Showing posts with label pensiun. Show all posts
Showing posts with label pensiun. Show all posts

Wednesday, July 4, 2012

6 Langkah Persiapkan Masa Pensiun

Views :255 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 04 Juli 2012 11:33
pensiun0712Masa pensiun bisa menjadi masa yang menyenangkan atau mungkin masa yang menyedihkan. Semuanya tergantung dari kesiapan Anda menciptakan kondisi di hari tua tersebut.

Jumlah usia pensiun di Indonesia tergolong tinggi. Angka statistik menyebutkan, dari total jumlah penduduk 245,6 juta jiwa, sekitar 26,1 persen atau sekitar 64,3 juta jiwa merupakan usia di atas 65 tahun. Artinya, 1 dari 5 orang Indonesia adalah di usia pensiun. Angka ini adalah porsi yang cukup besar dan memerlukan penanganan serius.

Bagaimana menyiapkan program persiapan pensiun yang bijak? Psikolog sekaligus konsultan keuangan, Tessie Setiabudi, mengungkapkan, ada tiga hal utama yang harus menjadi perhatian.

Pertama adalah kesadaran pihak perusahaan atau organisasi. Dari sisi perusahaan, memberikan program persiapan pensiun yang bermutu tinggi merupakan wujud nyata apresiasi perusahaan kepada karyawannya. Bukankah sangat menyedihkan jika karyawan yang telah berkontribusi pada perusahaan/organisasi Anda mengakhiri hidupnya dengan terlantar?

Orang bijak mengatakan, jika Anda hanya memberi ikan, Anda hanya memberi makan sehari. Tetapi jika Anda mengajarkan orang memancing, Anda memberi makan seumur hidup. Dana pensiun yang disediakan perusahaan tidak cukup tanpa diiringi oleh program persiapan pensiun yang bermutu tinggi.

Kedua adalah kesadaran dari pihak karyawan. Menghadiri program persiapan pensiun yang bermutu tinggi merupakan bekal hidup yang sangat bermanfaat. Masa pensiun adalah bab terakhir dalam kehidupan seseorang. Bukankah setiap orang mendambakan untuk dapat “finish well”, yaitu mengakhiri perjalanan hidupnya dengan baik? Untuk itu persiapan yang matang dalam berbagi aspek kehidupan sangatlah penting.

Ketiga adalah kesadaran dari pihak penyelenggara pelatihan persiapan pensiun. Merupakan suatu kehormatan bagi setiap penyelenggara untuk berperan penting pada kehidupan seseorang di bab terakhir dalam hidupnya. Berikanlah pelatihan bermutu yang menjawab kebutuhan mereka dan tidak “meninabobokan” mereka. Selain itu, pihak penyelenggara juga harus meningkatkan kesadaran pihak perusahaan dan karyawan akan pentingnya partisipasi mereka.

Setelah tiga pihak ini memahami perannya masing-masing, lalu persiapan apa yang dibutuhkan para calon pensiunan ini?

Tessie, yang juga pemilik Training For Excellence Pte Ltd, Singapura ini mengungkapkan, ada sejumlah poin penting yang menjadi pegangan agar program pensiun berjalan sukses.

1. Calon pensiunan harus memahami perubahan hidup mereka saat memasuki pensiun seperti aspek psikologis, kesehatan dan gaya hidup.

2. Calon pensiunan harus menyadari di saat sudah tidak bekerja lagi, mereka tetap memiliki banyak hal-hal positif.

3. Calon pensiunan harus melihat masa pensiun sebagai era baru yang menyuguhkan tantangan namun mengasyikkan.

4. Calon pensiunan mau belajar “ilmu” baru untuk membekali perjalanan hidupnya, serta menyadari bahwa tidak ada istilah “terlalu tua untuk belajar.”

Sebagai gambaran, otak seseorang berumur 50 tahun atau lebih, dapat memproses daya pikir yang sama atau bahkan lebih baik dibandingkan saat dia berumur 20-an. Hanya daya ingatnya saja yang menurun. Seseorang yang telah berumur 50 tahun atau bahkan 60 tahun tetap memiliki kemampuan untuk belajar sesuatu yang baru.

5. Calon pensiunan mampu mengelola uang secara bijak, dan memahami jenis-jenis investasi, peluang serta risikonya. Selain itu, mereka juga harus mengenal berbagai alternatif investasi yang aman dan menghasilkan.

6. Calon pensiunan mulai menjajaki pilihan atau alternatif perjalanan hidup mereka di sektor yang cocok dengan kemampuan dan kegemarannya. Hal itu mencakup pekerjaan baru, peluang agri-bisnis, usaha baru, aktivitas bidang spiritual, investasi pasar uang atau pasar modal. Hal yang tak kalah penting adalah memahami apa saja yang perlu diperhatikan, termasuk risiko serta komitmen waktu yang harus mereka sediakan. (Pbw)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/182-investasi/18266-6-langkah-persiapkan-masa-pensiun.html

Wednesday, June 13, 2012

Persiapkan Masa Pensiun dengan Cermat

Views :350 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 13 Juni 2012 15:19
DSC01384
Mau apa saya setelah pensiun nanti? Apakah saya masih bisa hidup sejahtera, atau bahkan lebih sejahtera saat pensiun? Itulah 2 dari sekian banyak pertanyaan yang terlintas dalam benak para calon pensiunan. Ciputra Entrepreneurship beberapa waktu lalu mencoba untuk menjawab kekhawatiran para calon pensiunan tersebut dalam training di PT Kaltim Pasifik Amoniak Bontang, Kalimantan Timur.

Dalam training yang diikuti dengan antusias oleh sekitar 200 karyawan PT Kaltim Pasifik Amoniak itu Ciputra Entrepreneuship menjelaskan bahwa sebelum datangnya masa pensiun ada baiknya kita membuat rencana yang matang. Ada beberapa dimensi yang dapat dijadikan acuan untuk membuat rencana tersebut.

1. Motif ekonomi

Pada saatnya pensiun, denyut kehidupan ekonomi keluarga terus berjalan. Tanyakanlah ke diri kita apa saja yang bisa kita lakukan? Telisiklah kesempatan yang ada, hobi Anda, dan lainnya.

Motif ekonomi sendiri mengandung 3 elemen penting yang harus menjadi perkiraan sebelum kita melangkah. Sumber daya (uang, manusia, alat produksi, dan lainnya), Keberanian mewujudkan, dan perkiraan kelangsungan bisnis yang akan dijalani.

2. Motif sosial

Saat motif sosial yang Anda jadikan pilihan setelah pensiun maka Anda akan kembali ke masyarakat dan mengabdikan diri untuk mereka. Misalnya jadi pekerja sosial, guru, dan berbagai macam lainnya. Pilihlah di bidang apa Anda ingin mengabdikan diri dan lewat apa.

3. Motif ekonomi dan sosial

Menyambung tali kesejahteraan keluarga melalui penghasilan sekaligus aktif dalam kegiatan sosial. Pada sebagian waktu ekonominya, keahlian yang dimiliki atau keuntungan yang diperoleh dimanfaatkan untuk mengabdi kepada masyarakat.

4. Motif spiritual

Orang yang memilih motif ini sebagai alternatif kegiatan setelah pensiun adalah mereka yang ingin sisa waktunya diabdikan kedalam kegiatan spiritual dan jiwa-raganya menyerahkan diri kepada hubungan-hubungan transendental dengan Tuhannya, termasuk pilihan kegiatan kemasyarakatannya.

5. Motif manfaat lainnya

Melakukan apa saja sepanjang kegiatannya itu menenteramkan hati dan menyesuaikan dengan kemampuan fisik dan pikirannya. Misalnya menjahit, bersepeda, dan melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan hobi. (*/ian)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/17660-persiapkan-masa-pensiun-dengan-cermat.html

Monday, February 20, 2012

Apakah Anda Siap Pensiun?

Senin, 20/02/2012 06:57 WIB
Apakah Anda Siap Pensiun? 
Yosephine P Tyas - detikFinance





Dalam dunia perencanaan keuangan baik didalam maupun diluar negri Dana Pensiun/Pension Fund ini merupakan variable yang sangat penting dan hampir selalu menjadi bagian dari Perencanaan Keuangan seorang client, tentunya yang sudah aware mengenai pentingnya Perencanaan Keuangan.

Kalau disimpulkan dan dilihat dari sejumlah fakta, ada beberapa hal yang membuat orang tidak aware atau tidak terlalu memikirkan soal Dana Pensiun :

1. Umur masih muda

Karena merasa umur masih muda, atau masih jauh dari usia pensiun, atau malah belum tau atau terbayang akan pensiun di usia berapa, maka Dana Pensiun adalah sesuatu yang dianggap tidak major atau tidak urgent. Masih jauh, masih puluhan tahun lagi, jadi merasa sekarang lebih baik dinikmati saja, karena masih banyak kebutuhan lain yang dirasa lebih penting.

2. Gaji dirasa cukup besar

Saat gaji cukup atau sangat besar, terkadang membuat seseorang lupa bahwa suatu hari nanti dia tidak akan mendapatkan gaji sebesar itu lagi. Gaji yang besar itu membuat seseorang merasa kebutuhannya pasti bisa di-cover dan tidak merasa akan kurang, dan rasanya orang tersebut juga berpikir bahwa ia masih terus dapat bekerja dan menghasilkan gaji yang lumayan walau sudah tua.

3. Pendapatan pas-pasan
Bagi sejumlah orang yang dikemukakan adalah bagaimana mau memikirkan dana pensiun, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah pas atau malah kurang.

4. Dana Pensiun dari perusahaan

Beberapa alasan yang dikemukakan jika ditanyakan mengenai persiapan Dana Pensiun, jawabannya adalah "Oh sudah ada, disediakan dari perusahaan" jadi kalau sudah ada dari perusahaan untuk apa dipikirkan lagi, selama loyal di perusahaan itu, dananya akan cair di usia pensiun yang ditentukan.

Mungkin ada sejumlah alasan lain yang membuat orang tidak memikirkan atau menganggap Dana Pensiun tidak terlalu penting. Tapi sebenarnya alasan apapun itu Dana Pensiun tetap perlu disiapkan dari usia semuda mungkin (usia produktif) mulai dari gaji pertama anda, seberapapun besarnya gaji anda saat ini yang tidak akan bisa menjamin ter-cover-nya kebutuhan anda nanti jika semua habis digunakan untuk expense yang bersifat konsumtif, dan walaupun saat ini anda sudah memiliki Dana pensiun dari perusahaan anda, anda perlu mengetahui berapa nanti yang akan anda terima sehingga bisa diketahui kekurangannya dan menyiapkan kekurangannya itu.

Like once said, "If you fail to plan, you plan to fail!"

Yosephine P. Tyas S.Kom, MM, RFA® -Senior Associate Advisor AFC

(qom/qom)
Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/02/20/065708/1846239/722/apakah-anda-siap-pensiun