Showing posts with label investor. Show all posts
Showing posts with label investor. Show all posts

Thursday, April 5, 2012

Jenis-jenis Angel Investor



Views :346 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 05 April 2012 10:39
investor0312Angel investor dapat dikelompokkan menjadi lima kategori dasar:

Angel investor korporasiSecara tipikal yang disebut sebagai malaikat korporasi ialah para manajer senior yang telah diberhentikan karena pemutusan hubungan kerja massal atau yang telah mengajukan masa pensiun lebih awal dari yang seharusnya. Selain menerima uang tunai, seorang entrepreneur dapat meyakinkan malaikat korporasi untuk mengisi posisi sejumlah manajemen senior seperti dalam pengembangan bisnis.

Angel investor entrepreneurJenis ini merupakan tipe yang paling banyak ditemukan. Sebagian besar dari mereka memiliki dan menjalankan bisnis-bisnis yang sangat sukses. Karena investor-investor ini memiliki sumber pendapatan lainnya dan mungkin mempunyai kekayaan besar dari pemberian umum atau pembelian parsial, mereka bersedia mengambil risiko yang lebih besar dan menanamkan modal lebih banyak. Maka dari itu, cara terbaik untuk memasarkan transaksi Anda kepada para malaikat ini ialah sebagai peluang yang bersinergi. Mencerminkan tujuan ini, malaikat entrepreneur jarang melihat perusahaan yang berada di luar disiplin ilmu atau keahlian mereka serta akan berpartisipasi dalam beberapa investasi saja dalam sekali waktu. Investor seperti ini hampir selalu duduk sebagai anggota dalam dewan direksi tetapi sangat jarang menerima tugas-tugas manajemen. Mereka  akan melaksanakan investasi yang berskala sedang dan menanamkan modal dalam jumlah yang lebih besar seiring dengan perkembangan perusahaan.

Angel investor yang antusiasSementara malaikat entrepreneur cenderung suka berhitung, para malaikat antusias ini hanya suka terlibat dalam tawar-menawar. Sebagian besar malaikat antusias berumur 65 tahun atau bahkan lebih. Mereka juga meraih kekayaan secara Mandiri dari keberhasilan yang diraih dalam bisnis yang dimulai sendiri dan telah mengurangi jadwal kerja. Bagi mereka, berinvestasi merupakan sebuah hobi. Sebagai konsekuensinya, mereka umumnya tidak berperan dalam manajemen dan jarang sekali meminta untuk ditempatkan dalam dewan. Karena mereka ikut serta dalam begitu banyak perusahaan, ukuran investasi mereka juga cenderung lebih kecil.

Angel investor manajemen mikroManajer mikro merupakan investor yang amat serius. Beberapa dari mereka terlahir kaya raya, tetapi mayoritas besar memperoleh kekayaan melalui usaha mereka sendiri. Sayangnya, warisan ini membuat mereka menjadi berbahaya. Karena kebanyakan telah berhasil membangun perusahaan, para manajer mikro  mencoba untuk memaksakan taktik yang berhasil bagi mereka dan bagi perusahaan portfolio mereka. Meskipun mereka tidak menuntut sebuah peran manajemen yang aktif, manajer mikro biasanya meminta sebuah posisi dalam dewan direksi. Jika bisnis tidak berjalan baik. mereka akan mencoba membawa masuk manajer baru.

Angel investor profesionalIstilah profesional dalam konteks ini merujuk kepada pekerjaan investor, seperti dokter, pengacara, dan dalam beberapa kasus langka, akuntan. Malaikat profesional suka untuk berinvestasi dalam perusahaan yang menawarkan sebuah produk atau jasa yang  berkaitan dengan pengalaman mereka. Mereka jarang sekali menuntut posisi dalam dewan direksi, tetapi mereka bisa berubah menjadi kurang menyenangkan untuk dihadapi saat keadaan menjadi sulit dan meyakini bahwa sebuah perusahaan berada dalam masalah bahkan sebelum benar-benar mengalaminya. Malaikat profesional akan berinvestasi dalam beberapa perusahaan sekaligus. (*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/15796-jenis-jenis-angel-investor.html

Wednesday, March 14, 2012

Inilah Hal yang Diinginkan Investor Profesional

Views :280 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 14 Maret 2012 13:34
investor0312Investor. Kata yang sering disebut dan dicari keberadaannya oleh para pengusaha khususnya pengusaha pemula atau yang berada pada tahap early stage. Banyak yang tahu artinya tapi kadang pada saat diberi kesempatan untuk bertemu, tidak tahu apa sebenarnya yang investor inginkan.

Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin dilihat oleh investor, khususnya investor profesional. Berikut hal-hal yang investor inginkan seperti dikutip dari laman tangandiatas.com:
1. It's not about the business. It's about who we areBanyak pengusaha yang pada awal bertemu investor terlalu bersemangat dalam menjelaskan tentang bisnisnya, tanpa mempersiapkan tim pelaksananya. Akan tetapi yang dilihat investor pertama kali adalah siapa kita sebenarnya? Apakah kita layak dibiayai? Seperti apa track record-nya? Bagaimanapun juga every business is about people business. Donald Trump pun pernah berujar bahwa, "I never bet on business, i bet on people."

TIPS: Jika kita merasa track record kita belum cukup menjual, cari penyeimbang. Pekerjakan orang yang punya track record yang baik atau cari beberapa penasehat yang berpengalaman yang mau untuk mendampingi kita dalam menjalankan bisnis.

2. Clear business modelHal kedua yang terpenting adalah seperti apa model bisnisnya? Singkatnya, seperti apa alur bisnis tersebut dari proses pemilihan bahan baku sampai menjadi produk jadi dan sampai di tangan konsumen, berikut dengan alokasi biaya dan proyeksi pendapatannya. Di sini mulai berbicara teknis, dan kita harus bisa mempertahankan semua asumsi yang kita buat dalam proyeksi bisnis.

3. Is it scalable?

Ini menjadi penting karena investor ingin mengetahui seberapa cepat bisnis yang kita tawarkan akan berkembang. Apakah bisnis ini bisa diduplikasikan di daerah yang lain atau tidak? Seberapa cepat proses penduplikasiannya? Berapa lama perkiraan bisnis ini akan berkembang sebelum mencapai masa mature dan kemudian memasuki fase decline? Tentunya ini berkaitan dengan tingkat pengembalian keuntungan yang diharapkan oleh para investor.

4. Are there any exit strategy

Tergantung tipikal investornya, ada investor yang memiliki strategi buy and hold, ada juga yang memiliki strategi buy, build and sell. Tapi apapun tips investornya ada baiknya kita memberikan opsi exit strategy yang bisa mereka tempuh. Ada beberapa macam exit strategy yang sering digunakan, mulai dari buy back strategy, second stage investment, equity to loan capital, sampai dengan IPO (Initial Public Offering). Semua tergantung dari tipe investor yang dihadapi. Rata-rata investor professional memiliki time frame antara 5-7 tahun, tergantung karkter bisnis dan negosiasi dengan investornya.

Hal di atas adalah beberapa komponen yang menjadi pertimbangan bagi para investor sebelum melakukan investasi. Banyak juga investor yang tidak begitu memperhatikan hal di atas, khususnya investor individu. Akan tetapi ada baiknya kita selalu siap tentang pertanyaan di atas karena kita tidak pernah tahu kapan kesempatan itu datang. Yang bisa kita pastikan adalah kita sudah siap kapanpun kesempatan itu datang. (*/ian)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/15229-inilah-hal-yang-diinginkan-investor-profesional.html

Tuesday, February 21, 2012

5 Kesalahan Umum Investor Muda

5 Kesalahan Umum Investor Muda


Apapun keterampilan itu, sebaiknya dipelajari dan dilakukan selagi muda. Demikian pula dalam berinvestasi. Membuat kesalahan adalah lumrah saat mempelajari sesuatu yang baru. Namun ketika berhubungan dengan uang, kesalahan itu dapat menimbulkan konsekuensi serius. “Investor yang sudah memulai semenjak muda pada umumnya memiliki fleksibilitas dan rentang waktu yang cukup untuk mengambil risiko dan melakukan pemulihan finansial akibat kesalahan berinvestasi,” ujar Wayne Pinsent, konsultan www.investopedia.com
Pinsent menyarankan untuk mengesampingkan beberapa kesalahan berikut, agar para investor muda dapat terbantu untuk meningkatkan kemampuannya “bertarung” di lantai bursa.
1. Menunda
Menunda adalah kebiasaan yang buruk. Kebiasaan ini bisa sangat merusak investasi ketika pasar bergerak begitu cepat. Ide investasi yang baik tidak selalu mudah didapat. Oleh karena itu, segeralah bertindak ketika muncul sebuah ide yang bagus seusai melakukan riset, dan sebelum pasar mengetahui. Investor muda pada umumnya cenderung tidak segera bertindak karena takut atau merasa belum berpengalaman. Padahal, kehilangan ide bagus dapat menyebabkan dua skenario buruk pada investor muda.
• Investor tersebut akan terlalu yakin pada opininya, dan terus membeli aset meskipun tak ada jaminan akan berhasil.
Boleh jadi investor tersebut telah membangun argumen dengan tepat, bahwa harga aset yang sebelumnya $25, akan naik menjadi $50. Tapi ketika harga aset tersebut benar-benar meningkat menjadi $50 sebelum dia sempat membeli, maka ia akan terdorog untuk merevisi target harga aset tersebut menjadi $60 demi merasionalkan pembeliannya.
• Investor tersebut segera mencari aset pengganti.
Sebagaimana contoh sebelumnya, investor yang terlambat membeli aset yang harganya melonjak dari $25 menjadi $50, cenderung akan segera berusaha mendapatkan aset lain yang harganya diperkirakan juga akan melonjak. Akibatnya, investor tersebut akan terburu-buru membeli aset, tanpa melakukan riset yang memadai, dengan harapan dapat mengganti “kesempatan” yang telah hilang
2. Berspekulasi bukanlah berinvestasi
Investor muda mempunyai keuntungan dalam kehidupan berinvestasinya. Usia investor akan sangat mempengaruhi pilihannya dalam mengambil risiko. Investor muda dapat memilih investasi dengan hasil yang lebih tinggi dengan mengambil risiko yang lebih besar. Jika mengalami rugi, investor muda masih mempunyai waktu untuk memulihkan kerugiannya dari akumulasi pendapatannya. Kondisi ini kerap menjadi alasan bagi investor muda untuk melakukan spekulasi, padahal seharusnya tidak demikian.
Para investor muda dan pemula cenderung berspekulasi, bila tak benar-benar memahami proses investasi. Spekulasi kerap menjadi identik dengan judi, bila seorang investor tidak mempunyai alasan yang tepat untuk membeli, dan hanya melihat bahwa nilai suatu aset mempunyai kesempatan meningkat. Hal ini dapat berdampak serius, karena ada banyak investor profesional yang menunggu untuk mengeruk keuntungan dari investor dengan sedikit pengalaman.
Daripada berspekulasi dan berjudi, investor muda sebaiknya berinvestasi di perusahaan dengan risiko agak tinggi namun mempunyai potensi menanjak dalam jangka panjang. Karena para investor yang sudah menjelang pesiun cenderung memilih perusahaan yang mapan, maka para investor muda sebaiknya mengambil kesempatan sekaligus risiko, membeli saham-saham perusahaan dengan kapitalisasi kecil namun bertumbuh.
Spekulasi yang berujung kerugian besar dapat mencederai investor muda sehingga mempengaruhi pilihan investasinya di masa depan. Kondisi ini cenderung akan menyebabkan kapok berinvestasi atau beralih ke aset-aset bebas risiko yang tidak sesuai dengan usia mereka.
3. Terlalu banyak leverage
Leverage mempunyai manfaat sekaligus mudarat. Investor dapat meningkatkan leverage dengan menggunakan berbagai instrumen keuangan, termasuk meminjam modal, demi meningkatkan imbal hasil investasinya. Masa terbaik bagi investor untuk dapat menambah leverage pada portofolionya, adalah saat masih muda. Investor muda mempunyai kesempatan lebih panjang untuk pulih dari kerugian dari akumulasi pendatannya. Namun demikian, mirip dengan berspekulasi, leverage bisa menghancurkan portofolio yang bagus sekalipun.
Investor muda mungkin mampu mengatasi dampak penurunan 20-25% pada portofolionya tanpa menjadi patah arang. Namun penurunan 40-50%, dapat menyebabkan leverage dua kali lebih besar sehingga terlalu berat untuk dikelola. Konsekuensi penurunan seperti itu mirip dengan dampak kerugian akibat spekulasi: investor muda menjadi patah arang, atau sangat menghindari risiko sepanjang hidup investasinya.
4. Tidak cukup bertanya
Jika harga saham yang dimiliki melorot, investor muda cenderung berharap agar harga saham tersebut segera naik lagi. Namun kondisi ini seringkali tak terjadi, harga saham malah semakin turun. Salah satu faktor penting dalam memutuskan bentuk investasi adalah dengan bertanya mengapa? Bila suatu aset diperdagangkan dengan harga separuh dari nilai wajarnya, tentu ada alasan dan menjadi tanggung jawab si investor untuk mencari tahu. Investor muda yang belum pernah mengalami perangkap dalam berinvestasi, cenderung akan mengambil keputusan tanpa terlebih dahulu berusaha mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan transaksi yang akan dilakukannya.
5. Tidak berinvestasi
Seorang investor memiliki kesempatan terbaik untuk mencari hasil tertinggi dan mengambil risiko lebih besar jika mempunyai rentang waktu yang panjang. Investor muda memiliki rentang waktu yang panjang, sehingga mampu bertoleransi dengan risiko yang lebih besar. Orang muda juga cenderung kurang berpengalaman mengelola uang. Akibatnya, mereka sering tergoda untuk fokus pada upaya-upaya yang dapat sesegera mungkin mengambil manfaat dari uang, tanpa berusaha fokus pada tujuan jangka panjang. Membelanjakan uang pada saat ini ketimbang menabung dan berinvestasi dapat membentuk kebiasaan buruk dan akan berdampak pada masalah tabungan dan dana pensiun.
Investor muda sebaiknya mengambil keuntungan dari usia mereka dan berusaha meningkatkan kemampuannya dalam mengambil risiko. Lebih dini melakukan investasi akan sangat membantu menentukan keragaman investasi sepanjang hidupnya. Namun ada banyak risiko yang akan ditemui para investor tak berpengalaman, saat mengambil keputusan. Kesalahan-kesalahan umum yang disebutkan di atas, diharapkan akan membantu para muda dalam mempelajari investasi sejak dini dan mencapai karir investasi yang bernas di kemudian hari.

Sumber: http://www.ipotnews.com
http://ipotindonesia.wordpress.com/2012/02/21/5-kesalahan-umum-investor-muda/

Saturday, May 14, 2011

Sukses Menangkan Hati Calon Investor dengan Presentasi

Hits : 2173 PDF Cetak E-mail
Kamis, 12 Mei 2011 10:45
sitok_kj98Presentasi merupakan salah satu cara yang dilakukan pelaku bisnis untuk mendapatkan klien, konsumen, atau investor. Hati para calon klien, konsumen, atau investor dalam dunia bisnis dapat dimenangkan jika Anda melakukan presentasi yang baik. Tantangan terbesar dalam berpresentasi ialah teknik berkomunikasi agar pesan yang ingin disampaikan sampai ke pendengar. Aspek-aspek pendukungnya antara lain olah tubuh, penguasaan panggung, intonasi suara, serta cara menyampaikan isi presentasi itu sendiri.

Sumartok dari Presentonomics dan Lex dePraxis dari Hitman System memberikan ilmu berpresentasi dalam acara “Presentation Idol: Menggali Teknik-teknik Presentasi” yang diadakan oleh Komunitas #StartupLokal di Auditorium Mega, Gedung TransTV, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan itu, Sumartok mengali beberapa poin penting yang harus dipenuhi dalam berpresentasi antara lain:
1. Mind the time
Atur waktu. Dalam melakukan pitching, Anda harus mengetahui banyak waktu yang diberikan. Masalah waktu harus benar-benar diatur. Para investor bisa jadi orang yang sangat sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan orang mengoceh.

2. Focus, focus, focus

Seorang presentator harus bisa memilah materi yang penting dan yang tidak penting. Sampaikan hanya yang penting dan perlu saja. Berfokuslah pada hal-hal penting itu.

3. Showing is better than telling

Jika Anda mengatakan bahwa produk Anda bagus, tunjukkanlah, karena hanya dengan kata-kata tanpa bukti sama saja Anda membuang-buang waktu dan energi.

4. Sell, don't just explain!

Menjual sesuatu tidak cukup dengan menjelaskan wujud produknya. Jelaskan juga keuntungan apa yang akan diperoleh orang lain dari produk Anda.

5. Story + execution = valuation

“Story” yang dimaksud di sini adalah kisah atau cerita. Bercerita adalah cara yang baik untuk mengantarkan audiens presentasi Anda hingga ke inti atau maksud utama (execution) presentasi yang dilakukan. Kisah sukses atau testimoni ditambah eksekusi, akan membuat calon investor memberi nilai yang tinggi pada produk Anda.

6. Convey a clear differentiationSampaikan perbedaan produk Anda dengan bahasa yang sejelas mungkin. Buat batasan-batasan atau perbedaan yang jelas.

7. 12-20 slides is ideal for 15" presentation. Untuk presentasi selama 15 menit, Anda cukup membuat 12–20 slide saja.

Selain itu, Sumartok juga menjelaskan bahwa jangan lupa menjelaskan kepada investor tentang siapa Anda atau siapa saja tim yang bekerja. Mereka perlu mengetahui kredibilitas usaha Anda. Jelaskan hal ini tapi jangan terlalu panjang. Selain itu, konten adalah yang utama. Buatlah slide show yang sederhana dan membuat orang menyimak. Jangan terlalu rumit bercerita panjang lebar dalam tampilan teks paragraf. Buatlah kalimat pendek dengan gambar yang menjelaskan inti pesan Anda. Idealnya, dalam satu slide jangan menggunakan lebih dari dua jenis huruf, dan jika Anda ingin menampilkan data berupa angka, sebaiknya gunakan font Arial, karena font ini paling baik dan sederhana untuk menampilkan angka.

Pada presentasi awal di depan calon investor, Anda tidak perlu memaparkan panjang lebar tentang kompetisi bisnis. Kompetisi itu hal yang belakangan. Yang terpenting adalah solusi apa yang dapat Anda tawarkan dari bisnis Anda.

Sementara itu, Lex dePraxis lebih menekankan pentingnya membangun emosi bersama antara presentator dengan audiens-nya. Ia menjelaskan bahwa ada lima hal yang perlu dilakukan untuk memenangkan hati para audiens presentasi, antara lain:
1. Facial expression
Orang tidak akan mendengarkan Anda jika Anda tidak menunjukkan emosi. Tunjukkanlah emosi pada audiens, dan hindari kegiatan membaca tulisan apapun yang ada di slide show. Presentasi bukanlah kegiatan mendikte atau membaca berita. Bicaralah dengan ekspresi wajah. Tersenyumlah.

2. Eye contact

Tatap wajah audiens Anda satu per satu. Tapi bedakan dengan tatapan yang ‘menyapu’ secara merata ke seluruh audiens. Tapi tataplah mereka secara personal, supaya mereka merasa keberadaannya penting. Ini perlu untuk membangun emosi satu sama lain.

3. Repetitions

Merepetisi atau mengulang yang Anda sampaikan, penting dilakukan. Karena jika presentasi Anda hanya melaju dan mengalir begitu saja dari awal hingga akhir tanpa repetisi, orang akan gampang lupa.

4. Slow

Gunakan tempo bicara yang lambat. Jangan bicara terburu-buru. Dalam berpresentasi, gunakan tempo bicara yang lebih lambat daripada berbicara sehari-hari. Tempo bicara yang lambat dan dilakukan sambil menatap ke arah investor, akan menunjukkan bahwa Anda orang yang kredibel. Ingat, sebuah bisnis diminati orang bukan karena investor melihat bisnis itu bagus, tapi karena mereka melihat orang yang kredibel dan bisa dipercaya. Dengan tempo yang lambat itu, Anda dapat menyampaikan emosi dengan lebih baik. Kadang emosi lebih penting daripada informasi.

5. Drama & action

Impresi seseorang muncul dalam waktu 1/10 detik. Pada waktu yang singkat itulah, Anda harus mampu menciptakan kedekatan emosional dengan para audiens. Emotion create impression. Presentasi adalah sebuah seni drama atau akting. Jangan melakukannya dengan membaca slide. Sekali saja Anda membaca slide, koneksi dan emosi Anda dengan para audiens akan langsung terputus. Anda perlu berbicara dengan menghadirkan diri Anda secara utuh dengan bahasa tubuh, karena audiens akan terkesima jika Anda menggerakkan tubuh. Selain itu, inti utama sebuah presentasi dapat dibangun melalui cerita. Karena itu, cerita adalah penting. Story tells, story sells. (*/Nilam)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/8199-sukses-menangkan-hati-calon-investor-dengan-presentasi.html