Showing posts with label Martabak. Show all posts
Showing posts with label Martabak. Show all posts

Tuesday, January 17, 2012

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: MARTABAK BOLU

Peluang Usaha

 
Selasa, 17 Januari 2012 | 13:04  oleh Muhammad Yazid, Fahriyadi
TAWARAN KEMITRAAN KULINER: MARTABAK BOLU
Mencicipi manisnya laba martabak bolu
Martabak merupakan salah satu jenis kudapan paling digemari di Indonesia. Citarasanya yang manis dan gurih membuat kudapan ini sangat nikmat disantap saat santai.

Makanya, meskipun penjaja martabak bertaburan, bisnis ini tetap hidup. Malah, ada beberapa pengusaha yang menawarkan bisnis ini secara waralaba. Ambil contoh, tawaran waralaba dari PT Madani Jaya Abadi.

Perusahaan yang berpusat di Solo, Jawa Tengah ini mencoba menciptakan varian baru dari jenis martabak manis yang dinamakannya Martabak Terang Bulan Bolu atau biasa disebut martabak bolu. "Kami menawarkan waralaba Martabak Bolu sejak tahun 2009," kata Indra Kurniawan, pemilik PT Madani.

Indra telah memiliki sembilan gerai yang tersebar di Jakarta, Balikpapan, dan Medan. Ia mengklaim, martabaknya diminati karena memiliki cita rasa khas, dengan variasi isi cokelat, keju, blueberry, daging sapi asap dan abon. Selain unggul soal rasa, martabak buatannya juga tidak berminyak dan dapat bertahan selama tiga hari. Harga jual martabak juga masih terjangkau kantong konsumen.

Untuk martabak loyang kecil berdiameter 12 centimeter (cm) dibanderol Rp 4.000 hingga Rp 12.000. Adapun loyang besar ukuran 25 cm dibanderol mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 43.000. "Harga tergantung isi martabak," jelas Indra.

Bagi yang berminat, Indra mengutip biaya investasi Rp 75 juta. Dengan membayar sebesar itu, mitra mendapat fasilitas peralatan masak, meja kursi untuk konsumen, serta branding.

Selain itu, mitra juga akan mendapat pasokan bahan baku martabak untuk keperluan selama sebulan. "Selama sebulan pertama, kami juga menempatkan seorang supervisor yang gajinya dibayar kantor pusat," kata Indra.


Sistem bagi hasil

Dalam kerja sama ini, tidak dipungut franchise fee. Hanya, PT Madani akan menerapkan sistem bagi hasil kepada mitra yang telah balik modal. Besarnya bagi hasil dihitung berdasarkan laba bersih mitra. Biasanya berkisar 35%-45% dari total laba bersih.

"Tapi kami bantu juga menutup biaya sewa tempat berjualan mitra sebesar 35% dari total biaya sewa," jelas Indra.

Menurut Indra, jika lokasi strategis, mitra bisa meraup omzet Rp 45 juta - Rp 50 juta per bulan. Dengan asumsi laba 30%-40% dari omzet, mitra bisa balik modal enam hingga tujuh bulan.

Erwin Halim, pengamat waralaba dari Proverb Consulting bilang, martabak masih menjadi makanan favorit masyarakat. Maka, prospek usaha ini masih cerah.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah kemampuan melakukan penetrasi pasar, mengingat persaingan bisnis ini cukup ketat. "Lokasi juga perlu diperhitungkan oleh mitra," tandasnya.

Agar dapat diterima pasar, produsen harus rajin berinovasi. Menurut Erwin, melakukan inovasi tak cukup mengandalkan keyakinan. Tapi juga harus melalui riset pasar.


PT Madani Jaya Abadi
Jl. Dr. Ciptomangunkusumo No. 14 Purwonegaran, Sriwedari, Solo 57141
Telp: 0271 5852569

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mencicipi-manisnya-laba-martabak-bolu

Wednesday, November 16, 2011

TAWARAN KEMITRAAN KULINER: MARTABAK

Peluang Usaha

 
Rabu, 16 November 2011 | 13:21  oleh Fitri Nur Arifenie
TAWARAN KEMITRAAN KULINER: MARTABAK
Banyak penggemar, bisnis martabak mini masih legit
Sebagian besar masyarakat pasti pernah menyantap martabak. Kudapan yang sering dijual pada malam hingga sore hari bisa menemani waktu senggang Anda sembari menonton televisi atau bercengkerama bersama keluarga.

Bahkan, martabak tetap bertahan di tengah derasnya serbuan berbagai macam camilan. Penggemarnya tak pernah bosan. Karena itu, martabak sering menjadi pilihan buah tangan ketika hendak berkunjung ke teman atau kerabat.

Tak heran, meski sudah berjejal, penjual martabak baru terus bermunculan. Mulai dari yang membuka gerai dengan merek sendiri, hingga pemain baru yang membuka gerai kemitraan atau waralaba merek tertentu.

Salah satu pengusaha martabak yang menawarkan kemitraan gerainya adalah Buyung Harianto. Pria asal Bandung ini telah menggeluti usaha martabak sejak 1967.

Namun, Buyung baru mulai menawarkan paket kemitraan Kue Bandung Mr. Buyung sejak Oktober 2011. Sampai saat ini, ia baru membuka dua gerai Kue Bandung Mr. Buyung milik sendiri.

Kue bandung ini memiliki tekstur yang sangat lembut. Harianto pun menyediakan bermacam rasa dengan konsep create your own cake. "Jadi, konsumen bisa memilih beragam toping kue bandungnya sendiri," ujarnya.

Buyung menawarkan paket kemitraan Kue Bandung Mr. Buyung ini senilai Rp 60 juta. Investasi itu sudah termasuk dengan franchise fee sebesar Rp 20 juta untuk lima tahun dan peralatan.

Dalam paket ini, Buyung akan menyediakan pelbagai peralatan seperti booth counter full stainless, kompor stainless, meja potong kayu jati, empat seragam dan topi, serta semua peralatan penunjang operasional. Ia juga menyiapkan bahan baku untuk operasional dua hari.

Bagi calon investor yang berminat, selain menyiapkan dana, mereka juga harus memiliki ruang usaha dengan luas minimal 2,5x2,5 m2. Lokasi usaha sebaiknya berada di dekat keramaian.

Selama masa kemitraan, Buyung akan menarik royalti fee sebesar 4% dari omzet. Namun, pembayaran royalti fee baru dimulai pada bulan kedua.

Selain itu, mitra juga harus membeli bahan baku dari pusat supaya standar kualitas produk terjamin. Sebulan, belanja bahan baku mitra berkisar antara Rp 7,5 juta hingga Rp 15 juta.

Mengikuti tren yang berkembang saat ini, Buyung membuat martabaknya berukuran mini. Kue Bandung Mr. Buyung ini memiliki diameter sebesar 11 cm. Meski mini, soal rasa, Buyung menjamin mampu membuat pelanggannya ketagihan dan datang kembali.

Apalagi, harga jual martabak ini sangat terjangkau oleh dompet siapa pun. Buyung membanderol Rp 3.000 per buah.

Sedangkan, toping martabak masing-masing akan dijual sebesar Rp 1.000 hingga Rp 6.000 per jenis. "Misalnya orang membeli dengan toping cokelat dan keju. Kue Martabaknya Rp 3.000, sedangkan tiap toping dihargai Rp 1.000 jadi total Rp 5.000," kata Buyung. Untuk memanjakan konsumen, Kue Bandung Mr. Buyung menyediakan 50 toping dengan 50 variasi rasa.

Bila lokasi gerai cukup strategis, Buyung memperkirakan mitra bisa membawa pulang omzet dari Rp 15 juta hingga Rp 30 juta setiap bulan. Ia pun menghitung, balik modal bisa dicapai dalam waktu kurang dari setahun.

Menurut Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, prospek bisnis martabak memang cukup mengkilap. Amir bilang, bisnis makanan masih akan menguntungkan kapan pun.

Meski begitu, investor tetap harus berhati-hati. "Investor harus mengetahui informasi lengkap tentang waralaba itu dan kinerja keuangannya," ujar Amir.


Kue Bandung Mr. Buyung
Jl. Burangrang No. 42
info@mrbuyung.com
Telp. (022) 70796999
HP. 08170296999

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/82848/Banyak-penggemar-bisnis-martabak-mini-masih-legit-

Saturday, August 13, 2011

Inilah martabak mini yang untungnya tidak mini



PELUANG USAHA

Jumat, 12 Agustus 2011 | 14:30  oleh Fahriyadi
TAWARAN KEMITRAAN KULINER MARTABAK
Inilah martabak mini yang untungnya tidak mini
Usaha kemitraan martabak mini tidak ada habisnya. Meski pemain martabak mini sudah banyak, tidak menyurutkan semangat pemain baru ikut mengembangkan pasar. Untuk menggaet mitra, para pemain martabak mini itu menawarkan investasi yang terjangkau. Seperti yang ditawarkan oleh dua kemitraan berikut ini:


• Martabak Africa Waka-Waka

Martabak Mini Africa Waka-Waka berdiri sejak medio 2008 lalu. Perusahaan yang bermarkas di Cilandak, Jakarta, itu menawarkan kemitraan sejak Juni 2011. Dalam dua bulan, martabak Mini Africa Waka-Waka mengklaim sudah menjaring 14 mitra.

Poma Indrajaya, pemilik Kemitraan Martabak Mini Africa Waka-Waka, menawarkan paket investasi kemitraan senilai Rp 9,7 juta.

Dengan investasi sebesar itu, mitra akan mendapatkan booth dan peralatan kerja. Sampai awal Agustus ini, Poma mengaku ada enam tambahan mitra yang akan bergabung. "Peminatnya banyak, ada yang dari Medan dan Batam," terang Poma.

Dengan asumsi penjualan 150 martabak atau sekitar 45 kotak per hari, Poma yakin mitra bisa balik modal bisa dalam waktu dua bulan. Setiap kotak martabak dijual Rp 10.000 dengan isi 3 martabak mini berdiameter 8 cm. "Kalau penjualan bagus, balik modal lebih cepat," klaim Poma.

Dalam menawarkan kemitraan, Poma membebaskan mitra berkreasi rasa atau bentuk. "Jika berhasil, kreasi mereka nanti bisa direkomendasikan untuk mitra lain," kata Poma yang menargetkan punya 100 mitra sampai akhir tahun.

Meski pemain martabak mini sudah banyak, Poma yakin usaha martabak tetap berkembang di Indonesia. Karena martabak adalah kudapan yang mudah akrab di lidah orang Indonesia.


• Martabak Mini De'Java

Martabak Mini De'Java baru berdiri pada November 2010 di Cikarang, Jawa Barat. Namun, pemilik martabak, Haerul Umam, membuka paket kemitraan karena pada Januari lalu ada pihak yang ingin bergabung menjadi mitra. "Sejak itulah, saya buka kesempatan menjadi mitra," kata lelaki berusia 32 tahun itu.

Haerul menawarkan dua jenis paket kemitraan ke publik dengan harga Rp 7,5 juta (untuk booth kayu) dan Rp 8,5 juta (untuk booth aluminium). Dengan paket investasi itu, ia mensimulasikan mitra bisa balik modal paling lambat pada bulan ketiga.

Dalam simulasi usaha itu, Haerul mensyaratkan mitra memperoleh omzet Rp 300.000 per hari dengan harga jual martabak Rp 2.000-Rp 4.000 per potong. "Sehari setidaknya menjual 120-150 martabak," kata Haerul yang memiliki 20 ragam varian rasa itu.

Antusias mitra untuk menjajal bisnis ini cukup besar. Sebab, dalam kurun waktu tujuh bulan saja, Haerul sudah berhasil menggandeng 12 mitra yang tersebar Cikarang dan Bekasi. "Saya targetkan sampai akhir tahun bisa menjadi 50 mitra," ujar Haerul meski mengakui persaingan ketat dalam bisnis martabak mini.

Namun begitu, Haerul yakin usaha martabak bisa berkembang karena martabak adalah jajanan populer di Indonesia. "Walaupun bisnis makanan ramai, masih ada ruang untuk martabak," terang Haerul yakin.


Martabak Mini
Africa Waka- Waka
Jl. Banjarsari XV No. 15
Cilandak Barat,
Jakarta Selatan
Hp: 085250263639

Martabak Mini De'Java
Buni Asih Permai,
Jl. Delima C3 No. 1,
Cikarang
Telp. 021-93098208

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/75307/Inilah-martabak-mini-yang-untungnya-tidak-mini