Showing posts with label keputusan. Show all posts
Showing posts with label keputusan. Show all posts

Wednesday, August 22, 2012

3 Langkah Mematangkan Keputusan Hebat


Rabu, 22 Agustus 2012 | 09:03 WIB
 
KOMPAS.com - Berbicara mengenai membuat keputusan, kita pasti menginginkan selalu dapat memformulasikan pilihan yang tepat dalam setiap kondisi. Tetapi saat kita tidak merasa yakin dengan diri sendiri, dapatkah membuahkan keputusan yang tepat?

Psikolog Joan Borysenko, PhD, menyakini bahwa setiap orang memiliki radar untuk membuahkan pilihan yang tepat. Penulis buku Inner Peace for Busy People ini dengan antusias mengatakan, cukup jawab tiga pertanyaan ini untuk mematangkan radar tersebut.

1. Seberapa penting opini orang lain bagi Anda. Jika Anda masuk dalam kategori orang yang tidak nyaman ketika pilihannya dinilai oleh orang-orang sekitar, maka berpikirlah dua kali ketika ingin berada di luar jalur. Tapi pada dasarnya, keputusan disebut tepat atau tidak adalah ketika kita meyakini apa yang kita putuskan. Maka jangan terlalu sering memikirkan pendapat orang lain karena yang menjalani putusan tersebut adalah Anda. Jika kita terlalu sering menjebak diri dalam pemikiran orang lain, risiko menjadi stres sangat tinggi dan memupuk rasa tidak percaya diri yang dalam. Buatlah setiap keputusan yang diambil adalah pilihan untuk menghargai diri dalam menghadapi setiap situasi.

2. Apakah keputusan yang dibuat merupakan cermin kebebasan atau ketakutan? Jika Anda memutuskan untuk berhenti bekerja atau menjual rumah karena itu adalah solusi logis atas apa yang Anda hadapi, maka lakukanlah. Tapi jika putusan tersebut dibuat atas letupan emosi untuk kabur dari masalah, maka Anda akan dihantui oleh rasa takut tersebut terus-menerus. Ambil waktu untuk merenung, agar semua simpul masalah terlihat dengan jelas, lalu buatlah keputusan dengan alasan untuk  meningkatkan kualitas hidup.

3. Seberapa besar keputusan tersebut akan mempengaruhi orang-orang yang Anda cintai dan diri sendiri? Kebanyakan perempuan memutuskan sesuatu untuk menyenangkan orang lain, karena kita takut menjadi egois dan mengikuti kata hati kita. Ini sering kali membuat kita kehilangan jati diri karena tidak pernah merasa puas atas apa yang diputuskan. Itu mengapa perlu memberikan ruang yang sama dalam kepala ketika membuat keputusan, yaitu membahagiakan orang-orang yang kita cintai dan diri kita sendiri. Sehingga semua dapat porsi yang sama untuk menuju pada kualitas hidup yang maksimal.
(Prevention Indonesia Online/Siagian Priska)

Editor :
Dini
 
http://female.kompas.com/read/2012/08/22/09035931/3.Langkah.Mematangkan.Keputusan.Hebat 

Tuesday, March 6, 2012

Agar Tak Salah Mengambil Keputusan Bisnis

Views :1255 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 Maret 2012 09:18
keputusan0312Sebagai seorang pebisnis, Anda seringkali harus mengambil keputusan besar dan mampu memberi jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi. Selain mempertimbangkan dengan matang efek dari keputusan yang Anda buat, menurut Dorie Clark, CEO Clark Strategic Communications dan penulis buku "What's Next?: The Art of Reinventing Your Personal Brand," ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum mengambil keputusan untuk kesuksesan bisnis Anda.

1. Belajar dari kasus nyata

Orang cenderung mempelajari segala sesuatu, dan menyelesaikannya dengan bantuan teori-teori yang dipelajari. Tidak salah, namun teori kadang tak relevan dengan kondisi yang dihadapi. Sebaiknya, belajarlah dari pengalaman atau kasus-kasus yang sebelumnya pernah terjadi, lalu pelajari setiap kemungkinan penyelesaiannya.

Michael Schrage, penulis buku "Serious Play: How the World's Best Companies Simulate to Innovate," mengatakan, "Jangan belajar terlalu berlebihan, belajarlah secukupnya sehingga kita bisa membangun model bisnis yang nyata, berguna dan bermanfaat, serta belajar dari pengalaman untuk menyelesaikan permasalahan. Pengalaman ini akan membuat Anda belajar lebih jauh, bertarget, mengambil keputusan, serta menyelesaikan masalah dengan lebih relevan dari semua hal yang pernah Ada pelajari dari teori."

2. Jangan terlalu banyak berasumsi

Ketika menghadapi masalah, orang lalu kerap berasumsi mengenai penyebab dan keputusan yang akan diambil. "Ketika asumsi menjadi sebuah ideologi, biasanya bisnis Anda akan kacau. Lebih baik, atur diri agar tidak terlalu berasumsi, karena sebenarnya dengan berasumsi Anda tidak jujur pada diri sendiri," tukasnya.

Tanpa Anda sadari, asumsi mengarah pada hal-hal yang negatif. Ketika hal-hal negatif ini mulai ada di pikiran, secara tak langsung Anda akan terpengaruh saat mengambil keputusan, tanpa memperhitungkan risikonya. Berpikirlah jernih dan jangan terlalu banyak berasumsi negatif.

3. Hadapi dengan jujur

Ketika menghadapi masalah yang cukup pelik, banyak pebisnis yang mencoba untuk mengingkari dan menganggap remeh masalah tersebut. Hindari sikap menganggap remeh suatu masalah, dan hindari juga sikap mengingkarinya. Kenali masalah Anda, dan hadapi dengan jujur. "Ini bukan hanya masalah kognisi dan kecerdasan, melainkan juga keberanian dan karakter, serta kemauan untuk melihat kebenaran," tukasnya. (*/Forbes/Kompas.com)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/14985-agar-tak-salah-mengambil-keputusan-bisnis.html