Tuesday, May 8, 2012

Inilah 3 Model Bisnis Online


Views :351 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 08 Mei 2012 09:09
online0512Banyak cara meraup untung dari dunia maya. Jika jeli, ada beragam model bisnis online yang sudah jalan dan sebagian bisa ditiru dengan sedikit perubahan, atau sekadar menjiplak. Meski semuanya menjanjikan keuntungan, belum tentu realisasinya semudah itu.

Setiap model bisnis punya cara penanganan berbeda. Para pionir mungkin bakal menikmati keberhasilan sekaligus risiko kegagalan di awal. Tapi, para penjiplak model bisnis juga tidak kalah besar risikonya jika tidak mampu menunjukkan sesuatu yang beda dari model bisnis yang sudah ada.

Berikut ini garis besar tiga model bisnis online yang sudah sering digunakan dan sebagian sukses dan bertahan.

Jualan produk

Bisnis paling jamak di dunia maya adalah berjualan. Produknya terserah Anda, mulai buku elektronik, aplikasi perangkat lunak (software), produk elektronik, hingga barang bekas. Prinsipnya, Anda harus jeli melihat kebutuhan pasar. Paling gampang memang meniru jenis yang sudah sukses. Tapi, Anda juga bisa membidik ceruk pasar yang belum tergarap pemain lain.

Jika ingin biaya minim, tak perlu membuat situs khusus. Anda bisa memanfaatkan beberapa situs mal online seperti BliBli.com, Ebay.com, Plasa.com, atau beberapa situs jejaring sosial seperti Multiply.com. Beberapa dari mereka mematok fee transaksi ke anggotanya. Tapi, ada juga yang gratis.

Mau lebih murah atau tanpa biaya lagi? Coba manfaatkan modal memiliki jaringan seperti Facebook, Twitter, atau komunitas (Yahoogroups.com), Anda juga bisa memulai bisnis ini dengan modal kecil. Targetnya sudah jelas, Anda juga sudah dikenal atau dipercaya.

Bisnis iklan

Model bisnis online yang cukup marak juga adalah mengincar pengiklan. Beberapa yang terkenal antara lain model iklan baris, paid to click (PTC), paid per click (PPC), paid to survey (PTS), affiliate marketing, dan paid to review (PTR).

Selain harus bermodal situs, entah blog atau website dengan nama domain khusus, Anda juga harus memastikan pengunjung situs cukup banyak. Beberapa situs jejaring sosial seperti Multiplay dan mal online seperti TokoBagus.com mendongkrak jumlah pengunjung untuk mengincar pengiklan besar.

Pendapatan dari model bisnis PTC, PPC, PTS, dan PTR didapat dari jumlah klik iklan dalam situs. Di PTC dan PPC, pengiklan akan membayar Anda sesuai jumlah klik, Anda juga harus membayarkan sebagian lagi ke pengeklik. Tarif PTC di Indonesia sekitar Rp 10–Rp 300 untuk tiap klik iklan.

Affiliate marketing juga hampir mirip. Bedanya, inti sistem ini membantu memasarkan suatu produk tanpa harus membeli produk tersebut. Anda berdiri di tengah-tengah antara penjual dan pelanggan.

Sementara mekanisme PTS dan PTR, Anda seperti punya toko jasa survei dan review (ulasan) produk. Anda membayar setiap pelanggan yang memberikan ulasan atau survei dari form Anda sediakan. Keuntungan jasa ini biasanya datang dari mitra atau perusahaan penebar survei dan pemilik merek besar. Anda bisa menetapkan fee setiap survei atau review dari pemasangan iklan.

Unggah dan unduh

Belakangan juga marak model bisnis online yang menyediakan fasilitas unggah dan unduh data, termasuk penyimpanan file atau dokumen. Contohnya, 4Shared, Rapidshare, dan Ziddu.com.

Fitur standar memang digratiskan. Tapi, jika ada pelanggan yang ingin lebih, ada tarif yang harus dibayar. Ada produk premium jasa penyimpanan file yang mematok tarif US$ 6,5 sampai US$ 90 per bulan selama satu tahun atau tergantung dari lamanya berlangganan.

Selain modalnya besar lantaran harus menyewa server, saat ini, model bisnis ini sedang tertekan oleh aksi melawan pembajakan. Situs seperti ini dianggap pendukung pembajakan. (*/Kontan.co.id/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/16656-inilah-3-model-bisnis-online.html

Sukses Berkat Prinsip Berbagi


Views :207 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 08 Mei 2012 09:46
ce-logo2Bagi Fatmah Bahalwan, kesuksesan tidak bisa diciptakan seorang diri. Ia membuktikannya dengan membuka seluruh resep masakan yang dipunyainya di dunia maya.

Fatmah menceritakan kisahnya yang mendasarinya berbagi resep dengan banyak orang. Suatu hari, perempuan kelahiran Wonosobo, 15 Januari 1964 itu pernah meminta resep masakan kepada seseorang. Namun, orang tersebut menolak dengan alasan kerahasiaan. Penolakan tersebut membuatnya sakit hati. Sejak itu, ia bertekad membuktikan dirinya mampu sukses dengan membagi resep yang dipunyainya kepada orang lain.

"Rasanya waktu minta resep itu sakit hati sekali. Saya enggak pengen teman saya merasakan hal seperti yang saya rasakan. Bagi saya, resep itu enggak untuk dirahasiakan. Makanya, setiap kali teman saya tanya apa resep saya, saya jawab," ujar Fatmah seperti dilansir mediaindonesia.com.

Keterbukaannya tersebut menghantarkannya ke permintaan membuat kursus. Padahal, ia sama sekali tak punya latar belakang pendidikan formal memasak. Ia pertama kali melakukannya pada 2002 saat masih bekerja sebagai sekretaris eksekutif di sebuah bank syariah swasta. Kursus tersebut diadakan di rumahnya dengan peserta sebanyak 10 orang untuk setiap sesi. Ia hanya melakukannya di setiap akhir pekan.

Sekitar akhir 2004, ia memberanikan diri untuk berhenti bekerja dan fokus menjalankan bisnis kuliner rumahan. Keyakinannya didasarkan pada jumlah pendapatan yang semakin stabil dan lebih tinggi daripada gaji yang diperoleh dari kantor. Kebetulan, atasannya saat itu mendukung langkahnya. Ia bahkan ditawari pinjaman untuk membeli rumah yang dipergunakannya sebagai tempat kursus, bisnis, dan tempat tinggal.

Keputusannya tak salah. Usaha kursus masak yang dijalaninya terus mengalami perkembangan. Tuntutan dari para muridnya terus-menerus berdatangan. Umumnya berupa pertanyaan seputar kendala memasak resep yang sudah diajarkannya.

Komunikasi lewat telepon dan pesan pendek dirasanya sudah tidak lagi efektif. Saat itulah, ide untuk membuat milis tercetus. Suami Fatmah membantunya membuat akun dan Fatmah menjadi moderator milisnya. Forum itu resmi berdiri sejak Januari 2005.

Berawal dari hanya 10 anggota milis yang kebanyakan peserta kursus Fatmah, milis yang dinamai Natural Cooking Club (NCC) itu akhirnya menarik perhatian lebih banyak anggota. Jumlahnya kini sudah mencapai 13 ribu anggota yang tersebar di seluruh dunia. Kata kunci kesuksesan milis tersebut terletak pada semangat berbagi. Fatmah tak segan mengungkap resep ciptaannya dalam forum milis sehingga semua orang mudah menduplikasinya. Dengan begitu, ia merasa lebih ringan karena bisa memenuhi pesanan yang datang, tapi tak sanggup dikerjakannya sendiri.

"Saya penganut kepercayaan bahwa rezeki Tuhan itu sudah terbagi. Saya merasa semakin banyak saya bercerita, semakin banyak saya buka rahasia bisnis saya, malah rezeki itu semakin tidak putus-putus," ujar ibu tiga anak itu dengan nada tenang.

Dalam milis NCC tersebut, para anggota tidak hanya berbagi resep masakan, tetapi juga diberi pengayaan pengetahuan. Salah satunya ialah cara mendapatkan bahan baku pembuatan masakan dengan harga grosir.

Fatmah memang sengaja mendorong para anggota milis untuk bisa memanfaatkan kemampuan memasak mereka demi peningkatan kesejahteraan keluarga. Semua itu bisa dilakukan mereka dengan peralatan dapur sederhana yang dimiliki umumnya rumah tangga.

"Saya bilang kalau masak hanya untuk dimakan sendiri, lama-lama jadi gendut. Jadi, sebaiknya masakan itu dijadikan sumber penghasilan saja," ucapnya sembari tertawa.

Motivasinya bisa membius para anggota. Di antara mereka, kini ada yang sudah membuka usaha di bidang kuliner. Keyakinannya soal keterbukaan atas resep berhasil dibuktikan dengan kemapanan usahanya. Di samping itu, ia bisa memproduksi wirausahawan baru berbekal dari resep di forum milis. Omzet usaha yang beredar di milis itu, menurut perhitungan kasar, bisa mencapai Rp10 miliar per tahunnya.

Setidaknya ada 300 anggota yang memutuskan berbisnis di bidang itu dengan spesifikasi yang beragam. Ada yang hanya memproduksi cupcake. Ada yang membuka jasa katering. Ada pula yang membuka toko bahan kue dan peralatan masak sebagai pendukung bisnis tersebut.

Yang menarik ialah para tukang ojek yang berbisnis kurir untuk mengantarkan pesanan para pelanggan, sekaligus memudahkan para pebisnis yang didominasi ibu rumah tangga itu.

"Ada salah satu anggota milis yang awalnya dia dan suami sama-sama bekerja. Namanya Lili. Kemudian, dia memutuskan berhenti dan membuka usaha. Namanya Tiu Cake. Akhirnya, suaminya ikut berhenti bekerja dan membantu usaha istrinya," celoteh Fatmah tentang salah satu muridnya yang berhasil berwirausaha.

Komputer yang berada di ruang tengah rumahnya itu jarang sekali dimatikan. Fatmah memang sengaja membiarkannya agar bisa terus berkontak dengan para anggota milisnya. Biasanya, ia membuka forum konsultasi pada pukul 15.00 WIB hingga pukul 20.00.

Tak hanya itu, ia pun rajin menulis sambil berbagi informasi kepada mereka. Ia bahkan memulainya sejak pukul 04.00. Semua rutinitas itu membuatnya senang. Dari semua yang ia lakukan, ia pun berhasil menerbitkan empat buku resep. Ia sendiri mengaku tak tahu berapa jumlah resep yang sudah diciptakannya hingga saat ini.

"Yang paling saya suka itu american risoles. Resep itu saya ciptakan saat harus memenuhi pesanan coffee break yang datang sore hari sementara saya besoknya masih bekerja. Kalau mau buat rogut, repot. Akhirnya pilih yang simpel aja. Saya beli smoke beef, keju, dan telur sebagai isinya. Enggak lama, semua orang bikin resep itu. Malah ada yang bikin bisnis baru dengan resep yang dikembangkan itu. Artinya, kami bisa ciptakan tren," tukasnya dengan bangga. (*/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/16658-sukses-berkat-prinsip-berbagi.html

10 kunci sukses BRI Syariah garap UMKM

INDUSTRI SYARIAH

10 kunci sukses BRI Syariah garap UMKM



10 kunci sukses BRI Syariah garap UMKM BANDUNG. Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) mencatat, setidaknya ada 10 faktor yang menjadi kunci suksesnya dalam menggarap bisnis pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Eko B Suharno, Direktur BRI Syariah memaparkannya :
  1. Desain produk yang sederhana dan efisien.
  2. Kemudahan nasabah dalam mengakses pembiayaan.
  3. Mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
  4. Pengelolaannya dilakukan secara transparan.
  5. Menguntungkan.
  6. Independen.
  7. Insentif
  8. Berbasis sumber daya lokal.
  9. Pendampingan.
  10. Pengawasan.

"Hal itulah yang mendorong percepatan pertumbuhan bisnis pembiayaan UMKM kami," jelas Eko.
Tak heran, meskipun tergolong balita, yakni baru berusia tiga tahun sejak memisahkan diri (spin off) dari induk usahanya pada 2009 lalu, pertumbuhan pembiayaan UMKM BRI Syariah mencapai Rp 1,3 triliun per akhir Maret 2012 atau melesat hingga 60% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Per akhir Maret 2012, Eko melansir, BRI Syariah berhasil membukukan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 9 triliun. Porsi dana mahal masih mendominasi, yakni deposito mencapai Rp 6 triliun. "Sedangkan, tabungan Rp 1,5 triliun, dan sisanya berasal dari giro," pungkasnya.

Sumber:
http://keuangan.kontan.co.id/news/10-kunci-sukses-bri-syariah-garap-umkm/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Inilah Cara Efektif Promosi secara Online

Views :261 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 08 Mei 2012 11:54
promosi0512Jika Anda baru memulai bisnis online di bidang kue, fotografi dan fesyen saatnya mempelajari segala sesuatunya. Mulai dari promosi bisnis dan kegiatan iklan secara online. Nah, berikut ini 5 cara efektif untuk mempromosikan bisnis Anda secara online:

Mulai dari laman Facebook

Laman Facebook bisa menjadi cara terbaik membangun komunitas di sekitar bisnis. Sebagai permulaan, mulailah mengupload foto sampul menarik yang menampilkan produk. Logo merek Anda bisa dijadikan profil gambar.

Berbagi foto di Pinterest

Pinterest mengambil alih ruang internet. Di sini Anda bisa berbagi foto-foto menarik. Yang harus dilakukan adalah klik dan berbagi.

Selalu aktif di situs media sosial

Tidak cukup memulai akun di Facebook atau Twitter. Anda harus menjalankannya secara aktif. Cukup posting jajak pendapat, foto atau kutipan menarik yang berhubungan dengan bisnis. Atur agar orang bisa berkomentar dan berbagi. Secara bertahap akan mendorong produk bisnis Anda.

Membuat blog

Buatlah blog tentnag bisnis dan kerajinan. Setelah menulis posting baru, langsung link ke Facebook dan Twitter. Dan kirimkan juga ke email teman-teman. Hindari kesalahan teknis dengan memposting tulisan yang terlalu panjang.

Buat jaringan sesama pebisnis

Misalnya jika Anda memiliki bisnis kue, bergaul dengan koki kecil maupun besar yang terhubung melalui Linkedln atau mengirimkan pesan ke Facebook. Berbagi pekerjaan dengan mereka dan mendapatkan wawasan bagaimana cara menjalankan bisnis. Lalu minta mereka mempromosikan produk atau jasa di blog dan situs mereka. (*/mediaindonesia.com/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/16668-inilah-cara-efektif-promosi-secara-online.html

Ingin Jadi Entrepreneur Sukses? Buat Produk Konkret

Views :230 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 08 Mei 2012 11:58
ent0212Menurut New York University (NYU), agar seorang mahasiswa berhasil menjadi entrepreneur sukses kuncinya ialah membangun dan menghasilkan sesuatu yang konkret. Dan mungkin bukan hanya satu produk tetapi sebanyak mungkin produk. Berdiskusi dan membicarakannya tidak termasuk dalam kategori itu. Mengirimkan business plan juga bukan. Memenangkan kontes juga bukan. Hanya jika Anda menjual dan mengirimkan produk pada konsumen, Anda baru dianggap menghasilkan dan produktif.

“Sesuatu” bukan hanya berarti “usaha baru”. Sebanyak 80% mahasiswa yang tertarik dalam dunia startup tak hanya memiliki pengalaman atau pengetahuan yang diperlukan untuk memulai.

Kuliah entrepreneurship mengajarkan mentalitas yang kurang benar dengan menyebarkan asumsi “Sukseslah di awal atau entrepreneurship bukan untuk Anda”. Tingkat tindak lanjut setelah kompetisi business plan sangatlah kurang karena mereka menciptakan persepsi bahwa bisnis pertama mahasiswa ialah satu-satunya peluang mereka untuk menjadi entrepreneur. Padahal, mahasiswa lebih baik diajari untuk membangun/ membuat produk, gagal dan mengulangi apa yang berhasil.

Mengikuti kompetisi business plan mungkin bergengsi tetapi lebih penting dan konkret lagi untuk mengirimkan sesuatu yang konkret ke pasar dan konsumen. Mulailah sebuah pertemuan secara rutin! Bertemu dengan banyak orang dan mengatur pertemuan dengan peserta yang banyak akan mengajarkan Anda bagaimana untuk memasarkan produk dan mengelola bisnis.

Lakukan percepatan dengan melakukan banyak proyek kecil yang berhasil daripada memulai satu proyek besar yang lebih sukar diselesaikan. Agar lebih berpeluang untuk sukses sebagai entrepreneur, mahasiswa perlu memahami bahwa kehidupan dalam sebuah startup ialah gaya hidup yang harus mereka adopsi, mau atau tidak mau. Bukan sebagai satu peluang penentuan yang harus dilakukan satu kali dan kemudian bisa ditinggalkan begitu saja seperti sebuah proyek yang bisa ditinggalkan begitu selesai atau tak menghasilkan.

Program entrepreneur sekolah atau kampus biasanya berlangsung setidaknya 10 tahun di belakang tren yang sedang berkembang. Dan dalam dunia teknologi, itu sudah berarti ketertinggalan selama sepuluh tahun, kira-kira. Daripada bersandar pada para pengajar, materi kuliah dan kontes entrepreneurship, dapatkan program entrepreneur berkualitas yang menawarkan komunitas entrepreneur lokal kesempatan magang, event bertukar pikiran dan workshop. Keluar dari zona yang sudah Anda kenal dan akrabi.(*/Nate Berkopec, peserta “Shark Tank”/AP)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/16667-ingin-jadi-enrtepreneur-sukses-buat-produk-konkret.html

Kemilau bisnis desain aneka perhiasan

PELUANG BISNIS DESAIN PERHIASAN

Kemilau bisnis desain aneka perhiasan


Kemilau bisnis desain aneka perhiasan Perhiasan sangat dibutuhkan para wanita sebagai aksesori penyempurna penampilan. Asal bisa memenuhi selera pasar, bisnis ini menjanjikan. Kuncinya, desain perhiasan harus benar-benar menarik. Jika sukses merebut hati wanita, omzet puluhan juta siap mampir ke kantong.

Selama ini, perhiasan lekat dengan keseharian wanita sebagai penyempurna penampilan. Tak heran, bila bagi sebagian besar wanita, kebutuhan akan perhiasan ini cukup tinggi. Namun, sebagai penyempurna penampilan, tentu desain perhiasan tidak bisa asal buat.

Perlu tenaga-tenaga terampil yang dapat menghasilkan perhiasan dengan desain semenarik mungkin. Tak peduli perhiasan tersebut berupa gelang, kalung, anting, cincin, atau bros. Begitu pun dengan bahannya, seperti manik-manik, kulit kerang, hingga perak. Semua tentu butuh desain yang menarik.

Salah satu pemain desain perhiasan ini adalah Bagus Alit Susena, asal Tabanan, Bali. Sejak 2010, ia merintis bisnis perhiasan dengan bendera usaha bernama Indira Silver. Sesuai nama bendera usahanya, ia lebih fokus memproduksi perhiasan berbahan perak.

Menurut Bagus, tidak semua orang bisa menekuni usaha ini. Soalnya, dibutuhkan kreativitas tinggi dalam pembuatan desain perhiasan. Agar bisa menghasilkan desain menarik, tentu dibutuhkan pengalaman.

Mendesain perhiasan memang tergolong rumit karena ukurannya kecil-kecil. "Semakin rumit desain suatu perhiasan, semakin mahal juga harganya," jelas Bagus.

Apalagi, jika desain tersebut merupakan pesanan konsumen. Ia sendiri masih membuat desain secara manual dengan menggunakan media lilin. Lantaran masih manual, dibutuhkan waktu sehari penuh agar bisa menghasilkan desain yang menarik.

Salah satu motif yang sering dibuat Bagus adalah desain cincin dengan motif bunga. Selain cincin, ia memproduksi gelang, anting, pin, liontin, dan kalung.

Untuk menarik minat pelanggan, Bagus berusaha membuat desain perhiasan tetap memiliki ciri khas tersendiri, dan kualitasnya tetap dipertahankan.

Ia mengaku, hasil desain perhiasannya kerap diikutsertakan dalam beberapa pameran di luar negeri. Itu sebabnya, kata Bagus, sebagian besar konsumennya berasal dari luar negeri, seperti Eropa dan Jepang. Sementara konsumen dalam negeri, hanya segelintir saja yang berminat lantaran harganya cukup tinggi.

Ia membanderol harga perhiasan mulai dari Rp 123.456-Rp 1,3 juta per unit. Sebulan, ia meraup omzet Rp 20 juta dengan laba bersih 20% dari omzet.

Pemain lain yang sukses menekuni usaha ini adalah Eka Mardiansyah, pemilik Double M Silver di Denpasar, Bali. Menurutnya, bisnis desain perhiasan masih cukup menarik karena masih sering dicari banyak orang.

Kendati demikian, persaingan usaha ini sudah semakin ketat. Makanya, setiap pemain perlu menonjolkan kreativitas masing-masing di setiap produk yang dihasilkan. "Kreativitas desainer menentukan kunci sukses dalam memenangi persaingan," ujarnya.

Kreativitas ini juga menyangkut kemampuan memenuhi keinginan pelanggan atau custom. Menurutnya, desain custom menjadi tantangan tersendiri bagi usaha ini. Dari sekian banyak model desain, yang paling banyak dicari adalah desain simetris dan natural. "Tapi, semua desain dan pola harus bisa dikuasai," ujarnya.

Namun, ia menilai, kreativitas yang beragam itu pula yang membuat tidak ada standardisasi mengenai harga dari penyedia jasa desain perhiasan ini. Sebagai contoh, Eka membanderol harga produk perhiasan mulai dari Rp 800.000-Rp 1 juta per unit. "Harga tersebut ada yang mencakup biaya jasa produksi dan ada pula yang murni hanya ongkos desainnya, jadi tergantung kerumitannya," ujarnya.

Dalam sebulan, ia bisa menerima belasan hingga dua puluhan pesanan. Omzetnya sekitar Rp 15 juta saban bulan dengan margin sekitar 40% dari omzet.

Selain mendesain perhiasan, Eka juga menyediakan jasa pembersihan dan reparasi perhiasan. Menurutnya, belum banyak pemain yang menyediakan layanan ini. "Dengan penambahan layanan ini kami berharap bisa bersaing dengan pemain lainnya," jelasnya.

Sukses menekuni bisnis desain perhiasan juga dirasakan Matahari Terbit yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Syahbudin Ramli desainer Matahari Terbit mengaku, bisa membuat 15-30 desain perhiasan.

Desain buatannya itu diaplikasikan pada bahan perak dan emas. Perhiasan hasil desainnya itu dijual mulai Rp 6 juta-Rp 8 juta per buah. "Selama ini saya lebih banyak membuat desain dengan model yang elegan dan simple, sehingga tidak terlihat berlebihan saat dikenakan," ujarnya.

Selain di dalam negeri, produk perhiasan hasil rancangannya juga banyak dipasarkan di luar negeri. Di Indonesia, pelanggan Matahari Terbit berasal dari Riau, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sumatera. Sementara di luar negeri sampai ke Dubai, Turki, Amerika, dan Italia.

Menurut Syahbudin, lama pengerjaan desain perhiasan bervariasi tergantung tingkat kesulitannya. "Desain yang sederhana bisa satu hari, namun yang sulit bisa sampai dua minggu," ujarnya.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/kemilau-bisnis-desain-aneka-perhiasan/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Prospek Budidaya Pohon Gaharu Cerah

Pohon Langka
Prospek Budidaya Pohon Gaharu Cerah
Dwi Bayu Radius | Agus Mulyadi | Selasa, 8 Mei 2012 | 23:20 WIB

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Kayu gaharu.

NANGA BULIK, KOMPAS.com - Prospek budidaya pohon gaharu yang menghasilkan resin dinilai amat cerah. Resin tak hanya diminati pembeli lokal tetapi juga luar negeri.
Permintaan yang besar membuat harga resin cukup tinggi. Budidaya gaharu juga dapat dianggap sebagai langkah mendukung konservasi.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lamandau, Joko Marwoto, di Nanga Bulik, Lamandau, Kalimantan Tengah, Selasa (8/5/2012) ini, mengatakan, resin gaharu dari Lamandau sudah dipasarkan ke Banjarmasin, Jakarta, bahkan diekspor antara lain ke Malaysia dan Singapura.
"Saya tidak tahu pasti jumlah resin gaharu yang diproduksi Lamandau. Pemkab Lamandau masih menghitung tapi resin yang diproduksi belum mampu memenuhi permintaan," katanya.
Gaharu merupakan tanaman hutan di Indonesia. Karena itu, membudidayakan gaharu bisa dianggap mendukung pelestarian hutan.
Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi, Kementerian Kehutanan, Adi Susmianto, menjelaskan, permintaan resin juga datang dari Kuwait. Pembeli dari negara itu bersedia menerima resin hasil aplikasi teknologi dari gaharu yang disuntik dengan harga sebesar Rp 15 juta per kilogram (kg).
Sementara meurut Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang, setiap pohon gaharu yang dibiarkan tumbuh secara alami dapat menghasilkan resin sekitar dua kg. Jika kualitasnya sangat bagus, harga resin sebanyak itu amat tinggi atau mencapai Rp 58 juta.
Bupati Lamandau, Marukan Hendrik, menambahkan, gaharu saat ini sulit ditemukan di hutan, karena banyak ditebang masyarakat yang mencari resin. Kondisi tanah, topografi, dan iklim Lamandau cocok untuk gaharu tapi jika tak dilestarikan akan punah.
"Kami mendorong masyarakat membudidayakan gaharu," katanya.

Sumber:
http://regional.kompas.com/read/2012/05/08/2320568/Prospek.Budidaya.Pohon.Gaharu.Cerah..