemitraan untuk jangka waktu lima tahun, yakni paket Rp 5 juta, Rp 6 juta dan paket Rp 7,5 juta. Namun sekarang, mereka tak membuka lagi paket dengan nilai investasi Rp 5 juta.
Setiap paket mendapat fasilitas gerobak dan tungku yang bisa memuat 300 buah siomay.  Untuk paket Rp 6 juta disediakan gerobak yang sudah dipasangi kanopi. Adapun paket Rp 7,5 juta mendapat fasilitas tambahan gerobak yang dilengkapi kompor dua tungku. Satu tungku untuk siomay dan tungku lain untuk penggorengan.
Untuk kemitraan dengan investasi Rp 6 juta,  mitra ditargetkan bisa menjual rata-rata 500 siomay per minggu atau 2.000 siomay per bulan. Sementara, paket dengan investasi Rp 7,5 juta, mitra bisa menjual rata-rata 3.000 siomay per minggu atau 12.000 siomay per bulan.
Siomay Menteng tidak menetapkan kriteria lokasi secara khusus. Yang penting, lokasi usaha di kawasan pemukiman penduduk atau bisa juga di pusat perbelanjaan kelas menengah yang  cukup strategis.

Siomay Pink
Nama Siomay Pink memang sempat menarik perhatian karena penjajanya menggunakan peralatan serba pink.  Usaha Siomay ini didirikan oleh Najib pada Februari 2011.
Saat KONTAN mengulas Siomay Pink pada November 2011, Najib sudah memiliki 10 gerai, delapan diantaranya dimiliki mitra. Saat ini, gerai mereka bertambah meski tak banyak menjadi 13 gerai, sembilan gerai diantaranya milik mitra. "Kami hanya menerima mitra yang serius menjalankan usaha," ujar Najib.
Paket investasi yang ditawarkan Najib, kini sudah berubah. Sebelumnya, Najib menawarkan dua paket kemitraan, yakni, paket seharga Rp 17 juta dan paket seharga Rp 125 juta. Nah, paket kedua ini sekarang harganya sudah naik menjadi Rp 150 juta. 
Untuk paket pertama, mitra akan mendapatkan sepeda, kompor, cat, dandang, tabung gas 12 kg, kaos seragam, aksesoris makan berupa piring, sendok dan perlengkapan promosi. Tapi, mitra harus menyediakan sendiri meja dan kursi untuk pengunjung.
Paket kedua merupakan paket mobil. Mitra akan mendapatkan satu unit mobil boks Suzuki Carry untuk gerai berjualan. Selain mobil berwarna pink, mitra juga akan mendapat meja, atap dan bangku sebanyak 10 unit. Termasuk, satu unit sepeda pink dan semua perlengkapan yang tersedia dalam paket pertama.
Selain dua paket itu, Najib juga menawarkan paket kemitraan baru, yakni paket motor roda tiga. Paket ini sudah mulai diluncurkan pada April 2012 dengan harga Rp 45 juta. Di paket ini, mitra akan mendapatkan satu unit motor roda tiga berwarna pink dan perlengkapan memasak.
Mulai Juli tahun ini, Najib juga membuka jenis kemitraan baru, yakni kemitraan pasif. Kemitraan ini dibuka karena banyak yang tertarik bisnis ini tapi kurang bisa aktif dalam membesarkan usaha. Nah, calon mitra yang berminat bisa memilih untuk menanamkan modal saja.
Penawaran sistem kemitraan pasif ini mulai dari nilai Rp 2 juta dan bisa lebih sesuai kelipatannya. Untuk investasi Rp 2 juta, misalnya, mitra nantinya akan ditransferkan uang harian sebesar Rp 30.000 per hari selama 90 hari.

Siomay Bandung (Asli Kang Otong)
Usaha Siomay Bandung (Asli Kang Otong) berdiri pada 2006 oleh Akhlis Mukhidin di Yogyakarta. Ketika KONTAN mengulas tawaran kemitraan dari Siomay Bandung pada 2011 lalu, Akhlis belum memiliki mitra bisnis sama sekali. Namun, saat ini ia sudah mempunyai 10 mitra dengan sistem kemitraan terbuka.
Jumlah mitranya akan bertambah pada November mendatang. Akhlis mengatakan, akan ada lima mitra baru yang membuka usaha di Klaten, Solo, Semarang, Yogyakarta, dan Magelang.
Awalnya, Akhlis menawarkan kemitraan dengan biaya investasi Rp 45 juta. Kini, biaya investasi yang mereka tawarkan naik menjadi sebesar Rp 75 juta. Dengan biaya sebesar itu, mitra akan mendapatkan peralatan memasak, displai makanan, alat promosi, serta biaya kerjasama selama lima tahun.
Mitra juga bakal memperoleh pelatihan karyawan dan bahan baku perdana senilai Rp 1 juta untuk 500 siomay. Yang harus mitra siapkan ialah ruangan seluas 48 meter persegi.
Akhlis menghitung, mitra bisa balik modal setelah 12 bulan atau selambat-lambatnya dalam tempo 18 bulan. Asumsinya, omzet kotor yang dihasilkan per harinya berkisar Rp 700.000 hingga Rp 800.000.
Omzet itu belum termasuk pengeluaran untuk gaji karyawan, sewa tempat, belanja bahan baku, dan royalti fee sebesar 3% dari omzet. Kini, Akhlis juga menawarkan paket kemitraan terbuka dengan biaya investasi Rp 5 juta.
Mitra akan mendapatkan paket bahan baku siomay, pelatihan produksi, penjualan siomay, sistem pemasaran, dan sistem keuangan. Namun, mitra tidak harus memakai merek atau nama Siomay Bandung.
Nantinya, ia akan tetap menawarkan pada mitra yang memilih kemitraan terbuka itu untuk mengubah merek dagangnya menjadi Siomay Bandung. “Kami sedang siapkan sistemnya seperti apa,” ujarnya.

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/bisnis-siomay-masih-tetap-hangat

Thursday, October 6, 2011

Akhlis Mukhidin, Potret Sukses Si Tukang Siomay

Akhlis Mukhidin, Potret Sukses Si Tukang Siomay Views :385 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 05 Oktober 2011 15:12
Siapa yang tak kenal dengan siomay? Kuliner tradisional yang sering disuguhkan dalam keadaan panas ini, terasa nikmat jika disantap saat cuaca lagi dingin atau kala musim hujan. Saat disajikan, siomay biasanya memiliki teman berupa tahu kukus, kol gulung, telur rebus, dan terkadang pare. Tak ketinggalan juga tetesan jeruk nipis serta kecap dan sambal saus. Memang wajar, siomay banyak penggemarnya. Sebab, siomay memiliki cita rasa yang gurih, bisa disajikan dengan cepat serta kandungan protein yang tinggi karena terbuat dari ikan, udang, ayam, dan sebagainya. Namun, yang menarik, meski jumlah pedagang siomay sudah ada di mana-mana, peluang usaha siomay masih terbuka lebar. Tengok saja tawaran kemitraan usaha yang terus menjamur dan makin menggurita. Salah satunya adalah bisnis siomay dengan brand Siomay Bandung Asli Kang Otong, yang dikembangkan oleh Akhlis Mukhidin.

siomay1011Saat pertama kali berbisnis, Akhlis telah mengenyam dan merasakan pahit getirnya berbisnis. Saat itu ia mencoba membuka usaha bersama teman-temannya dengan modal patungan. Tetapi usaha belum berjalan seperti yang diharapkan, modal yang terkumpul sudah dibawa kabur partner bisnisnya. Ia telah ditipu partnernya secara terang-terangan.

Tahun  2005, Akhlis mencoba berbisnis kembali. Kali ini ia membuka siomay. Bukan Siomay biasanya pastinya. Ia menciptakan kreatifitas baru dari produk makanan khas Priangan ini. Dengan modal pinjaman pamannya sebesar Rp2juta, ia membangun keberanian lagi untuk memulai bisnis. Ia membuka usaha warung siomay di sebuah garasi kecil ukuran 3x5 meter di daerah Karangasem, Condongcatur, sambil menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Musik, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Melihat potensi bisnis yang cukup baik, Akhlis pun mempatenkan prodaknya dengan brand Siomay Bandung Asli Kang Otong pada tahun 2007. Selain menciptakan brand baru, Akhlis juga mengubah gerainya menjadi lebih rapi, menjadi lebih modern dan higienis. Menu-menu baru juga ia ciptakan, misalnya dengan menyediakan menu siomay ikan tuna, siomay ikan hiu, siomay ikan cucut, siomay udang, dan lain-lain. Biasanya siomay yang banyak dijual hanyalah siomay ikan tenggiri.

Ia memberi nama warungnya Siomay Bandung Asli Kang Otong. Alasannya, karena dia berasal dari Jawa Barat. Otong adalah nama cukup familier di daerah Priangan. Kenapa masih dilengkapi dengan kata “asli”?. Atas pertanyaan itu, dikatakannya sekadar bahasa dagang, sekadar memberikan kesan lain dari lainnya, ketika kenyataan pedagang siomay jumlahnya tak terhitung.

Mimpinya bahwa Siomay Asli Bandung Kang Otong dapat mewarnai diseluruh pelosok nusantara sudah mulai terlihat. Sejak Januari 2008, lelaki asal Cirebon ini mampu membuka outlet Siomay  Asli Bandung Kang Otong lebih besar dan bagus, berada di Jl Raya Candi Gebang No215, Karang Asem, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Di sini Akhlis  tak hanya sekadar berjualan siomay, tetapi ia juga mengembangkan bisnis siomaynya dengan model business opportunity. Perubahan besar itu bermula ketika dirinya  memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan waralaba di Dinas Perindagkop DIY, sehingga mimpinya bisa terwujud dan pengetahuan serta semangat mengembangkan usahapun lebih terbentang.

Untuk dapat eksis dalam berbisnis, termasuk bisnis siomay yang digelutinya, Akhlis harus kreatif, mengawalinya dari keunikan dan beda dari siomay pada umumnya. Kreatifitas yang dilakukannya mengacu pada tiga hal. Pertama, terhadap produk. Jika siomay pada umumnya terbuat dari ikan tenggiri, ia justru membuat dari beraneka macam ikan, mulai dari ikan hiu, cucut, cumi, dan lain-lain. Kedua, kalau biasanya siomay disajikan di piring atau mangkok, ia kini menyajikannya panas-panas di hotplate. Dengan penyajian yang panas, Siomay Kang Otong terasa berbeda, dan naik kelas. Ketika menyantapnya, ada sensasi tersendiri bagi penikmatnya. Selain itu Siomay Bandung Asli Kang Otong sama sekali tidak mengandung penyedap rasa buatan, sehingga sangat alami dan aman bagi penikmat rasa sejati.

Sejak revolusi kreatifitas yang telah dikembangkannya, dari tahun 2008 hingga sekarang,  Siomay Bandung Asli Kang Otong telah berkembang menjadi 5 outlet. Semuanya ada di Yogyakarta. Saat ini sedang dipersiapkan untuk membuka cabang di Kota Solo, dan Semarang. Juga ekspansi ke Jakarta dalam waktu yang tidak lama. Kelayakan bisnis itulah yang membuat Akhlis lolos dalam seleksi Program Wirausaha Muda Mandiri yang diadakan oleh Bank Mandiri.

Untuk mencari mitra baru, Siomay Bandung Asli Kang Otong menawarkan investasi Rp 75 juta. Namun begitu, besaran investasi itu masih bisa berubah tergantung lokasi mitra. Dengan investasi Rp 75 juta, investor memperoleh peralatan memasak, displai makanan, alat promosi, serta biaya kerja sama selama lima tahun. Sang mitra juga mendapat pelatihan karyawan dan bahan baku perdana senilai Rp 1 juta, untuk 500 siomay. Dengan konsep bisnis yang dijalankannya, diprediksi mitra bisa balik modal setelah 12 bulan atau selambat-lambatnya dalam waktu 18 bulan. Asumsi itu dihasilkan jika omzet kotor setiap hari antara Rp 700.000 hingga Rp 800.000. Omzet belum termasuk pengeluaran untuk gaji karyawan, sewa tempat, belanja bahan baku, dan royalti fee sebesar 3% dari omzet.

Sebagai seorang enterepreneur, Akhlis tak pernah merasa puas akan pencapaian yang telah diperolehnya saat ini. Belajar banyak dari kegagalan, dan terus mencoba untuk mencari jalan keluar dari masalah adalah kunci baginya untuk terus memajukan bisnisnya. Inisiatif untuk terus menciptakan sesuatu yang inovatif, dan tetap semangat menjalankan bisnis adalah modal bagi Akhlis untuk terus bersaing didunia enterepreneurship. (*/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/kuliner/11722-akhlis-mukhidin-potret-sukses-si-tukang-siomay.html