Showing posts with label model. Show all posts
Showing posts with label model. Show all posts

Friday, November 9, 2012

Menciptakan Model Binis Baru

Analisis Ekonomi
Menciptakan Model Binis Baru
Penulis : Tjahja Gunawan Diredja | Kamis, 8 November 2012 | 21:44 WIB

SHUTTERSTOCK Ilustrasi
KOMPAS.com - Dalam suatu pertemuan sejumlah petinggi di sebuah perusahaan induk swasta (holding company), dibahas tentang keberhasilan salah satu anak perusahaan yang bergerak dalam industri hiburan.
Unit bisnis tersebut mampu memberikan kontribusi keuntungan hingga 70 persen. Kemudian masing-masing direksi aktif memberikan saran dan rekomendasi, dari analisa usaha yang dibuatnya.
Sharing knowledge di antara jajaran menejemen tersebut, dilakukan untuk menjawab pertanyaan, apakah sukses usaha dan model bisnis di industri hiburan bisa diterapkan di unit bisnis lain yang berbeda di dalam satu perusahaan induk itu?
Pada dasarnya setiap jenis usaha dan bisnis bersifat unik. Sistem copy paste (copas) atau mirroring suatu bisnis model, hanya dilakukan untuk usaha atau industri sejenis. Oleh karena itu, model bisnis yang terbilang sukses di satu bidang usaha belum tentu bisa diterapkan di jenis usaha lainnya.
Dalam bukunya Business Model Generation, Alex Osterwalder menuliskan tentang perlunya sembilan kerangka bisnis yang terintegrasi.
Pertama, pengusaha harus mengetahui profil pelanggannya.
Kedua, jenis usaha apa yang hendak ditawarkan kepada konsumen.
Ketiga, jaringan distribusi. Apapun jenis bisnisnya, seorang pengusaha harus bisa menentukan sistem distribusi penjualan produknya, agar bisa sampai ke pelanggan.
Keempat, menentukan pola promosi. Sebuah bisnis baru harus diketahui oleh calon pelanggan karena itu perlu promosi baik secara online maupun offline.
Promosi secara offline dilakukan melalui kegiatan yang bersifat fisik, misalnya mengadakan even atau gathering, membagikan brosur, memasang spanduk atau baliho di jalan. Promosi produk secara online diyakini lebih murah bahkan seringkali gratis, antara lain melalui blog, facebook atau twitter, hingga memasang iklan di Google Adwords.
Kelima, menentukan pendapatan. Jangan pernah membuat bisnis tanpa memikirkan rencana pendapatan atau berpikir bagaimana nanti. Sejak awal harus sudah ditentukan jenis-jenis pendapatan yang akan diperoleh.
Jika akan mendirikan media online, harus dapat diperkirakan perhitungan pendapatan yang akan bisa diraih dari iklan. Kalau mendirikan toko, sebaiknya bisa memperkirakan penghasilan dari volume penjualan/omset. Putuskan dan tentukan target pendapatan per bulan.
Keenam, menentukan mitra bisnis. Nyaris tidak ada sukses dalam berbisnis tanpa bekerja sama dengan pihak lain. Tentukan dari awal apakah bisnis baru itu memerlukan investor untuk permodalan atau tidak. Apakah perlu mengadakan perjanjian kerja sama khusus dengan distributor?
Bahkan untuk jenis usaha tertentu, perlu ada endorsement dari orang-orang yang memiliki pengalaman dan atau orang berpengaruh di dunia bisnis. Menggandeng mitra bisnis yang tepat dapat menambah kemampuan yang kita miliki sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan bisnis.
Ketujuh,  kegiatan-kegiatan apa saja yang akan anda lakukan untuk menghasilkan uang? Apakah Anda akan mengadakan even, mengumpulkan uang lalu mendapatkan dana dari sponsor? Apakah Anda akan mengadakan kursus web design yang akan berlangsung setiap hari?
Kedelapan, membuat dan menjalankan bisnis umumnya tidak bisa sendirian. Anda memerlukan staf. Sejak awal tentukan berapa banyak dan jenis keahlian apa yang diperlukan oleh karyawan Anda? Misalnya dalam sebuah toko: Berapa banyak tenaga sales diperlukan? Berapa banyak tenaga kasir diperlukan? Berapa banyak tenaga administrasi seperti accounting diperlukan?
Selain soal SDM, juga diperlukan sumber daya non manusia. Berapa sewa toko/kantor perbulan? Berapa komputer dan berapa harga totalnya? Apakah Anda perlu membuat meja counter atau display untuk penjualan.
Kesembilan, semua hal yang dilakukan dari poin nomor 6 hingga 9 memerlukan biaya, lakukan perhitungan secara seksama, lalu putuskan apakah rencana rencana bisnis menguntungkan atau tidak ?
Mengetahui menguntungkan/tidaknya sebenarnya sederhana saja, apakah penghasilan yang akan diperoleh akan lebih besar dari pengeluaran atau tidak? Jika tidak, berarti akan merugi dan bisnis ini tidak layak dijalankan.
Dalam dunia bisnis, profitabilitas hanya cukup dibuat di atas kertas, tetapi harus benar-benar diwujudkan secara nyata.  (Tjahja Gunawan Diredja)
Editor :
Agus Mulyadi
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/11/08/21445982/Manajemen.Menciptakan.Model.Binis.Baru.

Friday, July 13, 2012

Mari Mengenal Model Bisnis Online

Views :291 Times PDF Cetak E-mail
Jumat, 13 Juli 2012 10:04
bisnis_online0412Banyak di antara Anda yang sudah memiliki pekerjaan tetap, namun tetap ingin memiliki bisnis sendiri. Alasan yang paling klasik adalah ingin mendapat penghasilan tambahan.

Tapi untuk bekerja sambil menjalankan bisnis kadang sangat merepotkan karena masalah waktu. Bisa dibayangkan, pagi harus kerja sebagai karyawan, tapi sepulang kerja tetap harus mengurusi bisnis. Tentu butuh waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Di tengah kesibukkan Anda sebagai karyawan, salah satu yang menjadi pilihan adalah bisnis online. Dengan memanfaatkan teknologi internet, bisnis Anda dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan bisa di akses kapanpun 24 jam.

Anda mungkin sering melihat iklan di internet yang menawarkan bisnis online dengan penghasilan yang luar biasa, mendapatkan uang ratusan ribu per hari atau bahkan jutaan rupiah. Tapi, apakah semudah itu? Jawabnya bisa ya bisa juga tidak, karena memang tidak sedikit orang yang sukses mengeruk keuntungan dengan menjalankan bisnis di internet.

Bisnis online banyak macamnya. Berikut adalah 3 model utama yang masuk dalam kategori bisnis online.

1. E-Commerce

Berjualan sesuatu di website. Anda bisa menjual produk apa saja, misalnya baju, telepon seluler, rumah, motor, mobil, makanan dan barang lainnya. Kerja sampingan ini  tentu sangat cocok jika Anda memiliki banyak teman atau relasi.

2. Content-Rich

Anda bisa membuat blog atau website pribadi dengan menyediakan informasi yang menarik kepada para pembaca blog Anda. Anda bisa daftarkan blog atau situs Anda ke program periklanan. Jika trafik blog Anda bagus dan banyak pengunjungnya, peluang Anda untuk memperoleh penghasilan juga kian besar.

Model bisnis online ini banyak diminati oleh kalangan blogger atau mereka yang memiliki blog atau website. Peluang bisnis ini cukup menjanjikan jika di tekuni dengan serius, bahkan jika Anda sudah bekerjapun Anda bisa menjadikan bisnis di ini sebagai kerjaan sampingan yang menguntungkan. Siang hari Anda kerja sebagai karyawan, di rumah Anda bisa mengelola blog atau website Anda sebagai sumber penghasilan.

3. Membership/Subscription

Setiap user harus membayar agar bisa membaca atau melihat content. Umumnya bisnis ini menjual ebook yang berisi tutorial menarik seperti SEO untuk mengoptimalkan blog atau website agar mendapat ranking bagus di search engine.

Dalam dunia internet keberadaan SEO ini sangat penting karena bisa mendatangkan banyak pengunjung. Dengan banyaknya pengunjung inilah kesempatan memperoleh uang dari internet juga kian besar. Namun apapun jenis model bisnis online, yang terpenting adalah ketekunan, kesabaran, dan tidak mudah putus asa. Satu hal lagi, banyak sekali orang ingin sukses mejalankan bisnis online di internet, tapi tanpa tindakan nyata tentu kesuksesan tidak bakal datang. (Dim)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/18535-mari-mengenal-model-bisnis-online.html

Tuesday, May 8, 2012

Inilah 3 Model Bisnis Online


Views :351 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 08 Mei 2012 09:09
online0512Banyak cara meraup untung dari dunia maya. Jika jeli, ada beragam model bisnis online yang sudah jalan dan sebagian bisa ditiru dengan sedikit perubahan, atau sekadar menjiplak. Meski semuanya menjanjikan keuntungan, belum tentu realisasinya semudah itu.

Setiap model bisnis punya cara penanganan berbeda. Para pionir mungkin bakal menikmati keberhasilan sekaligus risiko kegagalan di awal. Tapi, para penjiplak model bisnis juga tidak kalah besar risikonya jika tidak mampu menunjukkan sesuatu yang beda dari model bisnis yang sudah ada.

Berikut ini garis besar tiga model bisnis online yang sudah sering digunakan dan sebagian sukses dan bertahan.

Jualan produk

Bisnis paling jamak di dunia maya adalah berjualan. Produknya terserah Anda, mulai buku elektronik, aplikasi perangkat lunak (software), produk elektronik, hingga barang bekas. Prinsipnya, Anda harus jeli melihat kebutuhan pasar. Paling gampang memang meniru jenis yang sudah sukses. Tapi, Anda juga bisa membidik ceruk pasar yang belum tergarap pemain lain.

Jika ingin biaya minim, tak perlu membuat situs khusus. Anda bisa memanfaatkan beberapa situs mal online seperti BliBli.com, Ebay.com, Plasa.com, atau beberapa situs jejaring sosial seperti Multiply.com. Beberapa dari mereka mematok fee transaksi ke anggotanya. Tapi, ada juga yang gratis.

Mau lebih murah atau tanpa biaya lagi? Coba manfaatkan modal memiliki jaringan seperti Facebook, Twitter, atau komunitas (Yahoogroups.com), Anda juga bisa memulai bisnis ini dengan modal kecil. Targetnya sudah jelas, Anda juga sudah dikenal atau dipercaya.

Bisnis iklan

Model bisnis online yang cukup marak juga adalah mengincar pengiklan. Beberapa yang terkenal antara lain model iklan baris, paid to click (PTC), paid per click (PPC), paid to survey (PTS), affiliate marketing, dan paid to review (PTR).

Selain harus bermodal situs, entah blog atau website dengan nama domain khusus, Anda juga harus memastikan pengunjung situs cukup banyak. Beberapa situs jejaring sosial seperti Multiplay dan mal online seperti TokoBagus.com mendongkrak jumlah pengunjung untuk mengincar pengiklan besar.

Pendapatan dari model bisnis PTC, PPC, PTS, dan PTR didapat dari jumlah klik iklan dalam situs. Di PTC dan PPC, pengiklan akan membayar Anda sesuai jumlah klik, Anda juga harus membayarkan sebagian lagi ke pengeklik. Tarif PTC di Indonesia sekitar Rp 10–Rp 300 untuk tiap klik iklan.

Affiliate marketing juga hampir mirip. Bedanya, inti sistem ini membantu memasarkan suatu produk tanpa harus membeli produk tersebut. Anda berdiri di tengah-tengah antara penjual dan pelanggan.

Sementara mekanisme PTS dan PTR, Anda seperti punya toko jasa survei dan review (ulasan) produk. Anda membayar setiap pelanggan yang memberikan ulasan atau survei dari form Anda sediakan. Keuntungan jasa ini biasanya datang dari mitra atau perusahaan penebar survei dan pemilik merek besar. Anda bisa menetapkan fee setiap survei atau review dari pemasangan iklan.

Unggah dan unduh

Belakangan juga marak model bisnis online yang menyediakan fasilitas unggah dan unduh data, termasuk penyimpanan file atau dokumen. Contohnya, 4Shared, Rapidshare, dan Ziddu.com.

Fitur standar memang digratiskan. Tapi, jika ada pelanggan yang ingin lebih, ada tarif yang harus dibayar. Ada produk premium jasa penyimpanan file yang mematok tarif US$ 6,5 sampai US$ 90 per bulan selama satu tahun atau tergantung dari lamanya berlangganan.

Selain modalnya besar lantaran harus menyewa server, saat ini, model bisnis ini sedang tertekan oleh aksi melawan pembajakan. Situs seperti ini dianggap pendukung pembajakan. (*/Kontan.co.id/AS)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/178-bisnis-online/16656-inilah-3-model-bisnis-online.html