Showing posts with label pajak. Show all posts
Showing posts with label pajak. Show all posts

Monday, June 18, 2012

Ingin Perusahaan Bebas Pemeriksaan Pajak, Ini Caranya

Zulfi Suhendra - detikfinance
Senin, 18/06/2012 13:33 WIB
Foto: Dok. detikFinance

Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) mengadakan lomba penghargaan laporan tahunan terbaik (Annual Report Award/ARA). Perusahaan yang menang bakal dibebaskan dari pemeriksaan pajak.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan, Bapepam-LK, Etty Retno Wulandari dalam jumpa pers di Graha Niaga, Jakarta, Senin (18/6/2012).

"Pemerintah telah menjalankan program Penghargaan Laporan Tahunan perusahaan (Annual Report Award/ARA) sejak tahun 2002. Yang menang ARA ini dapat pembebasan dari pemeriksaan pajak," kata Etty.

Dikatakan Etty, laporan keuangan yang baik merupakan salah satu wujud dari tata kelola perusahaan yang baik. Pemerintah juga bekerjasama dengan anak usaha Bank Dunia yaitu International Financial Corporation (IFC) dalam membina tata kelola perusahaandi Indonesia.

"Kami menyambut kerjasama dengan IFC ini," ungkap Etty.

Sementara itu Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance, Mas Achmad Daniri menyebutkan saat ini perusahaan yang memegang tata kelola yang baik adalah BUMN, perbankan, dan perusahaan publik yang terdaftar di bursa.

"Dalam pengamatan kami, yang memiliki Good Corporate Governance yang lebih baik adalah ketiga perusahaan itu," tutur Mas Achmad.



(zul/dnl)
Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/06/18/133337/1943950/4/ingin-perusahaan-bebas-pemeriksaan-pajak-ini-caranya

Tuesday, February 21, 2012

Jangan Tunda Berbisnis karena Pajak dan Regulasi

Views :337 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 Februari 2012 11:21
guy0212Sebuah pernyataan menarik dilontarkan oleh seorang entrepreneur sekaligus venture capitalist dari AS, Guy Kawasaki beberapa waktu lalu dalam akun Google Plus-nya. Ia memberikan komentar tajam atas pernyataan seorang anggota Partai Republik yang mengatakan bahwa penyebab para calon entrepreneur tidak memulai berbisnis ialah adanya kendala aturan dan birokrasi yang terlalu banyak dan rumit serta pajak usaha yang tinggi.

Komentar Guy seolah ingin menampik opini tersebut. Ia berargumen, “I've never met an entrepreneur say that she would start a company if it weren't for either of these two factors. In fact, if someone said that to me, I'd respond, "Then you're not an entrepreneur, so stay on the porch."”
Seorang entrepreneur sejati, menurut Guy, akan mendirikan bisnisnya terlepas dari kedua faktor yang disebutkan anggota Partai Republik tadi. Bahkan ini bisa dijadikan sebagai pembeda antara mereka yang berjiwa entrepreneur dan mereka yang hanya berpura-pura antusias menjadi entrepreneur. Jika seseorang menggunakan salah satu atau kedua alasan tadi (pajak dan regulasi) sebagai alasan utama menunda berbisnis, kemungkinan besar orang itu tidak atau kurang memiliki semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri mereka.

Guy menambahkan bahwa jika seseorang yang tidak memiliki jiwa entrepreneur menyaksikan keadaan yang penuh kelesuan atau krisis, mereka akan berkata, “Terlalu sulit untuk menaikkan angka penjualan. Akan sulit pula untuk mengumpulkan modal.”

Saat keadaan membaik dan bahkan mencapai puncak, mereka masih akan menunda dengan alasan terlalu banyak pesaing yang menggarap ceruk yang mereka minati.

Jika Anda seorang entrepreneur sejati, tak ada yang bisa menghalangi Anda untuk mendirikan bisnis, ujar Guy. Entrepreneur sejati tetap mendirikan bisnisnya di masa lesu atau cerah.

“Some things need to be believed to be seen,”
Guy meyakinkan. Jika Anda datang ke Lembah Silikon dan memberitahu orang bahwa Anda tidak bisa berhasil karena peraturan dan pajak yang mempersulit atau memberatkan, bersiaplah untuk ditertawakan. Nah!

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/index.php/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/14605-jangan-tunda-berbisnis-karena-pajak-dan-regulasi.html