Monday, February 21, 2011

Cara Bagi Hasil dengan Mitra Bisnis

Hits : 4285 PDF Cetak E-mail
Minggu, 20 Februari 2011 09:55
bagi_hsl_mitraSalah satu masalah yang harus dihadapi saat membentuk sebuah hubungan kerjasama atau perusahaan dengan jumlah pemilik lebih dari satu orang ialah bagaimana membagi untung antara pemilik dan mitra kerjasama.

Pertanyaan yang muncul biasanya seperti:
* Bagaimana seharusnya saya membagi keuntungan atau dividen kepada para mitra?
* Berapa persentase yang harus dibagikan perusahaan kepada tiap pendiri atau pemangku kepentingan (stakeholder)?
* Bagaimana cara untuk mengevaluasi waktu dan usaha ?

Untuk memecahkan masalah ini, Anda bisa mencoba langkah-langkah sebagai berikut:
1. Buat sebuah bagan organisasi untuk perusahaan Anda karena suatu saat Anda akan memerlukannya saat perusahaan semakin berkembang.
2. Buat sebuah rencana pembagian keuntungan untuk tiap posisi dan tanggung jawab dalam bagan organisasi.
3. Bagikan peran dan tanggung jawab di antara para karyawan/ pihak-pihak yang berpentingan dalam perusahaan.
4. Perhitungkan upah dan gaji setiap pihak yang ikut serta dengan merangkum jumlah keuntungan untuk tiap posisi yang mereka pegang.
5. Gunakan nilai dollar tahunan relatif untuk menghitung perbandingan porsi keuntungan yang dibagikan pada pendiri, pemilik, dan mitra usaha.

Jangan lupa untuk mengingat, meskipun Anda sedang menjalankan sebuah bisnis dengan keuntungan ratusan juta rupiah, besar kemungkinan Anda belum mungkin menikmati ‘gaji’ ratusan juta rupiah pula. Perhitungan “upah keseluruhan” hanya untuk menentukan ‘nilai’ relatif sumbangsih yang diberikan pendiri. Anda dapat gunakan perbandingan yang sederhana agar mudah diingat, misalnya 50: 50.

Sangat penting untuk memastikan bahwa semua orang mengerti dengan sangat jelas, tanpa keraguan, mengenai persentase pembagian keuntungan yang akan mereka dapatkan. Dan perlu diingat untuk terus memantau seberapa banyak keuntungan yang telah dibagikan kepada masing-masing pihak untuk memastikan bahwa kesepakatan dipatuhi. Gunakan piranti lunak akuntansi bisnis untuk memantau upah, gaji, dan jumlah yang ditarik oleh para pemilik dan pihak yang berkepentingan serta pastikan untuk mencatat semua penyusunan atau perubahan pada perjanjian. Dokumentasi yang rapi akan membuat Anda lebih mudah menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan seperti jika ada sengketa. (*/Akhlis)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/6668-cara-bagi-hasil-dengan-mitra-bisnis.html

Thursday, February 17, 2011

Prediksi Pasar dengan Hukum Penawaran dan Permintaan

Hits : 2118 PDF Cetak E-mail
Rabu, 16 Februari 2011 15:26
Hukum permintaan dan penawaran mungkin bukan lagi sesuatu yang asing bagi entrepreneur. Di bangku sekolah maupun kuliah, tentu kita sudah sedikit banyak mengenal apa itu hukum penawaran dan permintaan (supply and demand law). Namun, tak ada salahnya jika kita menyegarkan kembali ingatan kita tentang hal ini mengingat perannya yang begitu vital dalam dunia bisnis.

suply_and_demMengerti bagaimana hukum penawaran dan permintaan akan banyak membantu kita dalam pembuatan keputusan bisnis yang baik. Bila Anda yakin bahwa permintaan untuk sebuah produk akan semakin tinggi, misalnya, maka akan lebih baik bagi Anda untuk mulai menjual produk tersebut. Hal ini disebabkan karena orang juga tidak akan keberatan untuk membeli dengan harga yang semakin tinggi pula.

Contohnya, apa yang bisa Anda harapkan pada permintaan untuk kipas angin selama musim kemarau di Indonesia? Mengapa? Apa yang mungkin akan terjadi pada harga kipas angin di bulan-bulan puncak kemarau?

Permintaan kipas angin kemungkinan besar akan melonjak di musim kemarau karena akan ada lebih banyak orang menginginkan alat elektronik satu ini untuk menyejukkan udara dalam ruangan rumah dan kantor mereka. Mulanya harga kipas angin akan naik tajam. Para pemasok kipas angin akan dengan leluasa menaikkan harga kipas angin karena akan ada lebih banyak orang yang menghendaki kipas angin. Pada gilirannya, kenaikan harga kipas angin akan mendorong lebih banyak pemasok/ produsen untuk menghasilkan atau menjual lebih banyak kipas angin. Akhirnya, harga kipas angin akan menurun kembali.

Bila menurut Anda permintaan untuk sebuah produk atau jasa akan menurun, tentu cukup bisa dimengerti bahwa sebagian pelaku pasar akan keluar dari pasar dan mencoba membuat produk/ jasa lainnya yang menjanjikan keuntungan yang lebih besar. Menurut Anda apa yang akan terjadi pada harga air mineral kemasan jika semakin banyak orang memiliki alat pemurni air di rumah?  Mengapa?

Jika setiap orang mulai menggunakan alat pemurni air di rumah, permintaan untuk air mineral dalam kemasan akan merosot. Pemasok/ produsen akan dipaksa untuk menjual air mineralnya dengan pada level harga yang lebih rendah untuk dapat menarik lebih banyak pembeli agar beralih dari alat pemurni air. Banyak pemasok mungkin akan berhenti menghasilkan dan menjual air mineral ke pasar dan beralih ke pasar lain yang masa depannya lebih menjanjikan. (*/Akhlis)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/6625-prediksi-pasar-dengan-hukum-penawaran-dan-permintaan.html

Wednesday, February 16, 2011

Pentingnya Hak Cipta Bagi Entrepreneur


Views :2416 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 16 Februari 2011 09:33
Sering kita jumpai banyak entrepreneur, khususnya di tanah Air, yang memiliki kreativitas dan produktivitas yang tingg. Sayangnya, mereka kurang memerhatikan aspek perlindungan hukum dari hasil kerja kerasnya. Akibatnya cukup pahit karena tak jarang produk mereka dijiplak. Pembajakan kemudian akan melemahkan daya saing usaha dan akhirnya berujung pada tamatnya riwayat usaha yang bersangkutan.

hak_ciptaNamun, pertama-tama perlu kita berikan batasan tentang apa itu hak cipta (copyright). Jika diterjemahkan secara harafiah, tentu saja akan memberikan definisi yang salah. Hak cipta bukan hak untuk menyalin, atau ijin untuk membuat salinan. Hak cipta ialah sebuah istilah hukum yang merujuk kepada hak-hak yang diberikan kepada pencipta sesuatu berkenaan dengan karya sastra dan seni mereka. Hak-hak tersebut meliputi hak eksklusif pencipta yang asli terhadap materi hak cipta (disebut sebagai “Karya”) untuk menggunakan, mereproduksi, merekam, menyiarkan, atau menerjemahkan (atau mengadaptasi) karya-karya mereka atau memberikan kewenangan kepada pihak lain untuk memiliki hak ini.

Lalu mengapa hak cipta begitu penting bagi seorang entrepreneur yang serius berbisnis dan ingin berhasil? Inilah sederet alasan yang bisa menjawab pertanyaan tersebut:
* Hak cipta mendatangkan uang bagi Anda. Ya, bahkan saat Anda terlelap tidur. Ini adalah sebuah cara yang praktis untuk mendapatkan sebuah sumber penghasilan pasif. Kita bisa menjual berbagai macam produk hasil kerja keras sebagai seorang pengarang, fotografer seniman dan sebagainya. Tidak tertutup kemungkinan pula bahwa kita bisa memberikan sebagian hak cipta tersebut kepada pihak lain dengan kompensasi yang sudah disepakati bersama. Perjanjian tersebut bisa disebut sebagai lisensi hak cipta.

* Hak cipta ialah sebuah hak yang dilindungi secara hukum. Dalam sebuah teritori hukum, hak cipta akan memberikan kepastian konsekuensi hukum bagi siapa saja yang melanggarnya. Dan Anda akan merasa lebih tenang.

* Hak cipta bisa menjadi aset. Ternyata sebuah hak cipta bisa diubah menjadi sebuah aset atau kekayaan secara otomatis. Menurut standar internasional, sebuah hak cipta bisa dianggap sebagai aset yang bisa diperdagangkan, ditaksir nilainya dan dipindahtangankan. Untuk sejumlah perusahaan (dan perorangan) aset tak berwujud ini merupakan unsur-unsur laporan keuangan mereka (laporan rugi laba dan laporan kekayaan) dan bisa di anggap sebagai nilai keuangan yang signifikan bagi suatu organisasi. Inilah mengapa hak cipta penting bagi bisnis.

* Hak cipta bisa dijadikan sebagai warisan. Hak cipta bisa juga diwariskan layaknya properti, uang tabungan, atau hal lain karena pada hakikatnya hak cipta bernilai ekonomis. Transfer hak cipta yang Anda miliki kepada anak-anak Anda (atau kerabat dekat yang lain). Hak cipta pada umumnya memiliki periode berlaku  dari 50 tahun hingga kematian si pencipta produk.

Di Indonesia pendaftaran hak cipta dianggap sebagai sebuah proses yang memakan waktu dan tidak perlu. Dan seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, kesadaran entrepreneur untuk mengurus hak cipta di Indonesia belum terlalu tinggi. Padahal jika ditilik lebih dalam lagi, faedah hak cipta sungguh amat besar bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Pendaftaran produk hasil kreativitas memang bukan sebuah kewajiban mutlak namun dengan mendaftarkan ke instansi terkait (Ditjen HAKI) , posisi Anda sebagai pemegang hak cipta bisa lebih kuat di mata hukum karena surat pendaftaran produk karya Anda dapat digunakan sebagai sebuah bukti yang kuat di meja hijau jikalau suatu saat sebuah perselisihan/ klaim tentang produk terjadi.

Lalu bagaimana jika kita ingin mendaftarkan hak cipta di Indonesia? Dalam bab IV Undang-undang Hak Cipta dikemukakan bahwa pendaftaran hak cipta ditangani oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang berada di bawah Kemenkumham. Anda bisa mendaftarkan produk ke kantor Ditjen HAKI secara langsung di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Jl. Daan Mogot Km 24. Tangerang 15119. Selain itu, Anda bisa menghubungi konsultan HKI terdekat. Dan untuk keterangan lebih lanjut bisa dilihat di situs resmi Ditjen HAKI di www.dgip.go.id. (*/Akhlis)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/6611-pentingnya-hak-cipta-bagi-entrepreneur.html

Monday, February 14, 2011

Hambatan yang Menutup Peluang Bisnis Anda

PDF Cetak E-mail
Minggu, 13 Februari 2011 09:21
hambatan_bizPerekonomian saat ini sedang dalam kondisi sulit. Memulai usaha baru bisa jadi berisiko lumayan tinggi. Karena itu, Anda membutuhkan rencana bisnis dan rencana keuangan yang matang agar produk yang Anda jual memiliki nilai yang tinggi. Untuk meminimalisasi risiko, Anda perlu mengenali hal-hal yang bisa berdampak buruk. Hal-hal apa yang perlu diwaspadai dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Hambatan rasa takut

Hal utama yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis adalah rasa takut gagal, takut sukses, takut kritikan, takut tidak dihargai, dan takut orang lain tidak suka produk Anda. Pahamilah, bahwa rasa takut tersebut bisa menghalangi Anda. Rasa takut jangan dihindari. Hambatan itu harus didekati dan diakrabi, agar Anda dapat mengatasinya.

2. Hambatan hubungan

Bangunlah hubungan baik dengan relasi bisnis dan pelanggan. Hubungan ini adalah langkah penting dalam memulai bisnis. Jika tidak ada pertemuan, maka tidak ada peluang penjualan. Luangkan waktu untuk membangun hubungan, sebelum mulai menjual dan sesudahnya.

3. Merespon dengan lambat

Semakin cepat Anda merespon, Anda akan semakin terlatih untuk jadi responsif. Jangan menunda membalas e-mail atau pesan suara. Jangan menunda menyerahkan proposal atau perjanjian penjualan. Hal ini akan menciptakan kesan bahwa Anda tidak peduli dengan bisnis Anda. Ada yang bilang bahwa merespon dengan cepat membuat Anda kelihatan putus asa dan memaksakan diri dalam berbisnis. Ini salah besar. Respon cepat justru membuat Anda nampak aktif dan menjanjikan.

4. Memaksa

Tidak seorangpun yang suka pada pemaksa. Jadi, saat calon pembeli Anda mengatakan “tidak”, jangan memaksa. Cari dan dapatkan calon pembeli lain segera. Cara ini lebih baik dan lebih menguntungkan bagi hubungan jangka panjang Anda dengan mereka.

5. Berhenti menjual saat ditolak

Ditolak memang tidak enak, tapi menyerah juga bukan cara yang tepat. Penolakan adalah hal wajar, yang merupakan bentuk respon awal seseorang atas sesuatu yang belum dikenalnya. Jika Anda sales door to door, Anda bisa jadi ditolak masuk oleh satpam yang bertugas di depan. Ia menolak bukan karena tak mau, melainkan karena memang tugasnyalah menolak kunjungan tamu tak diundang. Cobalah untuk lebih asertif.

6. Ingin semuanya kelihatan sempurna

Tidak ada hal yang sempurna dalam bisnis, termasuk juga proposal dan surat respon. Tampillah apa adanya. Bisnis yang baik adalah bisnis yang jujur. Kejujuran lebih utama dibandingkan dengan kesempurnaan yang palsu. Jangan tipu pelanggan dan klien Anda.

7. Bersikap subyektif

Jangan menjual dengan menyisipkan pendapat pribadi. Orang-orang cenderung tidak peduli dengan pendapat Anda saat Anda sedang menjual. Simpan pandangan politik, sosial, dan norma Anda untuk diri sendiri saja.

8. Kurang fokus

Jika Anda tidak fokus dengan karyawan, klien, dan prospek Anda, Anda jadi kelihatan lemah. Ketidakfokusan organisasi akan membuat para staf jadi bingung akan prioritas yang harus mereka kerjakan. Dan ini akan memunculkan kekacauan kerja sistem.

9. Tidak berterima kasih

Kesuksesan dalam bisnis tidak bisa tercapai tanpa usaha. Selama menjalankan bisnis, banyak pihak akan memberi masukan atau membantu Anda mengatasi masalah. Jangan lupa pada mereka jika Anda sukses. Berikanlah balasan yang setimpal disertai ucapan terima kasih.

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/6555-hambatan-yang-menutup-peluang-bisnis-anda.html

Wednesday, February 2, 2011

Raup Rupiah dari Lukis Kaos

Views :1151 Times PDF Cetak E-mail
Rabu, 02 Februari 2011 10:23
Aktivitas melukis sudah ia geluti sejak anak-anak. Hobi ini ia lakukan baik dengan media kertas gambar ataupun kanvas. Setelah menghasilkan ratusan karya lukisan, baik yang laku terjual maupun yang jadi koleksi pribadi, Ovy Noviaridian ternyata masih `gatal`. `Rasa gatal` itu kini membuatnya masuk pada bidang bisnis baru.

lukis_kaos“Saya orangnya `suka gatal` melihat sesuatu yang polos, seperti kaos, baju atau pelengkap busana lain. Oleh karena itu, saya coba-coba menggambar pada pakaian polos, sehingga memiliki corak,” kata Ovy yang memulai melukis pada media kaos dan kain sekitar tahun 2003.

Awalnya, coba-coba menggambar di kaos dan baju miliknya. Kemudian teman-temannya yang tahu tertarik, dan minta juga dilukiskan kaos, baju atau bahkan jilbabnya. Lama-kelamaan, Ovy pun dikenal pula sebagai pelukis kaos.

“Karena yang minta dilukiskan banyak, saya bilang `mesti bayar dong`. Ternyata, tidak ada yang keberatan,” kata Ovy.

Kini, setiap pekan Ovy bisa menerima order/pesanan lukis koas, baju dan jenis-jenis lain pakaian sampai puluhan lembar (piece). Omzetnya bisa mencapai Rp 3 juta per bulan. Bukan nilai yang besar memang, namun kreasi yang ditelurkan Ovy jelas baru, dan inovatif. Karena itu, sebuah butik di Surabaya kini secara rutin memakai jasa Ovy untuk melukis pakaian yang dijualnya. Menurut Ovy, melukis dengan media kain atau kaos sangat berbeda dengan melukis di atas kanvas atau kertas.

Ketika masih memulai dulu, ia tak langsung menggoreskan cat lukis ke lembaran-lembaran kain baru yang belum dijahit, namun ke baju atau kaos bekasnya yang sudah menumpuk dan tak terpakai lagi. “Bahkan, sesungguhnya saya awalnya tak berpikir untuk melukis baju-baju bekas itu dengan gambar-gambar. Saya hanya berpikir bagaimana caranya menampilkan pakaian ini seperti baru dengan, misalnya, menyelipkan aksesori yang lebih menarik seperti ditambahi pernik-pernik bros, pita atau lainnya,” tuturnya.

Namun karena hobinya melukis, instingnya tiba-tiba seperti bergerak sendiri untuk melukis pakaian bekas itu daripada menambahinya dengan pernak-pernik aksesori. Lebih jauh, ia malah berpikir untuk melukis baju atau kaos baru, bukan yang bekas lagi.

“Eh… tatkala saya coba memberi gambar dengan motif bunga, ternyata hasilnya lumayan bagus, dan ada kesan unik. Menurut saya, selain punya nilai tambah pada baju yang dilukis, juga ada nilai seninya,” ujar Ovy.

Setelah dirasa bisa ‘ditampilkan’, Ovy pun berani menyulap baju atau kaos, bahkan celana jins yang dipakainya untuk dilukis. Ia juga membeli kaos dan baju polos lusinan untuk dilukis sebagai koleksi. Bahannya pun kian beragam, mulai katun hingga sifon yang diakuinya relatif sulit untuk digoresi cat karena mudah tembus.

Baginya, ada tantangan tersendiri bisa melukis di atas kain, karena lukisan yang ia buat tak boleh salah. “Kalau di kertas, begitu salah bisa langsung dibuang. Di kain tak bisa begitu, karena harga kain juga tidak murah,” ungkapnya.

Untuk melukis kain, wanita yang sering menggelar pameran lukis di beberapa kota ini lebih suka memilih obyek bunga. Mawar, melati, bunga sepatu, matahari dan anggrek adalah bunga-bunga yang sering menjadi obyek lukisannya, selain kupu-kupu, bahkan kadang wajah seseorang.

Sedangkan cat yang digunakan, ia mengaku biasa menggunakan acrylic atau cat poster.
Pesanan mulai mengalir dari beberapa temannya setelah melihat hasil karyanya yang tampak beda. Mereka mulai menyerahkan baju, kaos, busana muslim hingga jilbab atau kerudung untuk dilukis Ovy. Obyek gambar yang dilukis bisa datang dari pemesan sendiri, namun tak jarang diserahkan sepenuhnya ke Ovy.

“Banyak di antaranya yang meminta lukisan pada puluhan busana muslim untuk seragam pengajian. Yang rutin, saya menerima pesanan dari salah satu butik di Surabaya,” sebut ibu satu anak yang mengaku karyanya sudah dikenal hingga Jakarta, Kalimantan dan Sulawesi ini.

Uniknya, meski ia biasa menangani puluhan lembar (piece) kain lukis setiap pekan, namun Ovy selalu menanganinya sendiri tanpa bantuan seorang pekerja pun. Soal harga, Ovy mengaku tak mematok mahal. Harga hanya ditarik sebagai pengganti cat. Ia mencontohkan, untuk lukisan jilbab kaos hanya dikenakan Rp 5.000, sedankang baju dibedakan untuk lukis depan sekitar Rp 50.000, depan dan belakang bisa dikenai Rp 75.000.

“Itu kalau bahan baju atau jilbabnya dari pemesan. Tapi kalau lukis kaos yang bahan kaosnya juga dari saya, harganya di kisaran Rp 40.000-45.000 per lembar,” sebut Ovy.

Meski hanya sekadar mengapresiasikan hobi ke media yang berbeda, namun Ovy masih memiliki obsesi bisa menggelar pameran tunggal atas produknya itu, selain juga memiliki butik tersendiri dengan karya-karyanya yang eksklusif. (*/Surya)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/manufaktur/6380-raup-rupiah-dari-lukis-kaos.html

Etika Bisnis yang Baik

Hits : 5123 PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Februari 2011 10:05
Etika bisnis merupakan aspek penting dalam membangun hubungan bisnis dengan pihak lain. Sukses atau gagalnya suatu bisnis sangat ditentukan oleh etika bisnis seseorang. Etika bisnis yang baik juga dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan mengembangkan sikap saling percaya antarsesama pebisnis.

etika_biz1Ada dua hal yang harus Anda perhatikan dalam berbisnis. Yang pertama adalah memerhatikan kepentingan dan menjaga perasaan orang lain. Yang kedua adalah mencegah terjadinya salah paham dengan orang lain, karena masing-masing budaya atau negara mempunyai etika bisnis yang berbeda. Meki begitu, terdapat beberapa etika yang berlaku umum.

Perilaku dan sikap Anda bisa mencerminkan tentang diri Anda. Perilaku juga mencerminkan watak Anda sehingga ada beberapa hal yang harus dihindari. Perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak disiplin, dan tidak bisa dipercaya, dapat membuat bisnis tidak berkembang. Etika bisnis yang tepat dapat membangkitkan sifat-sifat yang positif.

Tunjukkan sifat positif Anda. Misalnya, Anda perlu tahu kapan harus menunjukkan perhatian dan belas kasih tanpa menjadi emosional. Tanamkanlah rasa percaya pada diri sendiri tanpa harus bersifat sombong. Dengan mempelajari etika bisnis, Anda akan menunjukkan bahwa diri Anda memiliki pikiran yang terbuka, sehingga akan membuat Anda dihargai oleh orang lain.

Semua etika bisnis yang baik harus didasari dengan kepekaan dan tenggang rasa. Sebaiknya Anda pelajari etika umum (termasuk juga dari negara-negara lain), mulai dari cara merespon, menyapa, dan sebagainya. Hal ini akan mampu membangun hubungan bisnis yang kuat.

Anda juga harus berbicara secara hati-hati. Saat bicara pada rekan bisnis sebaiknya pikirkan kata-kata yang tepat, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti misalnya membuat orang tersinggung. Etika bisnis mendorong kehati-hatian dalam berkomunikasi dan memilih bentuk-bentuk ekspresi yang bisa diterima.

Cobalah untuk berpakaian secara tepat, berdiri dan duduk di tempat sesuai dengan posisi Anda pada waktu yang tepat. Jaga postur tubuh yang baik, sehingga akan menciptakan kesan yang baik dan menghindari kesalahpahaman. (*/perempuan.com)


http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/6350-etika-bisnis-yang-baik.html

Etika Bisnis yang Baik

Hits : 5116 PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Februari 2011 10:05
Etika bisnis merupakan aspek penting dalam membangun hubungan bisnis dengan pihak lain. Sukses atau gagalnya suatu bisnis sangat ditentukan oleh etika bisnis seseorang. Etika bisnis yang baik juga dapat membangun komunikasi yang lebih baik dan mengembangkan sikap saling percaya antarsesama pebisnis.

etika_biz1Ada dua hal yang harus Anda perhatikan dalam berbisnis. Yang pertama adalah memerhatikan kepentingan dan menjaga perasaan orang lain. Yang kedua adalah mencegah terjadinya salah paham dengan orang lain, karena masing-masing budaya atau negara mempunyai etika bisnis yang berbeda. Meki begitu, terdapat beberapa etika yang berlaku umum.

Perilaku dan sikap Anda bisa mencerminkan tentang diri Anda. Perilaku juga mencerminkan watak Anda sehingga ada beberapa hal yang harus dihindari. Perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak disiplin, dan tidak bisa dipercaya, dapat membuat bisnis tidak berkembang. Etika bisnis yang tepat dapat membangkitkan sifat-sifat yang positif.

Tunjukkan sifat positif Anda. Misalnya, Anda perlu tahu kapan harus menunjukkan perhatian dan belas kasih tanpa menjadi emosional. Tanamkanlah rasa percaya pada diri sendiri tanpa harus bersifat sombong. Dengan mempelajari etika bisnis, Anda akan menunjukkan bahwa diri Anda memiliki pikiran yang terbuka, sehingga akan membuat Anda dihargai oleh orang lain.

Semua etika bisnis yang baik harus didasari dengan kepekaan dan tenggang rasa. Sebaiknya Anda pelajari etika umum (termasuk juga dari negara-negara lain), mulai dari cara merespon, menyapa, dan sebagainya. Hal ini akan mampu membangun hubungan bisnis yang kuat.

Anda juga harus berbicara secara hati-hati. Saat bicara pada rekan bisnis sebaiknya pikirkan kata-kata yang tepat, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti misalnya membuat orang tersinggung. Etika bisnis mendorong kehati-hatian dalam berkomunikasi dan memilih bentuk-bentuk ekspresi yang bisa diterima.

Cobalah untuk berpakaian secara tepat, berdiri dan duduk di tempat sesuai dengan posisi Anda pada waktu yang tepat. Jaga postur tubuh yang baik, sehingga akan menciptakan kesan yang baik dan menghindari kesalahpahaman. (*/perempuan.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/6350-etika-bisnis-yang-baik.html