Showing posts with label jilbab. Show all posts
Showing posts with label jilbab. Show all posts

Monday, July 23, 2012

Puasa, pesanan jilbab berkibar

PELUANG BISNIS JILBAB

Puasa, pesanan jilbab berkibar

Puasa, pesanan jilbab berkibar





Bulan Ramadan membawa berkah bagi produsen jilbab. Memasuki bulan puasa ini, permintaan jilbab melonjak dari hari biasa. Pesanan datang dari berbagai daerah. Omzet selama Ramadan ini bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Bulan suci Ramadan membawa berkah bagi para produsen jilbab. Mereka mengaku, permintaan jilbab selama Ramadan mengalami kenaikan cukup tinggi dibanding hari biasa.

Ekawati, produsen jilbab dan busana muslim merek Shafbrill di Semarang, Jawa Tengah bilang, memasuki Ramadan ini permintaan jilbab melonjak hingga dua sampai tiga kali lipat dari biasanya. "Permintaan datang dari berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam," ucapnya.

Ia memprediksi, total pesanan jilbab yang masuk selama bulan Ramadan ini bakal mencapai 500 pieces-1.000 pieces. Sementara di bulan biasa rata-rata hanya sekitar 200 pieces-300 pieces. "Momentumnya selalu baik pada bulan puasa hingga nanti mendekati Lebaran," katanya.

Dia memasarkan jilbab dengan harga antara Rp 30.000-Rp 50.000 per pieces. Dus, Ekawati bisa meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Selama ini, Ekawati lebih banyak memasarkan produk jilbabnya melalui internet. Lewat internet ini, ia berhasil menjaring sekitar 50 reseller. "Mereka tersebar di seluruh Indonesia," katanya.

Padahal awalnya, ia mengaku kesulitan memasarkan produk jilbabnya karena pemain yang sudah cukup banyak. Namun, berkat pemasaran online, ia mampu bersaing di pasar jilbab.

Selain itu, Ekawati juga jeli melihat model jilbab yang sedang menjadi tren sekarang. Untuk saat ini, model jilbab pashmina sedang menjadi tren dan akan merajai pasar jilbab secara keseluruhan. "Pashmina merupakan pilihan yang tepat bagi wanita berjilbab untuk tampil modern dan stylis," klaim perempuan 29 tahun, yang merintis usaha jilbab sejak tahun 2010 ini.

Lonjakan permintaan jilbab selama Ramadan juga dirasakan Lutfiana, produsen jilbab di bawah bendera usaha Amma Lu' i Collection di Sidorajo, Jawa Timur.

Lutfiana mengaku, saat ini sudah mulai kebanjiran pesanan jilbab dari berbagai daerah. "Saya banyak mendapat pesanan dari Mataram, Samarinda, dan Banjarmasin," katanya.

Selain di dalam negeri, ia juga mengaku banyak menerima pesanan jilbab dari luar negeri, seperti Singapura. Khusus untuk pesanan dari wilayah Jawa Timur, kebanyakan pembeli datang langsung ke lokasi usahanya. "Dari wilayah Jawa Timur ini sudah ada beberapa yang datang ke kami, seperti dari Malang, Surabaya, dan Kediri," jelasnya.

Sama halnya Ekawati, ia juga memasarkan produk jilbabnya lewat internet. Dengan dibantu empat orang karyawan, ia mengaku bisa melayani pesanan jilbab hingga 1.000 pieces selama Ramadan ini.

Harga jual jilbabnya ini dibanderol mulai Rp 5.000, Rp 40.000, dan Rp 60.000 per pieces. "Jilbab harga Rp 60.000 ini untuk ukuran yang paling besar," ujarnya.
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/puasa-pesanan-jilbab-berkibar

Saturday, May 7, 2011

Raih Sukses dengan Usaha Jilbab

PDF Cetak E-mail
Jumat, 06 Mei 2011 15:17
jilbab_jpgKini semakin banyak wanita muslim yang tertarik untuk mengenakan busana yang lebih tertutup dan memenuhi persyaratan syariah. Dan karena mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, tentunya peluang bisnis berjualan ‘hijab’ atau yang lebih populer dengan sebutan ‘jilbab’ sangat terbuka luas. Usaha produksi jilbab ini sangat sesuai jika lingkungan Anda dihuni oleh banyak wanita muslim, baik tua maupun muda. Tertarik membuka usaha pembuatan jilbab? Ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

Langkah-langkah persiapan:1. Perdalam pengetahuan tentang pembuatan, rancangan, desain, dan segala detil tentang pembuatan jilbab.
2. Dapatkan modal yang memadai dan sesuaikan dengan skala produksi awal.
3. Jika memang kesulitan diproduksi sendiri, jilbab bisa dikerjakan dengan bantuan beberapa orang lainnya, misalnya ibu-ibu atau remaja putri yang ingin berpenghasilan sendiri. Untuk itu Anda harus alokasikan anggaran untuk pembayaran upah mereka.
4. Pelajari konsumen yang menjadi target Anda. Ketahui selera berbusana mereka sehingga peluang produk Anda untuk diserap pasar akan lebih besar.
5. Jalin relasi seluas-luasnya sehingga distribusi dan promosi bisa berjalan lancar.
6. Dapatkan pemasok tekstil misalnya pedagang grosir (partai besar) yang bisa menyediakan bahan baku (kain dan pernik-pernik) dengan harga terjangkau namun berkualitas.

Langkah-langkah realisasi:

1. Belilah bahan baku dari pemasok. Jaga kualitas bahan baku karena menentukan kepuasan pelanggan.
2. Buat desain jilbab yang sesuai selera konsumen yang menjadi target penjualan Anda. Tak hanya sampai di situ, Anda juga sebaiknya secara berkala memperbarui desain dengan mendengarkan masukan dari konsumen, atau memperluas wawasan dengan membaca atau mengamati perkembangan mode di sekitar.
3. Carilah tempat pemasaran yang ramai.

Langkah-langkah promosi dan marketing:

1. Jual eceran kepada konsumen.
2. Titipkan di sejumlah toko pakaian di sekitar Anda.
3. Berikan diskon bagi pelanggan yang memenuhi persyaratan tertentu, misalnya membeli minimal dalam jumlah lima lusin, dan sebagainya.
4. Sebarkan selebaran di berbagai titik strategis.
5. Promosikan lewat jejaring sosial dan blog. Buat sebuah akun di Facebook atau Twitter dan sebuah blog, jika Anda ingin menguasai pasar yang lebih luas.

Tantangan:

1. Anda bisa menjual dengan sistem konsinyasi, tetapi kesulitannya ialah keuntungan penjualan lebih sulit diprediksi. Anda bisa menerima pengembalian jilbab yang tidak terjual dalam jumlah banyak.
2. Ketidakstabilan harga bahan baku jilbab (tekstil) akan sangat mempengaruhi jalannya usaha.
3. Anda bisa sangat kerepotan memproduksi dan mendistribusikan jilbab jika permintaan datang dalam jumlah yang sangat besar. (*/Akhlis)

Sumber:
 http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/internasional/wanita/8109-raih-sukses-dengan-usaha-jilbab.html