Showing posts with label stres. Show all posts
Showing posts with label stres. Show all posts

Saturday, March 17, 2012

5 Cara Efektif Kurangi Stres Saat Dirikan Bisnis Baru

Views :736 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 17 Maret 2012 06:36
Memulai sebuah startup atau bisnis baru bisa menjadi salah satu sumber stres yang paling hebat dalam kehidupan seseorang. Jika Anda memiliki usaha baru sekarang, Anda tahu persis kondisinya. Maka dari itulah, penting bagi Anda untuk mengetahui cara-cara mengelola tingkat stres yang tinggi sebagai entrepreneur. Tak hanya ini penting bagi sehat tidaknya bisnis baru Anda, tetapi ini juga penting bagi kesehatan fisik dan mental Anda sebagai entrepreneur.
Berikut adalah 5 cara untuk mengurangi stres saat masih berada pada tahap awal berbisnis.

1. Sederhanakan kehidupan Anda
Ini merupakan bagian sifat manusiauntuk mencoba maju dalam apapun yang mereka lakukan. Saat kita melakukan ini, kita bisa sering mencoba untuk mengakumulasikan lebih banyak material yang berkualitas lebih baik dalam gaya hidup kita. Saat kita meningkatkan kualitas kehidupan kita, kita biasanya menambah pengeluaran dan biaya pribadi lainnya.
Sesungguhnya tidak ada masalah dengan hal ini saat kita bekerja sebagai karyawan yang menerima bayaran stabil setiap bulannya. Sayangnya, bagi entrepreneur tak ada kemapanan dan kenyamanan finansial seperti itu saat memulai usaha. Biaya pengeluaran pribadi yang tinggi bisa memukul keuangan bisnis Anda baik langsung dan tak langsung. Dan pada akhirnya akan membuat Anda lebih stres.
Untuk atasi ini, kita bisa sederhanakan gaya hidup dengan mengurangi kegiatan yang kurang perlu, mengurangi aset yang tak banyak digunakan dan mengurangi kualitas dan kuantitas barang yang kita beli. Dengan membuat penyesuaian kecil di sana sini, kita bisa mengurangi pengeluaran rutin kita dan ini akan membuat tingkat stres menurun.

2. Olahraga
Bekerja selama 40 jam seminggu tak ada lagi dalam kamus Anda saat memulai bisnis. Sebagai entrepreneur dengan bisnis baru, Anda tak hanya harus bekerja lebih panjang di hari-hari kerja tetapi juga menyelesaikan pekerjaan di akhir minggu saat orang lain bersantai. Meski pekerjaan seakan tak ada habisnya, kita butuh rehat sejenak dan berolahraga. Kita bisa menghabiskan waktu untuk hanya bersantai, tetapi akan lebih baik lagi jika kita menyisihkan sebagian waktu untuk fokus pada peningkatan kebugaran tubuh di sela kesibukan.
Tak hanya Anda akan merasakan dampak positifnya pada kehidupan Anda dalam  jangka panjang, tetapi Anda juga akan merasakan tingkat stres yang menurun karena dilepaskannya hormon endorfin ke seluruh tubuh dan ini bisa berdampak positif terhadap kemampuan Anda untuk menangani dan menurunkan stres. Saat stres berakumulasi, kadang cara terbaik untuk lebih segar ialah dengan berlari sepanjang beberapa mil atau berolahraga di pusat kebugaran. Tak punya banyak waktu untuk berlari atau ke pusat kebugaran yang jauh dan mahal? Ada baiknya berolahraga saja di rumah bersama pasangan atau anggota keluarga. Selain lebih hemat, Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang yang Anda kasihi. Bagaimanapun juga mereka adalah bagian dari alasan mengapa Anda bekerja begitu keras.

3. Buat ruang untuk masing-masing peran
Salah satu tantangan saat memulai bisnis baru ialah bahwa terdapat begitu banyak peran dan tanggung jawab yang harus Anda pikul dalam waktu bersamaan. Anda bertanggung jawab atas keuangan, akunting, marketing, teknik, kebersihan dan keamanan kantor, dan tak ketinggalan kewajiban sebagai orang tua, pasangan dan sebagainya. Ini bisa sangat membingungkan dan berat dan bisa membuat Anda sangat stres.
Satu cara untuk mengatasi ini ialah dengan menciptakan ruang dan waktu tersendiri yang diperuntukkan untuk setiap peran yang Anda pikul. Saat Anda berada di ruangan kerja atau kantor , jadilah entrepreneur yang baik, berkonsentrasilah pada pekerjaan. Namun begitu Anda sampai di rumah atau kamar tidur anak Anda, jadilah orang tua yang baik untuknya. Jangan pikirkan pekerjaan saat bersama keluarga atau anak. Tak hanya ini akan mengruangi stres tetapi juga membantu Anda lebih menikmati dan berkonsentrasi pada semua peran Anda. Alhasil, produktivitas bisa lebih meningkat. Ingatlah,  fokus pada satu peran dalam satu waktu.

4. Miliki  penyokong keuangan
Jika Anda membaca ini dan sudah memulai sebuah bisnis, mungkin sudah agak terlambat karena sebenarnya ini bisa dilakukan untuk mengurangi stres. Milikilah penyokong keuangan selama mendirikan bisnis baru. Ini bisa berupa tabungan atau dana segar yang bisa Anda ambil jika keadaan bisnis Anda tak selancar harapan semula.
Memiliki cadangan keuangan semacam ini bisa dilakukan dengan bekerja dan menabung sejumlah dana agar kelak siap saat menjadi entrepreneur. Alternatif lainnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menjual sejumlah aset atau mendapatkan kredit dari badan keuangan.

5. Tetap berpikir jernih

Kiat terakhir yang mungkin bisa disampaikan di sini ialah tetap berusaha berpikir jernih. Kita bisa saja kehilangan peluang untuk suatu perjanjian bisnis atau mengalami kemajuan yang lebih lambat dari rencana dan ini bisa mengakibatkan meningkatnya stres dalam waktu singkat. Apapun yang mnjadi pemicu stres, pada tingkatan tertentu kita harus berhenti dan mencob untuk berpikir jernih untuk menyadari bahwa masih ada hal yang lebih penting dalam kehidupan ini untuk dipikirkan.
Hal-hal seperti kesehatan diri dan keluarga dan teman adalah beberapa contoh hal yang amat penting dan lebih pantas dipikirkan dengan lebih mendalam. Kegagalan sehari-hari dalam bisnis tak sebanding dengan semua itu dan ini bisa senantiasa mengingatkan kita saat kita mengalami stres dalam bekerja.
Kita harus ingat bahwa jika yang buruk akan makin memburuk, kita selalu bisa memulai babak baru dan mendapatkan pekerjaan lain jika bisnis gagal. Mungkin bukan sebuah prediksi yang begitu positif tetapi jika tingkat stres makin meninggi hingga tingkatan yang sudah tak tertahankan bagi kita, kita bisa beralih ke pekerjaan lain yang lebih membuat diri kita bahagia.
(*AP)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/15317-5-cara-efektif-kurangi-stres-saat-dirikan-bisnis-baru.html

Saturday, February 25, 2012

3 Cara Cerahkan Tempat Kerja yang Penuh Stres

Views :502 Times PDF Cetak E-mail
Sabtu, 25 Februari 2012 13:31
world_class_teamBeban pekerjaan yang berat, tekanan yang demikian tinggi, atmosfer kerja yang kompetitif, benih perselisihan yang bisa meledak kapan saja, apapun itu, bekerja dalam lingkungan yang penuh stres bisa membuat Anda tidak betah. Anda bisa menderita lahir batin dan pada akhirnya akan bisa menyebabkan keseimbangan kehidupan yang terganggu.

Berikut adalah 3 hal yang bisa Anda lakukan untuk mulai membuat perubahan positif.

Mulai berbicara
Lakukan wawancara empat mata, rahasia dengan para karyawan. Berikan mereka ruang untuk mengutarakan segala keluhan dan masukan, dan kemudian libatkan mereka dalam pemecahan masalah yang mereka ajukan untuk dipecahkan.

Bersikap ringan tangan, tanpa memaksa
Bantulah para pegawai berpikir untuk pecahkan masalah bersama. Namun jangan beritahukan mereka apa yang harus dilakukan. Ijinkan pegawai untuk memikul tanggung jawab memperbaiki keadaan.

Jangan hanya berbicara, berubahlah

Berjanjilah dengan diri Anda sendiri untuk mengubah keluhan menjadi komitmen. Anda akan mendapatkan kepercayaan pegawai  dengan menunjukkan pada mereka Anda benar-benar mendengarkan dan membuat perubahan yang diperlukan dengan berdasarkan pada apa yang Anda dengar.
*) Diadaptasi dari “Does Your Office Need an Intervention?” oleh Cheryl Dolan dan Faith Oliver

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/183-hrd/14715-3-cara-cerahkan-tempat-kerja-yang-penuh-stres.html

Thursday, February 16, 2012

6 Cara Kendalikan Stres bagi Entrepreneur


Views :301 Times PDF Cetak E-mail
Kamis, 16 Februari 2012 10:10
stress0212Penting bagi entrepreneur untuk mengetahui sumber-sumber stres apa saja yang ia bisa hadapi dalam setiap detik kehidupannya. Dan setelah mengidentifikasi sumber-sumbernya, mari kita bahas bagaimana mengendalikan sumber stres tersebut.

Mengapa mengendalikan, bukan melenyapkan? Karena tak semua stres itu berbahaya atau buruk bagi kita, terutama entrepreneur. Tentu saja, jika stres menjadi tak tertahankan dan membuat keseimbangan kehidupan seseorang berubah, ia perlu untuk dikendalikan karena akan menghambat produktivitas yang dimiliki seorang entrepreneur dalam bekerja. Namun, jika stres bisa dikendalikan dalam batas-batas yang tetap konstruktif, stres tersebut bisa meningkatkan efisiensi dan performa kerja seorang entrepreneur.

Para peneliti David P. Boyd dan David E. Gumpert membuat sebuah sumbangsih signifikan terhadap pendefinisian penyebab stres yang dirasakan oleh entrepreneur tetapi apa yang membuat studi mereka itu patut menjadi perhatian ialah dipaparkannya pula sebuah rangkaian teknik pereda stres. Teknik ini bisa dicoba sebagai cara bagi entrepreneur untuk meningkatkan kualitas bisnisnya dan kehidupan pribadinya sekaligus. Meskipun teknik pereda stres yang sudah banyak diketahui seperti meditasi, pengenduran otot yang tegang, olahraga teratur bisa membantu pengendalian stres.

Boyd dan Gumpert menyarankan bahwa langkah penting lainnya yang bisa ditempuh entrepreneur ialah dengan menemukan sumber stres tersebut. Setelah menemukan sumber stres, entrepreneur kemudian bisa mengendalikannya dengan (1) mengakui keberadaan sumber stres itu dan (2) mengembangkan mekanisme pengendaliannya serta (3) memeriksa apakah ada kebutuhan pribadi yang belum dipenuhi .

Berikut ini adalah 6 cara khusus yang bisa dilakukan entrepreneur untuk menghadapi stres.

BersosialisasiSatu cara untuk mengurangi kesepian saat menjalankan sebuah bisnis ialah dengan berbagi pengalaman dengan berjejaring , bergaul dengan pemilik bisnis lainnya. Objektifitas yang diperoleh dengan kemenangan dan kesalahan orang lain bisa bersifat menyembuhkan.

LiburanPenawar paling ampuh dari kesibukan yang tak terbendung dalam dunia bisnis, kata banyak entrepreneur, ialah liburan. Jika liburan panjang tidak memungkinkan karena jadwal yang bertumpuk, ambillah liburan pendek. Jeda seperti itu merupakan tindakan penyembuhan bagi tubuh dan jiwa yang kelelahan.

Berkomunikasi dengan pegawaiEntrepreneur berada dalam hubungan yang dekat dengan pegawainya dan bisa dengan mudah mengetahui apa yang dipikirkan dan dicemaskan oleh stafnya. Sentuhan pribadi sering tidak diberikan dalam sebuah perusahaan besar seperti berekreasi bersama-sama, jam yang fleksibel, dan pinjaman kecil mungkin beberapa di antaranya yang bisa dilakukan agar semua unsur perusahaan semakin dekat. Dalam kondisi ini, pegawai sering menjadi lebih produktif karena sentuhan pribadi yang diberikan pemimpinnya.

Menemukan kepuasan di luar perusahaanObsesi berlebihan untuk meraih sesuatu harus dikendalikan, dan itu tidak mudah. Ini dikarenakan kepribadian entrepreneur biasanya terikat dalam perusahaan yang didirikan dan/atau dijalankannya. Entrepreneur harus bisa keluar dari lingkungan perusahaannya kadang-kadang dan menjadi lebih bersemangat dengan kehidupannya sendiri. Mereka perlu untuk menyegarkan sudut pandangnya.

Pendelegasian

Implementasi mekanisme pengendalian stres membutuhkan waktu. Untuk mendapatkan waktu ini, entrepreneur harus mendelegasikan tugas-tugasnya. Entrepreneur sering berpikir pendelegasian itu sulit karena mereka berpikir mereka harus hadir di kantor terus-menerus dan terlibat dalam setiap kegiatan bisnis sehingga perusahaan bisa berjalan sesuai rencananya. Namun jika waktu itu digunakan untuk melepaskan lelah dan stres, pendelegasian yang baik menjadi sesuatu yang mutlak dimiliki. Temukan orang yang tepat dan teknik yang tepat untuk bisa meninggalkan bisnis sejenak.

Olahraga teratur

Para peneliti Michael G. Goldsby, Donald F. Kuratko dan James W. Bishop meneliti hubungan antara olahraga fisik dan tercapainya tujuan pribadi dan profesional bagi entrepreneur. Studi ini membahas isu-isu dengan menguji olahraga yang dilakukan 366 entrepreneur dan hubungan frekuensi berolahraga dengan angka penjualan perusahaan mereka serta tujuan hidup pribadi. Secara spesifik, penelitian ini menguji hubungan antara olahraga angkat beban dan lari berhubungan dengan volume penjualan, imbalan ekstrinsik, dan intrinsik. Hasilnya adalah bahwa lari secara positif berhubungan dengan semua variabel hasil tersebut dan angkat berat secara positif berhubungan dengan imbalan ekstrinsik dan intrinsik. Studi ini menunjukkan bahwa adanya keterkaitan olahraga fisik dengan performa kerja entrepreneur secara umum.

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/index.php/tips-bisnis/37-advise/14448-6-cara-kendalikan-stres-bagi-entrepreneur.html