Showing posts with label manajer. Show all posts
Showing posts with label manajer. Show all posts

Monday, July 2, 2012

Tipe-tipe Manajer yang Patut Diketahui

Hits : 1819 PDF Cetak E-mail
Minggu, 01 Juli 2012 06:29
Untuk menganalisis tipe manajerial seseorang memang tidak mudah. Diperlukan kejelian karena cara berkomunikasi tiap orang berbeda. Akan tetapi jika Anda seorang pemilik bisnis, Anda perlu memiliki sebuah alat untuk membantu menemukan manajer yang tepat.

Berikut ini merupakan sejumlah tipe manajer. William Marstone menemukan sejumlah tipe manajer khas yang ditemui dalam dunia korporasi. Tidak ada yang buruk asalkan Anda mampu menempatkan mereka dalam posisi yang sesuai, dan memperbaiki kelemahan mereka jika memungkinkan.

Manajer Tipe D
Mereka memerlukan ruang untuk menunjukkan eksistensi diri. Mereka suka bergerak secara pro aktif, tanpa didorong. Manajer tipe ini suka merundingkan (tetapi tidak komplain) mengenai hal-hal yang mereka anggap tidak dilakukan dengan benar. Jika tak ditanggapi, manajer ini akan menjadi "perongrong".

Manajer Tipe S
Manajer jenis ini menyukai perilaku dan sikap kerja yang lebih tenang dan pasif. Mereka menunggu perintah atasan. Mereka hindari konflik dengan cara apapun sehingga cenderung membatasi input yang sebenarnya bisa memajukan perusahaan. Mereka memendam kenyataan pahit yang terjadi di lapangan. Namun, tipe S ini termasuk orang yang loyal pada perusahaan. Untuk memperbaiki ketertutupan mereka, Anda perlu mengajak bicara secara bertahap dan pribadi sehingga mereka dapat berbicara jujur dan terbuka lebih leluasa. Saat Anda sebagai pemilik bisnis menunjukkan ketulusan dalam berkomunikasi, tak mustahil mereka akan membuka diri dengan sendirinya.

Manajer Tipe I
Mereka ini tipe yang jarang berpikir pesimistis tentang perusahaan. Mereka selalu cerah dalam berpandangan. Kekurangan mereka ialah ketuntasan pekerjaan yang rendah. Disiplin dalam memenuhi tenggat waktu juga relatif rendah. Mereka lebih berpikir superficial sehingga suka menonjol dan menunjukkan penampilan yang baik di depan publik. Manajer tipe I juga dikenal lihai public speaking.

Manajer Tipe C
Manajer jenis C fokus pada penyelesaian pekerjaan dan ketelitian dalam bekerja. Mereka prosedural dan analitis sehingga sesuai ditempatkan di kantor. Namun, mereka cenderung antipati pada perubahan mendadak. Karenanya, Anda perlu memperkenalkan sesuatu yang baru pada mereka secara lebih bertahap.

Manajer tipe apa yang Anda perlukan dalam usaha Anda sekarang? Jangan sampai salah pilih karena itu menentukan kelancaran berbisnis juga. (*AP)

http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/18156-tipe-tipe-manajer-yang-patut-diketahui.html

Wednesday, January 25, 2012

Entrepreneur Berbeda dari Manajer atau Teknisi

Views :949 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 25 Januari 2012 13:57
entrepreneur-soloMichael E. Gerber menulis sebuah buku berjudul “The E-Myth: Why Most Businesses Don’t Work and What to Do About It”, yang di dalamnya ia dengan gamblang menjelaskan perbedaan antara 3 jenis orang dalam sebuah usaha rintisan atau usaha berskala kecil menengah:

Si entrepreneur
Jenis pertama ini mendirikan sebuah bisnis yang bisa berjalan dengan atau tanpa kehadiran fisiknya. Orang seperti ini memiliki pandangan dan visi-visi cemerlang yag membuat sebuah bisnis menjadi unik dengan menambahkan tujuan dan arah ke dalam bisnis. Perspektif yang menjangkau jauh ke depan dari seorang entrepreneur memungkinkannya utnuk mengantisipasi perubahan dan kebutuhan di pasar dan untuk menggerakkan aktivitas untuk memanfaatkan perubahan dan kebutuhan yang ada tersebut.


Si manajer
Seorang manajer menghasilkan melalui para pegawainya dengan mengembangkan dan mengimplementasikan sistem yang efektif dan dengan berinteraksi dengan pegawai , meningkatkan kepercayaan dirinya dan kemampuannya untuk menghasilkan prestasi yang baik. Manajer bisa mengaktualisasikan visi seorang entrepreneur dengan menggunakan perencanaan, impelementasi dan analisis.

Si teknisi
Seorang teknisi mengerjakan tugas tertentu menurut sistem dan manajemen standar yang sudah dikembangkan. Teknisi seperti ini dalam kondisi terbaik perusahaan tidak hanya menyelesaikan tugasnya tetapi juga memberikan masukan kepada pengawasnya mengenai perbaikan sistem dan standar tersebut.

Memahami definisi-definisi di atas sangatlah penting, apalagi jika Anda seorang entrepreneur. Karena Gerber bahwa sebenarnya banyak bisnis kecil menengah yang tidak bekerja, tetapi justru si pemilik yang bekerja. Dengan kata lain, ia yakin bawha pemili usaha kecil menengah sekarng ini banyak yang bekerja terlalu keras pada satu pekerjaan yang ia ciptakan untuk dirinya sendiri daripada bekerja untuk menciptakan bisnis. Maka dari itu, sebagian besar UKM gagal karena si pemilik memiliki karakter yang lebih mendekati seorang teknisi, bukan entrepreneur. Dengan bekerja sebagai teknisi, pemilik UKM menyadari dirinya hanya akan mendapatkan sedikit imbalan untuk usaha yang begitu banyak dan pada akhirnya menurut Gerber, bisnis pun gagal total.

Ada opini yang berkembang luas bahwa para pemilik UKM kini mayoritas tidak bisa disebut sebagai entrepreneur karena mereka tidak menciptakan  bisnis. Mereka hanya teknisi yang menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri.

Solusinya? Solusi masalah ini terletak pada tekad si pemilik UKM untuk memulai berpikir dan bertindak seperti seorang entrepreneur sejati. Mereka harus membayangkan bagaimana bisnis akan berjalan tanpa kehadiran mereka setiap hari di kantor atau pabrik. Dengan kata lain, si pemilik UKM harus mulai mengerjakan bisnisnya di samping bekerja di dalamnya. Ia harus mengoptimalkan kapasitas perushaaan melalui pengembangan sistem dan implementasinya. Kuncinya ialah bahwa seseorang harus mengembangkan sebuah “perspektif entrepreneurial”. (sumber: diadaptasi dari Michael E. Gerber, “The E-Myth Revisited: Why Most Business Don’t Work and What to Do About It”)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/pendidikan/serba-serbi/165-entrepreneurship/14622-entrepreneur-berbeda-dari-manajer-atau-teknisi.html