Showing posts with label game online. Show all posts
Showing posts with label game online. Show all posts

Tuesday, October 16, 2012

Bermain bisnis dari usaha game online

TAWARAN KEMITRAAN

Bermain bisnis dari usaha game online

Bisnis game oline tak pernah surut. Terbukti, bisnis ini terus kedatangan pemain baru. Lantaran pasarnya besarnya, banyak dari mereka yang menawarkan kemitraan untuk melebarkan sayap usahanya.
Salah satu pendatang baru di bisnis ini adalah Aprila Andi yang mengusung brand Glow Game di Jember, Jawa Timur. Berdiri tahun 2010, ia resmi menawarkan kemitraan pada awal tahun ini.
Saat ini, Glow Game telah memiliki dua gerai. "Dari dua gerai itu, satu milik pusat dan satu milik mitra yang juga berlokasi di Jember," kata Aprila. Glow Game mematok biaya kemitraan sebesar Rp 269 juta.
Mitra akan memperoleh 30 unit komputer PC plus OS original, komputer PC untuk kasir, LAN (local-area network), meja kursi serta furnitur yang dibutuhkan, termasuk promosi dan teknisi. "Harga tersebut untuk Pulau Jawa, sementara di luar Jawa ada biaya tambahan tergantung lokasi," ujar Andi.
Aprilia mensyaratkan, mitra memiliki lokasi dengan luas 200 meter persegi. Mitra juga harus memiliki sambungan listrik berkapasitas 2 x 3.500 watt. Lokasi juga harus memiliki kapasitas parkir untuk 30 motor dan memiliki toilet.
Untuk karyawan akan disediakan oleh kantor pusat. Sehingga, mitra tak perlu memikirkan sumber daya manusia dan operasional, karena seluruhnya sudah dibuat SOP oleh pusat. "Mitra tinggal mengelola manajemen keuangan," ujarnya.
Ia membuat konsep game online 24 jam, sehingga nantinya akan ada tiga shift karyawan. Harga permainan game online di Jember Rp 2.500 per jam. Mitra dapat menyesuaikan harga sesuai lokasi.
Ia menargetkan, omzet mitra antara Rp 35 juta hingga Rp 40 juta per bulan. Laba bersihnya sekitar 30%. "Target saya mitra bisa kembali modal dalam 24 bulan," ujar Aprilia.
Selama mitra belum kembali modal, Andi tidak memungut biaya royalty fee sama sekali. Namun, ia menerapkan sistem bagi hasil 50% setelah mitra kembali modal.
"Kemitraannya seumur hidup sehingga tidak usah diperpanjang, tetapi bagi hasil 50% setelah mitra balik modal," tutur Aprilia.
Hal ini, menurutnya karena mitra akan terus menggunakan sistem operasional pusat dan karyawan dari pusat. Ia mengungkapkan keunggulan Glow Game adalah game yang selalu update. Karyawan pun dibekali pengetahuan mengenai game online sehingga dapat memberi arahan pada pelanggan.
Glow Game                                                                                                                                                                                                                         Jalan Mastrip 23-A Ruko D                                                                                                                                                                                                     Area Kampus Universitas Jember,                                                                                                                                                                                         Jawa Timur                                                                                                                                                                                                                           HP: 0852 580 20920

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/bermain-bisnis-dari-usaha-game-online-1

Thursday, September 6, 2012

Bermain bisnis warnet dan game online

TAWARAN KEMITRAAN


Peluang bisnis warung internet (warnet) dan game online atau permainan melalui internet masih menjanjikan. Apalagi, pengguna internet terus meningkat dari tahun ke tahun. Peluang itu juga yang ditangkap Andik Purwanto, pemilik warnet Violet di Surabaya, Jawa Timur.
Andik memulai usahanya sejak tiga tahun silam. Setelah cukup berkembang, sejak enam bulan lalu, ia memutuskan untuk menawarkan kemitraan. Sampai sekarang, ia sudah menjaring dua mitra di Surabaya.
Andik yakin, usaha warnet dan game online masih diminati. "Terutama game onlinee peminatnya masih sangat banyak," kata Andik.
Menurutnya, dengan menjadi warnet game online, pihaknya bisa membuka gerai selama 24 jam. Untuk warnet saja seorang pengunjung bisa bertahan selama empat sampai lima jam. Sementara untuk bermain game online, orang bisa bertahan hingga 10 jam.
“Game online bisa untuk pelanggan umur berapa saja dan biasanya mereka tahan duduk di depan komputer seharian,” ujarnya. Tarif warnet maupun permainan game online di Violet dibanderol Rp 2.500 per jam.
Dalam kemitraan ini, ia menawarkan paket investasi berkisar antara Rp 50 juta - Rp 100 juta. Mitra hanya perlu menyediakan tempat seluas minimal 40 meter persegi. Omzet diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 juta sampai Rp 50 juta per bulan.
Menurut Andik, mitra bisa meraih laba sekitar 60% dari omzet. Adapun target balik modalnya sekitar enam sampai delapan bulan sejak beroperasi. Selain layanan, menurut Andik, kunci sukses bisnis warnet dan game online ini sangat bergantung kepada lokasi. Soalnya, letak warnet sangat memengaruhi minat orang untuk berkunjung. "Lokasi yang ideal itu harus di dekat perumahan atau kampus," ujarnya.
Dalam kemitraan ini, Andik menyediakan sejumlah peralatan kepada mitra usaha. Diantaranya komputer, kursi, air conditioner (AC), dan software untuk mengatur sistem kerja di warnet.
Selain itu, ada juga fasilitas setting warnet dan desain meja. Andik memungut royalty fee 1% per bulan dari omzet yang diterima mitra. "Mitra juga bebas untuk memakai nama selain Violet," ujarnya.
Ia menargetkan, tahun depan bisa menjaring mitra di Jakarta dan kota besar lain dengan investasi lebih besar. Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar menilai usaha warnet yang dibarengi game online memang masih menjanjikan.
Apalagi anak-anak sekarang sudah melek teknologi dan banyak yang memilih permainan virtual. Hanya saja, menurut Anang, terjun ke bisnis ini harus memperhatikan segmentasi pelanggan yang ingin dibidik. Jika sementasinya anak SMP atau SMA, maka program-program yang dibuat harus menyesuaikan dengan selera mereka.
Harga serta lokasi juga diperhatikan. Misalnya, memberikan promo harga paket dan berlokasi di dekat perumahan maupun sekolah. Selain itu, harus rajin memberikan informasi game terbaru yang bisa dimainkan. "Hal ini bisa menambah minat para pelanggan," ujarnya.

Violet Jl. Kebonsari 5 No 28, Surabaya, Jawa Timur HP: 085733007827

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/bermain-bisnis-warnet-dan-game-online

Tuesday, August 28, 2012

Usaha game online masih menjanjikan

TAWARAN KEMITRAAN GAME ONLINE

Usaha game online masih menjanjikan


Bisnis game online masih menjanjikan. Itu juga yang mendorong Gembinet menawarkan kemitraan usaha. Paket investasinya mulai Rp 240 juta - Rp 310 juta. Omzetnya ditargetkan Rp 30 juta - Rp 90 juta per bulan. Dengan laba 15% - 40%, mitra bisa balik modal dalam dua tahun.

Lantaran mengasyikkan, banyak orang menggemari permainan melalui internet atau game online, mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Tak heran, tidak sedikit gamer yang betah duduk berjam-jam di depan layar komputer memainkan game online favorit mereka.

Selain pilihan permainannya banyak dan bisa dimainkan secara mudah dan gratis, game online juga lebih seru. Soalnya, kita bisa berinteraksi dengan lawan main dari pelbagai belahan dunia.

Makanya, pasar game online di dalam negeri tumbuh pesat. Peluang itu yang ditangkap Rachman Hasanuddin, pemilik usaha warung internet (warnet) dan game online dengan brand Gembinet di Depok, Jawa barat.

Berdiri pada 2009, Rachman resmi menawarkan kemitraan Gembinet di 2010. Saat ini, sudah ada tiga gerai Gembinet. Perinciannya, satu milik sendiri dan dua milik mitra yang ada di Jakarta.

Anda tertarik bermitra? Gembinet menyediakan lima paket investasi. Yang membedakan setiap paket adalah jumlah personal computer (PC) yang diberikan kepada mitra usaha. Paket 20 PC, investasinya senilai Rp 240 juta, paket 25 PC Rp 250 juta, paket 30 PC Rp 270 juta, paket 35 PC Rp 290 juta, dan paket 40 PC sebesar Rp 310 juta.

Selain PC, paket juga sudah termasuk server komputer satu unit, pendingin udara (AC) empat unit, meja, kursi, tower internet, PC router, dan jaringan instalasi listrik. Mitra juga mendapat dua printer untuk jasa print. "Kami juga memberi pelatihan serta konsultasi," ujar Rachman.

Dia menargetkan, omzet mitra sebulan berkisar Rp 30 juta sampai Rp 90 juta. Dengan catatan, mitra beroperasi 24 jam penuh. Untuk itu, mitra harus membagi waktu kerja menjadi tiga shift. Adapun laba usaha mulai 15% - 40%. Dengan laba itu mitra bisa balik modal dalam 1,5 tahun hingga dua tahun.

Selain game online dan internet, omzet juga diharapkan datang dari usaha lain yang terkait. Di antaranya ialah jasa print warna dan hitam putih, faksimili, serta scan.

Gembinet juga menyediakan makanan dan minuman, seperti mi instan, roti panggang, kentang goreng, kopi, dan teh. "Kami menyarankan agar mitra membuat dapur kecil di bagian dalam untuk pembuatan makanan dan minuman," kata Rachman.

Adapun total luas ruangan yang dibutuhkan untuk usaha ini minimal 3 x 10 meter (m), dengan dua lantai atau 60 m2. Karena fokus utama Gembinet adalah penyediaan jasa game online, Gembinet mengutamakan keunggulan kecepatan jaringan.

Cuma, Khoerussalim Ikhsan, konsultan wirausaha, mengingatkan, prospek bisnis warnet saat ini sudah tidak begitu bagus. Pasalnya, setiap orang sudah bisa mengakses internet di telepon genggam. Selain itu, dengan adanya modem, orang juga bisa berselancar di dunia maya di rumah. "Dan, sebagian besar bisnis warnet menunjukkan grafik menurun menuju bangkrut," jelas Khoerussalim.

Tapi, Khoerussalim mengatakan, khusus bisnis game online memang masih menjanjikan. Asalkan dikelola dengan baik dan menarik, bisnis ini bisa berkembang.


Gembinet
Jl. Kejayaan No. 3B
Sukmajaya, Depok 16417
Jawa Barat
Telp: 021-98985591

Friday, July 27, 2012

3 Langkah Memastikan Sukses di Dunia Online Gaming

PDF Cetak E-mail
Jumat, 27 Juli 2012 11:03

Bagi entrepreneur yang tertarik untuk memulai bisnis online gaming, langkah berikut ini akan membantu memastikan Anda meraih sukses:
  1. Selalu ingat bahwa industri ini bersifat internasional atau lintas negara: Salah satu kelebihan dari industri online ialah anonimitas yang lebih tinggi bagi para pemain yang memungkinkan tak hanya bagi mereka yang menyukai kebebasan lebih terjamin untuk berinteraksi sosial tetapi juga bagi mereka yang menyukai dunia tanpa batas geografis. Perusahaan-perusahaan yang berharap menangani kebutuhan pelanggan seperti ini perlu menyadari komunitas global.
  2. Bersiap untuk pasar yang dinamis dan selalu berubah: Kelebihan lainnya dari industri online gaming ialah bahwa ia memiliki fleksibilitas yang hampir mutlak. Selain itu, industri ini merupakan perwakilan dari benda-benda yang ada di dunia nyata, tetapi keterbatasan teknis hanya berlaku bagi perusahaan yang menjadi host bagi permainan online. Kenyataan ini membuat pengalaman bermain lebih baik tetapi itu memperumit proses pelacakan pasar untuk bisnis yang bertujuan menjaring gamers sebagai konsumen utama. Disarankan untuk membangun usaha yang scalable untuk dapat memanfaatkan pasar yang masih terpecah-pecah sekarang dan memungkinkan posisi yang lebih baik saat tren muncul.
  3. Bersedia bekerja dengan pengembang online game: Mereka yang menguasai dunia maya ialah para pengembang yang menciptakan lingkungan dan artifak yang tersedia bagi para gamer. Para pengembang game online ini banyak yang tertarik pada upaya mendorong penyedia layanan baru untuk memasuki arena pasar, karena layanan seperti itu akan meningkatkan permainan. Dengan mendapatkan masukan dari mereka ini mengenai konsep bisnis Anda, Anda tak hanya akan mendapatkan masukan berkualitas dari pakarnya, yang akan berguna untuk mengasah tawaran Anda, tetapi Anda juga mungkin bisa mendapatkan dukungan dari kalangan dalam industri gaming. (*AP)
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/37-advise/18905-3-langkah-memastikan-sukses-di-dunia-online-gaming.html


Thursday, November 24, 2011

PELUANG BISNIS GAMES ONLINE

Peluang Usaha

 
Kamis, 24 November 2011 | 14:32  oleh Ragil Nugroho, Hafid Fuad
PELUANG BISNIS GAMES ONLINE
Bisnis warnet meredup, bisnis games online merekah

Beragam cara mengakses internet. Baik lewat ponsel pintar (smartphone), modem, atau jaringan internet via saluran kabel. Kondisi ini jelas mengancam bisnis warung internet (warnet). Omzet warnet yang sempat berjaya pada tahun 2000-an itu turun tajam. Agar bisa bertahan, banyak warnet jadi penyedia jasa games online.

Masa jaya warung internet tampaknya sudah mulai meredup. Dulu, seiring munculnya demam internet, membuat orang berbondong-bondong mendirikan warung internet atau warnet.

Tetapi, dunia terus berubah dengan cepat. Kalau dulu untuk memasuki dunia maya pintunya masih terbatas, kini sudah semakin terbuka dan, bahkan, semakin murah.

Lihat saja, kini untuk mengakses internet tersedia banyak pilihan. Bisa lewat jaringan internet di rumah atau menggunakan modem. Atau melalui berbagai produk smartphone yang menyediakan layanan akses internet langsung di ujung jari.

Munculnya berbagai kemudahan untuk mengakses internet itulah yang membuat pengusaha warnet deg-degan. Kemilau bisnis ini jelas bakal meredup, terutama di kota-kota besar.

Tak percaya? Lihatlah jaringan bisnis warnet The Patch yang beroperasi di Jabodetabek. Muhammad Haris, Manager The Patch, menyebutkan, omzet gerai warnet mereka turun hingga 40% sejak dua tahun yang lalu. "Penurunan omzet ini tentu juga berimbas pada laba kami," kata Haris.

Dua tahun lalu, setiap cabang warnet The Pacth bisa membukukan omzet Rp 1,5 juta per hari. Namun sekarang omzet itu melorot bak celana putus kolornya hingga tinggal Rp 900.000 per hari. Padahal, warnet The Patch kebanyakan bercokol di lokasi strategis, seperti dekat kampus atau di lokasi padat penduduk.

Dari 29 cabang warnet The Patch yang ada di Jabodetabek, Haris mengaku hanya mampu mendulang omzet Rp 78 juta per bulan. "Padahal dua tahun lalu omzet per bulan kami mencapai Rp 130 juta," terang Haris.

Penurunan omzet terjadi karena turunnya tingkat kunjungan, terutama pengunjung yang mengakses internet untuk browsing dan pencarian data. Haris bilang, kebutuhan browsing sekarang sudah bisa dipenuhi oleh smartphone atau fasilitas internet lainnya.

Agar tidak merugi, Haris mengalihkan bisnis warnet itu ke bisnis layanan games online. "Kami juga mendesain tata letak komputer agar nyaman untuk pengguna games online," terang Haris.

Menurut Haris, saat ini, jumlah pengunjung games online masih cenderung stabil dan tidak ada tanda-tanda penurunan seperti pengguna akses internet. "Jumlah pengunjung yang bermain games online tidak bertambah tapi juga tidak berkurang," jelas Haris.

Meredupnya bisnis warnet juga dirasakan warnet Eazy Net di Bandung, Jawa Barat. Ana Hasanah, General Manager Eazy Net, bahkan mengaku omzet usaha warnet yang dikelolanya sudah mulai menurun sejak lima tahun yang lalu. Belakangan, penurunan omzet itu semakin dalam.

Jika lima tahun lalu ia memperoleh omzet Rp 100 juta per bulan, kini omzet warnet Eazy Net hanya Rp 50 juta per bulan, atau turun 50%. Penurunan omzet jelas karena pengakses internet melalui warnet menurun.

Sama halnya dengan warnet The Patch, Eazy Net juga mengalihkan bisnis mereka ke bisnis layanan games online. Dari seluruh unit komputer yang tersambung ke internet, 80% di antaranya sudah berubah fungsi menjadi perangkat games online. "Usaha warnet bisa bangkrut jika hanya mengandalkan fasilitas browsing atau fasilitas cari data saja," ungkap Ana.

Selain itu, Eazy Net juga berusaha melakukan diversifikasi usaha seperti memberikan layanan jasa fotokopi, scanning, dan printing dokumen. Karena lokasi warnet berdekatan dengan sekolah, usaha sampingan ini mampu menahan penurunan omzet Eazy Net.

Agar omzet bisa kembali naik, Ana mengaku sedang mempersiapkan konsep kafe untuk gerai Eazy Net tersebut. "Di Bandung sudah banyak warnet yang menjadi kafe tempat nongkrong," tutur Ana.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/83558/Bisnis-warnet-meredup-bisnis-games-online-merekah-

Sunday, September 25, 2011

Mengintip Profit Bisnis Game Online

Views :1245 Times PDF Cetak E-mail
Minggu, 25 September 2011 06:47
Seorang filsuf Jerman pada abad ke-18, Friedrich Wilhelm Nietzsche, pernah berujar, “Dalam setiap diri manusia dewasa terdapat sifat kekanak-kanakan.”

game_onlineJika Anda tergolong sebagai penggila game sejati, jangan pernah merasa malu meski umur terus bertambah. Merujuk pada pernyataan Nietzsche, itu sangat wajar. Ya, bermain game bukan dominasi anak-anak. Bahkan seorang dewasa yang sudah memiliki anak pun tak salah bila masih doyan bermain game.

Permainan yang sedang tumbuh subur adalah online game. Jenis game ini bisa dimainkan oleh banyak orang, dalam waktu bersamaan, di tempat terpisah.

Menurut perusahaan riset game DFC Intelligence, pasar online game dunia meningkat US$ 9,6 miliar dalam enam tahun. Kini, nilainya US$ 13 miliar. Pertumbuhan ini, menurut analis DFC Intelligence, David Cole, lantaran makin luasnya jaringan Internet, penetrasi komputer pribadi (PC), dan persebaran konsol video game.

Di Asia, pasar utama online game ada di Korea Selatan, Cina, dan Jepang. Di tiap negara itu, perputaran uangnya mencapai US$ 100 juta setahun.

"Massively Multiplayer Online (MMO) adalah model bisnis online yang canggih dan dapat meraup pendapatan sangat besar," kata Cole.

Game ini bisa dimainkan di berbagai tempat dan waktu oleh banyak pemain. Jenis permainan yang populer antara lain olahraga, balapan, dan action.

Usaha online game kemudian merembet ke industri retail, khususnya penjualan voucher fitur game. Kupon ini adalah model jual-beli virtual agar pengguna bisa mendapatkan item tertentu.

Zynga, pembuat game yang populer di jejaring sosial Facebook, naik daun berkat permainan FarmVille, Mavia Wars, dan CityVille. Tahun lalu, Zynga tercatat berhasil meraih pertumbuhan pendapatan sampai 392 persen. Sebuah angka yang fantastis.

Pada 2009-2010, Zynga mengantongi laba bersih US$ 27,9 juta dari total pendapatan sebesar US$ 597,5 juta. Hingga kuartal pertama tahun ini, perusahaan tersebut telah memperoleh pendapatan sebesar US$ 235,4 juta. Lebih dari 70 persen pendapatan Zynga bergantung pada voucher kredit Facebook yang dibeli para pemain. Hingga kini, jumlah pengguna aktif permainan yang dikembangkan perusahaan dengan nilai US$ 14 miliar itu sebanyak 62 juta orang.

Cerita paling heboh tahun ini di pasar online game adalah ketika PlayStation Network milik Sony dua kali dibobol peretas pada April dan Juni lalu. Lulz Security, kelompok peretas yang mengaku bertanggung jawab, mengambil lebih dari 77 juta akun pengguna PlayStation Network.

Sony memang sering menjadi sasaran empuk para peretas. Itu lantaran Sony memiliki pendapatan yang sangat menggiurkan dari pelanggan setianya. Perusahaan yang bermarkas di Jepang itu mengaku sedikitnya mendeteksi empat kali upaya percobaan pembobolan layanan game-nya.

Lantas, bagaimana dengan kondisi pasar game di Indonesia? “Masih terbilang kecil, tapi potensial untuk terus berkembang,” kata Heru Nugroho, Presiden Direktur Telegraph Creative Lab, pembuat game Nusantara Online.

Pasar game di Indonesia baru mencapai 7 juta orang. Perlahan, tapi pasti, kata Haru, online game akan menjadi sub-industri kreatif yang tumbuh bersamaan dengan pasarnya yang khas. Untuk mengembangkan industrionline game di Tanah Air, dia berpendapat para developer membutuhkan dukungan infrastruktur, misalnya ketersediaan jaringan Internet dan komputer kelas high-end.

“Di luar itu, yang tak kalah penting adalah dukungan orang tua,” katanya. Alasannya, selama ini bermain game dikesankan hanya menghabiskan waktu dan akhirnya melupakan pelajaran di sekolah. Tapi jika orang tua juga keranjingan bermain game, industri game dipastikan tak akan pernah mati. (*/Tempointeraktif)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/11409-mengintip-profit-bisnis-online-game.html