Showing posts with label crepes. Show all posts
Showing posts with label crepes. Show all posts

Friday, August 31, 2012

Tawaran kemitraan crepes


Aneka kudapan seperti crepes, burger, dan jagung manis sudah lama populer di Indonesia. Terbukti banyak pengusaha makanan yang tertarik menjajakannya. Salah satunya Handoko Bintoro di Jakarta. Di bawah bendera usaha Planet Koko, ia menjajakan ketiga kudapan itu sekaligus.
Planet Koko berdiri sejak 2006 dan mulai menawarkan kemitraan usaha tahun 2007. Kini cabang Planet Koko sudah 15, tersebar di kawasan Jabodetabek. "Kelebihan kami adalah harga jual yang terjangkau dan pemantauan bisnis yang berkelanjutan," ujar Handoko. Harga makanan di
Planet Koko dijual mulai Rp 2.500 hingga Rp 7.000 per porsi. Terbilang murah karena memang menyasar konsumen di kelas menengah ke bawah. Kendati murah, Handoko menjamin cita rasa makanannya tetap enak. "Rasanya juga sama di semua cabang," ujarnya.
Untuk menjaga keseragaman citarasa ini, seluruh gerai mitra wajib membeli bahan baku ke kantor pusat. Mitra juga harus berkomunikasi dengan pusat bila ingin menambahkan pilihan lain di luar menu yang ada. Untuk crepes, Planet Koko menyediakan sebanyak 30 hingga 40 pilihan rasa. Sementara jagung manis dan burger hanya satu varian rasa.
Untuk menjadi mitra usaha, tiga pilihan paket investasi ditawarkan. Paket Rp 3,5 juta, paket Rp 4 juta, dan paket Rp 6 juta. Ketiga paket akan mendapatkan fasilitas sama, seperti booth, peralatan masak, pelatihan, dan bahan baku awal. Bedanya hanya di ukuran dan kualitas booth.
Dari ketiga paket itu, mitra diharapkan bisa meraup omzet Rp 4 juta hingga Rp 7 juta. Dengan catatan, mitra bisa menjual minimal 50 porsi makanan per hari. "Laba bersih yang diperoleh Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan," ujar Handoko. Dengan laba itu mitra bisa balik modal dalam waktu empat hingga lima bulan.

Wednesday, August 8, 2012

Mitra Lucky Crepes tumbuh pesat

TAWARAN KEMITRAAN

Mitra Lucky Crepes tumbuh pesat

Bisnis crepes ternyata masih menjanjikan. Terbukti, beberapa pengusaha crepres masih getol melakukan ekspansi. Salah satunya adalah Sulistyawati, pemilik Lucky Crepes di Tangerang, Banten. Sejak resmi menawarkan kemitraan tahun 2005, Lucky Crepes terus mengembangkan diri supaya tetap bisa eksis di bisnis ini.
Pengembangan tersebut terlihat dalam varian menu yang dihadirkan. Perempuan yang akrab disapa Sulis ini mengatakan, saat ini pihaknya memiliki 24 menu crepes yang bisa dipilih pelanggannya. Harga crepesnya pun relatif terjangkau, yakni mulai Rp 2.000 per pieces. "Meski harganya terjangkau, kualitas kami tidak kalah dengan crepes premium," katanya.
Kualitas itu pula yang akhirnya membuat jumlah mitra Lucky Crepes bertambah. Sulis mengklaim, selama tahun 2011 lalu, ia bisa menambah sekitar 50 mitra baru. "Kini gerai kami sudah berjumlah 172 gerai dan sudah tersebar hingga Makassar dan Jayapura," ungkapnya.
Belajar dari pengalaman tersebut, ia juga optimistis, tahun ini bisa menggaet 50 mitra baru. Optimisme itu didasarkan pada brand Lucky Crepes yang semakin kuat di pasaran. "Kami ini pemain lama di bisnis crepes, sudah delapan tahun. Jadi sudah dikenal luas," ujarnya.
Selain terhitung pemain lama, Lucky Crepes juga melakukan beberapa diferensiasi dibanding franchisor crepes pada umumnya. Yakni, selalu menyediakan bahan baku kering kepada mitranya sehingga daya tahannya lebih lama.
Dalam kerjasama kemitraan, Lucky Crepes menyediakan tiga paket investasi. Yakni, paket dengan investasi Rp 7 juta, Rp 8,5 juta, dan Rp 25 juta. Menurut Sulis, mitra bisa memperoleh omzet mulai dari Rp 200.000 per hari dengan masa balik modal tiga sampai empat bulan.
Sulis berjanji akan terus melakukan inovasi guna mengembangkan usahanya ini ke depan. Selain crepes, ia juga mulai merambah usaha lain. Diantaranya adalah bisnis keripik kentang krispi dengan brand Ulir Kriuk Kentang Crispy Spiral. "Kami berharap produk ini bisa saling melengkapai dengan produk Lucky Crepes ini," imbuh Sulis.

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mitra-lucky-crepes-tumbuh-pesat

Monday, January 9, 2012

Bermula dari Iseng, Ferry Jadi Juragan Crepes

Senin, 09/01/2012 12:05 WIB
Bermula dari Iseng, Ferry Jadi Juragan Crepes 
Winda Veronica Silalahi - detikFinance



<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3db6179' border='0' alt='' /></a>
Jakarta - Hal-hal iseng kadang kala membuahkan hasil yang tak pernah dipikirkan sebelumnya. Keisengan yang membuahkan hasil juga bisa terjadi dalam hal berbisnis, meski kegagalan biasa terjadi bagi pebisnis pemula.

Misalnya Ferry Kurnia yang kini menjadi juragan bisnis kemitraan (business opportunity/BO) Royal Crepes, kegagalannya dalam usaha percetakan tidak membuatnya lantas menyerah untuk berbisnis lagi. Ia tambah semangat untuk mencari jenis bisnis yang bisa langsung menghasilkan uang.

"Awalnya saya ini buka percetakan selama 8 tahun, tapi bangkrut, lalu saya berpikir bisnis apa ya yang langsung bisa menghasilkan uang, ya makanan kan," katanya kepada detikFinance saat dihubungi, Minggu (8/01/2012)

Ferry menceritakan bisnis kemitraan crepes ini berawal dari keisengan semata dan hobi bersama istrinya. "Awalnya 2005, iseng jualan dirumah, dihalaman. Hobi juga masak dengan istri, lalu punya ide buat crepes," katanya

Lalu dengan modal awal sebesar Rp 600.000 dan peralatan seadanya Ferry siap untuk mengadu peruntungannya.

"2005 modal awal Rp 600.000 dengan alat seadanya, peralatan dapur istri saya. Lalu kita jual kisaran Rp 2000 - Rp 3500. Untuk omsetnya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari dan perbulan kira-kira Rp 6juta, dan itu belum ada karyawan ya. Kita ini segmennya kelas menengah ke bawah ya. Dari situ kita lihat tanggapan tetangga sekitar sangat baik," ungkapnya

Menerima tanggapan yang baik, Ferry dan istrinya merasa perlu untuk memperluas bisnis mereka ini. "Lalu kita coba buka ditempat lain, misalnya tempat rekreasi untuk Sabtu-Minggu, saya jualan sendiri, tidak pakai karyawan. Lalu kita juga buka di sekolah-sekolah, " katanya

Tahun 2007 Ferry mulai berkenalan dengan dunia bisnis kemitraan (BO), dari pameran yang diikutinya, dia mendapat banyak mitra yang ingin bergabung.

"Waktu itu (2005) kita belum kenal sama franchise, kemudian ditahun 2007 ada pameran franchise, kita coba disitu dengan kita buat konsepnya. Ternyata banyak mitra yang berminat dan banyak sekali yang gabung. Sekarang kita sudah ada dari Sabang sampai Merauke, jumlahnya 1000 outlet," katanya

Untuk bergabung dengan kemitraan ini ada 3 jenis kemitraan yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan keuangan. Tipe pertama dan kedua menyasar pembeli menengah kebawah dengan harga Rp 2000 sampai Rp 2500 serta Rp 3000 sampai Rp 3500 dengan 32 pilihan rasa crepes.

"Yang pertama itu modal Rp 7.000.000 dengan keuntungan per hari kira-kira Rp 180 ribu sampai Rp 200 ribu, jadi bisa dapat Rp 3 juta per bulan jadi balik modal bisa 3 sampai 4 bulan, ini pakai gerobak dorong jualannya. Kemudian tipe kedua itu modal awal Rp 9.000.000 sama dengan tipe yang pertama tapi dia lebih mobile karena jualannya dengan gerobak becak," katanya

Tipe ketiga yang ditawarkan adalah Booth Display untuk pemasaran di daerah mal-mal. Dengan modal Rp 15.000.000 dan keuntungan Rp 300 ribu per hari, bisa balik modal selama kurang lebih 8 bulan.

"Kalau untuk di mal sasaran kita itu menengah keatas jadi harganya juga beda. Harganya dari Rp 6.000 sampai Rp 15.000. Kalau di mal kan paling ramenya itu akhir pekan ya, jadi kita pukul rata setiap hari untungnya Rp 300 ribu," katanya

Ferry juga menceritakan kendala awal yang ia hadapi ketika pertama kali mencoba bisnis makanan ini.

"Kendala awalnya di 3 bulan pertama itu kita masih coba-coba rasa yang tepat, dulu rasanya hanya 2, keju dan cokelat saja. Menu pertama itu crepes isi keju dan cokelat sekarang sudah ada 32 rasa. Kita bereksperimen dari strawberry nah dari situ kita juga coba menjadikan ke blueberry dan semacamnya," ujarnya

Royal Crepes (Ijin DINKES P-IRT No. 3063272011070) merupakan usaha dagang yang bergerak di bidang makanan. Ferry mengaku memiliki kurang lebih 800-an outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.


Ferry Kurnia

Jl Taman Holis Indah F3 No.4 Bandung
Email: royal.crepes@gmail.com

(hen/hen)

Sumber:
http://finance.detik.com/read/2012/01/09/120554/1810231/480/bermula-dari-iseng-ferry-jadi-juragan-crepes