Thursday, January 6, 2011

Persiapan Negosiasi Ala Bill Gates

Tips Bisnis
PDF Cetak E-mail
Rabu, 05 Januari 2011 15:31
bill_gates_1Di tahun 1980, Bill Gates baru berusia 24 tahun dan hendak mengadakan negosiasi dengan perusahaan raksasa IBM. Saat itu Microsoft hanyalah perusahaan kecil dengan aset sekitar 7 juta dolar AS. Apabila dibandingkan IBM, Microsoft bukanlah tandingan yang sepadan. Kala itu, IBM berhasil menikmati angka penjualan yang fantastis yaitu sebesar 30 miliar dolar AS per tahun.

“Big Blue”, begitu IBM mendapat julukan, berniat untuk memperoleh hasil karya Microsoft untuk melapangkan jalannya mengembangkan komputer personal. IBM menganggap Microsoft -yang lebih kecil- dapat dijadikan sebagai sebuah batu loncatan untuk mempermulus usaha tersebut.

Saat perundingan dilaksanakan, Gates selaku pucuk pimpinan Microsoft dengan sangat cerdik mempersiapkan strategi dalam menghadapi IBM. IBM berkeinginan untuk membeli sebuah sistem operasi dari Microsoft senilai 175.000 dolar AS. Gates, yang menyadari bahwa IBM akan menggunakan kode program Microsoft dalam berbagai mesin kelak, menolak mentah-mentah tawaran IBM.

Tak hanya menolak, Gates juga berhasil membujuk IBM untuk masuk dalam ‘perangkap’ yang dibuatnya sendiri. Gates bersikukuh memegang kepemilikan atas MS DOS, dan lebih memilih untuk menunggu pemasukan royalti. Selain itu, Gates juga mempertahankan haknya untuk memberikan lisensi penggunaan MS DOS kepada pihak lain selain IBM. Hasil negosiasi ini terbukti sangat merugikan IBM dalam berbagai aspek, terutama keuangan.

Tentu Anda penasaran apa yang dilakukan Bill Gates hingga ia mampu menaklukkan raksasa industri komputer IBM dalam sebuah negosiasi. Inilah 3 prinsip negosiasi yang Gates gunakan saat itu, dan yang sebaiknya Anda gunakan juga mulai sekarang:

Prinsip 1: Tetapkan tujuan dan atur pikiranTanyakan pada diri sendiri sebelum memulai sebuah negosiasi, “Apa yang saya inginkan dan raih dari perundingan ini?” Tuliskan tujuan dan pikiran Anda di atas selembar kertas, dan bawalah selama perundingan.

Prinsip 2: Tetapkan batasan

Tentukan batasan Anda. Pikirkan tentang tawaran terbaik apa yang bisa Anda terima di dalam negosiasi tersebut. Kemudian pikirkan tentang tawaran terburuk yang bisa muncul dari pihak yang dihadapi. Batasan paling minimum seperti apakah yang bisa Anda terima? Hal maksimal apakah yang hendak Anda capai? Dengan mengetahui batasan-batasan penting ini sebelum memasuki arena perundingan, lebih kecil kemungkinan Anda untuk terhanyut dengan tawaran pihak lawan dan menyerahkan terlalu banyak hal untuk mendapatkan terlalu sedikit hal.

Prinsip 3: 'Baca' pikiran pihak lawan

Hal apa yang pihak lawan inginkan dari negosiasi tersebut? Apakah target minimal atau maksimalnya? Patut dicamkan juga bahwa hal yang menurut kita sepele bisa dianggap lawan sebagai sesuatu yang sangat berharga. Anda bisa pertimbangkan untuk mengorbankan hal-hal yang kurang vital tersebut untuk mencapai hal yang lebih krusial dari pihak lawan.

Ketiga prinsip di atas memang bukan aturan baku yang mutlak dan bersifat mengikat. Namun, dengan melaksanakannya kita akan lebih berpeluang untuk memenangkan pertarungan di meja perundingan.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis.html?start=318

Monday, January 3, 2011

5 Pelajaran Berharga dari Sang Pendiri Wendy's

Hits : 3868 PDF Cetak E-mail
Senin, 03 Januari 2011 13:20
dave_thomasJika Anda penyuka makanan cepat saji a la negeri Paman Sam, nama “Wendy’s” tentunya sudah tidak asing lagi bagi Anda.  Logo Wendy’s yang sangat khas menampilkan warna merah menyala  dengan gambar seorang anak perempuan yang rambutnya dikepang dua.

Di balik Wendy’s, kita dapat temukan kisah perjalanan seorang entrepreneur yang mengagumkan, Dave Thomas (1932-2002). Dave yang menjadi pendiri jaringan restoran Wendy’s ini mengalami masa kecil yang cukup berat. Di usia 5 tahun, ibu angkatnya meninggal dunia. Ia kemudian diasuh oleh nenek angkatnya – Minnie Sinclair- hingga ayah angkatnya menikah lagi. Suami nenek angkatnya meninggal beberapa saat kemudian saat bekerja dalam sebuah proyek rel kereta api, dan untuk menyokong kehidupan empat anak, nenek angkatnya harus bekerja ekstra keras. Thomas mengatakan bahwa ia mendapatkan sifat rendah hatinya dari nenek angkatnya tersebut.

Thomas memiliki seorang ayah angkat yang menikah hingga tiga kali sehingga Dave harus mengikutinya dan berpindah –pindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Dalam  birografinya, "Dave’s Way," Thomas berujar bahwa trauma masa kanak-kanak inilah yang memberikannya pelajaran mengenai pelajaran penting dalam berbisnis. Berikut ialah  5 pelajaran yang dapat Anda pelajari dari Dave Thomas untuk meraih keberhasilan bisnis di masa depan.

Pelajaran 1: Temukan orang yang peduliterhadap Anda dan belaajar dari merekaOrang-orang semacam itu biasa disebut dengan istilah “mentor”. Mereka bisa saja seorang anggota keluarga yang paling dekat dengan Anda, seorang tokoh yang Anda anggap sebagai panutan atau orang yang bisa memberikan Anda nasihat sederhana.

Bagi seorang Dave Thomas, Minnie Sinclair merupakan seorang figur yang bisa disebut sebagai panutan dan sumber inspirasi. Minnie di waktu mengasuh Thomas sering menunjukkan bagaimana pentingnya pelayanan dan perlakuan yang baik dan penuh rasa hormat terhadap orang lain. Pengenalan terhadap nilai-nilai positif ini membuat Dave Thomas muda mengetahui pentingnya peran nilai tersebut dan di masa dewasanya ia terapkan untuk membangun bisnis yang kokoh. Ia melayani setiap pelanggan dengan baik dan memperlakukan mereka seperti ia ingin diperlakukan, yaitu dengan sikap ramah tama dan hormat.

Pelajaran 2: Bermimpi lebih awal dan bangun tujuan Anda berdasarkan mimpi itu

Dave Thomas menganjurkan kepada para pemuda untuk menggunakan waktu yang ada untuk bermimpi dan mewujudkannya. Janganlah merasa ragu untuk bermimpi semasa muda karena waktu kita masih relatif lebih banyak.

Pelajaran 3: Belajar untuk Mandiri lebih awal

Dave Thomas memulai karir dan dunia kerja dari usia yang sangat muda. Pekerjaannya yang pertama ia dapatkan di usia 12 tahun. Ia bekerja di restoran “The Regas” di Knoxville, Tennessee namun harus mengalami konflik dengan sang majikan. Dave Thomas di usia 15 tahun pindah bersama keluarganya dan bekerja di Fort Wayne, Indiana di sebuah restoran bernama Hobby House Restaurant.

Pelajaran 4: Buat satu kemajuan setiap hari

Dalam berbisnis, membuat kemajuan kecil yang nyata setiap hari lebih terasa ringan dan berpeluang lebih besar untuk tercapai daripada membuat kemajuan besar dalam waktu yang relatif singkat.

Hal ini Dave Thomas lakukan saat bekerjasama dengan Kentucky Fried Chicken. Kolonel Harland Sanders yang kala itu ingin menemukan restoran yang bersedia menjadi mitra dalam bisnis waralaba KFC-nya tersebut bertemu dengan Dave yang bekerja di Hobby House Restaurant.

Thomas kemudian bekerja keras dan terlibat dalam berbagai proyek KFC. Ia melakukan usaha pengenalan merek pada konsumen dan memberikan saran-saran berharga pada perkembangan waralaba KFC. Di akhir dekade 1960-an, Thomas memutuskan menjual sahamnya di KFC dan memulai bisnis barunya, Wendy’s.

Pelajaran 5: Hargai pendidikan

Salah satu penyesalan paling besar Dave Thomas ialah saat meninggalkan bangku pendidikan. Ia memutuskan untuk keluar sekolah saat usia 15 tahun dan memilih untuk mencurahkan tenaga dan pikiran dalam pekerjaan penuh waktu di restoran Hobby House.  Meskipun begitu, ia tetap antusias mendapatkan ijazah sekolah menengah di usia yang tergolong tidak muda lagi, 61 tahun. Dave Thomas meraih ijazah kesetaraan pendidikan menengahnya setelah lolos dalam ujian General Educational Development di tahun 1993. Thomas melakukan ini karena ia khawatir akan mempengaruhi banyak generasi muda untuk meninggalkan bangku sekolah/ kuliah hanya untuk mengejar impian menjadi entrepreneur.

Karena itulah, hargai pendidikan dengan maksimal karena pendidikan (yang sesuai, relevan dan dapat diterapkan ) bisa meningkatkan dan mempercepat kemajuan bisnis kita.

Dave Thomas meninggal di Fort Lauderdale, Florida di tahun 2002. Ia meninggal setelah bertahun-tahun harus melawan penderitaan akibat kanker hati. Dave Thomas dimakamkan di Pemakaman Union di Columbus, Ohio. Di akhir hidupnya, Dave Thomas telah berhasil mendirikan 6.000 lebih gerai Wendy’s di Amerika Utara.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/5760-5-pelajaran-berharga-dari-sang-pendiri-wendys.html

Sunday, January 2, 2011

Analisis Keuntungan Bisnis Makanan

Views :8026 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 02 Januari 2011 08:58
bisnis_makanan1Keuntungan bisnis makanan bisa mencapai 100 persen. Tentu hal ini begitu menggiurkan dan banyak orang yang melirik bisnis kuliner. Namun, banyak orang yang bingung tentang cara menghitung modal usaha untuk memulai bisnis mereka. Simak cara Koko Hidayat, pengajar kursus memasak di Klub Nova, dalam menghitung modal dan variabel lain dalam memulai bisnis makanan.

Gambaran usaha
1. Bahan baku
Dalam pembuatan makanan, usahakan cari bahan makanan yang mudah ditemukan di toko, pasar tradisional atau mal. Disarankan untuk membeli bahan baku berkualitas, karena akan menghasilkan makanan lezat dan bergizi.

2. Perlengkapan usaha
Untuk skala usaha kecil dan menengah (UKM), lihat kembali dapur Anda, apakah ada perlengkapan dapur yang bisa digunakan. Kalau memang belum ada, disarankan membeli perlengkapan usaha dalam volume kecil terlebih dahulu.

3. Tenaga kerja
Dalam skala kecil, ada baiknya produksi makanan ditangani bersama keluarga. Karena selain tidak membayar tenaga kerja, kualitas bahan dan pembuatan makanan lebih terjaga. Lain halnya jika jumlah pesanan mulai meningkat, tidak ada salahnya merekrut tenaga kerja.

4. Kemasan
Cara mengemas makanan yang akan dijual perlu dipersiapkan. Usahakan kemasan menarik untuk memberikan nilailebih pada produk Anda. Banyak konsumen yang membeli makanan karena kemasannya yang cantik atau unik. Cara sederhananya, gunakan kardus polos yang ditempel stiker nama usaha atau merek makanan Anda. Jika usaha semakin berkembang, Anda bisa meningkatkan kualitas kemasan dengan memproduksi kardus berbagai ukuran dengan merek yang dicetak pada kardus.

5. Promosi dan penjualan
Banyak cara yang dilakukan untuk mempromosikan makanan seperti membuat spanduk atau kartu nama. Promosi dari konsumen melalui mulut ke mulut juga efektif, apalagi jika kualitas makanan Anda digemari pasar. Cara promosi lainnya adalah melalui website atau jualan online. Sebagai tahap awal, Anda bisa menitip penjualan makanan di kantin atau toko terdekat.

6. Penetapan harga
Harga jual tergantung segmen yang Anda bidik. Hal ini terkait dengan harga bahan dan besar keuntungan yang Anda inginkan. Biasanya keuntungan makanan antara 50-100 persen.

Biaya investasi
Alokasikan biaya investasi meliputi pembelian barang-barang yang akan digunakan untuk memproduksi makanan, dalam jangka panjang. Misalnya, oven gas, tabung gas, mixer, loyang, cetakan, timbangan, dan lainnya.

Biaya operasional
Biaya operasional adalah biaya tetap ditambahkan biata variabel. Yang dimaksud dengan biaya tetap adalah biaya penyusutan dari barang investasi. Misalnya oven diperkirakan dalam kondisi baik hungga empat tahun ke depan atau 48 bulan. Jadi, nilai penyusutan per bulan adalah 1/48 kali harga oven.

Sedangkan biaya variabel meliputi harga semua bahan atau jasa yang diperlukan selama sebulan. Seperti tepung, margarin, gula pasir, telur, upah tenaga kerja.

Menghitung keuntungan
Cara menghitung keuntungan adalah total penerimaan dikurangi biaya operasional. Sebagai simulasi, jika total penerimaan dalam satu bulan sebesar Rp 6 juta, sedangkan biaya operasional sebesar Rp 3 juta, maka keuntungan yang Anda bisa nikmati adalah Rp 6 juta dikurangi Rp 3 juta, yakni Rp 3 juta sebagai profit bisnis kuliner Anda. Mudah bukan? Selamat menjadi pengusaha! (*/Klub Nova)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/122-peluang-bisnis-perempuan/5735-analisis-keuntungan-bisnis-makanan-.html

Analisis Keuntungan Bisnis Makanan


Views :7741 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 02 Januari 2011 08:58
bisnis_makanan1Keuntungan bisnis makanan bisa mencapai 100 persen. Tentu hal ini begitu menggiurkan dan banyak orang yang melirik bisnis kuliner. Namun, banyak orang yang bingung tentang cara menghitung modal usaha untuk memulai bisnis mereka. Simak cara Koko Hidayat, pengajar kursus memasak di Klub Nova, dalam menghitung modal dan variabel lain dalam memulai bisnis makanan.

Gambaran usaha
1. Bahan baku
Dalam pembuatan makanan, usahakan cari bahan makanan yang mudah ditemukan di toko, pasar tradisional atau mal. Disarankan untuk membeli bahan baku berkualitas, karena akan menghasilkan makanan lezat dan bergizi.

2. Perlengkapan usaha
Untuk skala usaha kecil dan menengah (UKM), lihat kembali dapur Anda, apakah ada perlengkapan dapur yang bisa digunakan. Kalau memang belum ada, disarankan membeli perlengkapan usaha dalam volume kecil terlebih dahulu.

3. Tenaga kerja
Dalam skala kecil, ada baiknya produksi makanan ditangani bersama keluarga. Karena selain tidak membayar tenaga kerja, kualitas bahan dan pembuatan makanan lebih terjaga. Lain halnya jika jumlah pesanan mulai meningkat, tidak ada salahnya merekrut tenaga kerja.

4. Kemasan
Cara mengemas makanan yang akan dijual perlu dipersiapkan. Usahakan kemasan menarik untuk memberikan nilailebih pada produk Anda. Banyak konsumen yang membeli makanan karena kemasannya yang cantik atau unik. Cara sederhananya, gunakan kardus polos yang ditempel stiker nama usaha atau merek makanan Anda. Jika usaha semakin berkembang, Anda bisa meningkatkan kualitas kemasan dengan memproduksi kardus berbagai ukuran dengan merek yang dicetak pada kardus.

5. Promosi dan penjualan
Banyak cara yang dilakukan untuk mempromosikan makanan seperti membuat spanduk atau kartu nama. Promosi dari konsumen melalui mulut ke mulut juga efektif, apalagi jika kualitas makanan Anda digemari pasar. Cara promosi lainnya adalah melalui website atau jualan online. Sebagai tahap awal, Anda bisa menitip penjualan makanan di kantin atau toko terdekat.

6. Penetapan harga
Harga jual tergantung segmen yang Anda bidik. Hal ini terkait dengan harga bahan dan besar keuntungan yang Anda inginkan. Biasanya keuntungan makanan antara 50-100 persen.

Biaya investasi
Alokasikan biaya investasi meliputi pembelian barang-barang yang akan digunakan untuk memproduksi makanan, dalam jangka panjang. Misalnya, oven gas, tabung gas, mixer, loyang, cetakan, timbangan, dan lainnya.

Biaya operasional
Biaya operasional adalah biaya tetap ditambahkan biata variabel. Yang dimaksud dengan biaya tetap adalah biaya penyusutan dari barang investasi. Misalnya oven diperkirakan dalam kondisi baik hungga empat tahun ke depan atau 48 bulan. Jadi, nilai penyusutan per bulan adalah 1/48 kali harga oven.

Sedangkan biaya variabel meliputi harga semua bahan atau jasa yang diperlukan selama sebulan. Seperti tepung, margarin, gula pasir, telur, upah tenaga kerja.

Menghitung keuntungan
Cara menghitung keuntungan adalah total penerimaan dikurangi biaya operasional. Sebagai simulasi, jika total penerimaan dalam satu bulan sebesar Rp 6 juta, sedangkan biaya operasional sebesar Rp 3 juta, maka keuntungan yang Anda bisa nikmati adalah Rp 6 juta dikurangi Rp 3 juta, yakni Rp 3 juta sebagai profit bisnis kuliner Anda. Mudah bukan? Selamat menjadi pengusaha! (*/Klub Nova)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/122-peluang-bisnis-perempuan/5735-analisis-keuntungan-bisnis-makanan-.html#comment-1485

Saturday, December 18, 2010

4 Cara Mendapatkan Pelanggan Lebih Banyak

PDF Cetak E-mail
Jumat, 17 Desember 2010 09:27
getmrcustomerBerita baik dan berita buruk tentang pemasaran ialah bahwa harga dan hasil tidak selalu berhubungan erat satu sama lain. Anda bisa membayar harga yang sama untuk hasil yang buruk sama dengan saat Anda mendapatkan hasil yang baik. Perbedaannya berdasarkan pada apa yang Anda curahkan untuk pemasaran sebelum Anda mengimplementasikan.

Berikut ini merupakan metode yang efektif dan mudah untuk merencanakan usaha pemasaran sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih memuaskan tanpa menghabiskan lebih banyak uang.

Kenali Kelebihan Anda

Tanyakan kepada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Mengapa orang membeli dari Anda?
2. Apa yang sesungguhnya Anda lakukan untuk pelanggan Anda?
3. Seberapa lebih baik Anda dibanding para pesaing?
4. Keahlian atau kelebihan khusus apa yang Anda punyai?

Jawaban pertanyaan-pertanyaan ini merupakan keuntungan-keuntungan kompetitif yang Anda miliki. Semuanya adalah hal-hal yang  membedakan Anda dari pesaing lainnya. Keuntungan kompetitif bisa berhubungan dengan harga, lokasi, keahlian profesional, sikap, kecepatan, atau pribadi Anda.

Orang membeli dari Anda karena Anda melakukan sesuatu bagi mereka yang orang lain tidak bisa lakukan. Pahami hal ini dan Anda telah melakukan langkah pertama menuju pemasaran yang lebih baik.

Kenali Pelanggan Anda (Pasar yang Menjadi Target Anda)

Untuk mempromosikan bisnis Anda, Anda harus berfokus pada orang-orang yang menghargai nilai-nilai yang Anda anut. Kekuatan Anda (atau keuntungan kompetitif) akan membantu Anda fokus pada orang-orang yang paling menghargai produk atau layanan Anda. Misalnya jika lokasi Anda ialah sebuah kelebihan kemudian pelanggan akan juga akan mencerminkan pilihan lokasi Anda. Jika kualitas tinggi merupakan kelebihan Anda, maka pelanggan Anda harus menghargai kualitas.

Untuk mendapatkan gagasan mengenai siapa yang menjadi pasar sasaran Anda, lihat dan amati pelanggan yang Anda miliki sekarang atau amati margin keuntungan untuk menentukan jenis pelanggan apa yang harus menjadi fokus Anda. Anda bisa memiliki beberapa pasar sasaran karena Anda memiliki sejumlah produk atau jasa dan beberapa jenis kelebihan.

Intinya Anda sebaiknya berfokus pada orang-orang yang akan memberikan penghargaan terhadap apa saja yang bisa Anda lakukan bagi mereka. Orang-orang inilah yang menjadi pelanggan yang paling setia dan menguntungkan bagi Anda.

Ciptakan Pesan yang Bermakna

Kunci dalam pemasaran yang berhasil ialah menyampaikan pesan yang tepat kepada orang-orang yang tepat selama anggaran Anda mengijinkan. Maka dari itu, Anda membutuhkan sebuah pesan yang memberitahukan pasar sasaran Anda mengapa mereka harus berbisnis dengan Anda.

Pesan Anda sebaiknya mencerminkan kelebihan yang Anda miliki karena itulah yang membuat Anda menjadi yang terbaik. Pesan Anda juga berkaitan dengan hal yang disukai oleh pasar sasaran. Dengan kata lain, berbicaralah dengan bahasa yang mereka gunakan dan katakan apa yang ingin mereka dengar. Misalnya: Anda bekerja sebagai seorang makelar properti dan kelebihan Anda ialah Anda dapat menjual rumah dengan cepat dan pasar sasaran Anda ialah orang-orang yang ingin menjual rumah mereka dengan cepat. Maka pesan Anda adalah: “Saya menjual rumah dengan cepat!”

Dan Anda bisa memberikan beberapa detil untuk mendemonstrasikan kemampuan Anda dalam menjual rumah dengan cepat, lebih cepat dari siapapun di kota Anda (jika memungkinkan berikan statistik dan testimonial).

Pesan Anda datang secara langsung dari kelebihan dan pasar sasaran Anda. Ketiganya bekerja secara alami dan sederhana.

Anda bisa memiliki lebih dari satu pesan. Setiap fokus pemasaran harus memiliki pesannya sendiri.

Untuk memulai, pikirkan sebuah pesan. Kemudian saat Anda mengembangkan sebuah sistem yang berhasil, tambahkan yang lain ke dalam sistem pemasaran Anda. Jangan membebani diri terlalu banyak dengan melakukan terlalu banyak hal sekaligus.

Sampaikan Pesan Sesering Anggaran Anda Mengijinkan

Sekarang Anda harus menemukan dan membeli sarana (atau media penyampaian) untuk pesan pemasaran yang ingin Anda sampaikan.

Ada tiga hal yang harus diingat saat Anda merencanakan bagaimana menyampaikan pesan Anda:
1. Susun sebuah anggaran untuk proyek Anda.
2. Dapatkan paparan media yang sebanyak mungkin selama anggaran memungkinkan.
3. Fokuskan paparan tersebut pada kelompok yang menjadi sasaran Anda.

Kecuali jika anggaran Anda tidak terbatas, Anda harus memilih sarana penyampaian yang memfokuskan pesan Anda.

Misalnya, jika Anda memiliki sebuah toko eceran dan Anda tahu 90% dari pelanggan Anda dalam jarak dua mil dari toko Anda, kemudian Anda bisa befokus pada penyampaian pesan kepada orang-orang yang tinggal dalam radius tersebut. Ini memberikan Anda sebuah kemampuan untuk mengulangi pesan Anda kepada mereka berulang kali, dan memberikan kekuatan pengulangan yang berguna bagi Anda.

Ada begitu banyak cara untuk menyampaikan pesan Anda: iklan, email langsung, membangun jaringan, telepon, atau kunjungan pribadi.  Beberapa cara yang lebih tidak langsung ialah dengan mengajar kelas atau menawarkan seminar tentang topik yang berhubungan erat dengan produk atau jasa Anda. Cara-cara lain ialah dengan menjadi sponsor acara-acara atau menawarkan sesi informatif tentang apa yang Anda sedang lakukan. Atau Anda bisa bermitra dengan sebuah lembaga nirlaba.

Apapun yang Anda lakukan, cobalah untuk mencapai sebuah kombinasi yang seimbang dari media saat menyampaikan pesan Anda. Ini akan menambah kesadaran masyarakat akan adanya bisnis Anda dan meningkatkan pengaruh pesan Anda.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/5495-4-cara-mendapatkan-pelanggan-lebih-banyak.html

Friday, December 10, 2010

Ciri Hobi yang Dapat Jadi Inspirasi Usaha

Ciri Hobi yang Dapat Jadi Inspirasi Usaha PDF Cetak E-mail
Kamis, 09 Desember 2010 14:28
hobi_biszHobi Anda apa? Jika pertanyaan itu diajukan, setiap orang hampir pasti mempunyai jawaban yang paling benar menurut dirinya masing-masing. Tahukah Anda, hobi dapat menjadi awal kesuksesan finansial. Seorang yang hobinya utak-atik mesin dan rekayasa mesin, kini berhasil membangun jaringan bengkel power steering yang sangat besar. Ada yang juga yang hobinya menulis, kini menjadi penulis terkenal karena karyanya laku keras.

Banyak sekali contoh kesuksesan pengusaha yang berawal dari hobi. Karena sangat mencintai pekerjaan yang jadi hobi ini, kemungkinan sukses menjadi lebih besar. Dan yang pasti, ada hal yang tidak bisa diukur dengan uang, yaitu kepuasan batin. Sepertinya menyenangkan juga menekuni hobi yang dapat dijadikan usaha.

Namun hobi yang bagaimana yang layak dijadikan usaha? Sebenarnya hampir semua hobi bisa dijadikan sumber usaha, namun tentu tidak semuanya. Karena Anda perlu hati-hati, ada hobi yang justru menghabiskan uang. Hobi yang bisa dijadikan usaha mempunyai beberapa ciri khas. Berikut ini adalah ciri-cirinya:

1. Marketable (bisa dijual)
Coba lakukan riset kecil, apakah hobi Anda ini disukai oleh banyak orang lain juga? Apakah komunitas hobi Anda banyak atau sedikit? Jika hobi Anda terlalu unik sehingga tidak banyak yang membutuhkannya, kemungkinan besar hobi Anda itu tidak potensial menjadi sebuah usaha. Namun, jika Anda memang seorang marketer hebat, bisa saja hobi yang terlalu unik diawal-awal, justru jadi booming begitu diluncurkan. Bahkan menjadi trendsetter. Lihat saja Oke Rosgana, kegemarannya akan yo-yo mampu membuat dirinya sukses sebagai pemain dan pelukis yo-yo. Padahal sebelumnya tidak banyak orang yang berminat pada hobi yang kelewat spesifik ini. Tapi dengan berbagai cara dan keseriusannya, yo-yo mampu membuatnya sukses dan mendapat penghargaan nasional maupun internasional. Tentunya, yo-yo itu pula yang menjadi sumber mata pencariannya.

2. Menarik untuk ditekuni dalam jangka panjang
Jika hobi Anda mampu membuat Anda terus-menerus bersemangat menekuninya bahkan hingga 10 tahun ke depan, maka itulah hobi yang pantas untuk diperhitungkan. Bahkan, jika Anda merasa mampu melakukan hal itu seumur hidup, maka selamat, hobi Anda sangat potensial untuk sukses sebagai bisnis.

3. Bukan tren sesaat
Jawablah pertanyaan, apakah hobi Anda itu masih akan berlangsung dalam waktu yang lama? Apakah akan semakin banyak orang yang membutuhkannya di masa yang akan datang? Jika jawabannya ya, maka ini hobi hebat dan menjadi salah satu ciri yang bisa dijadikan usaha.

Itulah sebagian ciri hobi yang baik untuk usaha. Coba perhatikan dan analisis sendiri, apakah hobi Anda sudah memenuhi salah satu atau semua ciri tersebut? Jika ya, maka jangan ragu untuk menekuninya dan siap-siaplah jadi pengusaha sukses dan bahagia karena mengerjakan sesuatu yang Anda cintai. (*/Nilam/dari berbagai sumber)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/5336-ciri-hobi-yang-dapat-jadi-inspirasi-usaha.html

Thursday, December 9, 2010

Kreativitas, Modal Entrepreneur Handal

Tips Bisnis
Kreativitas, Modal Entrepreneur Handal PDF Cetak E-mail
Kamis, 09 Desember 2010 11:54
creativity-signUntuk menjadi entrepreneur handal, Anda harus kreatif. Lalu apa sajakah ciri-ciri orang yang kreatif? Simak penjelasan-penjelasan berikut ini:

1. Pencetus paradigma
Paradigma adalah seperangkat cara berpikir atau rujukan. Orang yang kreatif sering kali mampu melewati kelaziman cara berpikir orang kebanyakan. Mereka mempelajari situasi dengan memanfaatkan banyak sudut pandang dan mampu melakukan pergeseran dratis dalam pemikiran untuk menemukan solusi permasalahan.

2. Selalu berusaha bekerja lebih baik
Manusia kreatif tidak begitu saja menerima segala sesuatu apa adanya. Mereka selalu mencari cara memperbaiki keadaan. Mereka melihat sesuatu yang dilihat orang lain, tetapi sering kali memikirkannya dengan cara yang berbeda. Mereka memandang masalah sebagai peluang dan tantangan yang menggugah semangat untuk berinovasi.

3. Menyukai humor dan santai
Ide kreatif sering muncul dalam keadaan otak yang santai dan tenang. Saat senang dan santai, otak tidak lagi menyiapkan hambatan atas segala hal atau kemungkinan baru.

4. Mempunyai kebiasaan bertindak
Orang kreatif tidak hanya menghasilkan ide-ide baru, mereka juga bertindak mewujudkan ide mereka menjadi kenyataan. Mereka memiliki dorongan yang kuat untuk berbuat.

5. Mempunyai pemikiran inkuisitif
Orang kreatif biasanya selalu ingin tahu. Mereka terbiasa bertanya kenapa, atas segala sesuatu yang terjadi.

6. Melihat kesalahan sebagai peluang
Mereka tidak suka menghindar dari suatu perbuatan, meskipun perbuatan itu menghasilkan kegagalan. Mereka senantiasa berpikir bahwa kegagalan adalah resiko sekaligus proses menuju keberhasilan.

7. Mempunyai jawaban alternatif
Mereka tidak hanya membuat satu kemungkinan solusi, melainkan beberapa solusi. Dari sana mereka akan memilah cara atau solusi terbaik.

8. Toleran terhadap hal-hal yang dilematis
Ide kreatif sering muncul pada otak yang sedang menghadapi dilema dan kesukaran. Pola pikir yang lurus dan cara pandang yang menggunakan kaca mata kuda dapat cenderung
mengesampingkan gangguan, sehingga menimbulkan konsentrasi tinggi pada hal yang sedang dipikirkan.

9. Mencoba kemustahilan
Mereka selalu memerhatikan ide-ide termasuk ide yang mustahil. Merenungkan ide baru dapat memunculkan kemungkinan baru.

10. Berpikir seimbang
Orang yang kreatif biasanya mampu menggunakan otak kanannya sebanyak penggunaan otak kirinya. Insting diterapkan untuk mengimbangi otak kiri yang biasa berpikir teknis. (*/Nilam/dari berbagai sumber)
Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis.html?start=319