Showing posts with label prinsip. Show all posts
Showing posts with label prinsip. Show all posts

Monday, September 17, 2012

Inilah Prinsip Dasar Investasi

Hits : 485 PDF Cetak E-mail
Senin, 17 September 2012 09:35
invest0512Tak ada yang dapat menyangkal krisis utang Yunani yang merembet ke Spanyol telah membawa dampak besar terhadap perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi China, negara penyerap terbesar komoditas global, turun menjadi hanya 7,6% pada kuartal II/2012.

Permintaan komoditas pun ikut merosot dan berimbas pada turunnya harga bahan baku. Mengingat dua pertiga ekspor Indonesia masih didominasi komoditas, penurunan harga tersebut berimplikasi pada turunnya nilai ekspor sehingga neraca perdagangan dan neraca berjalan kita mengalami defisit pada tahun ini. Pada saat yang sama, meningkatnya ketidakpastian global membuat investor memilih memegang mata uang kuat.

Nilai tukar rupiah pun anjlok signifikan dari Rp8.500 menjadi Rp9.500 per dolar AS dalam setahun terakhir. Di balik dua kabar negatif mengenai ekonomi di atas, untungnya masih ada berita positif mengenai pertumbuhan ekonomi kita yang masih 6,4% pada kuartal II/2012, inflasi year to date yang 2,5%, dan investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) yang melonjak tinggi.

Di tengah keterpurukan ekonomi global dan kemampuan bertahannya perekonomian Indonesia, investor mesti menyadari bahwa prinsip investasi dalam semua aset, baik riil maupun finansial adalah sama. Berikut tiga prinsip dasar investasi yang perlu Anda ketahui.

Membandingkan nilai dan harga

Pertama, investasi itu tidak lain adalah membandingkan nilai dan harga.Investor di mana pun ingin mencari aset yang nilainya jauh di atas harganya dan ingin menerapkan strategi buy low and sell high. Prinsip ini tidak lekang oleh waktu. Definisi sederhananya, harga adalah sesuatu yang kita bayar sedangkan nilai adalah sesuatu yang kita peroleh. Masalahnya, tidak seperti harga yang ada di depan kita, nilai aset itu unobservable.

Tidak ada formula pasti untuk menghitung nilai aset, kita hanya mampu mengestimasinya. Seseorang bersedia membeli tanah, rumah, ruko, atau usaha tertentu untuk investasi karena memandang nilainya melebihi harga yang dibayarkan. Di pasar keuangan, investor lihai yang membeli saham, ORI, sukuk ritel, dan obligasi, juga memegang prinsip yang sama. Demikian juga di pasar tenaga kerja.

Banyak orang bersedia membayar biaya besar untuk memperoleh pendidikan berkualitas karena menimbang nilai atau gaji yang akan diterimanya kelak. Dalam jangka pendek, harga dapat saja menyimpang jauh dari nilainya baik kemahalan karena pelaku pasar terlalu optimistis maupun kemurahan saat investor takut, panik, atau pesimistis berlebihan. Namun, dalam jangka panjang, saya percaya harga akan konvergen menuju nilainya.

Tidak hanya dalam investasi,perbandingan nilai dan harga juga diterapkan saat seseorang membeli barang dan jasa, saat perusahaan menentukan gaji karyawannya, dan saat karyawan memutuskan bertahan di perusahaan tempat bekerjanya.

Maksudnya adalah, ketika ingin bepergian dengan pesawat, makan di restoran mewah, menginap di hotel berbintang,membeli peralatan elektronik, dan memilih kendaraan pribadi, kita selalu membandingkan nilai dengan harga atau menghitung value for money-nya. Tidak ada perusahaan yang bersedia membayarkan gaji seseorang di atas nilai orang itu.

Di sisi lain, seorang karyawan yang merasa nilai dirinya tinggi juga tidak akan mau menerima pekerjaan dengan gaji yang jauh lebih rendah. Dia akan mencari perusahaan atau pekerjaan yang menggajinya sesuai dengan nilai dirinya.

Beli yang Anda pahami

Kedua, dalam berinvestasi, buy what you know and know what you buy. Mereka yang membeli produk keuangan fiktif yang menjanjikan return fantastis hingga menderita kerugian besar sangat mungkin gagal untuk menerapkan prinsip ini. If it sounds too good to be true, it is indeed too good to be true. Jika tidak memahami produk derivatif, Anda jangan tergoda bermain opsi dan macam-macam perdagangan indeks yang marak ditawarkan. Jika tidak suka zero-sum game yang adalah spekulasi mendekati judi, Anda jangan pernah mencoba forex trading.

Pertumbuhan return positif

Ketiga, prinsip terakhir dalam berinvestasi adalah carilah aset yang returnnya positif (necessary condition) dengan pertumbuhan return yang juga positif (sufficient condition). Return positif terjadi jika turunan pertama fungsi harga adalah positif yaitu jika harga aset naik dari tahun ke tahun. Pertumbuhan return positif akan ada jika turunan kedua bernilai positif.Tidak sulit mencari alternatif investasi yang mampu memberikan return positif. Sebagian besar properti atau saham memenuhi kriteria ini, tetapi tidak banyak properti dan saham yang mampu memberikan pertumbuhan return positif.

Misalkan sebuah properti mempunyai fungsi harga dalam beberapa tahun ke depan sebagai berikut Rp200 juta, Rp220 juta, Rp240juta, Rp 260 juta. Return properti itu adalah positif yaitu Rp20 juta per tahun tetapi pertumbuhan return adalah nol. properti ini memenuhi necessary condition, tetapi tidak memenuhi sufficient condition karena pertumbuhan return-nya nol secara nominal. Secara relatif (persentase), turunan keduanya bahkan negatif.

Secara relatif, fungsi return-nya adalah 10% (20/200), 9,09% (20/220),dan 8,33% (200/240) sehingga pertumbuhan return adalah negatif. Karena itu, properti tersebut kurang menarik. properti bagus dan layak koleksi adalah yang mampu memberikan return tahunan positif dan pertumbuhan return (turunan kedua), secara nominal dan relatif, yang juga positif.

Contoh properti seperti ini adalah yang fungsi harganya Rp200 juta, Rp220 juta, Rp260 juta, Rp350 juta, dan seterusnya. Return setinggi ini tidak akan diperoleh jika Anda membeli pada harga terlalu tinggi di atas nilainya.

Kesimpulannya, prinsip dasar investasi itu adalah mencari aset yang kita pahami yang nilainya jauh di atas harganya sehingga ke depan baik return (turunan pertama) maupun pertumbuhan return (turunan kedua) akan positif. (*/Harian Seputar Indonesia)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/20125-inilah-prinsip-dasar-investasi.html

Tuesday, August 7, 2012

Jangan Cepat Menyerah dalam Berbisnis

Hits : 314 PDF Cetak E-mail
Selasa, 07 Agustus 2012 16:01
Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam menjalankan bisnis atau usaha. Namun, banyak juga  yang beruntung dan sukses dalam menjalani bisnisnya. Sebenarnya, dalam menjalankan usaha tidak ada orang yang benar-benar gagal, karena suatu kegagalan merupakan proses menuju hal yang lebih baik.

Jadi di saat seseorang akan memulai usaha, akan banyak kejutan yang terjadi dan datang secara bertubi. Bahkan sejak hari-hari pertama memulai perjalanan bisnis.

Segala sesuatunya harus disiapkan dengan cara yang matang. Saat hari pertama “pintu usaha” dibuka, yang terbayang pasti bakal ramai akan pengunjung. Uang datang tidak mengenal kata terputus, ibarat kata indahnya uang itu akan terus mengalir dan mengalir. Pengunjung akan beramai-ramai datang secara bersamaan di depan toko kita. Bunyi telepon berdering terus-menerus seakan-akan banyak pelanggan yang tertarik pada produk Anda. Lalu setelah itu Anda pastinya akan memperoleh jadwal kesibukan secara terus-menerus.

Tetapi apa yang terjadi? Semua bayangan itu hanya mimpi di siang bolong. Dalam waktu seharian itu tidak ada pelanggan yang datang. Telepon juga tidak berdering. Intinya, membuat semangat Anda menjadi lemah kembali. Pikiran dan raga Anda pun mulai lemas untuk memikirkan hal itu.

Hari kedua Anda lalui. Masih sama persis. Hari berikutnya ada mungkin satu pelanggan yang ingin tahu produk Anda, tapi tetap sepi. Maka hati-hatilah, biasanya semangat kita mulai kendor. Bayang-bayang kegagalan mulai menguat di dalam pikiran. Energi Anda untuk bergerak mulai tergoyahkan. Rasa takut gagal mulai tumbuh di dalam diri Anda. Nah, dalam situasi seperti itu, apa yang akan Anda lakukan?

Dalam pengamatan banyak hal, ternyata cukup banyak orang, terutama yang baru-baru mulai berbisnis, mengambil kesimpulan bahwa usahanya telah gagal. Lalu segera saja membuat keputusan: bubar!

Apakah benar Anda gagal? Apa sih sebenarnya gagal? Anda belum gagal. Yang Anda lakukan hanyalah berhenti terlalu dini! Terlalu cepat membuat kesimpulan dengan hanya mengandalkan data yang belum memadai.

Sebetulnya tidak ada orang yang benar-benar gagal, yang ada hanyalah orang yang terlalu cepat berhenti, sebelum sampai ke puncak harapan sukses yang dicita-citakannya. Sebagian besar kisah kegagalan adalah kisah orang-orang yang menyerah sebelum waktunya.

Jadi jangan berhenti terlalu dini untuk meraih kesuksesan. Termasuk dalam menjalankan bisnis. Yakinkan dalam hati, bahwa kegagalan merupakan proses pendewasaan diri untuk mencapai titik sukses yang di inginkan banyak orang. (*DI)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/19181-prinsip-bisnis-dan-wirausaha.html

Monday, July 2, 2012

5 Prinsip Menjadi Kaya dan Penuh Berkah


Penulis : Felicitas Harmandini | Senin, 2 Juli 2012 | 11:55 WIB

"Orang biasanya mengejar uang agar menjadi bahagia. Tetapi uang saja sebenarnya tidak membuat Anda bahagia," kata Russell Simmons.
KOMPAS.com - Menjadi kaya itu penting, namun yang lebih penting adalah menjadi berkah bagi orang lain, begitu prinsip Russell Simmons. Anda mungkin mengenalnya sebagai mantan suami model dan pengusaha Kimora Lee Simmons. Tetapi tanpa Kimora, Simmons lebih dulu dikenal sebagai orang berpengaruh di dunia hip hop.
Tumbuh besar di lingkungan kelas menengah di mana menurutnya "satu-satunya entrepreneur adalah para pengedar narkotika", kelak Simmons masuk dalam daftar "Top 25 Most Influential People of the Past 25 Years dari USA Today berkat tangan dinginnya saat menangani bisnis musik, fashion, maupun film. Ia dikenal memiliki "Midas Touch", karena apapun yang disentuhnya selalu menjadi sukses.
Ia mengawali kariernya di musik pada akhir 1970-an, dengan memproduseri artis-artis hip hop seperti Run DMC dan The Beastie Boys. Tahun 1984, ia mendirikan label rekaman Def Jam Recordings bersama Rick Rubin, dan melejitkan bintang-bintang tenar seperti Foxy Brown, LL Cool J, Public Enemy, Ludacris, dan Jay-Z. Tahun 1992, ia mendirikan perusahaan fashion Phat Farm, dan menciptakan sejumlah brand yang sangat sukses, seperti Baby Phat, Run Athletics, Argyleculture, dan American Classics. Pada 1999, ia melepas sahamnya di Def Jam ke Universal Music Group senilai 100 juta dollar. Lima tahun kemudian, giliran Phat Farm yang dilepas dengan harga 140 juta dollar.
Simmons menyadari bahwa buah dari sentuhan emasnya perlu ditanggapi lebih mendalam. "Orang biasanya mengejar uang agar menjadi bahagia. Tetapi uang sebenarnya tidak membuat Anda bahagia," katanya. "Menjadi bahagia (lebih dulu) justru akan menghasilkan uang."
Simmons menemukan keseimbangan dalam hidupnya setelah 15 tahun mempraktikkan yoga dan meditasi. Dalam bukunya, Super Rich: A Guide to Having it All, Simmons menunjukkan bahwa semua orang bisa mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Ada lima prinsip untuk menjadi superkaya yang bisa Anda tiru dari dirinya:

1. Berikan talenta Anda semaksimal mungkin
Sejak Anda bangun pada pagi hari, pikirkan apa yang bisa Anda berikan untuk orang lain, dan bukannya apa yang ingin Anda dapatkan. "Dengan berlatih menjadi pemberi yang baik, Anda akan menjadi penerima yang baik," kata Simmons, yang kini menjadi Chairman dan CEO Rush Communications.

Ia memberikan bukti bagaimana beberapa orang dekatnya, seperti Sean Combs, Kevin Liles, dan Julie Greenwald (COO of Atlantic Records Group), menjadi sukses karena tidak pernah mementingkan diri sendiri dan tak kenal lelah dalam bekerja. "Mereka yang berfokus untuk menjadi 'pelayan' yang baik biasanya yang paling memikat pada akhirnya," ujarnya. Tawarkan talenta dan kemampuan Anda tanpa menuntut bayar, dan penghargaan lah yang akan mencari Anda, tambahnya.
2. Kejar tujuan Anda tanpa ngoyo
Simmons termasuk orang yang menganut prinsip The Law of Attraction, atau Hukum Tarik-Menarik, yang dilontarkan oleh Rhonda Byrne dalam buku The Secret. "Kalau Anda mengejar sesuatu, mereka justru akan lari dari Anda," katanya. Hal ini mirip dengan prinsip lain yang berbunyi, "Semakin banyak Anda memberi, semakin banyak hal yang akan Anda terima."

3. Kalau Anda tidak menyukainya, tinggalkan
Kerjakan apa yang paling Anda cintai, dan kekayaan akan mengikutinya. Bagi Simmons, sebaiknya Anda memang hanya melakukan hal-hal yang membuat kita nyaman saat melakukan. "Orang bisa menjual apa saja. Tetapi saya ingin menekankan, sebaiknya jangan menghasilkan uang hanya untuk dibayar," kata pria 55 tahun ini. Jika Anda tidak menyukainya, maka jangan lakukan.

4. Tak usah memikirkan hasilnya
Ketika berbisnis, kita tak akan pernah bisa mengontrol hasilnya. Yang bisa kita lakukan adalah mengontrol tindakan dan usaha kita. Jadi, pastikan Anda melakukan tindakan dan tugas Anda dengan baik, begitu sarannya.

Tokoh terkaya ketiga di industri hip hop dengan kekayaan senilai 340 juta dollar ini mengaku tak pernah ingat berapa gajinya yang pertama. Namun, ia ingat betul rekaman pertamanya yang mencetak sukses. "Yang saya ingat adalah, ketika teman-teman saya mendengarkan rekaman ini, mereka sangat bahagia," tuturnya. "Lakukan hal-hal yang Anda cintai. Lakukan hal-hal yang Anda yakini bisa membuat orang lain bahagia, maka apa yang Anda berikan akan kembali pada Anda."
5. Terbuka
Dalam bukunya, Simmons juga mendorong kita untuk selalu terbuka, kreatif, dan fleksibel. Jangan pernah bersikap kaku atau enggan menghadapi perubahan. Hal yang paling penting baginya adalah bekerja keras, dan menjadi orang yang murah hati. Selain dikenal sebagai pebisnis yang sukses, Simmons juga dikenal dengan sikapnya yang dermawan. Ia mendedikasikan seluruh divisi kerajaan bisnisnya untuk amal dan kegiatan non-profit. Ia menjadi aktivitas lingkungan, antiperbudakan, kemiskinan, dan HIV/AIDS.


Sumber: Yahoo! Finance
Editor :
Dini

Sumber:
http://female.kompas.com/read/2012/07/02/11554279/6.Prinsip.Menjadi.Kaya.dan.Penuh.Berkah

Friday, March 9, 2012

Mulailah Berbisnis dengan Prinsip Berbagi


Views :633 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 09 Maret 2012 08:57
CE-logoJangan berbisnis hanya karena uang semata! Begitulah kalimat yang terucap dari banyak pengusaha muda saat ditanya apa yang harus disiapkan saat ingin memulai berbisnis. Dengan bekal ini kita juga patut optimistis bahwa pelaku bisnis ke depan bukan hanya meraup untung tapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar.

Ambil saja pengalaman dari Fendy Haryono, sang pendiri PT Indobaterai, perusahaan yang bergerak di bidang penjualan beragam baterai dan sumber kelistrikan lainnya. Saat mengenal dunia usaha ia berkali-kali mengalami kegagalan hingga membuat dirinya tertekan.

Sampai satu saat salah seorang teman Fendy bertanya, "Apakah kamu sudah berbagi?" Mulai saat itulah Fendy mengubah prinsip bisnisnya. Dalam bisnisnya ia ingin memajukan kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi muda di kampung halamannya, Belitung.

“Jangan sekali-kali bisnis karena mau untung terus. Bisnis hendaknya juga bertujuan untuk membantu sesama, ada sesuatu yang kita berikan kepada lingkungan kita,” ujarnya saat ditemui Ciputra Entrepreneurship beberapa waktu lalu.

Sama halnya dengan Andi Nata, pendiri PT Farm Maju Bersama. Andi bercerita saat kuliah ia miris melihat kenyataan bahwa masyarakat di kampung halamannya, Cirebon, Jawa Barat banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Keluarga yang menghuni tempat tinggal yang kurang layak, anak-anak yang putus sekolah, dan muda-mudi yang menganggur.

Dengan bendera Raja Aqiqah, Andi mengajak masyarakat di kampungnya untuk berternak domba. Setelah bisnisnya berjalan setidaknya dua tahun, saat ini Raja Aqiqah memiliki 2 lokasi peternakan, yaitu di Cirebon dan Depok. Daging domba olahannya pun sudah masuk hotel bintang lima.

“Saya senang karena anak-anak di kampung sudah bisa sekolah, anak-anak muda juga ada kegiatan yang bermanfaat. Jadi bisnis itu awalnya memang harus dari rasa keprihatinan melihat lingkungan sekitar kita,” ceritanya.

Selain berbisnis, Andi juga sedang mendorong junior-junior di almamaternya, Fakultas Teknik Universitas Indonesia lewat kelompok Engineering Entrepreneurship untuk belajar menjadi entrepreneur. “Dari 100 orang anggota, 31 orang sudah mulai punya bisnis, luar biasa kan? Yang penting semuanya didasari rasa ingin berbagi,” ungkapnya.

Contoh sukses karena ingin berbagi lainnya bisa ditelisik kisah dari Yana Hawiarifin, bos dari Keripik Karuhun. Bisnisnya diawali karena ia memikirkan nasib para keponakannya yang bingung harus kemana setelah lulus sekolah. “Saya pikir saya harus buat sesuatu untuk bantu mereka,” ujarnya.

Dengan memberdayakan keponakan-keponakannya, sekarang Keripik Karuhun yang berciri khas renyah dan memiliki aroma daun jeruk ini laku hingga 10 ribu bungkus per harinya. Dalam setahun omzetnya pun melejit hingga ratusan juta rupiah.

Masih banyak lagi kisah para entrepreneur yang sukses berbisnis karena ingin berbuat sesuatu untuk orang di sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa dengan memberi yang lebih kita pun akan mendapat lebih banyak. (*/ian)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/15077-mulailah-berbisnis-dengan-prinsip-berbagi.html

Friday, February 17, 2012

Prinsip-prinsip Dasar Online Marketing

Prinsip-prinsip Dasar Online Marketing Views :812 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 17 Februari 2012 10:08
int_bran1111Online marketing adalah salah satu bidang bisnis yang digemari orang seiring dengan makin banyaknya jumlah pengguna Internet di seluruh dunia. Online marketing cocok bagi Anda yang tak suka terikat dalam tempat dan waktu tertentu untuk bekerja. Cukup bekerja dengan koneksi Internet dan Anda bisa bepergian ke mana saja untuk tetap berbisnis.

Berikut ialah sekilas gambaran tentang prinsip-prinsip dasar dalam online marketing dan sekelumit penjelasan mengenai setiap konsep.

Konsep pertama yang harus dipahami ialah bahwa online marketing menawarkan pilihan-pilihan dan peluang yang tak kalah luasnya dengan offline marketing.

Saat Anda mendengar, “Saya ingin tampil di Internet,” tanpa menyebutkan jenis, taktik atau platform apa yang akan ia gunakan. Itu sama saja dengan seseorang berkata, “Saya ingin berkomunikasi dengan orang lain.”

Terdapat 3 jenis marketing, 3 jenis komunikasi dan 3 jenis cara beriklan. Namun untuk pembahasan kali ini kita akan kupas tentang 3 jenis marketing.

Owned marketing

Apa yang sesungguhnya Anda kendalikan? Aspek pertama mengenai apa yang Anda bisa kendalikan secara penuh ialah situs Anda sendiri. Kendali Anda ialah konten, seberapa sering ia diperbarui dan upaya SEO (search engine optimization) untuk meningkatkan peluang ditemukan oleh mesin pencari. Anda juga harus memiliki kendali penuh atas newsletter Anda. Akhirnya Anda memiliki kendali penuh atas kehadiran media sosial Anda. Kini terserah Anda dan hanya Anda untuk memilih pesan apakah yang akan disampaikan, bagikan dan komentari serta frekuensi posting Anda.

Earned marketing

Earned marketing ialah semua hal yang di luar kendali Anda. Orang akan membicarakan produk dan layanan Anda baik secara offline dan online. Diskusi dan komentar yang diberikan secara online tetap tertampil di beberapa situs secara permanen, termasuk situs review pengguna (seperti Yelp), blog dan situs media sosial.

‘Kegaduhan’ yang dihasilkan mengenai brand Anda kadang bisa cukup signifikan untuk membantu kampanye Anda (jika nadanya positif). Meskipun Anda tidak bisa mengendalikan nada atau konten diskusi, Anda bisa menyebutkan orang untuk menyebutkan brand Anda dengan membantu mereka untuk berbagi dan berkomentar mengenai informasi yang akan membantu meningkatkan visibilitas di antara orang yang tidak mengetahui Anda.

Paid marketing

Paid marketing merujuk pada semua jenis periklanan berbayar di Internet dan platform interaktif lain. Ini termasuk display advertising (banner) di Internet (konten, layanan dan situs media sosial), pada konsol permainan video, perangkat genggam (situs dan aplikasi) dan digital display; video advertising; email advertising (iklan yang terintegrasi dengan newsletter penerbit); iklan direktori dan terklasifikasi, dan marketing pada mesin pencari (pembelian iklan teks dengan kata atau frase kunci).

Sejumlah alat-alat ini bisa jadi lebih glamor dari yang lain. Sebagian lain menghasilkan secara instan, sementara yang lain menawarkan manfaat jangka panjang. Setiap alat memiliki posisinya sendiri-sendiri dalam siklus pembelian konsumen (jangkauan, apresiasi, pertimbangan, keinginan untuk membeli, akuisisi/ pembelian dan manajemen/ optimisasi hubungan). (*/socialmediatoday.com)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/14482-prinsip-prinsip-dasar-online-marketing.html

5 Prinsip Menjalankan Bisnis


Views :546 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 17 Februari 2012 08:47
running_biz0212Untuk menjalankan bisnis, ada banyak aspek yang perlu kita persiapkan. Berikut lima hal mendasar yang harus kita perhatikan agar laju usaha bisa maksimal, menurut Melinda Emerson "SmallBizLady", pakar bisnis sekaligus pembicara terkemuka dari AS.

Datanglah 15 menit lebih awal jika ada pertemuan bisnis

Datang tepat waktu berarti "terlambat". Jam rehat sebelum acara dimulai adalah waktu paling tepat untuk mencari kenalan baru untuk bisnis. Setelah acara dimulai, Anda hanya dapat jaringan dengan delapan atau sembilan orang lain di meja Anda.

Jangan memaksa orang yang tidak bisa berkata YA

Jadikan ia sebagai teman. Sering kali, kita menemui "penjaga gerbang" yang bisa mempersulit kita untuk bertemu dengan para pengambil keputusan. Mereka bisa dari petugas keamanan, resepsionis, sekretaris, atau manajer level menengah. Jika menghadapi mereka, jangan sampai melakukan tindakan yang menunjukkan rasa tidak hormat kepadanya. Sebab, memang sudah tugas merekalah untuk menyaring tamu yang akan menemui bos mereka.

Untuk itu, usahakan Anda memiliki banyak kontak yang bisa membuka jalan menemui para pengambil keputusan. Jika memungkinkan, jadikan mereka sebagai teman. Buatlah suasana akrab dengan pegawai di berbagai lapisan di sebuah perusahaan yang akan kita bidik jadi rekanan atau klien kita. Apabila hal tersebut bisa kita lakukan, niscaya mereka pun tak akan segan untuk membantu kita, bahkan memberikan informasi yang kita perlukan untuk memudahkan langkah deal bisnis kita.

Jangan pernah memulai pekerjaan sebelum adanya tanda tangan kontrak kerja

Sebagai pemilik usaha kecil, kadang-kadang kita merasa sangat antusias ketika seorang klien memberitahu bahwa ia akan memakai jasa atau membeli barang kita. Akibatnya, tanpa sadar, saking semangatnya, kita langsung bekerja sebelum ada surat perintah kerja (SPK) yang bisa jadi acuan sesuai nilai kontrak.

Carilah siapa orang-orang "cadangan" yang bisa didapat untuk membantu bisnis

Kita harus menyadari bahwa orang terbaik kita suatu saat pasti meninggalkan kita dengan berbagai alasan. Dari ingin Mandiri hingga mendapat pekerjaan lain yang memberikan remunerasi lebih tinggi. Untuk itu, cobalah selalu cari dan siapkan SDM lain yang kira-kira bisa dan mumpuni untuk menjadi pengganti orang-orang andalan di bisnis kita.

Ketahui persis berapa keuntungan yang bisa didapat dari setiap kontrak bisnis

Karena itu, kita wajib mengetahui dengan persis berapa uang yang kita hasilkan dari setiap aspek yang muncul dalam kontrak. Ada kalanya memang kita harus menyiapkan dana ekstra sebelum mendapatkan bayaran dari kontrak kerja yang dipercayakan kepada kita. Namun, sebisa mungkin, jangan sampai kita kelamaan menalangi sehingga hal itu tidak mengganggu arus kas. Jangan lupa, pastikan juga Anda menghitung benar-benar detail sampai ke hitungan seperti biaya tenaga, biaya administrasi, bahkan hingga ke transportasi untuk menjalankan usaha. Dengan detail yang sudah Anda persiapkan, maka ada banyak aspek yang bisa kita hitung sehingga benar-benar bisa mengetahui tingkat keuntungan yang bisa didapatkan.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/index.php/tips-bisnis/37-advise/14473-5-prinsip-menjalankan-bisnis.html

Tuesday, March 4, 2008

7 Principles of Entrepreneurship the CiputraWay


The 7 Principles :

  1. Definition
  2. Purposes
  3. Traits
  4. Roles
  5. Strategies of Learning
  6. Essential Subjects
  7. Dr. Ir. Ciputra's 7 Questions
 

1 Definition

Entrepreneurs transform TRASH into GOLD (Dr. Ir.Ciputra)
 

2 Purposes

  • Entrepreneurial Person
  • Entrepreneurial Community or Organization/State

3 Traits

  • Innovation
  • Opportunity Creation
  • Calculated Risk Taking

4 Roles

  • Business Entrepreneur
  • Academic Entrepreneur
  • Government Entrepreneur
  • Social Entrepreneur

5 Strategies of Learning

  • Creative Critical Constructive Imagination
  • Entrepreneurial Real Life Experience
  • Educative Disequilibrium Conditioning
  • Coaching and Mentoring with Collaboration and Competition
  • Community and Market Impact and Involvement

6 Essential Subjects

  • Essential Marketing
  • Entrepreneurship Operational Management
  • Entrepreneurship Life Skill
  • Ethics & Ethos
  • Entrepreneurship Financial Literacy
  • Essential Business Plan

Dr. Ir. Ciputra's 7 Questions

  • Are you Passionate?
  • Do you see a big opportunity creatively to serve the market (a possible Blue Ocean Business)?
  • Do you have an innovative product that your market can not say no?
  • Do you have the capacity to market the product effectively?
  • Do you have the capacity to make the product available efficiently?
  • Do you know the cheapest way and the least risk to get the "gold" of the opportunity?
  • Do you dare to take the risk of hard-work, financial risk and mental risk?
- Lintas Berita
Sumber:
http://ciputra.org/node/59/principles-entrepreneurship-ciputraway.htm