Showing posts with label bioskop. Show all posts
Showing posts with label bioskop. Show all posts

Tuesday, September 25, 2012

Gambar nyata usaha bioskop tiga dimensi

TAWARAN KEMITRAAN HIBURAN: BIOSKOP 3D PLUS KARAOKE

Gambar nyata usaha bioskop tiga dimensi

Gambar nyata usaha bioskop tiga dimensi
Noverius Laoli



Peluang bisnis bioskop tiga dimensi (3D) plus karaoke cukup menjanjikan. Itu juga yang mendorong Movie 3D menawarkan kemitraan dengan investasi Rp 90 juta. Omzet usaha ini diperkirakan Rp 40 juta per bulan. Dengan laba 30%, mitra bisa balik modal dalam setahun.

Menonton film di bioskop tentu lebih mengasyikkan ketimbang di rumah. Apalagi, kalau menonton film yang diputar di teater tiga dimensi (3D). Sensasinya, tentu lebih seru lagi lantaran efek visual yang ditampilkan film 3D terasa benar-benar nyata, hidup, dan bisa mengguncang adrenalin para penonton.

Karena kelebihannya itu, banyak orang tertarik menonton film 3D. Salah satu penyedia bioskop 3D ialah Muhammad Miftahun Huda di Semarang, Jawa Tengah.

Miftahun terjun ke bisnis ini sejak awal tahun 2012 lalu dengan mengusung brand Movie 3D. Untuk mengembangkan usahanya, sejak awal mendirikan dia langsung menawarkan kemitraan.

Selain 3D, ia juga menyediakan bioskop empat dimensi (4D). Mitra bisa memilih mengambil paket bioskop 3D atau 4D. Saat ini, Miftahun sudah memiliki tiga cabang yang semuanya berlokasi di Semarang. "Dua milik mitra dan yang satu milik sendiri," kata pria yang sehari-hari akrab disapa Miftah ini.

Dalam kemitraan ini, Miftahun menawarkan paket investasi sebesar Rp 90 juta. Paket itu sudah mencakup bioskop dan tempat karaoke.

Untuk keperluan pendirian bioskop, mitra akan mendapatkan satu unit layar khusus 3D, proyektor, software, sound system, kursi penonton, dan kacamata 3D.

Peralatan itu cukup untuk satu ruangan bioskop berkapasitas 6 sampai 20 orang. Bila ingin membuka dua ruangan teater, mitra tinggal menambah biaya saja.

Untuk filmnya, Miftah akan memasok kaset film-film terbaru dan original. Tapi, untuk mendapat film ini, mitra harus mengeluarkan biaya lagi.

Mitra bisa memungut tiket menonton sebesar Rp 50.000 untuk empat orang. Kalau lebih dari empat orang, penonton tinggal menambah biaya Rp 10.000 per kepala.

Adapun untuk karaoke, mitra akan mendapat fasilitas desain ruangan karaoke minimal berkapasitas dua sampai delapan orang, videoklip original hingga 60.000 lagu, dan sound system. "Pilihan lagunya lengkap, mulai dari lagu Indonesia, daerah, mancanegara, mandarin, hingga India," ujar Miftah.

Dia memperkirakan, omzet mitra dari usaha bioskop dan tempat karaoke ini bisa mencapai Rp 30 juta - Rp 40 juta per bulan. Dengan laba bersih sekitar 30%, mitra diharapkan bisa balik modal dalam waktu sekitar satu tahun.

Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Amir Karamoy mengatakan, bisnis bioskop dan karaoke dalam satu tempat cukup unik dan menarik. Soalnya, kedua usaha ini sama-sama masuk kategori bisnis hiburan.

Jika dikelola dengan baik, Amir bilang, bisnis ini pasti bisa menarik banyak pengunjung. Tapi, ia berpesan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengelola usaha ini. Misalnya, "Pemilik bioskop harus memperhatikan kualitas film. Filmnya juga harus baru agar bisa bersaing," saran Amir.

Untuk usaha karaoke, Amir menyarankan, agar membuat konsep karaoke keluarga. Dengan konsep itu, tempat karaoke bisa menjadi tempat merayakan ulang tahun dan acara keluarga lain.

Anda berminat?

Movie 3D
Jl. Sirojudin, Tembalang,
Semarang, Jawa Tengah
HP: 081328604856

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/gambar-nyata-usaha-bioskop-tiga-dimensi

Wednesday, September 12, 2012

Memutar laba dari usaha bioskop empat dimensi

TAWARAN KEMITRAAN HIBURAN: BIOSKOP MINI

Memutar laba dari usaha bioskop empat dimensi

Peluang bisnis bioskop 4 dimensi (4D) cukup menjanjikan. Itu juga yang mendorong Bioskop 4 Dimensi.com menawarkan kemitraan dengan investasi Rp 190 juta. Omzet usaha ini diperkirakan Rp 54 juta per bulan. Dengan laba 60%, mitra bisa balik modal dalam setahun.

Sensasi menonton film di bioskop tentu berbeda dengan menonton di rumah. Apalagi, kalau menonton film-film yang diputar di teater 4 dimensi (4D). Sensasinya tentu lebih seru lagi karena penonton akan merasa seperti berada di dalam film langsung.

Lantaran menawarkan sensasi berbeda, banyak orang tertarik menonton film 4D ini. Nah, salah satu penyedia bioskop 4D ini adalah Wahyu Mukti di Wonosobo, Jawa Tengah.

Wahyu terjun ke bisnis ini sejak tahun 2010 lalu dengan mengusung brand Bioskop 4 Dimensi.com. "Sejak awal mendirikan usaha saya langsung menawarkan kemitraan," katanya.

Saat ini, ia sudah memiliki tiga mitra yang tersebar di Wonosobo, Temanggung, dan Balikpapan. Ia mengklaim, bisnis bioskop 4D lumayan menjanjikan keuntungan. Pasalnya, durasi waktu film 4D tergolong pendek. "Hanya 12 - 15 menit saja," katanya.

Bila dalam sehari beroperasi tiga jam saja, maka sudah bisa memutar film hingga sepuluh kali. Sementara harga tiket per film rata-rata Rp 15.000 - Rp 20.000 per orang.

Ia menawarkan kemitraan dengan biaya investasi Rp 190 juta. Dengan investasi sebesar itu, mitra akan mendapat layar khusus 4D berukuran 3 meter (m) x 1,5 m, proyektor, software, sound sistem, 50 pieces kacamata 4D, dan sejumlah film 4D.

Dalam kerja sama kemitraan tersebut, Wahyu memberikan kelonggaran kepada mitra atau investor untuk menggunakan brand usaha sendiri. "Mereka tidak diharuskan menggunakan nama 4 Dimensi.Com," ujarnya.

Ia juga tidak memungut franchise fee dan royalti fee. "Kami hanya memasok film-film terbaru saja berdasarkan permintaan," ujarnya.

Wahyu mewajibkan mitra membuka bioskop di ruangan yang bisa menampung minimal 30 kursi. Untuk lokasinya, si mitra bisa menyewa ruko. "Tapi usahakan di lokasi yang dekat dengan tempat-tempat hiburan, sebab peluang mendapatkan pelanggan cukup besar," ujarnya.

Wahyu menjanjikan mitra bisa meraup omzet sekitar Rp 1,8 juta per hari, atau Rp 54 juta per bulan. Syaratnya, bioskop harus buka setiap hari. Dengan laba 60%, mitra bisa balik modal dalam setahun.

Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia, Levita Supit menilai, peluang bisnis hiburan ini memang cukup menjanjikan. Namun, perlu diingat bahwa dalam bisnis bioskop pemain besar sudah cukup banyak dan mereka memiliki brand yang kuat. "Pemain baru harus mampu bersaing dengan bioskop besar," ujar Levita.

Untuk bisa bersaing dengan pemain besar, kata dia, setidaknya perlu memperhatikan empat hal. Pertama, film-film yang diputar harus menarik, baru, dan berkualitas. Tak bisa dipungkiri, cerita dalam film menjadi kekuatan penarik penonton.

Kedua, harus bisa menonjolkan kelebihan dibandingkan pesaing. Jika 4 Dimensi.com mengunggulkan film 4D dengan durasi pendek, mungkin segmennya lebih ke anak-anak dan remaja.

Ketiga, harus memperhatikan kenyamanan tempat. "Terakhir, jangan lupa memilih lokasi strategis yang mudah disambangi masyarakat," ujarnya.

Bioskop 4 Dimensi.com
Jl. RSU No. 2, Wonosobo, Jawa Tengah
HP: 081328054180

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/memutar-laba-dari-usaha-bioskop-empat-dimensi

Thursday, January 5, 2012

PELUANG BISNIS BIOSKOP MINI

Peluang Usaha

 
Kamis, 05 Januari 2012 | 12:18  oleh Dea Chadiza Syafina, Hafid Fuad
PELUANG BISNIS BIOSKOP MINI
Bioskopnya boleh mini , tapi labanya maksi

Anda yang gemar nonton film terbaru di bioskop ternama, bisa jadi pernah kelewatan nonton film favorit. Hal itu terjadi karena Anda sedang sibuk bekerja atau bioskopnya terlalu jauh untuk disambangi.

Nah, bagi Anda yang tak sempat nonton film favorit di bioskop, sekarang ada jalan keluarnya. Tak perlu beli DVD bajakan karena sekarang sudah banyak bioskop mini yang menyediakan tontonan film sesuai dengan pesanan penggemarnya.

Sesuai dengan namanya, bioskop mini memiliki tempat duduk yang terbatas. Lihat saja, kapasitas duduk di situ paling banyak untuk 20 orang dan paling sedikit dua orang. Sepintas, konsep bioskop mini mirip ruang karaoke, di mana konsumen bisa memilih tempat sesuai dengan kebutuhan.

Tentu banyak keuntungan nonton di bioskop mini. Selain bisa pesan film, "Penggemar film tak perlu khawatir jika telat menonton film favorit mereka," kata Ide Hafizh, Manajer Movie Box, salah satu penyedia bioskop mini di Yogayakarta.

Mirip dengan bioskop biasa, Movie Box juga dilengkapi tata suara yang mumpuni. Penonton yang sering hadir di Movie Box itu adalah kelompok usia remaja dan dewasa.

Hafizh bilang, usaha yang berdiri sejak 2004 itu menyediakan studio kapasitas dua orang, empat orang sampai 20 orang. Selain studio dengan layar lebar seperti bioskop, Movie Box juga menyediakan studio dengan teve plasma.

Soal tarif menonton, Hafizh mematok mulai Rp 60.000 sampai Rp 180.000 untuk satu film. "Omzet kami bisa Rp 80 juta per bulan," ujar Hafizh yang mengelola dua gerai Movie Box di Yogyakarta.

Selain Movie Box ada Rumah Cinema The Mini Theater di Sidoarjo, Jawa Timur. Bioskop mini yang beroperasi sejak Agustus 2008 lalu ini sudah memiliki 3.000 koleksi film untuk pengunjungnya.

David Dwik, manajer operasional Rumah Cinema (RC) bilang, mereka hanya menyediakan film sesuai dengan usia si penonton. "Jika penontonnya pelajar maka kami beri pilihan film remaja sesuai dengan umur," tutur David.

Selain menjadi ajang hiburan, bisnis ini dijadikan sarana pendidikan bagi siswa sekolah. "Banyak guru mengajak siswa menonton film pendidikan ke tempat kami," pungkas David.

Untuk menonton film di RC, David mengenakan tarif tiket Rp 15.000 per orang. Tarif tiket menonton itu tetap sama termasuk tarif pada akhir pekan.

Agar pengunjung semakin ramai, David memberikan harga khusus bagi penonton yang datang rombongan, terutama rombongan dengan jumlah lebih 20 orang. "Tarif ramai-ramai hanya Rp 250.000 untuk satu film," kata David.

Dalam sehari, David mampu menjaring 200 penonton dengan omzet harian rata-rata Rp 3 juta atau omzet sebesar Rp 90 juta per bulan. "Biaya operasional bisnis ini relatif kecil hanya 20% dari omzet," terang David.

Bagi Anda yang tertarik berbisnis ini, modal yang dibutuhkan sekitar Rp 100 juta - Rp 200 juta. Uang itu untuk membeli peralatan studio seperti layar, proyektor, player, tempat duduk, dekorasi ruangan, serta koleksi film.

Namun sebelum terjun ke bisnis ini, sebaiknya Anda perlu memperdalam pengetahuan tentang film terbaru baik lokal atau film impor.

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/86842/Bioskopnya-boleh-mini-tapi-labanya-maksi-