Showing posts with label distro. Show all posts
Showing posts with label distro. Show all posts

Tuesday, March 6, 2012

Raup Rupiah dari Bisnis Distro



Views :1084 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 06 Maret 2012 09:10
Perkembangan dunia fesyen membuat sebagian anak muda kreatif untuk mengembangkan bakat dan hobinya, khususnya bakat usaha yang berkaitan dengan kegemaran dan gaya berpakaian. Di saat menjamurnya produk-produk impor seperti dari cina, kalangan muda tersebut bisa menciptakan karya yang patut di banggakan oleh Indonesia.

distro0312Saat ini sudah banyak menjamur usaha distro yang menandakan kreativitas anak muda Indonesia. Dilihat dari segi kualitas, pakaian distro lokal tidak kalah dengan pakaian dari merek luar negeri.

Melihat perkembangan dunia distro yang begitu pesat dan sangat menjanjikan membuat Anindra A Damayanti tertarik membuka usaha distro. Mahasiswa kelahiran Semarang ini, mulai membuka usaha distro sejak 2008 lalu dan diberi nama A&B Distro di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 6, Makassar. Awal membuka usaha dibantu oleh 4 temannya yang juga mempunyai ide sama untuk membuka usaha distro.

"Saya tertarik membuka distro saat masih tinggal di Semarang. Setelah saya berbincang dengan teman satu jurusan, saya berinisiatif membuka usaha distro di Makassar," Ujar mahasiswa S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.

Pada saat bersamaan kampus merah membuka peluang untuk pengajuan modal usaha. Akhirnya ia membuat proposal usaha dan mengajukan kepada pihak kampus bersama teman-temannya. Proposal pun bisa diterima dan mendapatkan sumbangan dana sebesar Rp45 juta.

"Modal bantuan itu, sebagai modal awal untuk memulai usaha distro," kata Anindra.

Menurutnya, modal dari proposal tersebut untuk menambah modal yang sudah dimiliki. Karena sudah lama menetap di Jawa, Anindra tidak kesulitan untuk mendapatkan produk distro dari Jawa, khusunya dari Bandung, kota pelopor distro di Indonesia.

"Saya sudah mempunyai relasi saat di Semarang. Relasi inilah yang saya manfaatkan untuk menjadi supplier di distro yang saya buka di Makassar," ungkapnya.

Menurutnya produk distro dari semua pakaian yang ada di distro miliknya seluruhnya dari Jawa. Karena kualitasnya bagus dan modelnya sungguh sangat menarik dan memuaskan.

Selain mendapatkan barang dari relasinya, Anindra juga menawarkan beberapa produk atau item barang terbatas yang hanya ada satu di tokonya.

"Barang limited edition kami produksi sendiri, tapi jumlahnya tidak banyak," tuturnya.

Soal harga, A&B Distro ini menawarkan harga spesial dan terjangkau bagi kalangan mahasiswa. Sebuah kaos di berandol sekira Rp40 ribu hingga Rp90 ribu. Beda lagi dengan harga topi, dompet, dan celana. Wanita ini menetapkan harga sekira Rp80 ribu hingga Rp200 ribu.

Serius dalam melakoni usahanya, keuntungan pun dapat diperoleh Rp4-5 juta per minggunya. Keuntungan itu dapat diraih karena lokasinya sangat strategis, berada di sekitar kampus.

"Menbuka Usaha di sekitar kampus sangat menguntungkan, karena banyak anak muda, khususnya kalangan mahasiswa untuk selalu tampil modis," terang Anindra. (*/ujungpandangekspres.com)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/14984-raup-rupiah-dari-bisnis-distro.html

Tuesday, December 20, 2011

Dodi Chandra, Pengusaha Distro dari Pariaman

Dodi Chandra, Pengusaha Distro dari Pariaman Views :206 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 20 Desember 2011 10:17
Awalnya, tidak pernah terpikir oleh Dodi Chandra bakal menjadi pengusaha distro di Pariaman, Sumatra Barat. Kedatangannya ke Bandung, Jawa Barat kala itu ingin mewujudkan mimpi menjadi tentara Angkatan Darat. Ternyata begitu sampai di Bandung, impiannya berubah. Ia beralih menjadi pengusaha distro. Hal apa yang mengubah mimpinya?

distroAtmosphere Distro House, sebuah toko pakaian remaja yang terletak di Jalan Sudirman No 47 Pariaman menjadi trend setter di Kota Pariaman. Distro ini pun ditata mengikuti selera remaja dengan produk-produk yang lagi booming terpajang di etalase.

Melihat gaulnya, toko ini tentu tak seorang pun menyangka awalnya si pemilik toko, Dodi Chandra bermimpi menjadi seorang TNI. Maka tahun 2004, usai menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, Dodi menuju Bandung mengikuti serangkaian tes.

Namun begitu sampai di Bandung, justru semangat untuk menjadi TNI menguap. Melihat banyaknya distro di Kota Kembang itu, ia pun bermimpi menjadi pengusaha distro. Tentu saja hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Modal, jelas tak punya.

Mengharapkan ayah,  tidak mungkin, karena ayahnya hanya buruh tani. Keinginan tersebut ia pendam sendiri, namun ia berusaha merintis impiannya. Kebetulan, selama di Bandung ia menumpang di rumah kakaknya yang juga punya toko pakaian.

Ia meminta kepada sang kakak, agar diizinkan membantu menjaga toko. Jadilah selama dua tahun ia membantu kakaknya menjaga toko. Disitulah sedikit banyaknya ia transfer ilmu berdagang dan membangun jaringan dari produsen pakaian.

Awal 2007, ia mulai mencoba hidup Mandiri dan hengkang dari rumah sang kakak. Tentu ini tidak mudah, karena ia harus mencari penghasilan sendiri.

”Saat itu hidup saya benar-benar sulit, karena tidak kunjung dapat pekerjaan, tabungan pun habis untuk biaya makan sehari-hari. Hingga saya putuskan bekerja sebagai pengorder pakaian dari produsen kepada konsumen. Modalnya hanya modal kepercayaan. Saya ambil barang dari produsen kemudian tawarkan ke toko-toko di Bandung. Alhamdulillah, kemudian terkumpul uang Rp 7 juta,” ujarnya seperti dilansir Padang Ekspres.

Modal inilah yang ia gunakan untuk memulai usaha. Ia pulang ke Pariaman mencari toko yang cocok untuk usaha distro. Akhirnya, ia menemukan toko dengan ukuran 3x4 di pusat kota Pariaman. Harga sewanya, Rp4,5 juta, sisa uang ia belikan etalase dan perangkat kebutuhan distro.

Sedangkan pakaian dan celana untuk distro, hanya bermodalkan kepercayaan teman lamanya di Bandung. Sang teman memberi kepercayaan menitipkan barangnya ke Dodi. Begitu terjual, baru ia setor kepada temannya tersebut. Naluri bisnisnya tidak meleset, distronya berkembang pesat. Ia selalu menampilkan model pakaian dan celana serta aksesories terbaru di Bandung.

Sistem one stop service pun ia terapkan semua kebutuhan remaja laki-laki dan perempuan tersedia di tokonya. Sehingga tokonya menjadi trendsetter di kalangan remaja Kota Pariaman.

Alhasil omzet pun meningkat dari Rp 300 ribu perhari menjadi Rp1,5 juta per hari. Bahkan saat Lebaran, ia berhasil membukukan omzet hingga Rp 250 juta, fantastis. Meski demikian, ia belum puas, saat ini ia ingin mengembangkan sayap, buka cabang di Lubukalung.  ”Prinsip saya di mana ada kemauan di situ ada jalan,” tukasnya.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/perdagangan/13574-dodi-chandra-pengusaha-distro-dari-pariaman.html