| Hits : 990 |
|
|
|
| Kamis, 13 September 2012 09:47 |
|
Pertanyaan yang klasik itu bisa jadi adalah pertanyaan yang masih terngiang dalam benak Anda yang akan berbisnis sendiri.
Bagi Anda
yang masih berusia muda dan memiliki pekerjaan, mendapatkan kredit untuk
berbisnis mungkin akan terasa lebih mudah karena lebih bankable
(leebih memenuhi persyaratan kredit bank), tetapi bagaimana jika Anda
adalah seorang karyawan yang akan memasuki usia pensiun dan ingin
memulai sebuah bisnis untuk menunjang kehidupan di masa tua? Apakah
masih memungkinkan untuk berbisnis di usia yang tak muda lagi?
Sebagian orang mungkin terpaksa menggunakan rumah atau properti
yang ia huni sebagai jaminan dan/ atau menggunakan surat-surat berharga
atau hal lain yang bernilai tinggi untuk modal awal membangun usaha.
Anda bisa
mempertimbangkan opsi mendapatkan mitra ekuitas. Namun, jika itu tak
memungkinkan, dan Anda lebih ingin mengendalikan semuanya sendiri,
pilihan tersebut lebih baik dihindari daripada Anda akan sesali di
kemudian hari.
Opsi lain
ialah dengan meminjam alias berutang pada pihak lain. Terdapat rasio
keuangan yang disebut dengan multiplier atau pengganda ekuitas yang
cukup sederhana untuk dikalkulasikan dalam komputer. Anda bisa
menghitung sebagai berikut: Aset Total :Ekuitas (Pemegang saham) Keseluruhan.
Ini merupakan pengukur berapa banyak sebuah perusahaan menggunakan
utang dalam pendanaan pemerolehan dan pemeliharaan aset yang ada.
Misalnya Anda memiliki aset total Rp 1 juta dan ekuitas total Rp 500
ribu. Maka diketahui multiplier ekuitasnya ialah adalah Rp 1 juta dibagi
Rp 500 ribu yang menghasilkan angka dua. Ini berarti bahwa perusahaan
mampu menggunakan utang untuk “menggandakan” kekuatan ekuitasnya sendiri
untuk menahan aset senilai Rp 1 juta. Dan karena rumusan dasar untuk
neraca keuangan ialah Aset = Utang + Ekuitas, makin tinggi utang yang
Anda gunakan, dengan syarat tingkat aset konstan, maka ada lebih sedikit
ekuitas yang dibutuhkan. Dan makin sedikit ekuitas yang diperlukan,
makin besar pula angka multiplier eukuitasnya.
Sebenarnya,
jika Anda hanya menggunakan utang untuk mendanai aset, multiplier
ekuitas Anda akan “tak terbatas” karena Anda membagi Aset Total dengan
nol.
Utang adalah cara terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis, namun, jangan lupakan risiko penggunaannya.
Jika harus
mendanai bisnis dengan utang, arus kas juga harus teralokasikan untuk
pembayaran bunga utang dan melunasi utang pokok. Lebih lanjut, meski
pengeluaran bunga ditunjukkan dalam laporan keuangan, ia dibukukan
sebagai pengeluaran non-operasional. Ini berarti bahwa sebagian laba
opeasional bersih Anda akan dibagikan pada kreditur. Dan itu belum
mencakup utang pokok yang harus Anda lunasi. Akibatnya, ibaratnya Anda
juga harus membagi laba seperti memiliki mitra bisnis. Hanya saja
bedanya ialah kali ini, mereka menuntut pelunasan yang jumlahnya tetap
ata suang pinjaman dari mereka pada Anda.(*AP)
Sumber gambar:
investstockheolm.com
|
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/20026-berapa-banyak-meminjam-untuk-dirikan-bisnis.html