Showing posts with label itik. Show all posts
Showing posts with label itik. Show all posts

Thursday, December 1, 2011

BUDIDAYA ITIK MOJOSARI


Peluang Usaha


Kamis, 01 Desember 2011 | 13:43  oleh Fitri Nur Arifenie, Dea Chadiza Syafina
BUDIDAYA ITIK MOJOSARI
Itik mojosari menetaskan laba besar (1)

Beternak Itik mojosari bisa menjadi peluang usaha yang menarik. Berbeda dengan itik petelur lainnya, itik mojosari memiliki ukuran telur lebih besar. Setiap bulan, peternak pun mampu mendulang omzet hingga ratusan juta rupiah. Bahkan ketika itik tak lagi produktif, harga jual itik ini juga terbilang tinggi.

Itik petelur lokal memiliki beragam asal usul. Itik-itik ini sering disebut sesuai wilayah asal dan sifat morfologis seperti itik alabio, itik tegal, itik bali, itik mojosari, itik magelang, dan itik cirebon.

Di antara banyak jenis itik lokal ini, itik mojosari merupakan salah satu itik lokal petelur unggulan. Tak heran, Dody Faizal pun memilih mengembangkan itik mojosari ini karena potensi ekonominya lebih tinggi dibanding itik jenis lain.

Ukuran telur itik mojosari lebih besar ketimbang telur itik lokal lainnya. "Ukuran telurnya sekitar 70 gram sampai 75 gram, kalau itik lainnya hanya 60 gram sampai 65 gram," kata Dody yang memiliki peternakan itik di Mojokerto, Jawa Timur.

Dody baru mulai beternak itik mojosari sejak 2007 lalu. Sejatinya, usaha ini merupakan warisan turun temurun keluarganya. Itulah sebabnya, Dody tak sulit mengembangkan peternakan itik itu.

Selain menjual telur itik, Dody juga menjual itik petelur, mulai dari itik yang siap bertelur dan itik yang masih berusia sehari atau DOD (day old duck).

Untuk itik siap bertelur, Dody menjual seharga Rp 40.000 hingga Rp 43.000 per ekor. "Bulan ini sedang mahal-mahalnya, harga itik mencapai Rp 45.000 per ekor. Itik petelur jenis lain sekitar Rp 42.000 per ekor" katanya.

Sementara, untuk DOD, Dody mematok harga sebesar Rp 3.500 per ekor. Adapun untuk harga telur, Dody membanderol Rp 1.200 per butir.

Kini, usaha Dody sudah sangat mapan. Saban bulan, ia mampu meraup omzet hingga Rp 350 juta. Perolehan omzet sebesar ini berasal dari penjualan itik siap telur sekitar 5.000 ekor, itik usia sehari sebanyak 10.000 hingga 15.000 ekor, dan telur itik. "Itu penjualan rata-rata. Bulan ini saja, penjualan untuk itik siap telur bisa mencapai 20.000 ekor karena ada orang dari Jawa Barat yang pesan hingga 18.000 ekor," kata Dody.

Di peternakannya, Dody bisa memproduksi telur hingga 2.000 butir tiap hari. Alhasil, dalam sebulan, peternakan Dody mampu menghasilkan telur sebesar 60.000 butir.

Menurut Dody, itik mojosari memiliki masa produktif selama 12 bulan. Pada tahun ke dua, itik mojosari masih mampu menghasilkan telur, namun tak banyak.

Biasanya, setelah tak produktif lagi, itik mojosari akan dijual untuk dimanfaatkan dagingnya. Harga jual itik mojosari yang tidak produktif juga masih cukup tinggi yakni sekitar Rp 31.000 hingga Rp 33.000 per ekor.

Agus Harianto pemilik Sentral Ternak di Malang, Jawa Timur juga mengakui permintaan itik petelur mojosari tinggi. Hal ini karena itik ini memiliki beberapa kelebihan, seperti mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

Selain itu, ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis itik lainnya. Sehingga, konsumsi pakan ternak itik mojosari lebih sedikit dan lebih ekonomis.

Cangkang telur itik mojosari yang berwarna hijau kebiruan juga lebih menarik minat konsumen, ketimbang itik lainnya yang berwarna putih. "Konsumen Indonesia banyak yang menyukai telur itik mojosari," kata Agus.

Keistimewaan lain dari itik mojosari ini, produktivitas telur bisa mencapai 90% saat itik mencapai puncak produksi. Angka ini sama dengan 328 butir telur yang dihasilkan itik mojosari setiap tahunnya.

Jumlah ini tentu saja lebih tinggi dibanding produktivitas itik petelur lainnya. Bahkan selepas masa puncak produksi, itik mojosari masih mampu menghasilkan telur hingga 75%.

Sama seperti Dody, Agus membanderol harga telur itik mojosari Rp 1.200 per butir. Sedangkan, ia menjual DOD seharga Rp 3.500 per ekor.

Dalam satu bulan, Agus sanggup memenuhi pesanan permintaan bibit itik mojosari sekitar 12.000 ekor sampai dengan 15.000 ekor. Dengan begitu, Agus pun bisa mendulang omzet lebih dari Rp 52 juta sebulan.

Agus menambahkan, permintaan DOD itik mojosari ini tak pernah sepi. Bahkan sekarang ini, permintaan itik mojosari pun banyak datang dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, bahkan hingga Papua.

 
Jumat, 02 Desember 2011 | 14:46  oleh Fitri Nur Arifenie, Dea Chadiza Syafina
BUDIDAYA ITIK MOJOSARI
Itik mojosari: Asal pengelolaan pakan baik, peternak bisa untung besar (2)

Beternak itik mojosari memang menggiurkan, meski pemeliharaannya tak mudah. Peternak harus mampu menekan biaya pakan, supaya keuntungan mengucur deras. Selain itu, peternak harus menjaga kebersihan kandang agar itik nyaman saat bertelur.

Bagi peternak pemula, membudidayakan itik asal Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur, ini bisa melalui dua cara. Pertama, dengan memelihara induk yang siap bertelur. Kedua, menetaskan telur tanpa induk. "Kalau itik siap bertelur itu tinggal menunggu dua minggu, itik akan bertelur. Sedangkan, untuk itik kecil harus menunggu lima hingga enam bulan untuk bertelur," kata Dody Faisal, peternak itik mojosari asal Mojokerto.

Setidaknya, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh para peternak, yakni pakan, kandang, dan perawatan. Soal pakan, formula yang salah akan berakibat pada kematian.

Itik diberi makan tiga kali sehari dengan menu yang sama setiap harinya. "Jangan sampai itik makan bangkai, seperti bangkai tikus atau bangkai cecak, karena berakibat kematian," kata Dody.

Standar pakan yang baik harus memenuhi unsur protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Misal, untuk itik petelur yang berumur 26 minggu ke atas, pakan harus mengandung protein sebesar 18% dan karbohidrat minimal 2.900 kilo kalori.

Setelah mencapai umur empat bulan, itik petelur harus banyak aktivitas atau diangon, untuk mendapatkan pakan tambahan berupa hijauan seperti rontokan padi ataupun cacing.

Namun, selain kombinasi nutrisi yang baik, peternak harus melakukan efisiensi makanan itik. "Sebab, keuntungan itik itu terletak pada pengelolaan pakan. Biaya pakan itik saya sebesar Rp 40.000 per 100 ekor per hari," kata Dody.

Tak hanya pakan, peternak juga harus menyiapkan kandang yang ideal bagi itik. Yakni, cukup angin, cukup sinar matahari, dan selalu kering atau tiada genangan. "Per satu meter persegi itu maksimal empat ekor bebek," kata Doddy.

Sementara itu, menurut Agus Harianto, pemilik Sentral Ternak di Malang, Jawa Timur, peternak harus memperhatikan kehangatan suhu untuk kandang day old duck (DOD) atau anak itik usia satu hari sampai tujuh hari. Biasanya, peternak menggunakan lampu bohlam untuk mendapatkan suhu antara 34 0 C hingga 360C, suhu yang sama dengan suhu di dalam telur. "Pemanas buatan ini dipakai hingga itik berumur tiga minggu," jelasnya.

Kandang itik pun harus diberi alas berupa jerami padi agar itik tidak langsung terkena kelembapan tinggi dan debu yang berasal dari tanah. "Karena jika langsung menyentuh tanah, itik dapat terserang penyakit saluran pernapasan yang dapat mengakibatkan kematian," imbuhnya.

Saat itik masih berusia satu hari sampai tujuh hari, kandang itik dengan luas satu meter persegi idealnya dihuni 35 ekor sampai 40 ekor anak itik. Selanjutnya, jumlah anak itik mojosari dalam kandang koloni harus terus dikurangi, karena itik ini masih dalam proses pertumbuhan sehingga membutuhkan tempat yang cukup luas untuk bergerak.

Setelah berumur tiga minggu, kandang tak perlu penghangat buatan. Selain itu, itik tidak perlu lagi diberikan vitamin tambahan. Penambahan suplemen hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti saat itik sakit.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/84140/Itik-mojosari-menetaskan-laba-besar-1-
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/84268/Itik-mojosari-Asal-pengelolaan-pakan-baik-peternak-bisa-untung-besar-2-

Tuesday, September 13, 2011

BUDIDAYA ITIK DUO

Peluang Usaha

AGRIBISNIS

 
Jumat, 09 September 2011 | 16:21  oleh Dea Chadiza Syafina
BUDIDAYA ITIK DUO
Itik duo, itik unggul yang tidak amis dan cepat gede (1)

Permintaan daging itik terus meningkat membuat peternak itik ketiban rezeki. Ini seperti yang dirasakan peternak itik duo di Serang, Banten. Itik duo hanya membutuhkan waktu 45 hari untuk bisa dipanen. Daging yang tebal dan tak amis membuat itik ini kian diminati.

Konsumsi daging bebek atau itik nasional terus meningkat. Terus berkembangnya kuliner bebek membuat daging unggas ini semakin diminati.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan, pada tahun 2005 produksi daging itik mencapai 21.351 ton, meningkat menjadi 24.531 ton tahun 2006. Produksi paling besar pada 2007 mencapai 44.105 ton, 30.980 ton pada 2008 dan data sementara tahun 2009 sebesar 31.945 ton.

Walaupun jumlah produksinya besar, namun sampai sekarang kebutuhan daging itik belum sepenuhnya terpenuhi. Irwan, Ketua Kelompok Penetas dan Petelur Itik (KPPI) di Serang mengatakan, saat ini seluruh peternak itik di Serang belum mampu memenuhi kebutuhan daging itik lokal. "Kami masih harus mendatangkan bibit dari Medan, jadi belum bisa maksimal," katanya.

Tiap minggu, Irwan mengaku hanya bisa menyediakan sekitar 700 ekor itik pedaging. Dengan jumlah penjualan itu, tiap bulan dia bisa mengantongi omzet lebih dari Rp 40 juta dan keuntungan sekitar 15% dari total omzet.

Namun itik yang disediakan oleh Irwan bukanlah itik biasa, sebab dia hanya membudidayakan itik duo atau sering disebut itik MA 2000. Itik duo yang juga disebut itik raja ratu merupakan varietas unggul hasil persilangan itik mojosari yang unggul dalam produksi telur dengan bebek alabio asal Kalimantan Selatan yang unggul dalam produksi daging.

Keunggulan lainnya, itik duo hanya butuh waktu 45 hari sampai 50 hari untuk bisa dijual atau konsumsi. Berbeda dengan itik biasa yang baru bisa dipanen setelah berumur 5 bulan.

Dengan waktu yang singkat, peternak bisa menghasilkan bebek berbobot 1,2 kilogram (kg) sampai 1,4 kg. Dari berat bebek tersebut, 62% dari bobot itu adalah daging.

Menurut Irwan, kontur daging itik duo lebih tebal dan berisi. "Dagingnya juga tidak berbau amis seperti itik lainnya," katanya. Selain itu, jenis itik ini juga lebih tahan terhadap penyakit dan stres.

Selain Irwan, salah satu peternak itik duo yang lain adalah Yayat Supriyatna, anggota perternakan Ratu FM di Kabupaten Serang. Menurutnya, potensi pasar daging itik, terutama itik duo, masih terbuka luas. Di Serang saat ini baru ada empat peternak besar yang fokus beternak itik duo.

Untuk memenuhi seluruh pesanan, Yayat bekerja sama dengan empat peternak plasma. Dia hanya menyediakan bibit atau day old duck (DOD) yang didatangkan dari Medan, sedangkan peternak plasma bertugas memelihara sampai panen. Yayat mengaku, saban minggu bisa memanen sekitar 500 itik duo.

Beternak itik duo lebih menguntungkan lagi, selain cepat panen, harga dagingnya juga lebih tinggi. Saat ini per kilogram daging itik duo mencapai Rp 18.000 dalam keadaan hidup. Harga ini akan melonjak hingga Rp 23.000 jika bebek dijual dalam bentuk karkas atau hanya diambil dagingnya saja tanpa jeroan.

Adapun bebek karkas lengkap dengan jeroan dan telah dikemas dijual dengan harga Rp 27.000 per ekor. Namun, "Daripada keuntungan jatuh ke tangan pengepul, saya lebih suka menjual bebek ungkep siap masak seharga Rp 33.000 per ekor," kata Irwan.



 
Senin, 12 September 2011 | 13:55  oleh Dea Chadiza Syafina
BUDIDAYA ITIK DUO
Budidaya itik duo: Pilihan pakan dapat mempengaruhi hasil panen (2)

Produktivitas itik duo memang tinggi. Itik duo ratu atau itik petelur sudah bisa bertelur di usia 4,5 bulan atau 5 bulan. Tidak hanya itu, di masa puncak produksi itik ratu mampu bertelur sepanjang tahun. Hanya, itik ini butuh lokasi pemeliharaan khusus.

Sepertinya, memelihara itik duo lebih banyak untungnya daripada ruginya. Lihat saja tingkat produktivitas itik ratu atau itik petelur. Ketika menginjak usia lima bulan itik ratu ini sudah mulai bertelur atau dua minggu lebih cepat dari itik alabio lokal dan tiga minggu lebih cepat dibandingkan itik mojosari.

Setiap ekor itik duo mampu bertelur dalam satu tahun rata-rata sebanyak 261 butir, atau 71,5% dari seluruh hari dalam setahun. Bahkan di puncak reproduksi, itik duo mampu bertelur sepanjang hari dalam setahun atau mencapai 95%. Keunggulan lainnya, masa produktif itik duo bisa selama dua tahun.

Bentuk fisik itik ratu ini juga khas dengan warna bulu cokelat kehitaman dengan kombinasi warna putih di bagian dada dan perut. Sedangkan bulu di bagian kepala terdapat garis putih tepat di atas mata yang menyerupai alis.

Meski itik ratu ini memiliki keunggulan genetis, peternak tetap harus melakukan pemeliharaan itik duo baik jantan maupun betina dengan baik. Lokasi peternakan yang tepat sangat mendukung keberhasilan beternak itik duo.

Menurut Irwan, Ketua Kelompok Penetas dan Petelur Itik (KPPI) Serang, sebaiknya peternakan di lokasi yang tenang, jauh dari permukiman penduduk atau suara-suara bising namun tetap mudah diakses untuk memudahkan pemasaran. "Lokasi ini bisa menimimalisir tingkat stres bebek sehingga bisa berproduksi lebih banyak," kata Irwan.

Setelah memilih lokasi, kondisi kandang juga harus tersedia air untuk itik yang memadai karena unggas ini tergolong hewan yang suka air. "Yang tidak perlu disediakan adalah air untuk berenang itik karena bisa mempengaruhi jumlah produksi daging maupun telur," timpal Yayat Supriyatna, pemilik peternakan itik Ratu FM Serang.

Peternak setidaknya perlu dua macam kandang. Pertama, kandang untuk starter yang disiapkan untuk itik berumur satu hari atau day old duck (DOD) hingga berusia empat minggu. Kandang untuk DOD ini sebaiknya dilengkapi lampu untuk menghangatkan udara dalam kandang.

Kedua, adalah kandang finisher untuk itik potong maupun petelur yang telah berusia lebih empat minggu sampai siap panen. Untuk kandang ini, ventilasi sebaiknya terbuka tapi tetap diperhatikan agar hewan pemangsa tidak dapat masuk. Kandang sebaiknya dilengkapi dengan atap yang dapat melindungi itik dari sinar matahari dan hujan.

Selain kondisi kandang, pakan juga perlu diperhatikan. Pakan itik sebaiknya tidak berubah-ubah. Setiap itik duo butuh asupan 18% hingga 20% protein dan 2.900 kalori per hari.

Biaya pakan merupakan biaya terbesar dari ternak itik, yakni mencapai 70% dari seluruh biaya. Namun, memperoleh pakan yang baik, tidak harus pakan buatan pabrik. Pakan bisa dari hasil olahan sendiri dengan memanfaatkan limbah perikanan, pertanian ataupun limbah makanan manusia. Dengan cara ini ongkos produksi jelas bisa ditekan.

Irwan sendiri memanfaatkan limbah makanan manusia sebagai pakan ternaknya. "Gizi dari nasi bekas katering ini mampu untuk memenuhi gizi itik secara seimbang," tandas Irwan.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/77067/Itik-duo-itik-unggul-yang-tidak-amis-dan-cepat-gede-1
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/1315810548/77177/Budidaya-itik-duo-Pilihan-pakan-dapat-mempengaruhi-hasil-panen-2