Showing posts with label reputasi. Show all posts
Showing posts with label reputasi. Show all posts

Friday, June 29, 2012

KIAT BISNIS: Raih Target, Bangun Reputasi

Large_reputation-balloon
  “Para Jendral yang sukses membuat rencana agar sesuai keadaan, tetapi tidak berusaha menciptakan keadaan agar sesuai dengan rencana.” (Jendral George S. Patton Jr).

Dalam kehidupan nyata, apa-apa yang terjadi seringkali tidak sesuai sama sekali dengan yang direncanakan. Jauh-jauh hari seorang kawan saya merencanakan menonton langsung sepakbola di Allianz  Arena Stadium, Munchen, pertandingan final Piala Champion, 19 Mei 2012 belum lama berselang.

Rencana disusun karena diperkirakan kesebelasan yang akan tampil adalah duel impian penggemar bola sejagat-raya, ‘el classico’, antara Real Madrid melawan Barcelona.

Ternyata semua perkiraan meleset. Penampil final ternyata tuan rumah Bayern Munchen melawan tim Inggris yang sama sekali tidak dijagokan sebelumnya, Chelsea ( dan sama sekali di luar semua perkiraan, Chelsea menjadi Juara ).

Rencana adalah rencana. Yang terjadi adalah yang terjadi. Ada suatu kisah senada: Dengan berbunga-bunga, seorang kawan saya bercerita tentang rencananya untuk melakukan ini-itu, segala luapan rasa suka-cita, bila sang cucu lahir kelak.

Dia berharap punya cucu karena baru saja putera pertamanya menikah. Ternyata yang terjadi lain dengan rencana. Baru 6 bulan menikah, sang putera bercerai karena sesuatu sebab.

Sekali lagi, rencana adalah rencana. Yang terjadi belum tentu sesuai rencana. Bahasa spiritual yang menyatakan, “Manusia merencanakan, Tuhan menentukan” adalah sungguh benar adanya. Dan sungguh memang hal bernilai untuk membicarakan perihal perencanaan ini, khususnya dalam area bisnis dan manajemen, dimana perencanaan adalah bagian dari siklus manajemen.

Secara tahunan, pada umumnya terdapat rencana kerja dan keuangan, yang lazim disebut sebagai Master Budget. Dalam perjalanan bisnis dari bulan ke bulan, sesuai dengan segenap  penyesuaian, karena pelbagai variabel sosial-ekonomi-politik, Master Budget dikoreksi, menjadi Outlook .

Biasanya, ada 3 Outlook, yakni Outlook 1, 2 dan 3 yang masing-masing mengayomi waktu 4 bulanan. Proses Outlook ini pada dasarnya adalah kajian ulang (review) terhadap Master Budget. Proses review (dan koreksi atau adjustment) ini adalah proses penting dalam perjalanan meng-eksekusi rencana. “Betapa pun indahnya strategi, Anda sekali-sekali harus melihat hasilnya,” sebagaimana kata Winston Churchill.

Dalam tahap perencanaan (Master Budget), maupun dalam tahap koreksi (adjustment ke Outlook), inilah timbul beberapa tantangan besar bagi para pemimpin. Pertama, soal perkiraan (forecasting). Kedua, soal adjustment  (kedua hal ini sebagai bagian dari kompetensi). Ketiga,   ujian integritas (character challence) sebagai pemimpin terpercaya.

Disebut sebagai tantangan dalam soal forecasting, karena kepandaian untuk  ‘membaca hari esok’ adalah suatu ilmu tersendiri, memerlukan suatu kemahiran tertentu.

Penguasaan terhadap sejarah masa lalu adalah suatu hal yang penting. Benar dikatakan, “Kita hidup di hari ini dan mempersiapkan diri untuk hari esok, dengan belajar dari masa lalu.”

Tetapi tak dapat dipungkiri, bahwa penguasaan pengetahuan masa lalu semata-mata bukanlah jaminan kemahiran memprediksi masa depan. Ada talenta tertentu, pada orang-orang tertentu perihal forecasting ini, dimana akhirnya mereka sering disebut sebagai para pemimpin yang intuitif. “Ciptakan masa depanmu dari masa depanmu, bukan dari masa lalumu,” kata Werner Erhard.

 Akurasi forecasting dan adjustment jelas merupakan hal penting. Dengan proses forecasting dan adjustment yang akurat, dimana kemudian bila terbukti bahwa pencapaian (actual) berbeda jauh dengan rencana, kemungkinan terjadinya kemubaziran investasi dapat diminimalkan. Alokasi investasi dan penyediaan biaya pun akan sangat efektif.

Agility atau kecekatan melakukan penyesuaian pun adalah suatu kemahiran khusus. Sebagai suatu tahap perjalanan, mengatur kecepatan, menyesuaikan langkah dan memilih tindakan (prioritas) adalah hal penting. Para pemenang adalah mereka yang pandai beradaptasi. Dalam hal inilah, sangat bermakna menggenggam ajaran ini, “Jangan biarkan hal-hal yang tak dapat kamu lakukan, mengganggu apa-apa yang dapat kamu lakukan,” kata John Wooden.

Ujian ketiga adalah sekitar integritas. Konteks integritas adalah dalam kejujuran  menentukan besar-kecilnya angka-angka dalam Master Budget maupun dalam Outlook.  Bagi  para pemimpin yang kredibel, penetapan tinggi rendahnya target yang akan dicapai, harus berangkat dengan pandangan: bahwa pencapaian yang akan terjadi mustinya tak akan berbeda ekstrim dengan target, dengan sasaran agar actual tak berbeda jauh dengan plan, dan actual lebih baik dari plan .(msb)

Sumber:
http://www.bisnis.com/articles/kiat-bisnis-raih-target-bangun-reputasi

Tuesday, January 3, 2012

6 Trik Menjaga Reputasi Perusahaan di Era Digital

Selasa, 03/01/2012 15:28 WIB
Tips & Trik
6 Trik Menjaga Reputasi Perusahaan di Era Digital
Ardhi Suryadhi - detikinet



Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Media sosial kini seakan menjadi primadona era digital. Segala macam informasi bisa disebar via Twitter cs, mau itu yang baik hingga yang buruk sekalipun.

Jangan tanya seberapa besar efeknya. Media sosial memiliki peran yang signifikan kala pergolakan di sejumlah negara Timur Tengah. Apalagi jika 'lawannya' cuma sebuah perusahaan? Dijamin gelombangnya mampu meluluhlantahkan reputasi perusahaan tersebut dalam sekejap.

Seperti yang kerap kali kita dengar, "perlu waktu bertahun-tahun untuk membangun reputasi perusahaan. Namun untuk menghancurkannya, cuma perlu hitungan detik".

Ya, begitulah internet dan media sosial dapat berimbas kepada nama baik perusahaan. Untuk itu diperlukan kesadaran dan peran aktif perusahaan demi menjaga reputasi mereka.

Berikut 6 langkah singkatnya, seperti yang dituturkan Layla Revis, Vice President of Digital Influence Ogilvy PR Worldwide, dan dikutip detikINET dari Mashable, Selasa (3/1/2012):

1. Jangan Berpura-pura Tak Ada Krisis
Ketika ada masalah yang melanda, sikap yang paling salah adalah coba mengindahkan masalah tersebut alias berpura-pura bahwa tidak terjadi krisis. Hingga pada akhirnya, tak ada respons apa-apa terhadap masalah tersebut dan krisis itu pun kian membesar bak bola salju.

Gemma Craven, EVP Ogilvy 360 Digital Influence Team mengatakan, "saat ini bukan lagi masanya jam emas, melainkan menit emas. Dan respon yang lambat akan berarti biaya yang semakin besar".

Hal senada juga diutarakan Robert DeFillippo, Chief Communications Officer Prudential Financial. "Respons yang berlebihan itu sama bahayanya dengan telat respons," tukasnya.

2. Jangan Membuat Gesture Kosong
Jika ingin melakukan permohonan maaf, lakukan dengan sepenuh hati. Jangan cuma sebatas formalitas dan dengan gaya bahasa yang malas dan tak bersemangat. Sebab ini akan menunjukkan jika Anda dan perusahaan berjiwa besar.

3. Jangan Anti Memperbaiki Diri
Menurut Layla, media sosial harusnya dapat menjadi alat komunikasi yang jujur. Akui kesalahan Anda, dan berbicaralah dengan customer untuk menenangkan keadaan yang tidak kondusif. Sekaligus untuk menyampaikan apa yang akan Anda lakukan untuk memperbaiki keadaan.

4. Bangun Chanel Komunikasi
Tak ada salahnya untuk membuat blog, akun Twitter, Facebook bagi perusahaan Anda. Sebab di sinilah perusahaan dapat membangun jaringan, baik di antara pelanggan, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Hal ini juga akan memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi lewat email, video, atau webchat. Strategi ini pun seakan sudah menjadi hal yang biasa di era digital. Terlebih jika merujuk pada respons yang cepat itu begitu penting.

5. Siapkan Crisis Communication Respons Team
Menurut Layla, perusahaan yang baik patutnya tidak hanya dapat menyebarkan informasi kepada publik, namun juga dapat memberikan respons yang baik.

Cobalah untuk mendengar suara publik dan memantau sentimen yang lalu lalang. Setelah itu, persiapkan tim untuk menginformasikan dan memberi masukan kepada pihak terkait mengenai apa yang sedang terjadi dan bagaimana responsnya.

6. Menjadi yang Berpengaruh
Untuk menjadi pihak yang berpengaruh (influential), jangan berharap terjadi jika Anda atau perusahaan tak memiliki interaksi yang baik dengan publik. Mulailah membangun jalinan komunikasi yang baik dengan audiens.

Chanel komunikasi tersebut juga bisa digunakan untuk berinteraksi perihal brand atau produk perusahaan Anda. Termasuk ketika krisis muncul, Anda atau perusahaan dapat memiliki kontrol yang lebih baik terhadap persepsi yang muncul.




( ash / fyk )

Sumber:
http://www.detikinet.com/read/2012/01/03/150757/1805667/510/6-trik-menjaga-reputasi-perusahaan-di-era-digital

Thursday, April 28, 2011

Mempertahankan Reputasi Bisnis di Dunia Maya

PDF Cetak E-mail
Rabu, 27 April 2011 15:10
dunia_mayaAnda sudah menghabiskan modal, waktu dan energi untuk membangun bisnis yang Anda banggakan. Tetapi tiba-tiba Anda menemukan komentar-komentar negatif tentang bisnis Anda di sebuah laman web atau di situs-situs tentang ulasan bisnis seperti Yelp.

Mungkin situasi nyatanya tidak selalu sedramatis yang diceritakan tetapi bila memang hal itu menimpa bisnis Anda, Anda harus melakukan langkah-langkah taktis tertentu agar reputasi bisnis Anda tidak karam begitu saja.

Berpikirlah dengan jernih dan tunggu hingga waktu yang tepat

Pelanggan Anda memiliki hak untuk mengeluarkan saran dan kritik mereka tentang bisnis Anda. Sebelum Yelp.com, Anda hanya bisa memberitahukan teman, keluarga, dan orang-orang terdekat di tempat kerja tentang pengalaman kurang menyenangkan yang mereka alami. Kini bahkan seseorang yang suasananya hatinya sedang buruk bisa dengan sangat mudah mempublikasikan opini negatif mereka tentang bisnis Anda di internet. Anda bisa memantau blog atau situs usaha, jejaring sosial Anda, dan sebagainya agar bisa menemukan komentar-komentar miring tentang usaha Anda. Jangan terburu-buru untuk memberikan tanggapan sehingga tanggapan yang Anda berikan berpeluang lebih masuk akal dan bijak. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menunggu beberapa saat (tergantung Anda, bisa dalam hitungan jam atau hari). Daripada menulis tanggapan dengan emosional, tulis tanggapan dan diamkan selama beberapa waktu (agar mendapatkan perspektif netral). Setelah itu, Anda baca kembali dan sunting kembali tanggapan Anda tersebut. Dengan begitu, tanggapan yang Anda berikan akan lebih bisa menjawab komentar negatif tanpa harus melibatkan kebencian.

Bersikap dan bertindak proaktif, undanglah pengguna untuk mencoba pengalaman baru

Selalu ingat bahwa jika seseorang  mengemukakan pendapatnya di media apapun, kemungkinan besar mereka akan bernada sangat keras dan blak-blakan. Sebuah langkah proaktif yang bisa Anda tempuh ialah meningkatkan usaha kecil Anda dengan berdasarkan pada kritik dan masukan pedas yang Anda telah terima. Sebelum Anda mengubah pengelolaan usaha Anda secara umum, ingatlah bahwa banyak opini negatif yang bisa muncul dari kesalahpahaman. Misalnya sebuah komentar negatif menyerang sebuah usaha dengan menuding pemilik usahanya yang dianggap bersikap tidak sopan, padahal sebenarnya oknum yang dimaksud ialah seorang karyawan atau manajer. Jika Anda seorang pemilik usaha, sangat penting untuk memberikan tindak lanjut nyata atas kejadian kurang menyenangkan yang dialami oleh pelanggan. Hubungi pelanggan yang bersangkutan dan utarakan apa saja yang telah Anda laksanakan untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang kembali padanya, dan pada pelanggan lainnya di masa datang. Bila Anda pandai menanggapi permasalahan ini, bukan tidak mungkin akan lebih banyak pelanggan yang datang karena mempercayai integritas Anda dalam menjaga kepuasan konsumen.

Undanglah secara terbuka pelanggan yang bersangkutan

Setelah Anda memikirkan masak-masak mengenai akar permasalahan di balik keluhan pelanggan/ orang lain tentang usaha Anda dan memperbaikinya, Anda bisa memberikan tanggapan kembali. Anda bisa mengemukakan tanggapan itu di area publik seperti jejaring sosial, situs atau blog (terutama di laman/ situs di mana Anda temukan komentar negatif tersebut) sehingga orang banyak akan mengetahui secara langsung bagaimana langkah-langkah yang Anda ambil untuk menangani isu ini, yang pada gilirannya akan membuat mereka lebih percaya. Akan jauh lebih baik jika Anda bersedia mengundang pelanggan kecewa yang bersangkutan untuk menikmati potongan harga sebagai permintaan maaf. (*/Akhlis)
Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/7929-mempertahankan-reputasi-bisnis-di-dunia-maya.html